Review Serial Film Narnia, dari Novel Legendaris ke Film Epik

Standar
Koleksi serial novel Narnia milik Mas.

The Chronicles of Narnia ada tujuh buku dan serial ini satu-satunya karya C.S Lewis untuk anak-anak. Nah … Pemilik novel legendaris ini adalah anakku tengah yang biasa disapa Mas. Penerbit edisi Bahasa Indonesia cetakan keenam ini adalah PT. Gramedia Pustaka Utama. Mas berusia jelang 7 tahun ketika aku memberi hadiah serial novel Narnia. Bacaannya sudah mulai beralih ke novel, walau masih membaca komik tentunya he3 … Sekarang Mas kuliah semester 6 di Planologi ITB dengan hobinya membaca novel dan menonton film.

Sang Singa, sang Penyihir, dan Lemari adalah buku pertama dari serial novel The Chronicles of Narnia karya C.S Lewis. Penulis novel lahir pada tahun 1898 di Belfast Irlandia Utara. Dia pengajar Sastra Inggris di Magdalen College, Oxford kemudia menjadi Profesor Sastara Abad Pertengahan dan Masa Renaisans di Cambrige University. Dia tinggal di Cambrige sampai wafat di tahun 1963. 

Mas ingin sekali punya koleksi serial novel ini karena menonton film “The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe” yang sungguh epik. Film ini tayang pada akhir tahun 2005. Latar cerita yang keren diawal abad 19. Tokoh utama dalam film ini adalah empat orang kaka beradik Peter, Susan, Edmud, dan Lucy Pevensie. Produser film ini adalah Andrew Adamson dan diproduksi oleh Walt Disney Pictures. Adapun genre film masuk kategori fantacy dan family.

Peter, Susan, Edmud, dan Lucy Pevensie memasuki dunia Narnia yang ajaib saat musim salju. Mereka berhadapan dengan kutukan jahat Penyihir Putih (sumber timeout.com).

Berawal dari pecahnya perang dunia kedua di daratan Eropa, empat kaka-beradik Pevensie diungsikan ke sebuah rumah milik seorang Profesor di desa kecil. Petualangan bermula ketika Lucy menemukan lemari tua di rumah Profesor.

“Itu lemari ajaib. Ada hutan di dalamnya, dan di sana sedang hujan salju! Ayo, mari lihat.” kata Lucy memohon. Tapi, tak lama kemudian mereka menemukan diri mereka menghadapi bahaya yang sesungguhnya ketika Lucy masuk ke dunia ajaib Narnia. Musim salju dan Penyihir Putih adalah ancaman terbesar di sana. Hanya keempat anak serta singa agung Aslan, yang bisa mematahkan kutukan jahat penyihir itu.

Lucy dan sahabatnya bangsa Narnia. (sumber BBC Indonesia).
Penyihir Putih dan Edmud. (sumber Hypable.com).

Edmund diam-diam pergi ke istana Penyihir Putih, dimana terdapat banyak patung batu,. Siapakah mereka? Ternyata patung itu adalah musuh Penyihir yang telah disihir menjadi batu. Edmud dianggap gagal membawa ketiga saudaranya dan dikurung di Istana tersebut. Berang-berang yang menyadari hal tersebut langsung meninggalkan rumahnya dan menuntun ketiga Pevensie ke tempat Aslan. Di perjalanan, mereka terus diburu oleh suruhan Penyihir Putih.

Setelah pertarungan yang seru dibantu Aslan, Singa yang berwibawa di negeri Narnia, Peter, Susan, Edmud, dan Lucy dinobatkan menjadi Raja dan Ratu. King Peter the Magnificent (Raja Peter yang Agung), Queen Susan the Gentle (Ratu Susan yang Lemah Lembut), King Edmund the Just (Raja Edmund yang Adil) dan Queen Lucy the Valiant (Ratu Lucy yang Berani).

Beberapa tahun kemudian, mereka yang telah dewasa memburu rusa putih. Mereka melihat lampu jalan dan berjalan lurus ke arah semak-semak. Ketika memasukinya, semak-semak tersebut berubah jadi mantel dan mereka kembali ke lemari, tempat awal mereka masuk ke Narnia, dan juga kembali menjadi anak-anak. mereka kembali ke rumah Professor.

Asli asyik banget! Menonton film ini sampai berulang kali saat liburan. Iiihhh … Aku aja suka loh lihat adegan memanah dan berkuda. Belum lagi kostumnya yang keren, karakter pemainnya yang apik dengan latar alam yang memesona. Singa Aslan tampak berwibawa dan magical -ajaib dunia hayalan ini sungguh seru ditonton bersama keluarga.

Oke mari kita lanjut membuka buku berjudul Prince Caspian. Pangeran ganteng ha3 … Anakku bungsu Teteh suka banget nih dengan film kedua ini. Kisah berawal saat keempat tokoh utama akan kembali ke sekolah. Mereka berada di stasiun kereta api. Lalu koper-koper, bangku, peron, dan stasiun menghilang. Mereka berpegangan dan terengah-engah, menemukan diri mereka berdiri di tengah hutan lebat -hutan itu begitu rapat sehingga cabang-cabang, menusuk mereka dan nyaris tidak ada tempat untuk bergerak.

“The Chronicles of Narnia: Prince Caspian” adalah film bergenre action, adventure, dan family telah rilis pada tanggal 16 Mei 2008. Film ini disutradarai oleh Andrew Adamson serta dibintangi oleh Ben Barnes, Skandar Keynes, dan Georgie Henley.

Prince Caspian, Peter, Susan, Edmud, dan Lucy mengalahkan Raja Miraz. (sumber Netflix)

Mereka semua mengusap mata dan menarik nafas panjang. “Oh, Peter!” teriak Lucy. “Apakah mungkin kita sudah kembali ke Narnia?” Narnia … tempat para binatang bicara … tempat pohon-pohon berjalan … tempat perang akan dimulai. Hak seorang pangeran atas takhtanya dicabut. Dia mengumpulkan pasukan dan berusaha menyingkirkan raja palsu dari negerinya. Tapi, akhirnya, duel mempertahankan kehormatan antara dua prialah yang akan memutuskan nasib seluruh dunia.

Peter, Susan, Edmund, dan Lucy memulai petualangan lagi di tanah Narnia setelah satu tahun kembali ke dunia mereka. Selama satu tahun setara 1.300 tahun Narnia mengalami banyak hal telah yang berubah. Narnia berada dalam puncak kejayaannya saat ini sedang berada di bawah tirani Raja Miraz. Dia merebut kekuasaan dari tangan Pangeran Caspian.

Raja Miraz telah membunuh ayah Pangeran Caspian. Hingga sekarang masih saja merasa terancam karena sang pangeran masih hidup. Dia ingin menghabisi Pangeran Caspian, agar tahta beralih ke tangan anaknya. Untunglah Pangeran Caspian berhasil meloloskan diri, lalu bergabung bersama para makhluk dan binatang yang hidup dalam persembunyian.

Raja Miraz dikalahkan oleh Prince Caspian dalam duel di sebuah gelanggang tarung. (sumber IMDb.com).

Prince Caspian tidak mau membunuh Raja Miraz. Dia membiarkan Raja Miraz hidup. Namun, salah satu bangsawan Narnia, Lord Sobiespiel menusuknya hingga mati dan menuduh Narnia telah membunuhnya. Telemarine lainnya sudah siap, bertempur dengan kelompok Narnia. Pada awalnya taktik bangsa Narnia berjalan dengan sangat baik namun masuknya Infanteri Telemarine membuat mereka kewalahan. Sementara itu di hutan lalu sebagian dari Telemarine meninggal karena raja air merobohkan jembatan yang dinaiki oleh telemarines dan ternyata Aslan masih hidup. Kemenangan pun berada di pihak Prince Caspian.

Beneran keren! Cocok menonton film ini bareng keluarga, namun Teteh tetap harus mendapat pendampingan yang tepat. Beberapa adegan termasuk kategori dewasa. Lebih asyik lagi, sambil ngemil popcorn dan nyeruput kopi di ‘home sweet home‘. Bukan ‘home alone‘ loh!

Walau serial ini ada tujuh buku, namun baru tiga buku yang difilmkan. Judul buku The Voyage of the Dawn Treader menjadi film ketiga. Petualangan Dawn Treader dirilis pada akhir tahun 2010. Petualangan menuju ujung akhir dunia.

Film “The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader” yang bergenre adventure, family, dan fantasy ini adalah besutan sutradara Michael Apted. Penulis skenario adalah Christoper Markus, Stephen McFeely, dan Michael Petroni. Film ini dibintangi oleh Ben Barnes, Skandar Keynes, Georgie Henley, Will Poulter, dan Gary Sweet.

Narnia, di mana naga terbangun. Di mana bintang menjejaki bumi. Di mana apa pun bisa terjadi. Seorang raja dan beberapa teman seperjalanan yang tidak disangka-sangka memulai pelayaran yang akan membawa mereka ke negeri-negeri tak terjamah. Lucy dan Edmud lah yang bisa berada di petualangan ini, karena Peter dan Susan sudah tidak bisa lagi masuk ke dunia Narnia.

Latar cerita adalah lautan tanpa batas. Aslan, Singa Agung selalu hadir di serial film Narnia dengan karakter unik. (sumber IMDb.com)

Ketika bergerak kian jauh dan terus menjauh dari perairan yang dikenal, mereka mendapati petualangan ini ternyata lebih luar biasa daripada yang pernah mereka bayangkan. Ujung akhir dunia hanyalah sebuah permulaan. Aslan dan ciuman Singa di dahi mereka kemudian-kamar tidur belakang di rumah Bibi Alberta dan sepupu Eustace di Cambrige.

Eustace, sepupu yang semula menyebalkan akhirnya turut berpetualang bersama Edmud dan Lucy. (sumber nytimes.com).

Ketika teman seperjalanannya melihat Eustace, pertama-tama mereka tidak mengenalinya. Namun dengan bahasa isyarat akhirnya mereka mengetahui bahwa Eustace-lah naga itu. Raja Caspian mengenali gelang yang dipakai Eustace sebagai milik Lord Octesian. Mereka beranggapan Lord Octesian tidak pernah pergi hidup-hidup dari pulau itu. Dalam bentuk seekor naga,

Eustace menjadi sadar atas kelakuan nakalnya. Dia berubah menjadi lebih baik dan bersedia membantu kelompoknya dengan kemampuannya sebagai seekor naga. Suatu malam tiba-tiba Aslan muncul untuk mengunjungi Eustace. Aslan merubahnya kembali menjadi seorang anak laki-laki. Sebagai hasil pertemuannya dengan Aslan, Eustace kini menjadi anak yang jauh lebih baik. Setelah Dawn Treader diperbaiki, mereka meninggalkan Dragon Island, demikian mereka menamakan pulau itu, dan melanjutkan perjalanan mereka.

Hanya dua hal lagi yang perlu diceritakan. Salah satunya adalah Caspian dan para pelautnya mencapai Pulau Ramandu dengan selamat. Dan ketiga lord terbangun dari tidur mereka. Caspian menikahi putri Ramandu dan mereka akhirnya sampai di Narnia kembali. Dan gadis itu menjadi ratu agung dan ibu juga nenek dari banyak raja. 

Cerita yang luar biasa menegangkan. Latar cerita di laut dengan segala pernak pernik unik kapal layar. Adegan demi adegan juga membuat deg-degan. Seru banget! Hayu … Siapkan waktu bersama keluarga. Bisa di sore hari atau malam sebelum tidur. Tak apa sedikit terlambat memejamkan mata karena kebersamaan itu sangat berharga.

Selamat berlibur … Semoga bahagia.

Artikel ditulis untuk MGN Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni 2021 bertema Review Film Keluarga. Sila mampir di link ini https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-juni-film-keluarga/ bila tertarik untuk ikutan menulis dan mengirimkan artikel.

Nonton ulang serial film Narnia di Disney+ demi MGN.

Sssttt … Ternyata popcorn yang aku buat sendiri ternyata tak seenak yang dijual di CGV dan XXI Studio. Ada rasa kangen mengantri beli tiket, membeli popcorn, lalu menunggu suara panggilan “Pintu teater satu telah dibuka”. Eeehhh gitu bukan ya? Siapa Mamah Gajah yang sudah menonton film di bioskop pada masa pandemi Covid-19 ini?

8 responses »

  1. Masya Allah tth anaknya kok kuaat baca buku tebel gituu, umur 7 tahun pulaaa. Waah kayaknya kalau sama baca novelnya lebih asik lagi yaaa 😆

  2. Wahh Narnia merupakan salah satu film yang memorable buat saya. Cerita anak tapi tidak childish, dan mind-blowing karena ada time travel-nya ehehe. Serta film inilah yang membuat saya suka dengan aktor James McAvoy (Mr Tumnus). Trimakasih ya Dewi Laily sudah me-review ini, saya jadi ingat untuk mengajak anak saya menonton film Narnia.

    Ohya, saya beberapa waktu lalu sudah menonton di XXI niy, yang di dekat rumah sudah buka kembali. Dan ya, (anak saya) kangeen banget sama Popcorn XXI, emang terenak niy diantara yang lain ehehe.

  3. Tontonanku zaman kuliah sama anak-anak kosan. Wkwkwkw….kayaknya aku zaman kuliah dulu kerjaannya cuma nontooon aja ya. Liat foto-fotonya bikin kangen pengen nonton lagi…, Kalo baca bukunya kayaknya lebih seru ya teh, imajinasi kita ikut bermain.

  4. baru skali nih nonton narnia dulu pas ABG, inget banget sama buka pintu langsung dunia lain hehe… saran nih teh untung judul poto mungkin bisa dibikin centered biar ga sejajar ama tulisannya, hehe. nuhuuun teteh, lengkap banget ulasannya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s