Yuk! Mengenal Kecerdasan Visual-Spasial Anak

Standar

Semula aku hanya menduga-duga he3 … Kaka dan Mas juga memiliki kecerdasan visual-spasial. Nah … Aku tebak saja Teteh juga sepertinya begitu. Bagaimana tidak? Hasil karya Teteh di dinding rumah penuh berhias goresan pinsil. Gambar-gambar sejak dia berumur setahun. Lucu deh! Ada gambar yang tingginya se-jendela. Ah … Ternyata Teteh menggambar sambil memanjat meja untuk menggapai tempat kosong (maklum dinding yang rendah sudah penuh semua hi3 …). 

Sebagian lukisan di dinding itu adalah karya Teteh.

Anak bungsuku, mengikuti pemeriksaan psikologis MIR (Multiple Intelligences Research). Aku mendapatkan report hasilnya adalah poin 4,1 (skala 5) untuk kecerdasan spasial visual. 

Hhhmmm … Apakah artinya? Membaca pendapat DR. Howard Gardner komponen inti kecerdasan ini adalah kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Spasial visual berkaitan erat dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendisain.

Menurut David F. Lohman seorang pakar psikologi dari Universitas Stanford (1979) menjelaskan bahwa kecerdasan spasial – visual merupakan kemampuan untuk menghasilkan, memelihara, memanggil kembali dan mengubah imajinasi visual yang terstruktur dengan baik di otak kita

Supraise juga untuk soal memotret. Tak disangka ternyata Teteh memiliki mata fotografi yang luar biasa. Ketika aku minta dia memotret, sedangkan aku yang jadi objeknya, waaahhhh … ternyata hasilnya cantik! Saat tes Kindi diminta membentuk sesuatu dari plasitin dan hasilnya bagus. Oh … Rupanya dugaanku tak meleset. 

Asyik nih jadi modelnya Teteh ketika piknik di kaki gunung Lawu.

Kadang hasil coba-cobanya sendiri -otodidak tanpa diajari menghasilkan foto dengan komposisi yang pas. Sepertinya harus sering dilatih dan diajak untuk berburu objek foto yang keren. Menggunakan smartphone pun hasilnya juga indah.

Aku dipotret Teteh di pantai Pelabuhan Ratu saat sunset.
Karya fotografi Teteh. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5ad15cf4cbe52348952c2c93/karya-fotografi-anak-10-tahun-ini-luar-biasa

Teteh mana tak tahan bila sehari saja tak pegang pinsil warna. Lincah nian menorehkannya di kertas gambar (bekas pun tak masalah yang penting bisa di warnai). Waktu TK, Teteh  mendapat nilai A untuk pelajaran paint under windows. Gurunya memberi pujian bahwa hasil karyanya melebihi kemampuan rata-rata teman-teman sekelasnya.

Kalau sedang asyik melukis gak bisa diganggu tuh! Kadang tangan dan kaki ikut dilukis juga ha3 … Ini Teteh umur 10 tahun.

Tes kali ini tidak hanya tentang IQ, tapi juga kecenderungan gaya belajar anak. Alhamdulillah … Aku jadi tahu kalau Teteh senang belajar dengan gambar. Teteh lebih mudah belajar dengan membayangkan, suka dengan warna juga belajar dengan metafora.

Teteh senang belajar melalui gambar dan metafora. Ciri paling menonjol dari anak dengan kecerdasan visual.

Ooo … Pantas saja waktu di ajak ke museum dia sangat antusias. Sebab di museum kan kita bisa melihat langsung dengan matanya bentuk-bentuk hewan, maupun beragam benda lainnya. 

Satu lagi nih … Teteh tuh lincah banget. Dia bergairah bila belajar dilakukan dengan aktivitas, drama, respon tubuh atau membuat kerajinan tangan. Hasil MIR mendaptkan poin 3,9 untuk kecerdasan kinestetiknya.

Sejak kecil Teteh senang sekali beraktivitas di luar ruang. Teteh sedang bermain trampolin di bukit Sekipan Tawangmangu.

Wah … Beneran deh! Aku tuh sampai kemringet kalau mendampingi aktivitas Teteh. Tidak bisa diam lama he3 … Malah senang kalau belajarnya dibumbui dengan acara menari -bergerak kesana kemari.

Loncat-loncat kayak bola bekel ha3 … Teteh berlibur di kebun teh Gunung Mas Puncak Bogor. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/10/20/kebun-teh-gunung-mas-jalan-jalan-bareng-hijaber-cilik/
Teteh menari di atas pasir pantai Baron Yogyakarta. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fbb8bc744b57802711dd472/pantai-baron-nan-eksotik
Was-was juga saat mencari Teteh kok gak ada pas dipanggil untuk makan siang. Ternyata Teteh main di tempat jemur pakaian dan merayap hingga pucuk atap genting rumah. Ini bukti fotonya hasil jepretan sahabatnya.
Teteh sedang mengerjakan tugas sekolah.

Orangtua harus sabar dan tetap semangat. Anak visual spasial itu cenderung senang buat berantakan rumah. Teteh kalau melukis ya bisa nge-blok bagian ruang kerja untuk gelar cat air, cat akrilik, karayon, pinsil warna, spidol, pulpen, kanvas, kertas, kuas-kuas, belum lagi tumpahan airnya. Belepotan lantai kadang juga bagian badannya berlumuran cat. He3 … 

Bermain lego juga sangat membantu Teteh untuk mengasah kecerdasan visual spasial berpadu dengan kinestetik. Balok-balok warna warni beragam ukuran disusun dan dirangkai menjadi bermacam bentuk. Koleksi lego Teteh cukup banyak dan pernah juga ikut lomba having fun aja sih! Alhamdulilah menang dapat hadiah lego. Wuuiiiihhh … very happy ya Teteh.

Teteh kalau sedang asyik buat hasta karya dari kain. Dia akan mengeluarkan kain-kain beragam corak. Jarum, benang, gunting. manik-manik, lem tembak akan berserakan. Hasil karya Teteh berupa ikat rambut, kalung – gelang manik-manik, tas / tote bag, dan mainan untuk kucing kesayangannya. 

Ikat rambut dari kain katun hasil hasta karya Teteh di sela PJJ pesantren daring. Korean garlic bread yang yummy ini juga buatan Teteh loh! https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fc8b4878ede480512678c82/jalankan-hobi-di-sela-pjj

Kalau lagi keluar kepinginannya masak … Heboh deh dapurku. Aneka tepung, telur, mentega, butter, coklat, dan segala peralatan. Mixer, spatula, panci, oven, talenan, dan teman-temannya akan jadi alat perang Teteh. Aku malah takjub, dia belajar dari internet. Lah! Aku gak hobi masak kok he3 … Seneng loh dibuatin Teteh sifon cake, pancake, dissert box, banana cake, dan minuman yummy berbahan dasar kopi.

Senangnya bisa mengetahui hal ini sejak dini. Sebagai orangtua tentu hal ini sangat berguna untuk menemani anak belajar. Sepakat dengan para ahli pendidikan, bahwa selagi masih anak-anak tentu bermain sambil belajar itu lebih asyik.

Silakan mampir juga di link berikut:

4 responses »

  1. Menarik sekali mom. Aku jadi pingin test juga anakku kecenderungannya ada dimana. Biar bisa menemani dia berkembang maksimal sesuai kemampuannya dan juga paham gaya belajarnya. Anyway, congrats teteh, you did a great job 🙂

  2. Deskripsinya mengingatkan akan diriku waktu kecil hihi. Kecilnya senang pelajaran olah raga, ikut les menari, dan berenang. Diemnya kalo baca buku dan main lego. Play with color makes me alive!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s