Monthly Archives: Juli 2021

Inilah Dua Cara Mencintai Indonesia Dengan Sederhana

Standar

Sebagai bagian dari semangat menuliskan tema tantangan Indonesia yang beragam, maka  berkisah tentang cara mencintai Indonesia dengan sederhana ini aku pilih. Ya … Mencinta Indonesia adalah ungkapan rasa syukur atas anugerah sebuah negeri indah dari Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa. Dua cara sederhana yang aku coba lakukan sebagai tanda cintaku kepada tanah airku Indonesia … Negeri elok amat kucinta … Tanah tumpah darahku yang mulia …

Pertama Menjelajah Alam Negeri Sendiri

Aku dan keluarga lebih memilih wisata dalam negeri sebagai tanda syukur atas karunia keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Gunung, lembah, sungai, pantai, laut, pulau, kota dan desa di Indonesia sungguh kaya ragam bentang alam dan sangat menarik untuk dipelajari.

Alhamdulillah kami bisa mengunjungi Danau Toba dan air tejun Bah Biak Sumatra Utara, Sungai Batanghari Jambi, Gunung Merapi Jawa Tengah, Pulau Sempu Jawa Timur, Pantai Kuta dan Sanur Bali, Pulau Gili Trawangan Lombok, Sungai Mahakam Samarinda, Kawah Putih Ciwidey, dan Gunung Bromo Jawa Timur.

Kami berkesempatan menjejakkan kaki di Pulau Komodo NTT, Pantai Losari dan Laut Bunaken di Sulawesi, Pulau Karimunjawa di Jawa Tengah, Gunung Kerinci di Lombok, Pulau Belitung, Kota Jayapura, Pulau Weh, Pantai Anyer, dan Kepulauan Seribu.

Tak ketinggalan kami juga mengunjungi Kaliurang Yogyakarta, Danau Sarangan Magetan, Kawasan Baturaden Purwokerto, Wisata alam Linggarjati Kuningan, Kota Brastagi, Bukit Sekipan Tawangmangu, Mata air panas Ciater Subang, Kebun Raya Bogor dan Cibodas.

Inilah parade foto-foto sebagai tandamata betapa eloknya zamrud katulistiwa.

Air terjun Bah Biak. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/07/29/terpikat-indahnya-air-terjun-bah-biak-dan-kebun-teh-sidamanik/
Indahnya Danau Toba. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5b87c8ddc112fe794541fcd6/terdampar-dalam-indahnya-danau-toba
Berada di Taman Nasional Komodo terasa menembus lorong waktu. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/56e91820c823bd59107c5e7c/indahnya-pulau-komodo-dan-pantai-pink
Pulau Belitung nan cantik. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5994526fda56da559978e2e2/cantiknya-belitung
Kawah Putih Ciwidey. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5a644550dcad5b03134f01e2/kawah-putih-ciwidey-yang-legendaris

Kedua Memberi Empati Kepada Sesama

Blusukan di kawasan kota tua, mengunjungi museum, pasar tradisional, dan bangunan bersejarah sering aku lakukan bersama anak-anak. Hal ini agar mereka bisa belajar lebih dalam tentang keruangan Indonesia yang membentang dari ujung Barat di Pulau Weh hingga di Timur Merouke. Dengan mempelajari sejarah diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta kepada negeri ini. Tentu sambil mengamati tata kehidupan masyarakat dan lingkungannya.

Berjumpa teman dari Papua. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fa285a6d541df236b13a422/supraise-bisa-jumpa-om-tjip-dan-tante-lina

Aku memiliki teman dari Papua, Aceh, Palembang, Padang, Medan, Bali, Lombok, Palangkaraya, Makasar, dan Samarinda. Aku dan suami juga dari suku berbeda Sunda dan Jawa. Semoga kami akan lebih berempati kepada sesama tanpa membedakan agama, suku, bangsa, dan budaya. Mengapa penting berempati kepada sesama? Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang bermartabat, selalu menjaga kerukunan, saling menghormati dan menghargai keberagaman yang ada.

Kawasan Kota Tua Jakarta. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5a914ab0f133447a090ece22/merajut-cinta-di-kota-tua-jakarta

Oya … Ini beberapa museum yang pernah kami kunjungi di Jakarta adalah Museum Gajah, Monumen Nasional, Museum Wayang, Museum Fatahilah, Museum Bank Mandiri, Museum Satria Mandala, semua museum di TMII, dan Museum Macan. Saat mengunjungi Kebun Raya Bogor tak lupa mampir ke Museum Zoologi.

Kami berkunjung ke Keraton Kesepuhan dan Masjid Sang Ciptarasa saat menjenguk Mamahku di Cirebon. Saat silaturahim dengan kerabat di Solo kami berkunjung ke Keraton Surakarta, Museum Keris, Museum The Heritage Palace, Museum Sangiran, Museum Astiri Tawangmangu, dan Museum Gula Klaten.

Lawang Sewu Semarang. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5ef47bc3097f364098515f03/foto-foto-keren-di-lawang-sewu

Di Yogyakarta kami berkunjung ke Museum Monumen Yogya Kembali, Museum D’Mata, Museum Gunungapi Merapi, Museum Benteng Vredeburg, Masjid Agung, dan Keraton Yogyakarta. Tak lupa berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa, Kota Tua dan Lawang Sewu Semarang, Candi Borobudur, Masjid Demak dan Masjid Kudus warisan Walisanga.

Museum Perangko, Museum Geologi, Museum Konfrensi Asia Afrika, Gedung Sate, dan kampus tercinta ITB di Bandung telah kami kunjungi. Tempat keren lainnya adalah Museum Batak TB Silalhi Toba Samosir, Museum Simalungun Pematang Siantar, Museum Kata Andrea Hirata dan Museum Budaya Belitung. Juga Museum Sriwijaya Pulau Kemaro dan Museum Al-Quran Palembang serta Museum Tsunami Aceh.

Masjid Demak. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/12/18/uji-nyali-nyupir-10-hari-keliling-jawa/
Borobudur. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fcb6bf7d541df594e50a412/misteri-gunadharma-arsitek-borobudur
Belajar berempati kepada sesama. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/551aac66a33311a521b65932/perempuan-bercerita-lansia-perkasa-di-tawangmangu

Bagaimana menumbuhkan empati dari berkunjung ke museum?

Terpikat Indahnya Air Terjun Bah Biak dan Kebun Teh Sidamanik

Standar

Anakku bungsu, Teteh senang sekali ikut dalam perjalanan kali ini. Ya tak apalah ijin untuk tidak masuk sekolah. Tapi tetap bisa belajar tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia secara langsung. Aku berkunjung ke Kabupaten Simalungun Sumatra Utara yang menyimpan banyak pesona keindahan alam. Sungguh bersyukur bisa menikmatinya ketika berkesempatan meninjau sebuah proyek pembangunan gedung. 

Teteh bermain di kebun teh Sidamanik. Ada yang tahu ini hewan apa ya jadi boneka simbol Asia Games? Teteh membeli di Kebun Binatang Siantar kemarin sore.

Aku memilih menginap di sebuah hotel kecil yang nyaman dan bersih. Sesuailah dengan anggaran sekitar Rp. 500.000,- per malam. Nah … Saat akan menyewa mobil komplit dengan drivernya untuk menjelajah tempat wisata alam di sekitar Pematang Siantar, aku chat dengan teman ITB 89. Dewi namanya he3 … Sama ya. Dia tingagl di Medan dan bisa merekomendasikan tempat penyewaan mobil yang aman dan nyaman.

Sebelum terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu, aku searching Google. Aku mencari tahu tempat wisata yang terjangkau secara jarak dan waktu di sekitar Pematang Siantar. Berhubung waktuku juga tidak lama hanya 2 hari saja. Akhirnya aku terkesan dan memilih akan mengunjungi perkebunan teh Sidamanik dan air terjun Bah Biak juga Kebun Binatang Siantar.

Hari pertama setelah urusan kantor selesai pagi hari, aku ajak Teteh mampir sebentar ke Kebun Binatang Siantar. Lanjut sorenya menyelesaikan tugas kantor lagi hingga malam hari.

Hari kedua pagi-pagi setelah sarapan di hotel, kami segera berangkat agar bisa menikmati udara sejuk dan segar sepanjang perjalanan. Mobil menelusuri jalanan yang cukup sepi. Di kiri kanan tampak perkampungan penduduk dengan rumah kayu yang asri. Kata Teteh “Sepi amat ya Bu … Gak ada macet hi3 …”. Begitulah salah satu kenikmatan menjelajah kota-kota di luar Jakarta adalah anti macet.

Senangnya memandang keluar jendela mobil. Tampak di halaman rumah banyak ditanam pohon kopi dan buah-buahan. Kadang diselingi kebun palawija. Beberapa ibu terlihat sedang menjemur pakaian. Ketika melewati sebuah sekolah dasar, halaman tampak sepi. Ooohhh … Rupanya mereka sedang berada di dalam kelas.

Teteh berkomentar “Asyik juga ya aku boleh ijin jalan-jalan ikut Ibu. Teman-temanku juga pastinya sedang berada dalam kelas. Eeehhh … Kangen deh sama Nanas temenku.” “Waduh … Baru saja sehari tidak jumpa sudah kangen teman-teman sekolah.” kataku sambil tertawa geli.

Akhirnya sampai juga di perkebunan teh Sidamanik. Hamparan tanaman teh bagai permadani hijau dengan latar pegunungan Bukit Barisan.  Langit biru cerah berhias awan putih menambah cantik. 

Tampak latar Bukit Barisan yang indah dihias langit biru cerah.

Angin semilir membelai wajah dan menerpa jilbab kami. Sungguh suasana yang membuat hati ini tertawan. Kebun teh Sidamanik sudah ada sejak tahun 1926, memiliki luas mencapai 8.373 hektare dan menjadi bagian dari PTPN IV.

Kebun teh ini disebut sebagai perkebunan terbaik kedua di Indonesia. Bahkan, hasil panennya diekspor hingga ke wilayah Eropa Timur, Eropa Tengah, Singapura, dan Malaysia. Juga diminati oleh negara Timur Tengah seperti Syiria, Mesir, Iran, dan Irak).

Produksi teh dari pabrik PTPN IV Sidamanik.

Kebun teh Sidamanik memiliki luas sekitar 8 ribu hektar lebih dan menjadi perkebunan terbaik kedua di Indonesia. Hasil perkebunan di ekspor ke beberapa negara diantaranya Singapura, Malaysia, negara Eropa Timur dan Eropa Tengah. Bila datang pagi hari sekali akan bertemu dengan para pemetik teh. 

Cantik sekali air terjun Bah Biak dengan kolam-kolam di sekitarnya untuk bermain air. Masyaallah …

Namun Aku memilih mendatangi dulu air terjun. Teteh sudah tak sabar ingin main air. Ha3 … Oke lah kalau begitu. Kami menuruni tangga menuju lokasi air terjun. Di sekitar air terjun ada kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam dan bermain air sepuasnya. Menurutku kebersihan cukup terjaga dengan adanya banyak tempat sampah dan beberapa petugas kebersihan.

Alhamdulillah … Seru loh! Main air di sini betah sekali.
Airnya sejuk dan segar.

Deretan kios makanan dan minuman sederhana juga tersedia. Jadi pengunjung bisa menikmati kopi dan teh manis hangat sambil mendengarkan suara gemercik dan meihat sesekali pelangi dari percikan air terjun. Aku memesan kopi dan mie rebus. Sedangkan Teteh memesan es teh manis dan mie goreng. Harga cukup terjangkau.

Masih betah nih? … Kuy lah ngemil dulu ya Teh. Menikmati air terjun sambil menyeruput kopi itu sangat menyenangkan.

Setelah Teteh puas bermain air, kami kembali ke parkiran mobil. Sebelum beranjak meninggalkan lokasi berfoto sekali lagi. Asli deh! Rasanya kepingin terus mengambil gambar setiap sudut perkebunan teh yang elok ini. Aku juga sempat membeli teh produksi asli dari perkebunan Sidamanik. 

Yuk! Mampir juga di artikel menarik lainnya:

Kisah Bodor Pasukan Pelupa dan Emak Imut

Standar

Suasana hari ini cerah. Aku duduk ala ‘macan’ (eeehemmm itu singkatan -manis dan cantik) ditemani sinar mentari hangat yang menyelinap lewat jendela rumah. Sesekali menarikan jemari di atas keyboard laptop tanpa mandi pagi tak apalah ya? Ha3 … Menikmati dan bersabar dalam situasi PPKM darurat Jawa Bali dengan stay at home nemenin suami tercinta WFH dan anak liburan pesantren.

Emak dan komunitas sekolah Teteh.

Hatiku juga sedang ceria dihibur kisah seru sekaligus lucu dari member of MGN. Cerita susu beruang Teh Risna dan memori Jacob-nya Teh Deani membuatku tertawa geli dan sudah pasti dong imun meningkat. Sungguh Teh Andina sangat cerdas dan sergep bin gercep meluncurkan tema ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ kali ini tentang Cerita Lucu.

Motor Dika Hilang

Tadi sambil sarapan bareng suami (dalam keadaan belum mandi loh ya), terjadilah obrolan flashback saat sohib arsi yang panik karena motornya raib dari parkiran rumah kontrakan.

Namanya Dika, anak Palembang yang tinggi, berkacamata, jago sketsa, dan sungguh . Pagi-pagi tanpa sempat mandi, Dika pamit terburu-buru kepada suamiku (mereka satu kontrakan rumah di tepi sungai bagian Kebun Bibit Barat).

“Woooiiii … Aku jalan dulu jemput Ibu ke bandara. Tolong tutup pagar!” setengah berteriak Dika melesat dengan motornya.

Menjelang siang, Dika kembali bersama ibunya dengan segambreng kardus, tas tenteng, dan tas kresek. Suamiku dan satu teman lainnya membantu merapikan bawaan ke kamar Dika. Sepertinya ibunya Dika akan menginap agak lama di kontrakan mereka. Sore hingga malam mereka tak kemana-mana, karena sibuk menikmati berbagai makanan oleh-oleh dari ibunya Dika.

Esok hari, pagi-pagi selepas shalat subuh Dika disuruh ibunya membeli sarapan. Banyak makanan enak dipojokan pasar Balubur.

Tetiba Dika masuk lagi ke rumah. “Ada yang minjem motorku gak?” suamiku yang sedang duduk di ruang tamu menggelengkan kepala.

“Motor aku hilang!” seru Dika panik.

Suamiku keluar menuju parkiran motor. Loh! Motor Dika gak ada. Tinggal 2 motor milik suamiku dan temannya.

“Macem mana ini motorku gak ada?!” suaranya terdengar bergetar.

Memang di daerah itu sedang marak curanmor. Banyak teman ITB yang raib motornya walau pgar sudah digembok dan motor sudah dikunci ganda. Entahlah pencurinya itu hebat sekali bisa membobol dan menggondol motor dengan santai.

“Bentar … Sabar. Diinget-inget dulu kamu taruh di mana motornya?” tanya suamiku dengan gaya Solo yang kalem dan tenang.

“Ya di sini lah! Di mana lagi parkirkan emang di sini!” meninggi suara Dika.

“Ya aaammmmpuuunnn … Aduh! Motorku ada di parkiran bandara”, tetiba Dika menepuk dahi sambil geleng-geleng kepala.

“Lah … Kemarin kamu ke sini naik apa dari Bandara?” tanya suamiku.

“Kami naik taksi, kan barang Ibu banyak sekali,” jawab Dika sambil nyengir.

Akhirnya suamiku membonceng Dika menuju Bandara. Menjadi saksi teronggoknya motor Dika di parkiran basah kunyup tersiram hujan semalam. Ampun deh! Geli campur gemas punya sohib macam begini.

Asistensi Pakai Sendal Jepit dan Piyama

Mamah Gajah lulusan arsi mesti pernah mengalami keos saat asistensi tugas studio. Apalagi kalau dosennya bergelar ‘killer’. Kelompok studio Perancangan Tapak dijamaku, pasti jauh-jauh hari berdoa jangan sampai dapat dosen pembimbing sebut saja namanya Pak Tapak. Mengapa?

Kelompok aku pun mengalami kekeos itu. Asistensi pagi sekali membuat Asri temanku yang sedang kurang sehat berdiri hampir pingsan. Hampir dua jam kami mendengarkan berbagai komentar Pa Tapak terhadap gambar kami. Hasil kerja kelompokku sepertinya tidak memuaskan beliau. Asri makin pucat dan keringat dingin pun mengucur.

Untunglah beliau sempat melihat ke arah Asri dan menegur, “Kamu kenapa pucat begitu? Gemetar tuh tangannya!”

“Asri sedang kurang sehat Pak,” aku menjawab.

“Duduk di kursi itu,” jawab beliau sambil menunjuk kursi kosong di samping kanan meja kerja dosen.

Asri segera duduk dan menarik nafas lega. Aku dan teman lain tetap dalam posisi berdir, karena di ruang dosen kan tidak ada cukup kursi untuk 6 mahasiswa yang ketar-ketir dibantai ini. Tak disangka Pak Tapak tiba-tiba memberikan sebatang coklat kepada Asri.

“Makan ini biar gak lemes,” kata beliau.

Bukan hanya coklat, beliau menyuguhkan juga piring berisi risoles dan beberapa kue manis yang ada didekatnya ke hadapan Asri.

“Belum sarapan ya? Makan ini juga,” lanjut beliau.

Tentu saja ini kejadian langka. Suasana menjadi lebih cair, tidak setegang tadi. Asri tanpa sungkan mengambil risoles dan memakannya. Aku dan teman lain hanya menjadi saksi bisu, ha … ha … ha … Ternyata tidak hanya risoles, coklat pun disantap Asri dengan santai tanpa menghiraukan tatapanku yang jelas-jelas bilang cukup … sudah cukup satu risoles saja. Pegal kaki kami semua karena asistensi sambil berdiri lebih dari dua jam.

Setelah itu Pak Tapak menyuruh kami memperbaik gambar dan berpesan jangan lupa sarapan. Kalau pingsan nanti dia takut disalahkan. Disangka mahasiswa pingsan gara-gara asisten perancangan tapak bersama beliau.

Setelah berada di luar ruangan Pak Tapak, sepanjang turun dari lantai 2 menuju teras depan Labtek Arsi kami tertawa terbahak-bahak walau harus ditahan-tahan agar tak terdengar para dosen di ruangan. Meledak tawa kami di lantai bawah. Duuuuhhhh gemes kan … Asri polos saja merasa tak bersalah berlama-lama makan risoles dan coklat.

Lalu tawa kami kembali pecah setelah melihat keadaan diri masing-masing, ada yang celana panjangnya ternyata celana tidur alias piyama. Temanku lupa ganti celana saat berangkat ke kampus, bahkan dia juga ternyata belum mandi. Ampuuunnnn …

Aku juga baru sadar ternyata pakai sendal jepit. Lupa ganti sepatu tadi di mobil saking terburu-buru asistensi. Tidak telat saja bisa kena damprat. Gimana kalau telat? Wuuuiiihhh … Bisa kiamat itu kertas kalkir dicoret spidol malah dengar-dengar ada juga yang disobek. Hiiikkkssss …

Palang Parkir IGD Tidak Terbuka

Sekarang kita gak boleh lupa bawa kartu uang elektronik kalau mau memakai jalan tol. Kebiasan baru tentu membutuhkan perjuangan tersendiri ya … Apalagi buat aku yang sudah jelita (jelang limapuluh tahun) saat itu. Tak boleh juga lupa mengisi saldonya. Bodor sekali kalau menempelkan kartu tapi palang pintu tol tak terbuka juga akibat saldo anda tidak cukup.

Hhhmmm … Untunglah aku tak mengalami hal itu.

Aku justru terhadang palang parkir di IGD RS. Polri. Kartu uang elektronik aku tempelkan di mesin parkir. Tapi kok palangnya tidak terbuka. Coba lagi … coba lagi … Tiga kali mencoba. Panik dong! Maju kena palang parkir, mundur sudah banyak yang antri mobil di belakangku.

Anakku bungsu, Teteh yang tadi santai tiduran tanya, “Kenapa Bu lama banget? Itu kok palangnya gak kebuka?”

“Iya ini Teh … Kenapa ya?” aku balik tanya heran juga.

“Ibu gimana tangannya kurang deket kali. Atau jangan digoyang-goyang gitu tangannya. Sensornya gak bisa scan,” kata Teteh.

“Kok pakai tangan sih Teh?!” aku jawab sambil mikir.

“Ya .. Iya dong Bu, pakai tangan gitu kayak yang di mal tadi,” kata Teteh yang tampak bingung dengan kata-kataku tadi.

“Astaghfirullah … ya ampun. Ha … ha … ha …” aku tertawa keras sambil mendekatkan telapak tangan ke alat scan parkir.

Jadi tadi aku kan menempelkan kartu uang elektronik ya pantas saja palangnya tidak terbuka. Ini kan pintu masuk yang harus menggunakan tangan di scan dengan alatnya. Barulah mesin mengeluarkan karcis dan palang parkir terbuka. Sampai kapan juga gak bakalan terbuka palang parkirnya. Bunyi klakson mulai terdengar dari mobil yang pastinya tak sabar menunggu.

Berhasillah aku melewati palang parkir dengan masih diiringi senyum geli. Aya-aya wae … Jadi sekarng hobiku menyetir mobil harus diringi dengan skill keluar masuk parkiran dengan berbagai metode, ada yang pakai menempelkan kartu uang elekronik seperti di stasiun gambir dan beberapa mal. Ada yang dengan mendekatkan tangan ke alat scan. Beberapa lokasi masih harus menekan tombol berwarna hijau atau biru untuk mengeluarkan tiket dan membuka palang parkir. Semoga saja tak akan ada peristiwa lupa bawa kartu uang elektronik saat menggunakan jalan tol. Jangan juga lupa mengisi saldonya terutama saat perjalanan jauh yang bayar tol hingga ratusan ribu rupiah.

Titipan Peniti Buat Yuke

Acara wisuda mahasiswa tentu sangat membahagiakan orangtua dan para lulusan. Aku kala itu menjabat sebagai Direktur Akademi dan akan memimpin Sidang Senat Terbuka.

Mahasiswi berpakaian kain kebaya. Tampak cantik dan penuh pesona. Aku juga berkain kebaya, sederhana saja tanpa make up salon. Cuma bedak tipis dan lipstik warna nude.

Sebelum acara dimulai, aku menghampiri mereka untuk sekedar bertukar sapa. Senang rasanya melihat mereka tertawa ceria saat mulai mengenakan jubah wisuda dilengkapi dengan topinya. Aku bergegas menuju ruang tunggu tempat kolega dosen berkumpul. Sebelum sampai tiba-tiba seorang ibu memanggilku.

“Neng … Punten titip ini peniti buat Yuke anak Ibu. Pasangin di kebayanya tadi kancingnya ada yang copot,” sambil menyerahkan plastik kecil berisi peniti ke tanganku.

“Makasih ya Neng …” sambil berlalu menuju ruang utama gedung pertemuan, tanpa menoleh lagi.

Hhhmmm … Senyumku mengembang. Duuuhhhh … Lagi-lagi terulang batinku. Ya sudahlah … Aku balik lagi ke ruang tempat calon wisudawan sedang berkumpul.

“Hai Yuke … Ini titipan ibu kamu, buat betulin kebaya yang kancingnya copot,” kataku.

“Terimakasih ya Bu … Kok Ibuku nyuruh Bu Dewi sih?” Yuke tersenyum malu.

Prosesi sidang Senat Terbuka berjalan lancar. Aku berpidato dan menjalankan tugasku memindahkan tali di topi para wisudawan.

Selesai acara ada ramah tamah dengan orangtua lulusan terbaik. Yuke adalah salah satunya. Ibunya Yuke langsung mendekatiku dan menyalamiku minta maaf.

“Ya Allah … Maafkan ya Bu … Tadi saya kira temannya Yuke,” ujarnya perlahan.

“Gak apa-apa Bu … Sudah biasa kok,” jawabku santai.

Ya … Sungguh sudah sangat biasa. Berulangkali aku disangka mahasiswi. Bukan dosen apalagi Direktur Akademi tempatku mengabdi.

Pak Joko Kaget Saat Berjumpa Bu Dewi

Pernah ada pengantar surat dari DPRD Kota datang ke kampus. Dia ingin langsung menyerahkannya surat itu kepada Direktur, bukan dititipkan di Sekretariat apalagi Security. Pak Joko (sebut saja bagitu namanya) dipersilakan duduk di ruang tamu oleh sekretarisku karena aku masih dalam perjalanan.

Sewaktu aku melintasi ruang tamu, tetiba ada seorang bapak menghampiriku. “Neng sini Neng. Bisa minta tolong bilang kesekretarisnya Bu Dewi, saya mau ke mushola sebentar shalat dzuhur.”

Aku menganggukkan kepala dan bilang, “Iya Pak … Punten Bapak siapa dari mana? Mangga shalat dulu, nanti saya sampaikan.”

“BIlang ada Pak Joko dari DPRD Kota,” jawabnya.

Ooohhh … Mungkin Pak Joko enggan ke ruangan sekretariat lagi karena agak jauh dari ruang tempatnya menunggu. Waktu dzuhur sudah hampir habis. Sedangkan mushola dekat di ruang tamu itu. Setelah Pak Joko selesai shalat, sekretarisku memintanya masuk ke ruang kerjaku.

Pintu ruang kerjaku diketuk, lalu perlahan terbuka. “Assalamu’alaikum.”

Aku lihat Pak Joko berdiri ragu dan menghentikan langkah kakinya.

“Wa’alaikum salam. Mangga … Pak Joko silakan masuk,” sapaku ramah.

Pak Joko tampak kaget. “Ooohhh … Ini Bu Dewi ya?”

“Iya Pak … Saya Dewi. Bapak dari DPRD Kota ya?” kataku.

Pak Joko melangkah masuk ke dalam ruangan, lalu duduk di kursi sofa tak jauh dari meja kerjaku. Aku menghampirinya.

“Duuuhhh maaf ya Bu Dewi … Saya kira tadi mahasiswi di sini,” katanya tersenyum malu.

“Hhhmmm … Gak apa-apa sudah baisa kok Pak,” jawabku santai.

Kebetulan saat itu hari olahraga jadi boleh berkostum bebas, santai, dan rapi. Jadi aku pakai celana panjang dan kaos saja dengan kerudung segiempat. Alas kaki juga sepatu kets. Tas yang kupakai berbentuk ransel. Pantaslah disangka mahasiswi he3 …

Tantangan bulan Juli 2021. ‘https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-juli-cerita-lucu/

Lanjut gak ya? Tapi sudah 1700 kata lebih nih. Nanti aja deh buat seri berikutnya. Hayu para Mamah Gajah tuliskan pengalaman lucunya agar kita bisa bersama-sama meningkatkan imunitas. Tertawalah sebelum tertawa dilarang. Meluculah sebelum melucu dilarang. Kalaupun gak lucu paling tidak sudah berusaha … Ha … ha … ha …

Kalau masih mau lanjut ketawa boleh mampir di link ini pengalaman bodor saat aku menunaikan ibadah haji https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/550e0a2b813311b62dbc604d/disangka-abg-nyasar-di-masjidil-haram-hikmah-haji gemes banget deh! Pipiku dijawil emak-emak gegara disangka anak gadis kali ya?!

Satu lagi nih … Emak riweuuuuhhhh ha3 https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/04/28/drama-tak-terduga-saat-antar-jemput-anak-sekolah/ semoga terhibur.

Peringatan 101 Tahun ITB Menuju Tak Terbatas

Standar

Dari 101 menuju tak terbatas! ITB 100+1 AND BEYOND. Begitulah tagline yang diusung oleh ITB dalam peringatan 101 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia.

Menginjak tahun 2021 adalah momen refleksi sebagai titik tolak bagi ITB dalam langkah transformasi bangsa Indonesia menuju kemajuan peradaban. Bersama kita juga saling menyemangati dan bahu membahu dalam menghadapi berbagai krisis demi kelangsungan kehidupan generasi mendatang yang lebih baik.

Sumber ITB1920

Tema yang diusung kali ini adalah The Cradle of Civilization. Perlehatan ini memiliki dua jenis kegiatan utama yaitu

  • Transformative Talks
  • Musical Concert

Kegiatan dibuka oleh Prof. Reini selaku Rektor ITB ini, akan dilanjutkan dengan diskusi dari beragam tokoh nasional dengan tajuk:

  • ITB 100 Tahun On The Move
  • ITB Cradle of Civilization
  • ITB, Karsa, Karya, Kreasi

Serangkaian special performances dari Musisi ITB, peragaan busana karya alumni ITB dan banyak lagi!

Beberapa teman satu angkatanku di Teknik Arsitektur ITB alumni tahun 1989 akan ikut meramaikan acara tersebut. Ada Imelda Rosalin, Stefanini Sumardiman, dan Donna Murdijanto.

Bagi yang ingin turut serta merasakan getaran semangat ITB 101, yuk! catat waktunya 3 Juli 2021 pukul 19.00 WIB sampai selesai. Gabung di https://bit.ly/itb101

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater !

Tadi pagi aku menyaksikan tayangan di cannel Youtube rangkaian acara pemberian gelar Doktor Kehormatan (HC) kepada orang alumni ITB.

Sambutan Rektor ITB dalam sidang Terbuka 101 Tahun PTTI.

Dalam rangka memperingati 101 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) pada 3 Juli 2021 nanti, Institut Teknologi Bandung (ITB) akan menyelenggarakan beberapa rangkaian acara secara virtual dari mulai tanggal 1-4 Juli 2021.

Rangkaian acara tersebut meliputi seminar virtual dengan tema “ITB untuk Transformasi Digital Indonesia” pada 1 Juli, pameran virtual exhibition pada 1-4 Juli, dilanjutkan dengan Pagelaran Musik dan Budaya tanggal 3 Juli, kemudian ITB 101 Virtual Run dan acara puncaknya yaitu Sidang Terbuka 101 Tahun PTTI di Aula Barat ITB pada 3 Juli 2021.

Pemberian gelar Doktor Kehormatan tersebut diberikan kepada seseorang yang dinilai telah menunjukkan karya nyata yang mengandung nilai inovatif dalam pemikiran, gagasan atau penelitian, dan pengembangan konsep-konsep orisinal yang terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, perkembangan kebudayaan bangsa dan kemanusian, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Pemberian gelar Doktor Kehormatan tersebut diberikan kepada :

Raden Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah (atau Sam Bimbo) menerima Doktor HC dalam bidang Seni dan Religiositas.

Nyoman Nuarta menerima gelar Doktor HC sebagai tokoh Culturepreneur dalam Bidang Ilmu Seni Rupa (Patung).

Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D menerima Doktor HC dalam bidang Pengembangan Wilayah dan Kota (Regional and Urban Development).

Ketua Tim Promotor
Gelar Doktor Kehormatan untuk Sam Bimbo
Sam Bimbo telah menghasilkan karya yang patut dibanggakan, bahkan telah mendulang berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa tokoh memberikan testimoni tentang perjalanan Sam Bimbo di bidang seni dan religiusitas.

AD Pirous Prof. Emirtus FSRD ITB
Mantan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim
Taufik Ismail, Sastrawan yang kerap bekerjasama dalam melahirkan karya musik religi bersama Sam Bimbo.

Sam Bimbo menyamapaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang berjasa dalam perjalanan karirnya di bidang seni. Judul orasi ilmiah yang sederhana namun sarat makna dipilih oleh Sam Bimbo, Cinta 5.0.

1.0 Cinta keluarga, dari ayah dan ibu tertanam sikap hidup dalam berkeluarga. Cinta diikat dengan tali persaudaraan, kasih sayang, dan terutama doa ayah dan ibu.
2.0 Cinta seni lukis. Seni dapat dengan 5 panca indera dapat melahirkan cinta. Dengan mata kita bisa melihat, maka lahirlah seni lukis. Sam Bimbo adalah alumi FSRD ITB tahun 1968.
3.0 Cinta musik religi. Kenangan yang tak terlupakan saat menunaikan shalat Jumat di Masjid Salman. Khatib mengajak para jamaah dalam khutbahnya, “Marilah kita bersama-sama tunjukan keimanan kita kepada Allah dengan berbuat kebajikan. Maka lahirlah syair lagu dengan judul Tuhan pada tahun 1972 bersama Taufik Ismail.

TuhanTempat aku berteduhDi mana aku mengeluhDengan segala peluh
TuhanTuhan Yang Maha EsaTempat aku memujaDengan segala do`a
Reff: Aku jauh, engkau jauhAku dekat, engkau dekatHati adalah cerminTempat pahala dosa bertaruh


4.0 Cinta dalam kemanusian. Memahami kemanusiaan dan lingkungan. Lahirlah lagu berjudul Surat untuk Tuan Reagen dan tuan Andropov, hingga mendapat penghargaan dari dua negara.

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Andropov
Diri anda berdua orang tua terhebat di dunia
Dan hanya dengan satu kata dari anda berdua
Dunia bisa berobah, ooh ho..ho..

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Andropov
Mata anda berdua menembus seluruh dunia
Dan bahkan keluar angkasa raya
Bionik dan Supermen oh kecil dibanding anda
Ho.. ho.ho.. hoo..

Bersama surat ini kami ingin usul, sebelum perang dunia ketiga
Berikan pengumuman terlebih dahulu agar orang-orang bisa berfoto
Membuat kenang-kenangan untuk mengenang mereka
Di amsa yang akan datang dan juga mengenang anda
Ooh..

[Interlude]

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Andropov
Anda berdua damai, seluruh dunia ikut gembira
Pabila anda berdua marah, sungguh kami tak suka
Tetapi mungkinkah itu, ooh.. ho.ho.. ooh..

Sekian surat kami, maaf bila ada yang salah
Hormat kami, Bimbo…

Saat Menteri Lingkungan HIdup dijabat Prof. Emil Salim, lahirlah lagu berjudul Kalpataru yang isinya mengajak menyintai lingkungan. Selain itu Sam Bimbo juga menjadi tokoh yang gigih memperjuangkan perlindungan hak cipta dalam menghadapi tantangan berat melawan pembajakan sehingga ada cukai kaset.


5.0 Cinta Illahi. Pengalaman yang panjang dalam berkarya membuat Sam Bimbo makin memahami makna hablul minnanas dan hablul minallah, Hingga saat ini Sam Bimbo lebih memilih untuk berkarya dalam bidang seni lukis dengan kaligrafi dan dalam bidang musik dengan lagu religi.

Parade Alumni ITB dan Perwakilan Kementerian RI

Sakti Wahyu Trenggono Menteri KPP
Sandiaga Uno Menteri Pariwisata
Ridwan Kamil AR90 Gubernur Jawa Barat

Parade Karya Alumni ITB

Pembantu Rektor ITB dan perwakilan Pimpinan Fakultas di lingkungan ITB.
Pianis Imelda Rosalin AR89 yang juga menjadi Host dalam perlehatan ITB 101 tahun
Donna Priadi AR89 dan karya KIND Denim

Peringatan yang ke-101 tahun ini masih merupakan rangkaian dan penutup kegiatan 100 tahun ITB dan PTTI. Namun karena pandemi, sebagian kegiatan diundur ke tahun ini. Peringatan inti PTTI, sejatinya hanya dengan sidang terbuka saja, diperkirakan pada peringatan tahun depan, yang ke-102, akan kembali hanya mengadakan sidang terbuka.

Pengarah kegiatan P101, Prof. Dr. Ir. B. Kombaitan menambahkan, seminar virtual dengan tema “ITB untuk Transformasi Digital Indonesia” mengangkat dua tema besar. Pertama yaitu Konsepsi dan Arahan dengan sambutan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, dan pembicara kunci yaitu Menteri PPN/Bappenas Dr. Ir. Suharso Monoarfa, Menkominfo Johnny G. Plate, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko, dan dimoderatori oleh Prof. I Gede Wenten.

Tema kedua yaitu “Implementasi Transformasi Digital Indonesia”. Pembicara utamanya adalah Sekjen Kementerian Dalam Negeri Dr. Muhammad Hudori, Kepala LPIK ITB Dr. Sigit P. Santosa, Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kemenkominfo, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam, dan Moderator Kepala Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi ITB Dr. Ary Setiadi.

Acara Pagelaran Seni dan Budaya yang dilaksanakan pada malam hari, di hari yang sama dengan prosesi sidang terbuka, 3 Juli 2021, melengkapi meriahnya kegiatan P101. Acara ini bertajuk The Craddle of Civilization. Pada acara ini akan dibahas mengenai beberapa isu yang diselingi oleh penampilan musisi-musisi yang merupakan alumni ITB.

Sumber itb.ac.id