Monthly Archives: September 2021

Retail Business Management Introduction

Standar

Apa itu Bisnis Ritel

Pada dasarnya, bisnis ritel adalah bisnis yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran. … Konsumen bisnis ritel tidak menjual kembali produk yang telah dibelinya, sementara konsumen bisnis grosir menjual kembali produk yang telah dibelinya.

Eceran atau disebut pula ritel (bahasa Inggris: retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada praktiknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.

Pustaka Ritel Manajemen

Pustaka Digital

https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/offers/news-and-lifestyle/files/articles/html/201906/memahami-apa-itu-bisnis-retail-dan-karakteristiknya.html

Kawah Putih Ciwidey Keindahan Alam Berbalut Suasana Eksotik Nan Mistik.

Standar

Berkendara dari hotel di daerah Bandung Utara menuju arah Bandung Selatan menyelipkan sensasi unik. Bandung memang tak salah bila digelari Paris Van Java, Parahiyangan dilingkung gunung. Ada beberapa gunung yang mengelilingi Cekungan Bandung di antaranya: Gunung Manglayang, Gunung Burangrang, Gunung Rakutak, Gunung Puntang, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Tilu, Gunung Bukittunggul, Gunung Batu, Gunung Palasari, Gunung Artapela, dan Gunung Patuha.

Latar bukit hijau dengan air kawah kebiruan menjadi lokasi Kawah Putih Ciwidey sangat menawan hati para wisatawan.

Kawasan Bandung dan sekitarnya bisa diibaratkan mangkuk bentukan bumi ratusan ribu tahun lalu. Bentangan alam itu biasa disebut Cekungan Bandung. Cekungan Bandung berbentuk elips dengan arah timur tenggara – barat laut, dimulai dari Nagreg di sebelah timur sampai ke Padalarang di sebelah barat. Jarak horizontal cekungan sekitar 60 kilometer. Adapun jarak utara – selatan sekitar 40 kilometer. Cekungan itu kian nyata jika dikaitkan dengan kurungan gunung di sekitarnya.

Sumber: http://dbmtr.jabarprov.go.id/cekungan-bandung-kawasan-strategis-nasional/

Aku memasuki tol di Pasteur menuju tol baru yang dinamai Soroja menuju arah Ciwidey. Jalan meliuk, menanjak, kiri – kanan berhias pemandangan indah. Pemukiman penduduk, sawah, kebun, latar bukit dan gunung. Akhirnya mobil yang aku kendarai memasuki pintu gerbang kawasan wisata Kawah Putih. Rutenya menembus hutan yang cukup lebat. Jalan yang tidak terlalu lebar kadang menikung tajam.

Tanjakan curam pun tidak sedikit harus dilalui dengan hati-hati. Anakku bungsu, Teteh yang duduk manis di sebelahku bertanya “Bu … Kalau nyetir di sini harus -beneran supir- ya?” Ha3 … Aku tertawa geli. Iya … Teteh sering mendengar joke yang aku ucapkan bila kami berdua sedang berkendara. Jika ada mobil yang berjalan tidak hati-hati atau ugal-ugalan, aku akan menyebutnya sebagai -supir boongan alias bukan supir beneran– SIM-nya nembak kali?!

Teteh senang sekali bermain lempar batu di tepian kawah.

Aku tiba di halaman parkir yang luas dan tertata rapi. Hhhmmm … Bau menyengat menyeruak menyambut kedatanganku. Teteh sempat menutup kembali pintu mobil karena tidak tahan baunya. Dia juga reflek menutup hidung dengan ujung jilbabnya. “Bau apa nih Bu?” Aku jelaskan bahwa tempat yang akan dikunjungi di balik pepohonan berbentuk unik itu adalah Kawah Putih. Danau yang terbentuk ribuan tahun yang lalu. Ya! Sungguh putih kebiruan dan menebar suasana eksotik-mistik. Entahlah … Aku yang terpesona dengan keindahan ciptaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa terus menerus melantunkan dzikir … Masya Allah.

Pohon yang berkayu seperti terbakar, tak bersisa daun selembarpun. Namun menjadi latar foto yang unik.

Konon kisah meletusnya gunung Patuha menyebabkan kawasan Kawah Putih dianggap angker. Iiihhh … Ada- ada saja cerita seram yang beredar dari mulut ke mulut. Seperti cerita tentang burung-burung yang mati bila terbang di atas kawasan ini. Namun, kini kawasan Kawah Putih adalah tempat wisata yang terkenal di Bandung Selatan. Kandungan belerang yang tinggi membuat udara di kawasan ini memang berbau menyengat.

Dewasa ini kegiatan rekreasi alam telah menjadi kebutuhan bagi manusia, terutama masyarakat yang hidup di kota-kota besar. Mereka adalah masyarakat yang kompleks dan membutuhkan peralihan suasana. Kondisi di atas membutuhkan tempat dan sarana rekreasi yang ideal, yaitu rekreasi yang dapat dinikmati secara fisik, sosial, dan emosional.

Aktifitas rekreasi alam kegiatan utamanya adalah menikmati alam, dimana unsur rekreasi juga tetap dipertahakankan. Sebagaimana definisi rekreasi yang menurut asal katanya mempunyai arti mengembalikan daya cipta (re berarti mengembalikan dan create berari daya cipta). Menurut kamus WJS Purwadarminta, rekreasi berarti bersukaria, bersenang-senang, mencipta lagi.

Rekomendasi lokasi wisata alam lainnya untuk meningkatkan kesadaran akan Wonderful Indonesia dan MICE DiIndonesia Aja, yuk mampir di link ini:

Customer of Relationship Management

Standar
In today's world of multinational commerce and large stores, small businesses continue to survive and thrive by creating and maintaining genuine and personal relationships with their customers - based on each customer's unique personality, needs, wants and expectations.
Buku Rahasia Manajemen Hubungan Pelanggan yang ditulis oleh James G. Barnes.

Dengan mempelajari studi kasus dari bisnis-bisnis yang lebih kecil yang telah berhasil mengembangkan hubungan jangka panjang, dan menjelaskan bagaimana pendekatan yang bersifat pribadi ini dapat digunakan oleh perusahaan berbadan hukum besar maupun kecil.

Buku Secrets of Customer Relationship Management menyajikan:

  1. Panduan untuk mengukur konsep nilai, kepuasan pelanggan dan hubungan dengan pelanggan.
  2. Bendera merah untuk mengenali – dan menghentikan – risiko-risiko atau ancaman-ancaman terhadap hubungan yang sukses.
  3. Sebuah model inovatif dari faktor-faktor yang memacu kepuasan pelanggan, mulai dari harga dan kualitas produk, persepsi pelanggan tentang bagaimana mereka diperlakukan, sampai pada emosi positif maupun negatif yang terbentuk melalui interaktif mereka dengan perusahaan.

Mereka mungkin melupakan apa yang Anda katakan, namun mereka tidak akan pernah melupakan perasaan yang Anda tumbuhkan dalam diri mereka.” Carl W. Buechner.

Mata kuliah Manajemen Hubungan Pelanggan akan memiliki 14 kali pertemuan.

  1. Perubahan Sifat Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan: mata pelanggan, evolusi pemasaran, meningkatkan fokus terhadap hubungan dari transaksi ke hubungan -penjualan saja tidak cukup, 4P yang berbeda, meningkatkan makna hubungan lebih dari sekedar katalog, hubungan yang sejati dengan pelanggan, 4R dari pemasaran, menciptakan budaya hubungan.
  2. Manfaat Ekonomi Membangun Hubungan dengan Pelanggan: ketahanan dan loyalitas pelanggan, hubungan emosional, relasi yang awet adalah suatu pertanda, kepuasan dan loyalitas, apakah pelanggan loyal memang bernilai? karyawan yang puas menghasilkan pelanggan yang puas, nilai moneter dan non-meneter dari hubungan pelanggan, hubungan dengan aset, hasil relasi pelanggan yang solid.
  3. Kepuasan Pelanggan Petunjuk Penting untuk Membina Relasi dengan Pelanggan: kepuasan pelanggan, kebutuhan pelanggan, harapan-harapan terselubung, pelayanan yang mengejurkan membedakan anda, sentuhan emosional, zona toleransi, apa yang akan memuaskan pelanggan?
  4. Praktik: Mengenal Apa Yang Memuaskan Pelanggan? Menyusun Pengukuran Kepuasan Pelanggan Bisnis Ritel. Survey Kepuasan Pelanggan.
  5. Definisi Pelanggan tentang Nilai: penciptaan nilai tanggung jawab esensial perusahaan, pandangan progresif tentang proposisi nilai, menambahkan lebih banyak nilai, nilai adalah inti sebuah hubungan.
  6. Sifat Hubungan: munculnya orientasi hubungan, karakteristik hubungan yang kuat, hubungan pelanggan sejati, tingkat hubungan, dampak kedekatan, keinginan dan komenter pelanggan.
  7. Membangun Hubungan Jangka Panjang: mengenali pelanggan, pentingnya pelayanan luar biasa, membangun dimensi-dimensi hubungan, mengatasi kendala dalam menjalin hubungan.
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14

UTS setelah pertemuan ke-7 dan UAS setelah pertemuan ke-14.

Pertemuan Pertama:

Sumber: Dictio Community

Perubahan Sifat Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan terdiri dari:

  • evolusi pemasaran,
  • meningkatkan fokus terhadap hubungan dari transaksi ke hubungan -penjualan saja tidak cukup,
  • 4P yang berbeda,
  • meningkatkan makna hubungan lebih dari sekedar katalog,
  • hubungan yang sejati dengan pelanggan,
  • 4R dari pemasaran,
  • menciptakan budaya hubungan.
  • Perhatikan kisah menarik di bawah ini yang dideskripsikan oleh Lynch tentang Wilbur Johnson, seorang karyawan yang telah lama bekerja di sebuah supermarket lokal.

    Wilbur Johnson mengenal setiap orang di kota. Itu adalah gayanya. Selama 70 tahun dia bekerja di bagian produksi sebuah pasar lokal, menyambut pengunjung baru maupun lama di antara selada dan tongkol-tongkol jagung manis. Pasar itu awalnya dimiliki ayahnya. Kemudian oleh saudara laki-lakinya dan telah berganti tangan beberapa kali sejak masa muda Wilbur.

    Wilbur Johnson knows everyone in town. That's his style. For 70 years he worked in the production department of a local market, welcoming visitors new and old among the lettuce and sweetcorn cobs. The market was originally owned by his father. Then by his brother and has changed hands several times since Wilbur's youth.

    Tetapi Wilbur selalu melakukan hal yang sama, simbol masa itu, yaitu memberi pembeli lebih dari apa yang mereka beli. Sekali dikenal Wilbur, Anda akan selalu diingatnya. Tidak takut pada pertumbuhan dan perubahan, dia tumbuh bersama kehidupan orang-orang yang ada di sekitarnya mulai dari anak-anak dalam kereta belajaan, ibu-ibu muda mereka, suami yang berbelanja dengan membawa daftar belanjaan, nak-anak lelaki pembawa tas, dan para kasir.

    But Wilbur always did the same thing, the symbol of the times, which was to give buyers more than what they bought. Once known to Wilbur, you will always be remembered. Unafraid of growth and change, she grows up with the lives of those around her ranging from children on a shopping cart, their young mothers, husbands who shop with a shopping list, boys carrying bags, and other children. cashier.

    Hidupnya sendiri sangatlah mapan, dia tidak pernah berganti pekerjaan atau istri atau rumah, atau tempar beribadah, hal itu membuatnya tertarik pada perubahan-perubahan pada hidup orang lain. Dia selalu membuka telinganya untuk mendengar nama bayi yang baru dilahirkan dan pasangan yang baru menikah, berita tentang kemunduran dan kesembuhan, monolog menyedihkan dari orang yang putus cinta, bercerai atau berduka. Dia mengingat nama anak-anak, ipar yang berkunjung, teman dari teman. Dia memberikan kabar baik bagi setiap orang dan setiap orang mengenalnya.

    His own life was very settled, he never changed jobs or wives or homes, or places of worship, it made him interested in changes in other people's lives. She always keeps her ears open to hear the names of newborns and newlyweds, news of setbacks and healings, sad monologues of people who have broken up, divorced or grieve. He remembered the names of children, visiting in-laws, friends of friends. He gave good news to everyone and everyone knew him.

    Sekarang kita mengenal hal ini sebagai networking dan kumpulan informasi yang dimiliki Wilbur tentang kehidupan orang lain sebagai sebuah database, tetapi Wilbur menyebutnya sebagai keramahan -perhatian yang kita berikan pada orang lain dan kehidupan mereka.

    We now know this as networking and Wilbur's collection of information about other people's lives as a database, but Wilbur calls it hospitality—the care we give to other people and their lives.
    Sumber: Folder Bisnis

    Tugas Mandiri Mahasiswa

    1. Mengunjungi supermarket lokal untuk berbelanja kebutuhan harian dan mencatat bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh sales, cashier, security, customer service, dan parking service.
    2. Berswafoto di depan supermarket lokal.
    3. Membuat vlog untuk di upload di IG tentang pelayanan di supermarket tersebut.
    Sumber: Rahasia Manajemen Hubungan Pelanggan yang ditulis oleh James G. Barnes.
    Sumber: Rahasia Manajemen Hubungan Pelanggan yang ditulis oleh James G. Barnes.
    Sumber: Rahasia Manajemen Hubungan Pelanggan yang ditulis oleh James G. Barnes.
    Sumber: Rahasia Manajemen Hubungan Pelanggan yang ditulis oleh James G. Barnes.

    Keliling Indonesia di TMII Sambil Meningkatkan Literasi Budaya

    Standar

    Akhir pekan yang indah … Mentari bersinar hangat menghalau sisa embun semalam. Aku bersemangat mengajak Teteh untuk olahraga di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Harga tiketnya murah saja yaitu Rp. 20.000 per-orang dan mobil dikenai tiket parkir Rp. 20.000,-. TMII adalah sebuah destinasi wisata mulai dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan pada tahun 1975. Nah … Kali ini Teteh akan gowes santai sambil belajar beragam budaya suku bangsa di Indonesia.

    TMII

    Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa.

    https://gln.kemdikbud.go.id/
    Serunya gowes di TMII.

    Teteh masuk beberapa anjungan, seperti rumah Banjar, Minangkabau, Toraja, dan Banjar. Teteh belajar arsitektur tradisional Indonesia yang sangat indah, kaya, dan beragam. Pertama kali Teteh memasuki anjungan Provinsi Kalimantan Selatan. Rumah adat Banjar memiliki ciri khas arsitektur tradisional antara lain mempunyai perlambang, mempunyai penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris. Rumah adat suku Banjar ini disebut rumah Baanjung.

    Idwar Saleh (1984:5) menyebutkan bahwa rumah adat Banjar adalah type-type rumah khas Banjar yang memiliki gaya dan ukirannya tersendiri mulai sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935. Pada umumnya rumah adat Banjar dibangun dengan ber-anjung (ba-anjung) yaitu sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan dan kiri bangunan utama.

    Semangat Teteh masih membuncah. Angin semilir menemani pagi yang sejuk karena masih banyak pohon besar tumbuh. Teteh memasuki anjungan Provinsi Sumatera Barat. Rumah adat Minangkabau di sebut rumah Gadang. Rumah adat itu dapat dikenali dari tonjalan atapnya yang mencuat ke atas yang bermakna menjurus kepada Yang Maha Esa. Gojong (tonjolan) biasanya berjumlah 4-7 buah. Keunikan arsitektur rumah adat Gadang yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. 

    Di depan rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan Rangkiang. Bangunan itu digunakan untuk menyimpan padi. Ada ruang anjuang di sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat. Rumah Gadang juga dinamakan sebagai rumah Baanjuang.

    Anjungan dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Saat Teteh melewati anjungan Provinsi Sulawesi Selatan, dia sangat senang bisa masuk ke halamannya dan berfoto di sana. Deretan rumah adat Toraja disebut Tongkonan. Asal kata ‘tongkon’ yang artinya ‘duduk bersama-sama’. Tongkonan selalu dibangun menghadap ke arah Utara. Mengapa demikian? Ternyata Utara adalah sumber kehidupan. Penelitian arkeologis menemukan bahwa orang Toraja berasal dari Yunan, Teluk Tongkin, Cina. 

    Mereka kemudian berakulturasi dengan penduduk asli Sulawesi Selatan. Tongkonan didesain sebagai rumah panggung terbuat dari material kayu. Kolong di bawah rumah digunakan untuk kandang kerbau. Keunikan lain rumah adat Toraja adalah atapnya berbentuk perahu, yang melambangkan asal-usul orang Toraja yang naik perahu dari Cina hingga tiba di Sulawesi.

    Gowes di TMII tidak hanya dilakukan kali ini saja. Sebelum pandemi, Teteh suka sekali bila di ajak berkeliling Indonesia cukup dalam waktu 2-3 jam saja he3 …

    Teater Keong Mas tempat diputarnya beragam film tentang budaya dan kekayaan alam di Indonesia.

    Selain mengunjungi TMII ada banyak tempat yang Teteh kunjungi untuk memperkaya kemampuan literasi budayanya, yaitu Candi Borobudur, Istana Maimun, Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Surakarta, Keraton Ngayogyakarta, Museum Sangiran, Museum Sejarah Jakarta, Gedung Lawang Sewu, Museum Nasional, Museum Belitung, juga Museum Batak TB. Silalahi Toba Samosir.

    Teteh di Candi Borobudur. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/12/05/borobudur-dan-misteri-arsitek-gunadharma/
    Teteh di Museum Sejarah Jakarta. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/10/20/bersepeda-di-kota-tua-jakarta-jalan-jalan-bareng-hijaber-cilik/
    Teteh bersama sepupunya berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2020/12/12/jejak-budaya-kota-cirebon/

    Sejatinya aku juga sebagai orangtua punya tugas untuk mengenalkan kekayaan juga membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman Teteh tentang kekayaan bangsa dan identitas bangsa Indonesia.

    Indonesia memiliki beragam suku bangsa, bahasa, kebiasaaan, adat istiadat, kepercayaan, dan lapisan sosial. Dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan suatu masyarakat yang mampu berempati, bertoleransi, dan bekerja sama dalam keberagaman. Semua warga masyarakat dari berbagai lapisan, golongan, dan latar belakang budaya memiliki kewajiban dan hak yang sama untuk turut berpartisipasi aktif dalam kehidupan bernegara.

    https://gln.kemdikbud.go.id/

    Kenangan Indah di Kota Madinah, Abdul Nur Adnan Pegiat IMAAM Center Washington DC

    Standar
    Kumpulan tulisan Keluarga Bani Tafsir Anom V semoga menjadi jalan silaturahim.

    Salam sehat kepada para kerabat di mana pun berada. Kali ini hadir kembali artikel karya Pak Abdul Nur Adnan yang menceritakan pengalaman penuh hikmah ketika menunaikan ibadah haji pada tahun 2008.

    Sumber foto FB Abdul Nur Adnan Oktober tahun 2018. Sepuluh tahun selepas menunaikan ibadah haji.

    Saturday, 20 December 2008 8:18:24

    Haji 2008 (2) -Madinah

    Kenangan Indah di Kota Madinah

    Masjid Nabawi dengan ikon arsitektural berupa kubah hijau dan kubah perak. Sumber foto Rachmad Aziz tahun 2007.

    Masuk Arab Saudi melalui Madinah, setidaknya yang saya alami dalam Musim Haji ini, ternyata jauh lebih mudah dan sederhana daripada yang saya alami hampir 20 tahun yang lalu, lewat Jeddah.  Ketika itu kami harus nunggu 16 jam sampai urusan paspor kami selesai.  Karenanya kawan-kawan KBRI sering (terpaksa) berbohong, menggunakan visa kunjungan (bukan visa haji), supaya dpat fasilitas istimewa tidak usah nunggu sampai tidak masuk akal seperti itu.  Itu dulu, 20 tahun yang lalu.  Saya tidak tahu sekarang, mungkin sudah ada kemajuan.  Tapi ketika lewat Pelabuhan Udara Madinah ini, urusannya cuma dalam hitungan menit.

    Madinah –seperti juga Makkah– banyak berubah daripada yang saya lihat dulu.  Terutama Masjid Nabawi, barangkali sekarang luasnya sama dengan 10 kali lapangan football. Dari lantai, pilar, sampai langit-langit, terbuat dari marmer dengan berbagai ukiran kaligrafi berlapis emas.  Udara di dalamnya sejuk oleh AC, tapi juga oleh sistem peredaran udaranya.  Tempat seluas itu tidak tertutup seluruhnya sepanjang waktu.  Di tempat-tempat tertentu terbuka untuk memberi kesempatan udara segar masuk, terutama kalau pagi hari. 

    Kalau agak siangan, payung fantasi mekar secara elektronik dengan hiasan yang apik. Sumber foto Rachmad Aziz tahun 2007.

    Beberapa kubah juga bergeser secara elektronik pada waktu-waktu tertentu. Karena itu udara dalam mega-masjid (sekarang kan ada mega-church di AS) itu selalu terasa segar, membuat enak orang yang mau bertahajud berlama-lama, membaca Qur’an atau cuma ingin i’tikaf dalam rumah ibadah itu.  Udara Madinah waktu ini memang boleh dikatakan nyaman.  Sejuk kalau pagi, tapi kalau siang cukup panas juga.

    Di dalam masjid tersedia rak-rak sandal yang rapi dan tabung-tabung plastik besar, berisi air zam-zam yang sejuk.  Lengkap dengan gelas-gelas kertas yang masih bersih, dan tempat gelas-gelas kertas yang sudah dipakai.  Jadi orang tidak akan menggunakan gelas kertas yang sudah dipakai orang lain.  Ini kemajuan dari 20 tahun yang lalu.  Dan kru pembersih masjid tampak selalu siap menjalankan tugas pada jam-jam tertentu. Tabung-tabung zam-zam juga selalu diisi.

    Namun begitu, simfoni batuk tetap saja terdengar setiap detik. Demi kesehatan, tampaknya kita harus selalu menggunakan sajadah sendiri, meskipun masjid sudah dilapis karpet.  Kita juga sebaiknya membawa kitab Qur’an sendiri, meskipun banyak sekali kitab Qur’an yang bagus-bagus yang tersedia di setiap dari ribuan pilar marmar masjid.

    Kunjungan ke Madinah sebenarnya bukan merupakan bagian ibadah haji.  Ini ternyata tidak banyak yang menyadari.  Dikira kunjungan ke Madinah ini merupakan “part and parcel of hajj.” Tapi ya memang, sudah sampai di Makkah, tidak ke Madinah, sama seperti sudah di Yogya tidak ke Solo (perumpamaan yang agak kurang tepat, ya?).  Orang memerlukan ke Madinah, karena ingin memanfaatkan berbagai keutamaan beribadah di masjid Nabi ini. 

    Bukankah Nabi pernah bersabda bahwa mereka yang solat di masjidnya, nilainya 1000 kali lebih besar dari di masjid-masjid lain, selain masjidil haram (100,000 kali)?  Kemudian ada lagi yang berpendapat barang-siapa solat berjamaah setiap hari selama delapan hari berturut-turut akan memperoleh pahala yang luar biasa besarnya? Inilah yang disebut “arba’in” itu.  Belum lagi yang dapat berziarah ke makam Nabi yang terletak di masjid itu, yang dapat memanjatkan do’a di ‘raudhah‘ dalam masjid itu.  Pokoknya luar biasa kesempatan yang terbuka bagi kita.

    Saya juga berusaha memanfaatkan kesempatan itu.  Tapi mungkin karena usia, baru tiga hari mulai merasa capek. Mulai gatal-gatal di daerah tenggorokan.  Sedikit batuk-batuk.  Langsung saja saya hantam dengan anti-biotik yang diberi dokter saya waktu mau berangkat.  Kemudian saya sadar, kalau saya sampai ambruk, tujuan pokok saya untuk berhaji akan terancam.  Dan menjalani ritual haji ini juga cukup meminta tenaga.  Karena itu, saya ambil sikap ‘take it easy’ di Madinah ini.

    Saya harus menyusun tenaga untuk haji. Saya harus cukup istirahat.  Karena itu, saya bertanya, apakah tepat untuk membawa jamaah haji ke Madinah dulu, sebelum menjalankan haji, tujuan pokok mereka ke Makkah ini?  Banyak orang mencurahkan seluruh tenaganya di Madinah, sampai ketika tiba saat menjalankan kewajiban haji, kehabisan tenaga.  Apakah tidak lebih baik selesaikan hajinya dulu, kalau masih tersisa tenaga (dan biaya) baru ke Madinah?  Toh, kalau hajinya mabrur, kan sudah dijanjikan sorga?  Kurang apa lagi?

    Di Madinah, hotel kami cukup berklas, Dallah Taubah, bagus, dapat kamar untuk dua orang, dan diberi makan melimpah dua kali sehari. Desertnya saja kue-kue enam-tujuh macam, belum buah-buahan. Meskipun jenis makanannya, makan India melulu.  Manajer hotelnya ternyata orang Sri Lanka.

    Kegiatan keduniaan pertama yang kami lakukan di Kota Nabi ini adalah mencari cellphone, supaya kami dapat berkomunikasi.  Cell dari AS tidak bisa jalan di kota ini (setidaknya jenis yang saya miliki).  Dengan cell ini pula dapat kami cari adik kami yang juga naik haji tahun ini. Adik Bu Bid, Any dan suaminya Chani yang dapat S-3nya dari U of Pitts itu. E, ternyata mereka tinggal di hotel sebelah, Hotel Bahauddin, ya reunilah. Saya juga berusaha menghubungi keponakan kami, Nurul Faizah dan suaminya Mustangin, tapi tidak berhasil, setidaknya di Madinah ini.

    Budaya Indonesia dimana-mana terlihat di Madinah.  Nama restoran saja berbunyi:”Rumah Makan Si Dul Anak Madinah”, dengan iklannya “Jual Bakso Goyang Lidah.”  Ada juga balihoo besar menggelantung dari jendela sebuah hotel tinggi:”Bakso Jawa”.  Tidak jauh dari Madinah di bagian kota bernama Ijabah, terdapat daerah Indonesia, dengan toko-toko dan restoran Indonesia.  Tapi yang sulit dicari adalah sebuah restoran yang representatif (restoran apa saja), dimana kami dapat duduk melepas lelah sambil makan-minum bersama keluarga dan teman, tidak perlu berdesak-desak untuk pesan makanan, ini tidak kami temui.  Yang mengiklankan dengan huruf-huruf gajah tadi, ketika kami datangi, mereka bilang, wah selama musim haji, tidak buka untuk umum, hanya melayani jamaah haji yang sudah memborong mereka.

    Restoran di kota Madinah, namanya unik dan menarik ya …

    Tujuh hari kami di Madinah. Kami saksikan jutaan umat Islam dari seluruh pelosok dunia (dari negara-negara seperti Dagystan, Kosovo, Kyrgystan, Rusia, Cina, Thailand –selain negri-negri Muslim yang banyak kita kenal) menunjukkan iman dan Islam mereka yang kuat dan emosi yang sering terlihat di depan makam Nabi, menunjukkan kecintaan mereka kepada Nabi, yang saya yakin karikaturis Denmark itu tidak akan terinspirasi untuk melakukan apa yang dia lakukan kalau dia melihat ketulusan orang-orang ini.

    Suasana pelataran Masjid Nabawi. Sumber foto Rachmad Aziz tahun 2007.

    Malam hari pada hari ketujuh kami menuju ke Bir Ali, untuk mengenakan pakaian ihram dan memulai memenuhi panggilan “labbaik Allohumma labbaik….”  (Bersambung)

    Editor : Dewi Laily Purnamasari

    Artikel lain yang bisa ditelusuri terkait pengalaman ibadah haji dan umroh

    Tasbih Bersama Alam, Cara Tingkatkan Literasi Sains Bersama Al-Quran

    Standar

    Kali ini tema tantangan Mamah Gajah Bercerita (MaGaTa) adalah literasi sains.

    Sumber: https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/infografis-literasi-sains/

    Semenjak aku dikenalkan dengan buku berjudul Pemburu Kuman karya Paul de Kruif (1953) saat duduk di bangku SD oleh Bapa, maka minatku terhadap ilmu pengetahuan alam mulai muncul. Buku setebal 491 halaman itu diterjemahkan oleh Taufik Salim, dan diterbitkan oleh Van Hoeve, Bandung.

    Buku Pemburu Kuman.

    Saat SMP, aku berteman dengan seorang anak yang nge-fans berat dengan Albert Einstein. Dia kepincut dengan teori relativitas Einstein. Lucu sekali temanku ini, aku diberi hadiah ulang tahun ringkasan buku berjudul Relativity: The Special And General Theory, ada-ada saja.

    Lama tak bersua karena dia pindah sekolah SMA ke Bandung, akhirnya berjumpa lagi di ITB. Dia lolos masuk ke jurusan Teknik Elektro. Beberapa kali aku diajak diskusi tentang fenomena alam berdasarkan teori lubang hitam yang diturunkan Stephen Hawking pada tahun 1971 dari teori relativitas umum Albert Einstein. Hi3 … Aku kadang lieur hingga terkantuk-kantuk mendengar penjelasannya.

    Setelah menikah pada tahun 1995, aku senang mendiskusikan fenomena alam berdasarkan Al-Quran bersama suami sambil travelling.

    Ketertarikanku untuk mendalami tafsir ayat-ayat Al-Quran yang membahas tentang alam terus berlanjut. Bila hanya membaca tanpa memahami tentu Alquran tetap menjadi jalan memperoleh pahala dari Allah Yang Mahakaya lagi Maha Pemberi Karunia. Namun, rasanya sangat luar biasa ketika menemukan tafsir ayat tentang janin di dalam kandungan, saat aku hamil anak pertama dalam buku tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.

    Koleksiku Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka 30 jilid. Ada juga koleksi Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa’adi, dan Tafsir Salman sebagai referensi memperdalam literasi sains berdasarkan Alquran.

    Dijelaskan pula bahwa 5 ayat pertama diwahyukan kepada Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam adalah perintah membaca di atas nama Allah Yang menciptakan insan dari segumpal darah, lalu menyuruh membaca di atas sandaran nama Allah Yang Mahamulia. Dia mengajarkan dengan qalam, yaitu diajarkan-Nya kepada manusia berbagai ilmu, dibuka-Nya berbagai rahasia, diserahkan-Nya berbagai kunci pembuka perbendaharaan Allah dengan qalam. Dengan pena!

    Di samping lidah untuk membaca, Allah mentakdirkan dengan pena ilmu pengetahuan dapat dicatat. Pena adalah beku dan kaku, tidak hidup, namun yang dituliskan adalah berbagai hal yang dapat difahamkan oleh manusia. “Mengajari manusia apa-apa yang tidak dia tahu.” (QS. Al-‘Alaq 96 : 5).

    Buku Tafsir Salman berisi tafsir ilmiah atas juz ‘amma.

    Di dalam Tafsir Salman halaman 389 disebutkan alam yang diciptakan oleh Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa adalah objek dasar ilmu. Membaca alam adalah kebalikan dari proses penciptaan. Proses membaca alam dimulai dari mengindai benda-benda (khalqillah), melalui instrumen dan berinteraksi dengan gejala-gejala alam (sunnatullah), melalui eksperimen untuk mendapatkan hukum-hukum alam (amrullah), yang mengikuti prinsip-prinsip alam (sifatullah), untuk mengenal keesaan Sumber prinsip-prinsip itu (Dzatullah).

    Penjelasan tentang al-alaqah dalam Tafsir Ilmiah Salman.

    Ayat-ayat Kauniah Dalam Alquran

    Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Isra’ 17 : 44).

    Teteh senang bermain di alam bebas. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/551b45a9a333119920b65dca/belajar-di-alam-terbuka-tingkatkan-kecerdasan-natural
    Tugas orangtua adalah meningkatkan kemampuan literasi sains anak-anaknya. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2013/08/28/trik-tingkatkan-kecerdasan-natural-anak/

    Manusia dikaruniai Allah Yang Mahateliti beragam indra untuk menangkap benda-benda ciptaan-Nya, juga dilengkapi naluri yang diperlukan untuk berinteraksi dengan gejala-gajala natural alam dan sosial. Selanjutnya manusia dilengkapi pula akal budi bersifat analitis sehingga bisa menemukan hukum-hukum alam.

    Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan juga burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-nur 24 : 41).

    Akhirnya manusia sebagai mahkluk spiritual juga dikaruniai hati nurani yang bersifat intuitif holistik untuk memahami nilai-nilai hingga Allah memuliakan dengan memberikan julukan ahsanu taqwim. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fb7533d8ede4879cc2e6092/mengenal-allah-lewat-ayat-ayat-kauniah
    Tantangan MaGaTa makin seru! Yuk ikutan dengan klik https://www.instagram.com/mamahgajahbercerita/

    Belajar Bahasa Jawa Lewat Musik Koes Plus Pop Jawa

    Standar
    Tema Tantangan September 2021 dari Komunitas Mamah Gajah Ngeblog (MGN) adalah: Pengalaman Berbahasa Seumur Hidup.

    Sungguh aku merasa ketar-ketir dengan ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ kali ini. Tema yang sulit menurutku, namun ketika membaca motivasi yang disampaikan admin MGN, bangkit lagi deh semangatku untuk mengikuti tantangan kali ini he3 …

    Ingat ya, Mah, tujuan ada tantangan blogging bulanan adalah agar blog Mamah tidak ‘menjamur’.
    Juga, agar Mamah berani menulis tema di luar zona nyaman
    Applause buat Mamah yang fearless dan masih semangat mengerjakan tantangan hingga kini.

    Sumber: https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-september-pengalaman-berbahasa/

    Nostalgia 26 Tahun Pernikahan

    Berkah tantangan kali ini, aku bisa bernostalgia masa awal pernikahan ketika aku ingin belajar bahasa Jawa. Aku menikah tahun 1995 dengan pujaan hati berlatar suku berbeda. Aku Sunda dan suamiku Jawa. Satu kendala saat bersilaturahim dengan keluarga besar adalah aku tak fasih berbahasa Jawa. Suamiku berasal dari Yogyakarta-Solo dan terbiasa menggunakan bahasa Jawa halus atau bahasa Jawa krama saat berbincang dengan orangtua juga kerabat dekatnya.

    Hal itu aku ketahui pada waktu acara ngunduh mantu di Solo, mulai rapat persiapan hingga penyambutan pengantin dan seluruh rangkaian acara di gedung pertemuan menggunakan bahasa Jawa krama. Jadi ya modalnya senyum saja dan menganggukkan kepala sebagai tanda menghormati perbincangan saat itu. Aku harus meminta tolong diterjemahkan oleh suami saat selesai acara ha3 …

    Foto bawah saat akad nikah di Cirebon, sedangkan foto atas saat ngunduh mantu di Solo.

    Setelah menikah, kami tinggal di Jakarta. Ketika pindahan dan membongkar barang dari tempat indekos suami, aku menemukan ada koleksi kaset yang menarik perhatianku. Judul kasetnya Koes Plus Pop Jawa. “Waaaahhh … Keren nih! Bisa belajar bahasa Jawa dengan asyik”, batinku sambil melihat-lihat daftar lagu yang ada.

    Kaset jadul era tahun 90-an. Adakah member of MGN yang punya koleksi kaset seperti ini? Tertulis di sampul kaset harga beli adalah Rp. 9.000,-. Kaset ini diedarkan oleh PT. Gema Nada Pertiwi dan Remaco Record.
    Judul lagu yang ada di dalam sampul kaset. Ternyata album ini sudah ada sejak tahun 1977.

    Lagu-lagu Favoritku

    Ada satu lagu judulnya Ojo Nelongso, pengarangnya adalah Yon Koeswoyo. Syairnya seperti ini:

    Jo phodo nelongso. Jamane jaman rekoso.

    Urip pancen angel. Kudhune ra usah ngomel.

    Ati kudu tentrem. Nyambut gawe karo seneng.

    Ulat ojo peteng. Nek dikongkon yo sing temen.

    La apa to konco. Ati kerep lara. Ra gelem rekoso. Mbudi-daya.

    Pancen kabeh podho. Pengen urip mulyo. Wiwitan rekoso. Pancen nyoto.

    Satu lagi syair lagu dalam kaset kenangan ini berjudul Pak Tani yang digubah oleh Murry:

    Ayam gandhung ing ndesane pak tani. Urip rukun bebarengan.

    Mbangun desa sakancane pa tani. Nyambut gawe tanpa pamrih.

    Wayyah esuk. Wis podho nggiring sapine. Rame-rame.

    Nggarep sawah lan kebone. Pancen luhur bebudene pak tani.

    Kena kanggo patuladan. Nyambung urip sak anane pak tani.

    Jujur tindhak lan lakune

    Bila diperhatikan dengan seksama, makna kedua lagu di atas sangat pas diterapkan di era kekinian. Iya apa iya nih?

    Kisah Kocak Saat Berbahasa Jawa

    Walau sudah berusaha belajar bahasa Jawa, tetap saja aku ini cenah tampak aneh. Sebab apa? Ada satu yang tak bisa hilang kala berbincang yaitu logat. Lucunya bertutur bahasa Jawa tapi logat Sunda. Suamiku terkekeh menahan tawa, saat aku soksokan menawar barang di Pasar Klewer dengan menggunakan bahasa Jawa berlogat Sunda tea. Begitu juga kala aku menanyakan ongkos becak dari alun-alun Selatan Kraton Surakarta menuju Pasar Gede, atuh tak hilang logat Sunda di dalam percakapan berbahasa Jawa itu. Sepertinya pedagang dan tukang becak itu juga tahu aku bukan orang Jawa asli ha3 …

    Foto post wedding nih pengantin jadul yang masih terus belajar menjadi pasangan serasi termasuk komunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa dan Sunda.

    Ada juga beberapa kosa kata yang jadi bertentangan urutan undak usuk dalam bahasa Jawa dan Sunda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti undak usuk adalah sistem ragam bahasa menurut hubungan antara pembicara, terjadi dari bahasa cakap, bahasa kasar, bahasa menengah, bahasa sedang, bahasa luwes. Undak usuk berasal dari kata dasar undak.

    Pemakaian kata pengganti kamu dalam bahasa Jawa krama adalah sampeyan. Aku sering mendengar mbakyu ipar memanggil suaminya dengan sebutan panjenengan, jenengan, atau sampeyan. Nah … Kata sampean (bila diucapkan mirip dengan kata sampeyan) dalam bahasa Sunda artinya kaki. Pertama kali mendengar kata itu aku bingung kenapa mbakyu ipar berulang-ulang menyebut kaki kepada suaminya ha3 …

    Kata dahar untuk makan juga punya posisi yang berbeda. Dalam bahasa Jawa, menawari atau mempersilakan seseorang untuk makan biasanya menggunakan kalimat seperti ini: “Monggo dahar“. Kata makan tidak hanya satu dalam bahasa Jawa, ada mangan, maem dan dahar dengan tingkat kehalusan yang berbeda. Jangan sekali-kali mengatakan monggo mangan kepada mertua, bisa dipecat jadi menantu nanti hiiikkssss … Tingkatan tertinggi itu kata dahar. Sedangkan dalam bahasa Sunda dahar itu bukan kata halus, namun sebaliknya, dahar adalah kata kasar. Urutan dari kasar ke halus adalah dahar, emam, dan tuang. Jadi jangan sekali-kali menggunakan kalimat mangga dahar kepada mertua yang berasal dari suku Sunda, hal ini pun bisa dipecat jadi menantu ha3 …

    Aku merasa kagok saat pertama mencoba mengucapkan kalimat tersebut kepada ibu mertua, “Ibu … Monggo dahar rumiyin”. Gegar bahasa ini namanya, biasanya aku mempersilakan mamahku untuk makan dengan kalimat, “Mah … Mangga tuang heula“. Tidak mungkin menggunakan kata dahar kepada mamahku.

    Ada kata lain yang juga punya arti berbeda, yaitu gedang dalam bahasa Jawa berarti pisang. Kocak juga saat pembantu rumah yang asli Wonogiri itu bilang gini, “Bu … Kulo tumbas gedang nggih kanggo maem Kaka“. Ternyata dia datang dengan membawa pisang. Lah gedang itu dalam bahasa Sunda artinya pepaya, aku pun tersenyum geli. Bahasa Jawa pepaya itu kates.

    Oya … Ada teh Patricia juga menulis artikel yang menghibur terkait pemakaian bahasa daerah. Yuk! Bisa berkunjung ke blognya di https://bypatriciaherdita.wordpress.com/2021/09/08/bahasa-oh-bahasa/. Selamat menikmati sorabi seep dan mangga amis.

    Kamus Kecil Bahasa Jawa

    Sumber: https://www.suara.com/lifestyle.

    Bahasa Jawa ngoko digunakan oleh seseorang kepada orang lain yang seusia atau sudah dikenal dekat. Sedangkan bahasa Jawa krama adalah bahasa Jawa halus yang digunakan ketika berbicara kepada orang tua atau orang yang lebih tua.

    Berikut 110 kosakata bahasa Jawa yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari:

    NoBahasa IndonesiaBahasa Jawa NgokoBahasa Krama
    1SayaKuloDalem
    2KamuKowePanjenengan
    3KamiAwakedheweKito
    4DiaDewekePiyambakipun
    5IniIkiMeniko
    6ItuKuiNiku
    7ApaOpoMenopo
    8KapanKapanKapan
    9DimanaNgendhiWonten Pundhi
    10Yang ManaSingendhiIngkangpundhi
    11SiapaSopoSinten
    12MengapaNgopoKadhosmenopo
    13BagaimanaPiyeKadhospundi
    14YaYohInggih/Injih
    15TidakOraMboten
    16BarangkaliMenowoMenawi
    17SatuSijiSetunggal
    18DuaLoroKalih
    19TigaTeluTigo
    20EmpatPapatSekawan
    21LimaLimoGangsal
    22SepuluhSedasaSedoso
    23SeratusSatusSetunggalatus
    24SeribuSewuSetunggalewu
    25OrangUwongTiyang/Piyantun
    26Laki-LakiLanangKakong
    27PerempuanWedhok/WadhonEstri
    28AyahRamaRomo
    29IbuIbuIbu
    30AnakLare/PutraPutro
    31NamaJeneng/AsmaAsmo
    32UangDuwitArtho
    33Kamar Kecil(Kamar) Mburi(Kamar) Wingking
    34AirBanyuToya
    35JalanDalanMergi
    36Kira-KiraKiro-KiroKinten-Kinten
    37SemuaKabehSedanten/Sedaya
    38Kalau/JikaMenowoMenawi
    39LebihLuwihLangkung
    40Sangat/SekaliBangetSanget
    41DariSekoSaking
    42KeDatengDateng
    43SekarangSaikiSakmeniko
    44BaruAnyarEnggal
    45TuaTuwoSepuh
    46PanjangDowoPanjang
    47PendekCendekCendak
    48MurahMerahMirah
    49MahalLarangAwis
    50PanasBentherBenther
    51DinginAdemAsrep
    52KemarinWingiKolowingi
    53Hari IniSaikiSakmeniko
    54BesokSesukMbenjang
    55AtasNduwurNginggil
    56BawahNgisorNgandhap
    57LaparNgelihLuwe
    58BahagiaSenengRahayu
    59SakitLaraGerah
    60MaafNgapuntenNgapura/Ngapuro
    61PagiEsukEnjing-Injing
    62SiangAwanSiang
    63MalamBengiDalu/Ndalu
    64Apa KabarPiyekabarePripun/Kadospundi
    65BerapaPiroPinten
    66SilahkanMonggoMonggopunaturi
    67Terima KasihMuwunMaturnuwun
    68Selamat JalanSegeng TindakSugeng Tindak
    69BelumDurungDereng
    70KarenaSebabe/MergoAmargi
    71TetapiMerganeAmargi
    72DisiniNangkeneWontenmriki
    73BaikApikSae
    74JelekElekKirangsae
    75BetulBenerLeres
    76Cantik/IndahApikEndah
    77BesarGedheAgeng
    78KecilCilikAlit
    79BanyakAkehKathah
    80SedikitSithikSakedhik
    81SamaPodhoSami
    82BisaIsoSaget
    83PunyaDuweKagungan
    84AdaAnaWonten
    85MauGelemKersa
    86JanganOjoAmpun
    87PergiLungoTindhak
    88DatangTekoRawuh
    89Berjalan Mlaku Mlampah
    90BicaraOmongNgendika/Ngendiko
    91BilangNgomongDawuh
    92LihatNdelokMrisani
    93MengertiNgertiNgertos
    94MakanManganDahar/Nedo
    95MinumNgombeNgunjuk
    96DengarKrunguMiereng
    97TahuNgertiNgertos
    98KasiWenehiParingi
    99SukaSenengRemen
    100CintaSenengTresna/Tresno
    101PikirPikirPenggalih
    102MembuatNggaweNadamel/Damel
    103DudukLungguhLenggah/Pinarak
    104PotongTugelPotong
    105BeliTukuTumbas
    106BerhentiMangdhegKendhel
    107JauhAdohTebeh
    108DekatCedakCerak
    109KananTengenTengen
    110KiriKiwoKiwo
    Sumber: https://bawuran-bantul.desa.id/

    Inilah PR Besarku

    Menawi kinten-kinten panjenengan sampun ngertos?

    Inggih … Dalem sampun saget ngendiko boso jawi krama inggil sekedhik.

    Masih ada PR besar buatku dan suami, yaitu mengajak ketiga anak kami untuk berkomunikasi dalam bahasa Jawa dan Sunda. Semoga dengan menuliskan artikel ini menjadi pengingat agar semakin semangat menggunakan bahasa Jawa dan Sunda sebagai salah satu cara mencintai dan melestarikan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

    Bahasa daerah dan tindak laku yang beragam menjadi kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Budaya sebagai alam pikir melalui bahasa dan perilaku berarti budaya menjadi jiwa dalam bahasa dan perilaku yang dihasilkan oleh suatu masyarakat. Bahasa daerah dan tindak laku yang beragam menjadi kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

    Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/
    Selalu bersemangat mengajak anak-anak mencintai dan melestarikan budaya bangsa Indonesia.

    Jaga Hati Buka Pikiran, Review Buku 33 Pesan Nabi

    Standar

    Penulis komik yang cerdas dan inovatif memadukan antara keseharian kita dengan hadist Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Buku karya vbi_djenggotten, 33 Pesan Nabi.

    Tak salah bila Oki Setiana Dewi mengatakan “Sangat kreatif! Perpaduan antara pesan-pesan suci dan indahnya karya seni.” Komik yang membuat kita tertawa, menangis, tersenyum kecut, bahkan tersipu malu karena seperti itu adanya kita sehari-hari.”

    Karakter tokoh utama yang keriting ‘kriwel’ sungguh lugu … Dia didampingi tokoh-tokoh lain yang lucu, ramah, sedikit sombong, namun baik hati, dan kadang ‘nyebelin’, komplit-plit deh! Background cerita sangat pas ditampilkan …

    Seperti yang terdapat di halaman 113 buku pertama, diceritakan seorang gubernur duduk di atas kap mobil di tengah-tengah banjir yang melanda. Terlihat gambar bangunan monas, gedung tinggi, perahu, ban karet dan sampah yang mengapung. Dialog yang terjadi adalah wawancara dengan kru sebuah stasiun televisi.

    Kru: “Apakah ini semua bukan karena kurangnya resapan pak? Pembangunan fisik yang membabi buta?”

    Gubernur: “Aaah … Bukan, bukan. Itu pintar-pintarnya orang aja biar ngetop, sering diwawancara … Masalahnya bukan pembangunan fisik di sini, tapi karena pembangunan vila di daerah pegunungan sana. Waktu hujan airnya gak terserap terkirim ke sini …”.

    Kru: ” … ??? … “

    Gubernur: “Jadi sekali lagi … Ini banjir kiriman … Bukan karena banyaknya bangunan fisik di sini. Saya ini ahli masalah beginian …”.

    Mari kita buka buku kedua halaman 80-81, digambarkan tokoh utama sedang berada di dalam angkutan umum, melihat keluar jendela ada pemulung di pinggir jalan. Lalu … Tokoh utama duduk di tembok sebuah jembatan memandang rumah-rumah kumuh di bantaran sungai yang kontras dengan bangunan tinggi nun jauh di sana. Di belakangnya melintas pemulung lagi … Tokoh utama kemudian berjalan kaki di trotoar melewati seorang pengemis yang tertidur beralaskan koran, sedang di jalan utama melintas motor polisi yang mengawal mobil pejabat.

    Tak ada percakapan, hanya ada tulisan di pojok kanan atas dan kiri bawah : ‘Dan aku jadi semakin tahu, kenapa masih banyak ketimpangan di negeri yang katanya kaya raya ini? Karena kebanyakan pemimpinnya bermental pengemis. Hanya bisa meminta dan meminta. Sejak awal dia berkuasa … Naudzubillah …

    Hadits yang disampaikan dari Abu Musa RA, katanya: “Saya datang bersama dua orang kaum saya datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang seorang mengatakan: “Angkatlah kami untuk jabatan pemerintahan, ya Rasulullah” dan seorang lagi mengucapkan perkataan serupa itu pula. Beliau menjawab : “sesungguhnya kami tidak mengangkat untuk itu orang yang memintanya dan tidak pula orang yang sangat mengharapkannya.” (HR. Bukhari).

    Buku pertama diterbitkan oleh Zaytuna karya vbi_djenggotten cetakan III April 2012. Sedangkan buku kedua dengan penerbit dan penulis yang sama cetakan VII juli 2012.

    Kenangan Saat Menjadi Ketua Posyandu

    Standar

    Peringatan Hari Posyandu Nasional ke 37 Tahun 2021 diperingati setiap tanggal 29 Apr 2021. Program utama posyandu adalah mendukung pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa/kelurahan. Fungsi lain posyandu adalah mendukung tercapainya pencegahan stunting. Pembinaan setiap jenjang terus dilakukan, sinergitas lintas sektor juga dilakukan dan partisipasi masyarakat sangat penting.

    Sumber: https://pkk.jakarta.go.id/selamat-hari-posyandu-nasional-ke-37/

    Aku ingin berbagi pengalaman menarik kepada teman-teman pembaca saat menjadi ketua posyandu. Sejak pindah di sebuah perumahan tipe 21/72 di daerah Pondok Ranji Ciputat, aku jadi terinspirasi untuk berbagi dengan masyarakat sekitar. Ruang tamu dan garasi mobil yang tak terlalu besar (hanya seukuran 2,5 x 3 meterpersegi dan 4 x 3 meterpersegi) aku sulap menjadi perpustakaan komunitas posyandu dan PAUD.

    Percakapan ini di alamatkan kepadaku:

    “Bu … tolong anak saya gak mau makan! Gimana caranya biar mau yah?”

    “Boleh gak yah imunisasi kalau sedang panas, batuk, pilek?”

    “Saya baiknya pakai KB apa yah, Bu?”

    “Anak saya kok nakal banget sih! Masa gak mau sekolah … Tolong dong Bu kasih tahu kalau sekolah itu penting!”

    He3 … banyak sekali percakapan menarik saat aku dan teman-teman kader bertugas di  posyandu. Ya … Selama dua tahun aku dipercaya menjadi ketua sebuah posyandu yang sudah ‘mati suri’. Sebabnya mati suri adalah tak ada yang mau kerja sosial, sukarela, dan tidak ada penghasilannya. Bahkan menjadi kader itu harus mengeluarkan uang dari kocek sendiri. Ah … beginilah kehidupan individualistis dan materialistis di pinggiran kota metropolitan Jakarta. Aku berusaha menerima amanah ini dengan senang hati dan berdoa semoga Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi Karunia memberikan kemudahan dan kelapangan agar posyandu ini bermanfaat bagi sesama.

    Bayi Teteh rajin ke posyandu hingga usia 6 bulan.

    Ada sekitar 40 anak yang aktif datang seminggu dua kali, masing-masing selama satu jam saja. Mereka datang untuk membaca, bercerita, mendengarkan musik, menonton CD/DVD pendidikan, bermain sambil belajar bersamaku. “Bu Guru … Assalamu’alaikum …”, sapa mereka setiap kali datang. Ah … suara merdu dari mulut mungil balita usia 3 – 5 tahun membuatku bersemangat setiap pagi dari pukul 08.00 -10.00 WIB.

    Lapangan bola dan halaman masjid dekat rumah, aku manfaatkan juga untuk kegiatan luar ruang. Olahraga dan ‘outbond‘ kecil-kecilan, berlarian, berkejaran, bermain bola, hitung-hiutng menjaga kesehatan gratis! Aku berkeringat dan ikut tertawa ceria bersama mereka. Ibu-ibu yang mengantar sesekali aku libatkan menjadi asisten. Mereka bisa membantuku menemani anak-anak melipat, mewarnai, membentuk plasitin, atau merobek-robek kertas bekas. Suatu kali anak-anak aku ajak bertanam dan menyirami tanaman mereka, wah … selesai itu secara tak terduga mereka minta main air. “Hoooreee ….”, teriak mereka. Tak apalah basah kuyup. Yang penting mereka gembira …

    Posyandu terus berkembang, balita yang ditimbang dan diimunisasi atau sekedar bertanya-tanya tentang kesehatan anak semakin bertambah. Pemberian vitamin A setiap tahun dua kali. Tak lupa penyuluhan tentang bahaya kaki gajah, TBC, dan DBD juga dilakukan. Ada sekitar 100 balita di perumahan ku yang menjadi tamu tetap posyandu. Senang sekali bila mereka sehat dan bertambah berat serta tinggi. Setelah ditimbang dan dicatat, mereka akan mendapat makanan sehat. Teman-teman kader secara bergantian membuat makanan sehat seperti bubur kacang hijau, kue-kue, puding, sop sayuran, susu dan buah-buahan. Murah meriah tapi tetap bergizi.

    Profil anak-anak yang belajar di rumah ku adalah anak dari kelas menengah ke bawah. Orangtua mereka ada yang berprofesi sebagai satpam, supir taksi, tukang bakso, marbot masjid, buruh cuci, tukang jahit, petugas kebersihan, dan beberapa anak-anak pegawai biasa di perkantoran. Aku bahagia hidup berdampingan bersama mereka. Tentu teman-teman tahu, bahwa playgroup atau TK  biasanya mahal. Lebih mahal dari SD Negeri. Mereka sanggup menyekolahkan ke SD namun tak sanggup memberikan pendidikan usia dini (PAUD) karena faktor ekonomi. Itulah yang mendorongku untuk memberikan tempat dan kesempatan kepada anak-anak mereka mendapatkan pendidikan gratis!

    Oya, Ibu-ibu juga boleh meminjam buku untuk satu minggu. Mereka sangat senang meminjam majalah dan terutama buku resep masakan. Aku semangati mereka untuk juga membaca buku tentang pendidikan dan kesehatan anak. Mereka juga bolah berkonsultasi tentang pendidikan anak kepadaku. Senangnya bisa berbagi … Ternyata. aku sesungguhnya yang banyak belajar dari mereka. Bagaimana mereka di tengah kesulitan ekonomi tetap semangat mengejar ilmu serta berusaha sekuat tenaga agar anak-anak mereka dapat belajar dan memperoleh pendidikan yang lebih baik … 

    Terima kasih ya … Kalian Ibu-ibu hebat!

    Allah sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, juga Mahakaya dan Mahabijaksana. Pada tahun kedua kegiatan posyandu dan PAUD, tiba-tiba saja pengurus DKM mendapat hadiah dari seseorang. Rumah wakaf dua buah sekaligus, tepat di depan masjid. Masyaallah …

    Semua teman-teman kader posyandu kaget. Aku dan  teman-teman begitu sudah payah memiliki rumah walau satu saja, menyicil pula (kata lain dari kredit … he3 …). Namun, bila Allah menghendaki, maka dua rumah sekaligus untuk kegiatan PAUD dan Tempat Pendidikan Al-Quran (sebelumnya TPA diadakan sore hari di serambi masjid). Alhamdulillah … Walau sedikit sedih karena rumahku kehilangan tamu-tamu cilik yang manis-manis dan lucu-lucu. Tentu aku sangat bersyukur karena anak-anak mendapatkan tempat belajar yang lebih layak, lebih besar, dan dapat digunakan kapan saja.

    Oya … Posyandu dan PAUD yang aku selenggarakan murni gratis. Ibu-ibu bertanya, “Bu … benar nih gratis?” “Iya …”, aku mengangguk pasti. “Lalu darimana biaya alat belajar, buku, juga makanan ini?” “Ooohhh tenang saja ada Allah yang memberinya dari langit …”, kataku sambil tersenyum. Sungguh ini bukan bercanda, namun aku merasakan sungguh rezeki datang dari langit, karena banyak donatur yang memberikan segala keperluan PAUD dan posyandu.

    Setelah dua tahun, aku mohon undur diri dari jabatan ketua posyandu, karena aku hamil dan melahirkan anak ketiga. Namun kegiatan sosial yang menyenangkan itu tak kutinggalkan. Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2008 aku harus pindah rumah ke Jakarta. Sedihnya hatiku. Anak-anak posyandu juga sedih. Mereka bertanya, “Bu Guru … Bolehkah kita main ke rumah Ibu yang baru?” Mereka juga memberiku kado selamat jalan. Ya … Semoga kita akan berjumpa lagi anak-anak baik dan hebat. Airmataku menetes tak terasa empat tahun aku berada di Perumahan Nuri. Kenangan indah ini akan ku bawa ke rumah baruku. Semoga di lingkungan baru aku juga mampu memberi kemanfaatan yang banyak bagi sesama. Aamiin …

    Cara Asyik Pembelajaran Literasi Numerasi Bersama Anak

    Standar

    Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.

    Selain itu literasi numerasi juga berguna untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

    Sebuah restoran memanfaatkan kombinasi huruf dan angka menjadi dekorasi unik.

    Ciri bahwa kita memiliki kemampuan numerasi yang baik adalah adanya kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Kita juga memahami dan mengapresiasi informasi seperti grafik, bagan, dan tabel.

    Ternyata pengetahuan matematika saja tidak membuat kita memiliki numerasi. Numerasi mencakup mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi riil sehari-hari, disebabkan permasalahan yang tidak terstruktur (ill-structured) atau memiliki banyak cara penyelesaian, bahkan tidak ada penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor non matematis.

    Teteh memanfaatkan sumber belajar literasi numerasi dari internet.

    Manfaat numerasi adalah agar kita dapat berpikir rasional, sistematis, kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dalam berbagai konteks. Sumber : https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/buku-literasi-numerasi/

    Apa saja kegiatan literasi numerasi yang asyik dan menarik dilakukan oleh anak pada usia dini atau usia sekolah dasar?

    Anak- anak dapat diajak melakukan kegiatan di sekolah berupa:

    1. Proyek-proyek numerasi sederhana di dalam kelas:
      • Mengukur tinggi, berat, umur siswa
      • Membuat gambar denah sekolah atau desa
      • Membuat miniatur rumah atau jembatan
    2. Membuat penelitian sederhana bersama teman
      di kelompok numerasi siswa:
      • Membuat survei tentang bakat dan minat siswa
      • Menghitung jarak dan lama waktu perjalanan
      siswa ke sekolah
    3. Mengunjungi dan mencari informasi penggunaan
      angka, simbol matematika, grafik, tabel, bagan di
      lingkungan sekitar sekolah:
      • Pasar
      • Kantor Desa
      • Puskesmas
      • Bank
      • Museum
    4. Dan lain-lain.
    Teteh dan teman-temannya dalam kegiatan pengumpulan donasi untuk Palestina. Ada penerapan literasi numerasi ketika Teteh membuat tabel donasi dari setiap anak dan menghitung jumlah keseluruhan donasi yang terkumpul.
    Sebagai Dokter Cilik di sekolah, Teteh mencatat tekanan darah, tinggi dan berat badan teman sekelasnya. Teteh juga mengisi data di UKS jumlah anak yang sakit setiap hari Senin saat upacara.

    Sedangkan di rumah, anak-anak dapat diajak untuk melakukan kegiatan berupa:
    • Transaksi jual beli di pasar atau di toko
    • Memperhatikan jarak dan waktu tempuh saat
    bepergian
    • Membaca resep masakan dan pengukuran bahan
    • Mencatat keuangan pribadi seperti tabungan.
    • Dan lain-lain.

    Teteh membuat kue dengan menerapkan literasi numerasi seperti menimbang bahan, mengukur suhu alat pemanggang, menghitung jumlah potongan kue.
    Belanja di pasar melatih Teteh untuk mengetahui harga bahan makanan, berat timbangan, dan jumlah yang harus dibayarkan kepada penjual.
    Teteh bisa menghitung berapa biaya yang harus dibayarkan dengan melihat tabel tarif di stasiun.
    Infografis tarif MRT Jakarta oleh detiknews.
    Aku ajarkan Teteh untuk menyisihkan uang saku pekanan untuk ditabung. Bila sudah cukup untuk membeli barang yang diinginkan seperti Lego dan boneka Teddy House, Teteh bisa belanja dari hasil tabungannya. Mencatat penerimaan, pengeluaran dan tabungan adalah kemampuan literasi numerasi yang penting untuk anak.
    Mengajak Teteh bepergian dengan kereta jarak jauh, pesawat, atau kendaraan pribadi melatihnya bisa membaca peta, rute perjalanan, jarak, waktu tempuh, membaca jam, dan paham dengan itinerary atau jadwal perjalanan.

    Oya … Soal membaca peta ini penting loh! Peta menunjukkan skala, jarak, ketinggian, dan arah mata angin. Sebagai seorang yang hobi menyetir sendiri dan sering harus mendatangi tempat baru, membaca peta itu harus dikuasai dengan baik. Teteh sekarang sudah bisa menjadi co-driver yang handal membaca google map.

    Teteh bercita-cita kuliah di SAPPK atau FSRD ITB tentu harus memiliki dasar literasi numerasi yang baik.

    Sebagai arsitek aku tahu betapa pentingnya literasi numerasi dalam mendesain bangunan, site plan, dan struktur seperti bentuk, ukuran, skala, grafik, dan gambar (paralel, isometrik, dimetrik, perspektif). Walau saat TPB di ITB aku terseok-seok pada mata kuliah Matematika, Fisika, dan Kimia.

    Tantangan MaGaTa.