Belajar Bahasa Jawa Lewat Musik Koes Plus Pop Jawa

Standar
Tema Tantangan September 2021 dari Komunitas Mamah Gajah Ngeblog (MGN) adalah: Pengalaman Berbahasa Seumur Hidup.

Sungguh aku merasa ketar-ketir dengan ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ kali ini. Tema yang sulit menurutku, namun ketika membaca motivasi yang disampaikan admin MGN, bangkit lagi deh semangatku untuk mengikuti tantangan kali ini he3 …

Ingat ya, Mah, tujuan ada tantangan blogging bulanan adalah agar blog Mamah tidak ‘menjamur’.
Juga, agar Mamah berani menulis tema di luar zona nyaman
Applause buat Mamah yang fearless dan masih semangat mengerjakan tantangan hingga kini.

Sumber: https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-september-pengalaman-berbahasa/

Nostalgia 26 Tahun Pernikahan

Berkah tantangan kali ini, aku bisa bernostalgia masa awal pernikahan ketika aku ingin belajar bahasa Jawa. Aku menikah tahun 1995 dengan pujaan hati berlatar suku berbeda. Aku Sunda dan suamiku Jawa. Satu kendala saat bersilaturahim dengan keluarga besar adalah aku tak fasih berbahasa Jawa. Suamiku berasal dari Yogyakarta-Solo dan terbiasa menggunakan bahasa Jawa halus atau bahasa Jawa krama saat berbincang dengan orangtua juga kerabat dekatnya.

Hal itu aku ketahui pada waktu acara ngunduh mantu di Solo, mulai rapat persiapan hingga penyambutan pengantin dan seluruh rangkaian acara di gedung pertemuan menggunakan bahasa Jawa krama. Jadi ya modalnya senyum saja dan menganggukkan kepala sebagai tanda menghormati perbincangan saat itu. Aku harus meminta tolong diterjemahkan oleh suami saat selesai acara ha3 …

Foto bawah saat akad nikah di Cirebon, sedangkan foto atas saat ngunduh mantu di Solo.

Setelah menikah, kami tinggal di Jakarta. Ketika pindahan dan membongkar barang dari tempat indekos suami, aku menemukan ada koleksi kaset yang menarik perhatianku. Judul kasetnya Koes Plus Pop Jawa. “Waaaahhh … Keren nih! Bisa belajar bahasa Jawa dengan asyik”, batinku sambil melihat-lihat daftar lagu yang ada.

Kaset jadul era tahun 90-an. Adakah member of MGN yang punya koleksi kaset seperti ini? Tertulis di sampul kaset harga beli adalah Rp. 9.000,-. Kaset ini diedarkan oleh PT. Gema Nada Pertiwi dan Remaco Record.
Judul lagu yang ada di dalam sampul kaset. Ternyata album ini sudah ada sejak tahun 1977.

Lagu-lagu Favoritku

Ada satu lagu judulnya Ojo Nelongso, pengarangnya adalah Yon Koeswoyo. Syairnya seperti ini:

Jo phodo nelongso. Jamane jaman rekoso.

Urip pancen angel. Kudhune ra usah ngomel.

Ati kudu tentrem. Nyambut gawe karo seneng.

Ulat ojo peteng. Nek dikongkon yo sing temen.

La apa to konco. Ati kerep lara. Ra gelem rekoso. Mbudi-daya.

Pancen kabeh podho. Pengen urip mulyo. Wiwitan rekoso. Pancen nyoto.

Satu lagi syair lagu dalam kaset kenangan ini berjudul Pak Tani yang digubah oleh Murry:

Ayam gandhung ing ndesane pak tani. Urip rukun bebarengan.

Mbangun desa sakancane pa tani. Nyambut gawe tanpa pamrih.

Wayyah esuk. Wis podho nggiring sapine. Rame-rame.

Nggarep sawah lan kebone. Pancen luhur bebudene pak tani.

Kena kanggo patuladan. Nyambung urip sak anane pak tani.

Jujur tindhak lan lakune

Bila diperhatikan dengan seksama, makna kedua lagu di atas sangat pas diterapkan di era kekinian. Iya apa iya nih?

Kisah Kocak Saat Berbahasa Jawa

Walau sudah berusaha belajar bahasa Jawa, tetap saja aku ini cenah tampak aneh. Sebab apa? Ada satu yang tak bisa hilang kala berbincang yaitu logat. Lucunya bertutur bahasa Jawa tapi logat Sunda. Suamiku terkekeh menahan tawa, saat aku soksokan menawar barang di Pasar Klewer dengan menggunakan bahasa Jawa berlogat Sunda tea. Begitu juga kala aku menanyakan ongkos becak dari alun-alun Selatan Kraton Surakarta menuju Pasar Gede, atuh tak hilang logat Sunda di dalam percakapan berbahasa Jawa itu. Sepertinya pedagang dan tukang becak itu juga tahu aku bukan orang Jawa asli ha3 …

Foto post wedding nih pengantin jadul yang masih terus belajar menjadi pasangan serasi termasuk komunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa dan Sunda.

Ada juga beberapa kosa kata yang jadi bertentangan urutan undak usuk dalam bahasa Jawa dan Sunda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti undak usuk adalah sistem ragam bahasa menurut hubungan antara pembicara, terjadi dari bahasa cakap, bahasa kasar, bahasa menengah, bahasa sedang, bahasa luwes. Undak usuk berasal dari kata dasar undak.

Pemakaian kata pengganti kamu dalam bahasa Jawa krama adalah sampeyan. Aku sering mendengar mbakyu ipar memanggil suaminya dengan sebutan panjenengan, jenengan, atau sampeyan. Nah … Kata sampean (bila diucapkan mirip dengan kata sampeyan) dalam bahasa Sunda artinya kaki. Pertama kali mendengar kata itu aku bingung kenapa mbakyu ipar berulang-ulang menyebut kaki kepada suaminya ha3 …

Kata dahar untuk makan juga punya posisi yang berbeda. Dalam bahasa Jawa, menawari atau mempersilakan seseorang untuk makan biasanya menggunakan kalimat seperti ini: “Monggo dahar“. Kata makan tidak hanya satu dalam bahasa Jawa, ada mangan, maem dan dahar dengan tingkat kehalusan yang berbeda. Jangan sekali-kali mengatakan monggo mangan kepada mertua, bisa dipecat jadi menantu nanti hiiikkssss … Tingkatan tertinggi itu kata dahar. Sedangkan dalam bahasa Sunda dahar itu bukan kata halus, namun sebaliknya, dahar adalah kata kasar. Urutan dari kasar ke halus adalah dahar, emam, dan tuang. Jadi jangan sekali-kali menggunakan kalimat mangga dahar kepada mertua yang berasal dari suku Sunda, hal ini pun bisa dipecat jadi menantu ha3 …

Aku merasa kagok saat pertama mencoba mengucapkan kalimat tersebut kepada ibu mertua, “Ibu … Monggo dahar rumiyin”. Gegar bahasa ini namanya, biasanya aku mempersilakan mamahku untuk makan dengan kalimat, “Mah … Mangga tuang heula“. Tidak mungkin menggunakan kata dahar kepada mamahku.

Ada kata lain yang juga punya arti berbeda, yaitu gedang dalam bahasa Jawa berarti pisang. Kocak juga saat pembantu rumah yang asli Wonogiri itu bilang gini, “Bu … Kulo tumbas gedang nggih kanggo maem Kaka“. Ternyata dia datang dengan membawa pisang. Lah gedang itu dalam bahasa Sunda artinya pepaya, aku pun tersenyum geli. Bahasa Jawa pepaya itu kates.

Oya … Ada teh Patricia juga menulis artikel yang menghibur terkait pemakaian bahasa daerah. Yuk! Bisa berkunjung ke blognya di https://bypatriciaherdita.wordpress.com/2021/09/08/bahasa-oh-bahasa/. Selamat menikmati sorabi seep dan mangga amis.

Kamus Kecil Bahasa Jawa

Sumber: https://www.suara.com/lifestyle.

Bahasa Jawa ngoko digunakan oleh seseorang kepada orang lain yang seusia atau sudah dikenal dekat. Sedangkan bahasa Jawa krama adalah bahasa Jawa halus yang digunakan ketika berbicara kepada orang tua atau orang yang lebih tua.

Berikut 110 kosakata bahasa Jawa yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari:

NoBahasa IndonesiaBahasa Jawa NgokoBahasa Krama
1SayaKuloDalem
2KamuKowePanjenengan
3KamiAwakedheweKito
4DiaDewekePiyambakipun
5IniIkiMeniko
6ItuKuiNiku
7ApaOpoMenopo
8KapanKapanKapan
9DimanaNgendhiWonten Pundhi
10Yang ManaSingendhiIngkangpundhi
11SiapaSopoSinten
12MengapaNgopoKadhosmenopo
13BagaimanaPiyeKadhospundi
14YaYohInggih/Injih
15TidakOraMboten
16BarangkaliMenowoMenawi
17SatuSijiSetunggal
18DuaLoroKalih
19TigaTeluTigo
20EmpatPapatSekawan
21LimaLimoGangsal
22SepuluhSedasaSedoso
23SeratusSatusSetunggalatus
24SeribuSewuSetunggalewu
25OrangUwongTiyang/Piyantun
26Laki-LakiLanangKakong
27PerempuanWedhok/WadhonEstri
28AyahRamaRomo
29IbuIbuIbu
30AnakLare/PutraPutro
31NamaJeneng/AsmaAsmo
32UangDuwitArtho
33Kamar Kecil(Kamar) Mburi(Kamar) Wingking
34AirBanyuToya
35JalanDalanMergi
36Kira-KiraKiro-KiroKinten-Kinten
37SemuaKabehSedanten/Sedaya
38Kalau/JikaMenowoMenawi
39LebihLuwihLangkung
40Sangat/SekaliBangetSanget
41DariSekoSaking
42KeDatengDateng
43SekarangSaikiSakmeniko
44BaruAnyarEnggal
45TuaTuwoSepuh
46PanjangDowoPanjang
47PendekCendekCendak
48MurahMerahMirah
49MahalLarangAwis
50PanasBentherBenther
51DinginAdemAsrep
52KemarinWingiKolowingi
53Hari IniSaikiSakmeniko
54BesokSesukMbenjang
55AtasNduwurNginggil
56BawahNgisorNgandhap
57LaparNgelihLuwe
58BahagiaSenengRahayu
59SakitLaraGerah
60MaafNgapuntenNgapura/Ngapuro
61PagiEsukEnjing-Injing
62SiangAwanSiang
63MalamBengiDalu/Ndalu
64Apa KabarPiyekabarePripun/Kadospundi
65BerapaPiroPinten
66SilahkanMonggoMonggopunaturi
67Terima KasihMuwunMaturnuwun
68Selamat JalanSegeng TindakSugeng Tindak
69BelumDurungDereng
70KarenaSebabe/MergoAmargi
71TetapiMerganeAmargi
72DisiniNangkeneWontenmriki
73BaikApikSae
74JelekElekKirangsae
75BetulBenerLeres
76Cantik/IndahApikEndah
77BesarGedheAgeng
78KecilCilikAlit
79BanyakAkehKathah
80SedikitSithikSakedhik
81SamaPodhoSami
82BisaIsoSaget
83PunyaDuweKagungan
84AdaAnaWonten
85MauGelemKersa
86JanganOjoAmpun
87PergiLungoTindhak
88DatangTekoRawuh
89Berjalan Mlaku Mlampah
90BicaraOmongNgendika/Ngendiko
91BilangNgomongDawuh
92LihatNdelokMrisani
93MengertiNgertiNgertos
94MakanManganDahar/Nedo
95MinumNgombeNgunjuk
96DengarKrunguMiereng
97TahuNgertiNgertos
98KasiWenehiParingi
99SukaSenengRemen
100CintaSenengTresna/Tresno
101PikirPikirPenggalih
102MembuatNggaweNadamel/Damel
103DudukLungguhLenggah/Pinarak
104PotongTugelPotong
105BeliTukuTumbas
106BerhentiMangdhegKendhel
107JauhAdohTebeh
108DekatCedakCerak
109KananTengenTengen
110KiriKiwoKiwo
Sumber: https://bawuran-bantul.desa.id/

Inilah PR Besarku

Menawi kinten-kinten panjenengan sampun ngertos?

Inggih … Dalem sampun saget ngendiko boso jawi krama inggil sekedhik.

Masih ada PR besar buatku dan suami, yaitu mengajak ketiga anak kami untuk berkomunikasi dalam bahasa Jawa dan Sunda. Semoga dengan menuliskan artikel ini menjadi pengingat agar semakin semangat menggunakan bahasa Jawa dan Sunda sebagai salah satu cara mencintai dan melestarikan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Bahasa daerah dan tindak laku yang beragam menjadi kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Budaya sebagai alam pikir melalui bahasa dan perilaku berarti budaya menjadi jiwa dalam bahasa dan perilaku yang dihasilkan oleh suatu masyarakat. Bahasa daerah dan tindak laku yang beragam menjadi kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/
Selalu bersemangat mengajak anak-anak mencintai dan melestarikan budaya bangsa Indonesia.

5 responses »

  1. Tehh terima kasih contekannya. Berguna banget untuk saya yang lagi belajar bahasa daerah suami yang berasal dari Solo. Link backnya juga terima kasih yaa.. 😊

  2. Teh Dewi meuni geulis pisan, pengantin sunda banget, geulis lah. Teh Dewi termasuk langka nih yang perempuan Sunda nikah dengan laki-laki Jawa, dulu ada temenku sampai ga jadi nikah gara-gara ini hehe

    Tadi ikutan ketawa pas bagian dahar dengan sampean haha. Memang agak bingungin tingkatan bahasa ini, aku ga PD ngomong Jawa makanya, takut salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s