Monthly Archives: Oktober 2021

Purpose Making and Golden Circle

Standar

Saat ini berbagai organisasi dan usaha bisnis berlomba-lomba mengubah orientasinya menjadi purpose.

Sumber: https://www.dwipurnomo.id/purpose-making/

Dalam sepotong sudut pandang, bisa kita melihat sebuah aktivitas sebagai sesuatu yang sama. Setiap orang bisa menerjemahkannya sebagi hal yang serupa, bahkan dapat sesuka hati diartikan sesuai dengan apa yang pernah ia alami. Pembedanya adalah niat, yang dikenal dengan purpose making.

Jika niat baik yang mengawalinya, maka energi akan membuncah lantas melahirkan banyak momentum baru tak terbendung. Momentum baru itu biasanya melahirkan banyak energi baru yang bergerak maju untuk mendapat banyak hal baru yang beyond!

If you have a strong purpose in life, you don’t have to be pushed. Your passion will drive yuu there. Roy T. Bennett.

Golden circle. Sumber: https://www.betterup.com/

Yuk! Sekarang cobalah untuk mulai mencari hikmah di awal agar mendapat pemaknaan yang lebih dalam. Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Why your purpose (your motivation, what do you believe?).
  2. How your purpose (spesific actions taken to realize your why).
  3. What your purpose (shat do you do? the result of why, proof).

Seringkali kita mendapatkan hikmah setelah sesuatu kejadian berlangsung, meski dilalui dengan aneka beban emosional, energi yang membuncah terlalu tinggi, dan dinamika yang berat.

Makna hikmah adalah pemahaman, pengetahuan/kemampuan memahami rahasia yang ada di balik sebuah peristiwa sehingga dipahamkan atas kebenarannya, menjadi pengingat dan menjadi mampu menempatkan sesuatu pada konteksnya.

Meski belum banyak di antara kita yang mencari hikmah di awal, ada baiknya kita mulai mencobanya. Dengan begitu, tiap ikhtiar akan diselimuti pemikiran-pemikiran positif. Selain itu, dinamikanya akan terbentuk sebagai perjalanan yang banyak menghadirkan insight baru sebagai bahan tambahan energi.

Mengapa penting untuk merayakan kegagalan?

Meratapi kesalahan? Ooohhh … Jangan lagi! Yuk! Kita rayakan kesalahan bersama-sama lalu tumbuh dan berhasil! Keren bukan? Sangat mengharukan …

The real challenge is not to either accept or reject failure, but rather to differentiate between whether they are in execution or innovation mode.

Tantangan sebenarnya bukanlah untuk menerima atau menolak kegagalan, melainkan untuk membedakan apakah mereka sedang dalam mode eksekusi atau inovasi.

Failure is a key to learning, growing and figurating out what works. But before you either celebrate or punish failure, make sure you know what you are trying to achieve by doing so. Ron Ashkenas.

Kegagalan adalah kunci untuk belajar, tumbuh dan mencari tahu apa yang berhasil. Tetapi sebelum Anda merayakan atau menghukum kegagalan, pastikan Anda tahu apa yang ingin Anda capai dengan melakukannya. Ron Ashkenas.

Alasan banyak organisasi sulit berinovasi adalah karena dalam kesehariannya, mental mengeksekusi terhambat, tidak memberanikan bereksperimen mengembangkan kegagalan sebagai pintu dalam menciptakan beragam produk, jasa, atau proses baru.

Sila mampir juga di artikel menarik lainnya:

Marketing in Ritel Business (Part 3)

Standar

Bagian ketiga dalam pembahasan tentang pemasaran di dalam bisnis ritel adalah tentang distribusi dan promosi.

Sumber: Weschool.id.com

Saluran distribusi adalah suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam menyediakan suatu produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis. Apa gunanya memproduksi suatu barang, apabila tidak bisa menyampaikan produk tersebut kepada konsumen?

Mengapa perlu saluran distribusi? Hal ini untuk:

  1. Penghematan.
  2. Efisiensi.
  3. Daripada investasi untuk saluran distribusi lebih baik untuk bisnis utama.

Jumlah dan tingkat saluran distribusi terdiri atas:

  1. Distribusi langsung, yaitu saluran pemasaran yang tidak mempunyai tingkat perantara.
  2. Distribusi tidak langsung, yaitu saluran yang terdiri dari satu tingkat perantara atau lebih.
Perbedaan saluran distribusi langsung dan distribusi tidak langsung. Sumber: Gomarketingstrategi.com
Ditinjau dari panjangnya saluran distribusi, cara distribusi tak langsung ini dapat dilaksanakan bermacam-macam (Marwan Asri, 1991: 275 276), yaitu :
a. Distribusi barang dari produsen melalui agen yang terletak diantara produsen dengan para pedagang besar.

Pada umumnya cara ini dipakai apabila produsen menganggap bahwa memasarkan sendiri barang dihasilkan terlalu mahal dan membutuhkan investasi yang besar. Dengan menyerahkan barangnya ke salah satu agen diatas maka biaya yang demikian besar dapat dihindarkan, disamping itu efisiensi usaha pemasaran dapat ditingkatkan karena agennya yang berspesialisasi.

b. Distribusi barang melalui pedagang besar yang kemudian menjual kepada pengecer.

Menjual barang melalui pedagang besar ini sering pula disebut saluran distribusi yang tradisional. Jadi pedagang besar atau sering disebut juga whole saler, grosir dan sebagainya adalah pedagang yang membeli barang dari produsen kemudian menjualnya lagi kepada para pengecer. Tentu saja harga satuan pembelian dari produsen berbeda dengan harga jualnya kepada pengcer, karena jumlah pembelian yang besar. Perbedaan ini sering disebut “profit margin”, “markup” atau “gross profit”.

c. Menjual langsung kepada pengecer.

Bila produsen memilih cara penyaluran ini maka ia akan bertindak seperti agen dan sekaligus pula sebagai pedagang besar. Kedua fungsi ini membawa konsekuensi besarnya inventory dan usaha pemasaran bagi produsen yang bersangkutan.


Pemanfaatan teknologi dalam saluran distribusi, diantaranya:

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan berbagai upaya demi meningkatkan kualitas pelayanan di pelabuhan sehingga keluhan soal biaya logistik yang mahal bisa teratasi dengan baik. Indonesia Port Net atau layanan portal pelabuhan elektronik adalah layanan online yang akan menghubungkan aktivitas 4 pelabuhan utama di Indonesia menjadi terintegrasi, yaitu Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, dan Makassar.
Pangan adalah produk utama yang harus didistribusikan dengan cepat dan tepat. Sumber: threadreaderapp.com/
Armada JNE sebagai bagian dari proses distribusi. Sumber: Finansialku.com.

Sumber bacaan digital lainnya:

https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5fead3948ede48044c0b6ca2/saat-mudik-dilarang-jne-menjadi-solusi-cara-berbagi-bahagia

Berikutnya kita akan membahas tentang promosi. Apakah promosi itu?

Promotion mix is spesific mix of advertising, personal selling, sales promotion, and public relations a company use to purpose its advertising and marketing objectivities.”

Pada dasarnya perlu dipahami tentang bagaimana langkah-langkah mengembangkan komunikasi yang efektif dalam promotion mix.

  1. Mengidentifikasi target audience.
  2. Menentukan respons yang diinginkan.
  3. Memilih pesan.
  4. Memilih media.
  5. Menyeleksi media.
  6. Mengumpulkan umpan balik.

Advertising (iklan) adalah segala bentuk penyajian non personal, promosi ide, barang maupun jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.

Contoh iklan:

Sumber: Salamdian.com.
Sumber: Bukalapak.com

Iklan bisa ditayangkan di televisi (TV), radio, billboard, atau spanduk dan flyer. Iklan TV terkenal di Indonesia. Banyak unicorn dan perusahaan lain memilih TV sebagai media untuk menjangkau banyak Pemirsa di Indonesia. Iklan di Metro TV akan memberi peluang bagi merek untuk meningkatkan kredibilitas tidak seperti media lain seperti cetak dan digital. Karena, ada pemanfaatan TV yang tinggi dan kepemirsaan Metro TV yang tinggi jika dibandingkan dengan saluran TV lain di Indonesia.

Sales promotion (promosi penjualan) adalah insentif jangka pendek yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau pembelian barang atau jasa. Jenisnya terdiri dari sampel, kupon, cash refund, paket harga, hadiah. barang promosi, peragaan atau demo, pertandingan atau undangan lainnya, diskon, dan keringanan.

Public relation adalah upaya untuk membangun relasi yang baik dengan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan melalui publisitas yang baik tentang perusahaan atau membangun image yang baik. Contoh kegiatannya adalah hubungan pers, publisitas produk, kegiatan masyarakat, lobi, dan hubungan investor.

Personal selling (penjualan tatap muka) adalah satu profesi paling tua di dunia, seperti disebut juga wiraniaga, armada penjualan, account executive, konsultan penjualan, agen, manajer distrik, perwakilan pemasaran, dan sebagainya.

Wiraniaga di sebuah supermarket. Sumber: Trainingserviceexcellence.com.
Booth produk OVO dilengkapi dengan personl selling. Sumber: Patrolmedia.co.id

Sila membaca artikel bermanfaat lainnya di link berikut:

Nature of Relationship

Standar

Sifat Hubungan

Mari pelajari poin-poin penting dalam sifat hubungan yang akan menjadikan kita paham tentang keinginan (dan komentar) pelanggan. Apa saja poin-poin itu? Yuk! Simak di bawah ini:

  1. Munculnya orientasi hubungan.
  2. Pelanggan tahu saat hubungan terjadi.
  3. Apa sebenarnya hubungan itu?
  4. Ketiadaan emosi.
  5. Mungkinkah berhubungan dengan supermarket?
  6. Karakteristik hubungan yang kuat: mengapa dapat bertahan?
  7. Hubungan pelanggan sejati.
  8. Tingkat hubungan.
  9. Kontimm transaksi hubungan.
  10. Kondisi pertumbuhan hubungan yang kondusif.
  11. Kedekatan dalam hubungan pelanggan.
  12. Dampak kedekatan.

Era kekinian ditandai dengan pelanggan yang merasa nyaman dengan penggunaan kata ‘hubungan’ atau ‘relationship‘ dalam konteks bisnis. Bukan hanya berarti sebagai makna spesial hubungan yang tulis dan terjadi ikatan emosional antara -dalam kebanyakan kasus- dua orang.

The Customer Service Target Market Support Assistance Concept. Sumber: 123RF.com

Pelanggan, sebagai obyek perhatian perusahaan harus masuk dalam pertimbangan ketika konsep membangun suatu hubungan sedang didiskusikan.

Tujuannya haruslah untuk membangun hubungan yang positif dari perspektif pelanggan, bukan dari perspektif perusahaan.

Perusahaan memiliki kemampuan untuk membangkitkan emosi pelanggan karena pengalaman pelanggan tersebut dalam berhubungan dengan perusahaan. Pada kenyataannya salah satu karakteristik dari pelayanan yang sering disebut adalah bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dari orang yang menghantarkannya. Hal ini sering menjadi samar/kabur maknanya ketika pelayanan digantikan dengan teknologi. Namun, bagaimanapun hal ini sudah terjadi dan sedang berlangsung di era digital saat ini dan terus di masa depan.

Banyak perusahaan tampaknya tidak menghargai fakta bahwa hubungan pada prinsipnya adalah interaksi antar pribadi yang melibatkan komponen emosional yang sangat besar.

Dimensi-dimensi hubungan yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:

  1. Kepercayaan, etika.
  2. Komitmen.
  3. Dapat dipercaya.
  4. Kedekatan.
  5. Pengertian. empati.
  6. Tujuan yang sama.
  7. Nilai yang dibagikan.
  8. Hubungan timbal balik.
  9. Rasa hormat, ketulusan.
  10. Perhatian, kasih sayang, rasa suka.
  11. Ketergantungan.
  12. Kesadaran akan riwayat pihak lain.
  13. Komunikasi dua arah.
  14. Kehangatan, keintiman.
  15. Minat pada kebutuhan.
  16. Pengetahuan.
  17. Responsif.
  18. Menepati janji.
  19. Dukungan sosial komunitas.
  20. Kompetensi.

Elemen penting dari kepercayaan adalah:

  1. Kepercayaan merupakan perkembangan dari pengalaman dan tindakan masa lalu.
  2. Watak yang diharapkan dari patrner, seperti dipercaya dan dapat diandalkan/
  3. Kepercayaan melibatkan kesediaan untuk menempatkan diri dalam risiko.
  4. Kepercayaan melibatkan perasaan aman dan yakin pada diri partner.

Hal itu biasanya disebutkan dalam ilmu psikologi sosial, kepercayaan sering juga disebutkan bersamaan dengan cinta dan komitmen sebagai batu penjuru bagi hubungan yang ideal.

Nah … Ketika kita mempelajari bisnis atau pemasaran, maka sudut pandang ini pun harus digunakan. Kepercayaan, khususnya keyakinan seharusnya menjadi komponen fundamental dari strategi pemasaran yang ditujukan untuk mengarah pada penciptaan hubungan pelanggan sejati.

Salah satu dari karakteristik mendasar dari sebuah hubungan yang bekerja dengan baik adalah komunikasi dua arah. Ketika komunikasi terhambat, kemungkinan hubungan tersebut akan memburuk.

Komunikasi adalah dimensi aksi atau perilaku dari sebuah hubungan, sedangkan perasaan dekat lebih bersifat emosional. Dalam hubungan yang solid, maka hubungan timbal balik adalah suatu norma dan memiliki fungsi yang sangat penting. Dalam konteks bisnis, maka hubungan timbal balik adalah sama-sama memperoleh keuntungan, baik pelanggan juga perusahaan.

Kondisi pertumbuhan hubungan yang kondusif ditandai dengan hal-hal berikut:

  1. Akses kedekatan fisik.
  2. Kedalaman kontak pribadi.
  3. Lama waktu yang diinvestasikan.
  4. Kerumitan tugas yang dijalankan.
  5. Komunikasi dua arah yang menyenangkan.
  6. Penambahan nilai melalui pelayanan.
  7. Berurusan dengan orang yang sama.
  8. Frekuensi kontak.
  9. Kontinuitas kontak.
  10. Persepsi tentang tingginya risiko.
  11. Kurangnya kecakapan pelanggan.
  12. Tingkat keterlibatan.
  13. Keintiman.
  14. Biaya untuk perpindhan.
Sumber: HeinzsMarketing.com

Ada kisah menarik yang bisa kita pelajari tentang pentingnya hubungan pelanggan di sebuah restoran.

I walked in the restaurant and asked to place a to-go order. “No problem,” said the hostess – until I ordered the hamburger and French fries. By the way, I must tell you that this restaurant has one of the best burgers I’ve ever tasted; big, thick and juicy – prepared just right. And it is very reasonably priced, which is one of the reasons people like to order it. I was then informed by the hostess that they no longer do carryout service for their hamburger. About that time the manager came over and heard what was transpiring. He gave me the following explanation:

“We no longer offer our hamburgers as a carryout item. We had a customer come several times and order a lot of them at once. We decided at that point not to have that item available as carryout.”

Sumber: https://www.business2community.com/

I was surprised. This restaurant prides themselves on customer service, but they just informed me of a very bad customer service decision. It wasn’t that they decided to not make their hamburgers available as carry out. It was that they made a rule based on one customer’s bad behavior.

Contoh konsumen yang loyal untuk membeli segelas kopi di sebuah coffee shop.
Contoh pelayan restoran yang sangat mengenal pelanggannya sehingga pelanggan merasa sangat senang.

Beberapa cara untuk menyelesaikan keluhan pelanggan, yaitu:

Sebelum memutuskan tindakan yang perlu dilakukan pada pelnggan yang bersifat negatif, seperti mengidentifikasi dulu sudah sampai mana perilaku negatif dari pelanggan tersebut. Ada banyak jenis perilaku negatif pelanggan mulai dari yang masih bisa ditoleransi, hingga yang sangat mengganggu seperti membicarakan keburukan orang, kelemahan dari produk terus-menerus hingga membuat gusar. Ada pula pelanggan yang terus menginginkan pengakuan dari setiap hal yang dilakukannya. Dengan adanya identifikasi masalah yang tepat, maka dapat mengurangi dampak tidak terselesaikannya keluhan dari pelanggan.

Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan akan membutuhkan lebih banyak aktivitas dari para pelanggannya. Meskipun bisnis yang dikelola masih berskala kecil. Pastinya bisa memantau hasilnya. Ini dapat dilakukan dengan pencatatan yang sederhana atau dengan sistem aplikasi helpdesk. Yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar keluhan yang dapat diselesaikan dan yang tidak. Sehingga bisa mengukur efektivitas solusi yang berikan ke pelanggan, yang nantinya solusi ini dapat dijadikan acuan apabila banyak keluhan yang sama, sehingga keluhan pelanggan terselesaikan dengan cepat dan tepat.

Dabholkar, ,P.A,. Thorpe,D.I.and Rentz, (1996) mengajukan struktur faktor hirarkis kualitas jasa ritel, dimensi kualitas jasa ritel meliputi:

  1. Aspek fisik (physical aspect) meliputi penampilan fasilitas fisik dan kenyamanan yang ditawarkan kepada pelanggan berkaitan dengan layout dan penampilan fisik.
  2. Reliabilitas (reability), pada prinsipnya sama dengan model servqual namun dibagi 2 dimensi yaitu memenuhi janji dan memberikan layanan yang tepat.
  3. Interaksi personal (personal interaction), mengacu pada kemampuan karyawan dalam menumbuhkan kepercayaan pelanggan dan sikap sopan/suka membantu.
  4. Pemecahan masalah (problem solving), berkaitan dengan penanganan retur, penukaran dan komplain.
  5. Kebijakan (policy), mencakup aspekaspek kualitas jasa yang dipengaruhi kebijakan toko, seperti jam operasi, fasilitas parkir, dan pemakaian kartu kredit.

Loyalitas konsumen dapat dikembangkan melalui pembelian ulang (Dick, Basu, 1994 ; Jones, Taylor, 2007; Bloemer, Odekerken-Schroder,2007). Penelitian mengenai konsekuensi dari keperilakuan loyalitas konsumen dapat dilihat dari niat untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa perusahaan di masa yang akan datang (Zhang, Bloemer,2008 ; Garbarino, Johnson, 1999). Oleh karena itu ketika perusahaan mempunyai tujuan untuk meningkatkan niat membeli kembali hendaknya perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek pembelian ulang pada konsumen yang diakibatkan oleh kegiatan promosi tetapi juga harus mencoba untuk membujuk konsumen mengenai peningkatan komitmen dan sikap mereka yang lebih baik terhadap perusahaan.

Cek Kembali Makananmu, Tidak Hanya Halal Tapi Harus Thoyib Juga

Standar

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih.” (QS. Al-Mu’minun; 51).

Dalam ayat lain difirmankan, “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah:168).

Semangat sehat kembali ya Teteh kesayangan.

Dua ayat tersebut sangat mengena dan pas sekali dengan keadaanku dan anak bungsuku, Teteh pada hari ini. Belum genap 24 jam, aku menemani Teteh menjalani rawat inap di rumah sakit Premier Jatinegara, Jakarta. Aku membawa Teteh ke UGD karena sejak hari Kamis mengeluh sakit perut disertai mual dan muntah. Kepala Teteh juga terasa sakit dan keliyengan. Untunglah tidak ada demam, suhu normal berkisar 36 derajat celcius. Teteh hanya bisa makan 1-2 sendok, minum air putih sedit saja perut bergolak dan rasanya ingin muntah.

Dokter yang memeriksa Teteh menyarakan untuk dirawat agar mendapat infus dan dipantau jangan sampai mengalami dehidrasi atau semakin parah sakit kepalanya. Akhirnya pukul 23.00 WIB Teteh masuk ke ruang transit dulu menunggu hasil SWAB pasien maupun keluarga pendamping. Setelah tes SWAB negatf, Teteh bisa menempati ruang perawatan sekitar pukul 01.00 WIB.

Aku sudah kehilangan rasa kantuk, jadi lebih baik shalat tahajud, berdoa, dan muhasabah diri terkait kejadian ini. Sambil mengingat-ingat, apa penyebab sakitnya Teteh? Mengapa Teteh dirawat? Apa penyakitnya? Itu beberapa pertanyaan yang juga diajukan kerabat dan sahabat di dalam WAG setelah doa-doa yang dituliskan.

Perlahan ingatan menyeruak semenjak Teteh kembali dari kegiatan camp Al-Qur’an atau murokkaz selama sebulan di Ciawi Bogor. Teteh mungkin mengalami kelelahan dan pola makan yang kurang baik. Sepulang dari murokkaz, Teteh minta untuk refresing tafakur alam ke Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua dan menginap di kaki Gunung Gede Pangrango. Teteh sempat tracking ke air terjun Curug Jaksa di kawasan TSI yang lumayan menguras energi. Terlebih saat itu Teteh minta makan siangnya hanya bapao dan croissant. Syukurlah Teteh mau makan nasi dengan lauk sop iga sekitar pukul 16.00 WIB dalam keadaan hujan dan cuaca yang berangin. Malam harinya Teteh tidak makan, karena masih merasa kenyang.

Sarapan pagi biasa saja tapi porsi makannya mulai berkurang. Siang hari Teteh telat makan lagi, karena jalur Puncak – Jakarta padat merayap. Sekitar pukul 14.00 WIB barulah makan siang dengan menu nasi dan iga bakar ditambah minum es teh manis. Teteh masih belum mau pulang dan meminta untuk mampir ke The Ranch. Teteh asyik memanah hingga dua sesi dan mendapat hadiah boneka karena berhasil membidik 4 sasaran dengan tepat. Berikutnya Teteh menunggang kuda dan berjalan keliling seluruh area. Lumayan berkeringat walau udara semakin dingin dan langit tampak kelabu. Duuuuhhhh … Teteh memang sejak kecil energinya seperti tiada habis.

Teteh masih mendapat bonus tiga hari free time dari pesantren. Saat bersantai di rumah ada beberapa makanan yang dikonsumsi dan sepertinya tidak baik untuk kondisi tubuh Teteh yang sedang lelah. Teteh makan pempek yang pedas dan asam, menikmati durian serta cemilan berupa cake dan pie rasa coklat, plus minum boba.

Semua makanan itu biasanya tidak berpengaruh buruk. Namun saat kondisi tubuh kelelahan atau sedang tidak fit, ternyata bisa memicu ganguan pencernaan dan infeksi saluran cerna entah berasal dari virus atau bakteri. Semoga Teteh disembuhkan Allah Yang Mahakuasa lagi Mahabaik, aamiin …

Hanya Allah Yang Maha Penyembuh.

Sebagai muhasabah diri, aku harus lebih berhati-hati menjaga pola makan. Cek kembali makanan yang dikonsumsi, halal saja tidak cukup, namun harus thoyib dan tepat untuk tubuh. Sehat itu karunia yang sangat berharga mari selalu dirawat dan dijaga sebaik-baiknya.

Parade foto Teteh sebelum sakit.

Kegiatan murokkaz di Ciawi Bogor.
Istana Panda di TSI Cisarua.
Curug Jaksa di kaki Gunung Gede Pangrango.
Arena memanah di The Ranch Puncak.
Teteh suka durian.

Yuk! Mampir di artikel menarik berikut ini:

Evolution 6E, Mindshake Design Thinking Model

Standar
Sumber: Dwi Indra Purnono https://www.dwipurnomo.id/6e-design-thinking/

Sebelum membahas lebih dalam tentang Evolution 6E, mari kita kembali ke topik pendahuluan Design Thinking (DT) yaitu: Re-Design Your Thinking yang telah dituliskan dalam artikel ini: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/10/15/re-design-your-thinking/

Ada 5 proses yang harus dijalankan dan tidak boleh memotong proses tersebut. Yuk! Ingat kembali apa saja proses tersebut?

  1. Emphatize (berempati): memahami kebutuhan manusia atau konsumen yang terlibat langsung.
  2. Define (mendefinisikan): membingkai ulang dan mendefiniskan masalah dengan cara yang berpusat pada manusia.
  3. Ideate (ideasi): membuat banyak ide dalam sesi-sesi ideasi.
  4. Prototype (purwarupa): mengadopsi pendekatan langsung dalam membuat perwujudan purwarupanya.
  5. Test (pengujian): mengembangkan prototipe atau solusi untuk masalah tersebut.

Selain disusun dalam 5 proses, beberapa ahli menyusun proses DT menjadi 6, yaitu:

  1. Observe.
  2. Define.
  3. Ideate.
  4. Prototype.
  5. Storytelling.
  6. Test.

Tools dalam Evolution 6E

Istilah lain yang digunakan untuk 6 tahapan di atas telah disusun ulang dalam Mindshake House karya Mindshake & Katja Tschimmel tahun 2015. Apa saja tools yang bisa menjadi bahan belajarnya?

  1. Emergence, yaitu kemampuan mengidentifikasi kesempatan. Tools belajar untuk mengeksploitasi langkah ini bisa melalui riset media, observasi tren, matrix atas tren yang terjadi, papan inspirasi, mindmap, dan belajar menuliskan “intent statement“.
  2. Emphaty, yaitu menguatkan kapasitas berpikir kontekstual yang lebih baik. Melatih empati bisa dilakukan dengan membuat stakeholder map, wawancara, persona canvas, peta empati, moodboard, hingga journey map.
  3. Experimentation, yaitu groan zone. Janganlah buru-buru mengambil kesimpulan dan cari berbagai sudut pandang. Untuk mengembangkan keterampilan tim agar bisa lebih eksploratif gunakan tools berikut: brainstorming, insight clustering, konfrontasi semantik, dan analogi.
  4. Elaboration, yaitu mengelaborasi dan menguji langsung dengan beragam materi dan solusi semantik. Sehingga dapat memaknai lebih dalam hubungan yang terjadi di dalamnya. Mengembangkan DT memang harus selalu menyenangkan, salah satunya adalah bagaimana mengembangkan kemampuan elaborasi dengan berlatih roleplay. rapid prototype, matriks evaluasi, blueprint, dan pilot testing.
  5. Exposition, yaitu mengomunikasikan konsep-konsep baru dan solusi yang dihasilkan dari proses sebelumnya. Komunikasi kerap kali menjadi masalah dalam tim. Oleh karena itu, latihlah menggunakan storyboard dan ilustrasi konsep. Selain itu dapat juga dengan membuat pernyataan visi, purwarupa, presentasi, hingga memvisualisasikan model bisnis menjadi tantangan.
  6. Extension, yaitu mengimplementasikan konsep pada kondisi nyata, mengobservasi, mengembangkan, dan menumbuhkannya. Langkah ini dapat dilakukan dengan menggunakan peta implementasi, media print atau digital, hingga membuat kuisioner, umpan balik, dan roadmap.
Sumber: https://www.dwipurnomo.id/category/design-thinking/

Belajar Membuat Mindmap (Emergence)

Konsep mind mapping ini dikenal oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an, menurut Tony teknik pencatatan mind mapping merupakan sistem penyimpanan, penarikan data serta akses yang luar biasa, konsep ini menurut Tony sudah ada dalam otak manusia dan kita hanya perlu mengolah data-data tersebut.

Mindmap tentang Manajemen Waktu. Sumber: Glints
Example of mind map
An example of a mind map (Strategies for Whole-Food Plant-Based Living)

A mind map is a visual way to organise and learn information. Mind maps can help you to break down complex information, memorise information, and see the connections between different ideas.

Belajar Membuat Journey Map (Emphaty)

A customer journey mapping is an experience exercise to understand how consumers engage with the product. The four stages of customer journey mapping are Awareness, Consideration, Conversion, and Retention & Advocacy. The method takes important details about users such as emotional transformation, touchpoints, and UX (User Experience) opportunities. It leads to developing improved customer interaction processes that help reduce time and cost of service.

Sumber: https://medium.com/@UX101/mengenal-costumer-journey-map-afcf1ed41a9a

Tersurat dari namanya, customer journey map adalah semacam peta yang jadi representasi visual dari perjalanan pelanggan mencapai goals dengan suatu perusahaan. Dengan itu, Anda bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang mereka ingin dan butuhkan saat mencari, menimbang, hingga membeli produk atau layanan.

Misalnya, untuk tahap pertama Anda bisa lihat fase discovery dan menemukan insights seperti ini:

Q: Bagaimana mereka bisa sampai menemukan brand ini?
A: Google, Instagram, Facebook;

Q: Apa goals yang mereka tuju saat bersentuhan dengan touchpoints itu?
A: Mencari solusi atas kebutuhan akan penyedia layanan internet terbaik; 

Q: Apa yang mereka rasakan saat menemukan brand ini?
A: Tertarik dengan harganya tapi belum sepenuhnya percaya dengan kualitas jaringan; 

Q: Apa yang bisa kita lakukan?
A: Membuat communication baru untuk meningkatkan kepercayaan di blog, Instagram, dan Facebook.

https://business.tutsplus.com/id/tutorials/customer-journey-map–cms-27014

Belajar Brainstorming (Experimentation)

Brainstorming adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Brainstorming dapat memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota tim. namun saat ini Brainstorming juga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, namun juga dapat dilakukan di dunia maya atau telekonferensi dengan jarak ribuan meter.

Sumber: kajianpustaka.com

Jenis brainstorming ada 2, yaitu:

  1. Individual  brainstorming cenderung menghasilkan lebih banyak gagasan. Pada kenyataannya, orang memang mendapat lebih banyak mendapatkan ide-ide brainstorming ketika berpikir sendiri.
  2. Group brainstorming menjadi lebih efektif karena menggunakan semua pengalaman dan kreativitas dari anggota kelompok yang ada. Ketika salah satu anggota yang mengungkapkan ide sudah mencapai batasannya, maka anggota yang lain dapat membantu mengembangkan ide tersebut.

Tata cara group brainstorming, terdiri dari:

  1. Suspend Judgment, semua anggota tim harus menahan diri, tidak menghakimi ide, pendapat dan gagasan yang diajukan oleh anggota lain
  2. Record all Ideas, ada seseorang yang dapat menjadi notulen, mencatat semua ide, pendapat ataupun gagasan yang diajukan, walaupun ide tersebut terdengar aneh
  3. Encourage “Piggy-backing” ideas, koordinator atau fasilitator mendorong untuk membangun ide, pendapat atau gagasan baru atau tambahan dari ide yang sudah pernah dijalankan
  4. Think out of the box, yakni mendorong untuk mengeluarkan pemikiran yang baru, tidak pengulanggan dari ide atau pendapat yang sudah ada.

Baca kembali artikel berikut untuk memperdalam pengetahuan, link di sini:

Komunitas Mamah’s Long Chair: Sewindu Yang Selalu Bikin Rindu

Standar

“Hai Mah … Ikut arisan yuk! Setorannya 2 juta perbulan, bisa narik 20 juta Mah, lumayan kan?” ajak seorang mamah di sekolah anak bungsuku. Eeehhh … Aku kaget tiba-tiba diajak arisan, secara mamah ini belum begitu aku kenal. “Maaf Mam … Aku gak biasa arisan,” tolakku halus sambil tersenyum.

Mamah’s Long Chair, komunitas di sekolah Teteh yang membuatku bahagia.

Aku punya kisah menarik tentang komunitas Mamah’s Long Chair di sekolah anakku. Bukan komunitas arisan loh! Sewindu sudah kebersamaan kami selalu menggurat rindu. Ada banyak cerita menarik yang patut dibagikan untuk ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ edisi Oktober 2021 ini dengan tema ‘Komunitas yang Aku Cintai‘.

Definisi Komunitas

Beberapa definisi tentang komunitas yang diungkapkan oleh para ahli antara lain sebagai berikut :

Komunitas merupakan kumpulan dari para anggotanya yang memiliki rasa saling memiliki, terikat diantara satu dan lainnya dan percaya bahwa kebutuhan para anggota akan terpenuhi selama para anggota berkomitmen untuk terus bersama-sama.

Sumber: McMillan dan Chavis (1986).

Dalam hidup, manusia tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan manusia lain sebagai support dan sahabat. Manusia juga makhluk sosial. Sudah tak aneh jika manusia cenderung lebih dekat dengan mereka yang punya minat yang sama. Makanya, mereka bergabung dalam sebuah komunitas.

Berawal Dari Anak-anak Kelas Satu SD

Pada tahun 2013 saat anakku bungsu, Teteh mulai belajar di SD Islam PB Soedirman Jakarta, aku terpilih menjadi Ketua WOTK. Tugasnya santai saja sih … Salah satunya menjadi narahubung antara sekolah, wali kelas, guru, dan orangtua siswa di kelas tersebut. Untuk mengoptimalkan kerja sosial tak berbayar itu, aku menyusun kepengurusan kelas. Ada 11 orang yang aktif mengerjakan tugas-tugas WOTK.

Teman-teman Teteh saat SD kelas satu. Mereka adalah anak dari Mamah’s Long Chair.

Ternyata hingga kini, setelah anak-anak lulus SD dan pisah sekolah, aku masih terhubung dengan komunitas penuh cinta ini. Mengapa aku beri label penuh cinta? Sepanjang perjalanan persahabatanku di komunitas ini, sungguh rasa cinta yang bisa mengikat dan terus menjadikan kami tetap menjalin silaturahmi hingga sekarang dan semoga hingga batas usia memisahkan.

Teteh senang juga ikut kumpul bareng para Mamah sahabat ibunya.

Biasanya komunitas para mamah di sekolah diikat oleh arisan. Tapi Mamah’s Long Chair tidak demikian loh! Out of the box sih … Kadang ada mamah lain bertanya, “Kok bisa nyambung terus tapi gak arisan?” Waaahhh … Aku malah balik tanya, “Memangnya kalau mau bersahabat harus arisan ya?”

Kalau komunitas lain rempong menentukan dress code untuk setiap pertemuannya, kami seadanya saja. Bila komunitas lain menentukan tempat kongkow di restoran berbintang atau di pusat perbelanjaan, kami nongkrong sarapan bubur ayam di warung tenda pun tetap asyik. Atau blusukan ke pasar tradisional berburu pete dan jengkol bisa membuat kami tertawa bersama.

Karakter Unik Mamah’s Long Chair

Kesamaan kami adalah profesi sebagai tukang ojek atau supir antar jemput anak sekolah ha3 … Profesi ini menjadi jalan untuk kami bertemu setiap hari di sekolah, selepas anak-anak masuk kelas. Ada sebuah bangku panjang milik sekolah yang menjadi tempat kami duduk melepas lelah sejenak dari kehebohan pagi hari. Obrolan santai, lucu, atau curhat seputar aktivitas anak menjadi selingan yang membuat energi kami kembali untuk melakukan aktivitas berikutnya. Jadilah kami menamakan diri Mamah’s Long Chair, maksudnya para mamah yang selalu meet up di bangku panjang.

Oya … Kami juga sama-sama pencinta petai dan jengkol. Makanan berbau khas ini menjadi favorit kami dan sering dijadikan menu boltram atau makan bersama. Adakah para Mamah member of MGN yang juga pencinta petai dan jengkol? Tentu ada ya … Tapi apakah dua makanan ini bisa menjadi perekat sebuah komunitas? Belum tentu kan!

Mamah’s Long Chair berburu petai dan jengkol di pasar tradisional dekat sekolah.

Selain kesamaan, tentu ada ciri khas karakter dan kepribadian masing-masing yang saling melengkapi. Nama panggilan juga berbeda-beda loh! Bukan nama yang umum digunakan seperti Mamah plus nama anak. Aku tidak disapa Mamah Maryam. Namun aku dipanggil Emak katanya karena paling senior masa pernikahannya, juga mirip tokoh dalam film Emak Ingin Naik Haji cenah. “Gak nyambung gitu sih!” komentarku sambil mengernyitkan dahi. “Tapi ya sudah … Aku senang kok dipanggil Emak,” lanjutku sambil tertawa geli.

Sahabatku bernama Rosdiana mendapat panggilan Mpok Di. Satu lagi sahabat yang dipanggil mpok adalah Mpok Yos. Entah dari mana nama Yos, karena aslinya dia bernama Jubaedah. Duo mpok ini memang asli none betawi. Kocak banget kalau keduanya sedang ramai mengobrol dengan gaya betawinya, seperti menonton pertunjukkan lenong. Apalagi jika Bos Via ikut komentar dan tertawa ngakak. Dijamin seru! Via Busana itu nama lengkapnya sejak lahir tinggal di Jakarta. Dipanggil bos karena suaminya seorang bos atau pengusaha yang sukses. “Aih … Ade-ade aje nih! Klop dong ya … Kite bikin grup lenong nyok.” kata Mpok Di sambil hive five dengan Mpok Yos.

Sepertinya Mamah’s Long Chair menerapkan literasi budaya untuk memberi nama sapaan. Terbukti pada nama panggilan berikut: Uni Vera karena dia orang Padang, Jeng Niken dan Mbak Ani yang berasal dari Banyuwangi, sedang Enci Di adalah sapaan untuk sahabatku keturunan Thionghoa yang bernama Diana. Asyik juga aku bisa sesekali belajar bahasa Minang dari urang awak, bahasa Jawa Osing asli Banyuwangi, dan bahasa Hokkien khas keluarga etnis Cina Benteng Tangerang.

Ada dua orang bernama Ayu anggota Mamah’s Long Chair. Untuk membedakannya Ayu pertama dipanggil Mam Ketu, karena usianya paling tua. Sssttt … Tapi sahabatku ini tidak marah atau tersinggung dipanggil demikan. “Asal jangan panggil mam ketuaan ya …” ujarnya sambil tersenyum. Nah … Ayu kedua disapa Mamito karena 4 anaknya memanggil dia Mami, ya simple kan?

Salah satu sahabatku pemilik KBIH bernama Yenny mendapat sapaan Bu Hajjah. Jika ada acara yang harus diawali atau diakhiri do’a, sudah pasti Bu Hajjah yang akan memimpin do’a lalu kami mengaminkannya. Terakhir adalah Dessy memiliki panggilan Bu Guru karena bekerja freelance mengajar bahasa Inggris di sebuah TK.

Para Mamah perlu happy, agar suami dan anak-anak juga happy. I miss you all …
Inilah kami selusin genap 12 orang anggota Mamah’s Long Chair dengan panggilan unik yaitu: Emak, Mpok Di, Mpok Yos, Bos Via, Uni Vera, Jeng Niken, Mbak Ani, Enci Di, Mam Ketu, Mamito, Bu Hajjah, dan Bu Guru.

Beragam Kegiatan Seru Mamah’s Long Chair

Pertama: Kami suka sarapan bersama di warung girly alias pinggir kali atau di kabels singkatan dari kantin belakang sekolah. Banyak jenis makanan dan minuman untuk kami santap seperti baso, lontong sayur, pecel lele, siomai, nasi rames, gado-gado, bubur ayam, pisang goreng, kopi dan teh.

Makan bersama menu Indonesia dengan petai dan jengkol favorit kami.

Beberapa kali kami mengadakan acara makan bersama dengan menu andalan petai dan jengkol. Cara makannya dengan alas daun pisang yang digelar, lalu kami duduk lesehan agar terasa lebih akrab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberi contoh sering mengundang para sahabat untuk makan bersama.

Kedua: Kami menjenguk sahabat atau keluarganya bila ada yang sakit atau meninggal dunia. Kegiatan ini selalu dilakukan agar kami bisa saling support dan saling mendoakan. Aku terharu sekali ketika Mamah’s Long Chair menjenguk Teteh di rumah sakit. Teteh ketika masih SD, hampir tiap tahun harus menjalani rawat inap dengan diagnosa penyakit yang berbeda-beda, seperti operasi usus buntu, DBD, atau terkena virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi.

Kami mengunjungi orangtua salah seorang sahabat yang menjalani operasi otak di RSPP untuk saling menguatkan.

Begitu juga saat ada sahabat yang melahirkan, kami akan berkumpul untuk ikut berbagi kebahagiaan dengan hadirnya anggota keluarga baru. Bila ada musibah, seperti kematian atau kecelakaan, kami juga akan saling membantu meringankan beban dengan mengumpulkan dana. Kami melakukan hal ini karena benar-benar merasakan bahwa perhatian dari sahabat itu bisa membuat kesedihan dan masalah terasa lebih ringan.

Serunya bila sedang kumpul … Ceria dan heboh pastinya. Barakallah …

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga: Kegiatan kajian di majelis taklim secara rutin. Kami menyadari bahwa belajar adalah kewajiban sepanjang hayat. Sebagai seorang ibu tentu pengetahuan agama harus terus ditingkatkan. Apalagi anak-anak kami bersekolah berbasis agama. Guru-guru kami di antaranya adalah ustadzah Siti Fatiyah untuk kajian tafsir Al-Qur’an, ustadzah Herlini Amran yang memberi materi fiqh perempuan, ustadz Khalid Basalamah dengan kajin kitab Minhajul Muslim dan 76 Dosa Besar. Lalu ada ustadz Farid Okbah yang mengajar ilmu tauhid sesekali diselingi politik Islam.

Menghadiri kajian di majelis taklim menjadi aktivitas Mamah’s Long Chair untuk meningkat keimanan dan ilmu agama.

Kajian lain yang kami ikuti adalah majelis taklim di Masjid ALatief Blok M dengan narasumber KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan ustadz Haikal Hasan. Kami juga kadang hadir pada kajian tafsir Al-Qur-an di AQL Tebet bersama ustadz Bachtiar Nasir. Sedangkan kajian tentang parenting yang kami ikuti dengan penceramah, ustadzah Elly Risman, ustadzah Neno Warisman, ustadz Benri Jaisyurrahman, dan ustadzah Aisyah Dahlan.

Aku mengikuti kegiatan kajian di majelis taklim bersama Mamah’s Long Chair.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dari kamu sekalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”

(QS. Al Mujadalah 58 : 11).

Keempat: Mamah’s Long Chair adalah pengurus WOTK yang berusaha menjadi support system kegiatan anak-anak di sekolah. Banyak kegiatan sekolah yang mengharuskan orangtua terlibat aktif, seperti peringatan hari besar keagamaan, class meeting atau pertandingan antar kelas, wisuda tahfizhul qur’an, tarhib ramadhan, outbond dan field trip, pumping student, wisuda kelulusan, atau kegiatan sosial seperti santunan yatim dan dhufa.

Aku dan Teteh saat mengikuti kegiatan wisuda tahfizhul qur’an.
WOTK harus aktif dalam kegiatan peringatan besar di sekolah seperti Hari Guru Nasional.
Orangtua menjadi peserta dalam kegiatan pumping student dan doa bersama sebelum para siswa melakasanakan ujian sekolah di kelas 6.

Kami berusaha membantu semaksimal mungkin karena sejatinya pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab sekolah. Ada peran dari orangtua yang akan menjadikan program sekolah bisa berjalan dengan baik. Jadi jangan anggap hanya dengan membayar SPP cukup, atau merasa tak perlu terlibat bahkan memilih acuh tak acuh dengan kegiatan sekolah.

 “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”

(QS. Al-Maidah 4 : 2).

Kelima: Aktivitas jalan-jalan bareng ke beberapa tempat di sekitar Jakarta. Terakhir sebelum pandemi, kami sempat jalan-jalan ke Bandung untuk mengunjungi pesantren Daarut Tauhid di Geger Kalong dan Great Asia Lembang, Sebelum kembali ke Jakarta kami mampir sejenak di Masjid Salman.Ternyata mereka baru pertama kali shalat di masjid Salman. Supraise … Saat aku ajak berpose di depan gerbang utama ITB, mereka menyambut dengan antusias. Padahal tak ada satupun dari mereka yang alumni kampus ini.

Mamah’s Long Chair mampir di Masjid Salman ITB untuk shalat dhuzur dan ashar.
Mamah’s Long Chair ini tak ada satupun alumi ITB, tapi senangnya bisa berpose ndeprok di depan gerbang kampus Emak.

Imam Syafi’i berkata, “Jalan-jalan itu ada manfaat yaitu agar semua kesedihan akan hilang. Jika sedang sumpek, jangan berdiam di rumah saja, tetapi pergilah keluar rumah, jalan-jalan. Pergilah ke suatu tempat dan lihat keadaan kaum muslimin di situ, carilah pengalaman. Lalu akan muncul ide-ide karena sering berinteraksi dengan orang lain selama di perjalanan”.

Jadi kapan nih member of MGN akan jalan-jalan bareng atau berpose bersama di depan gerbang kampus ITB tercinta?

Indahnya Persahabatan

Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman yang artinya : “Wahai Muhammad tabahkanlah dirimu bersama orang-orang yang tekun beribadah kepada Allah baik pagi maupun sore, demi mencari keridhaan-Nya. Jangan alihkan perhatian kamu dari orang-orang yang tekun beribadah, hanya karena kamu menginginkan kesenangan hidup dunia. Janganlah kamu taat kepada orang-orang yang lalai mengingat Allah dan mengikuti hawa nafsunya. Usaha mereka itu pasti sia-sia.” (QS. Al-Kahfi: 28).


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). 

Semoga persahabatan kami Mamah’s Long Chair dapat menjadi jalan keridhoaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi Karunia. Kami berharap bahwa indahnya persahabatan yang berdasarkan cinta kepada Allah Illahi Rabbi akan kekal hingga di surga-Nya, aamiin …

Our dream is best friend for ever until jannah.”

Mamah’s Long Chair.

Info lengkap tantangan kali ini sila baca di link berikut: https://mamahgajahngeblog.com/tantangan-mgn-oktober-komunitas-yang-aku-cintai/

Sila membaca juga kisah menarik lainnya di link berikut:

Marketing in Ritel Business (Part 2)

Standar
Sumber:IDcloudHost

2. Price atau Harga

Harga adalah salah satu komponen yang diperhatikan secara teliti dan penuh pertimbangan, disesuaikan biaya produksi dan laba total yang ingin diperoleh. Harga memengaruhi posisi produk di pasaran serta akan menentukan target konsumen seperti apa yang akan disasar. Pemilik bisnis harus mempertimbangkan banyak komponen seperti target pasar yang dituju, persaingan dan strategi kompetitor sebagai dasar penentuan harga, bauran variasi produk dan kualitas pelayanan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Sumber: Tamebay

Harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa.

Fungsi Harga:

  1. Laba maksimal.
  2. Mendapatkan pangsa pasar tertentu.
  3. Memerah pasar (market skimming).
  4. Mencapai tingkat penjualan maksimal.
  5. Mencapai laba yang ditargetkan.
  6. Mempromosikan produk.
Sumber: Fastwork

Berikut adalah 5 pertimbangan penting dalam menentukan harga jual produk.

1. Menentukan jumlah pendapatan

Jumlah pendapatan adalah hasil pemasukan dimana uang tersebut tidak hanya untuk menutupi berbagai biaya yang muncul tapi juga mendapatkan keuntungan yang digunakan untuk mengembangkan usaha.

2. Menentukan jumlah biaya untuk menghasilkan produk

Dalam menentukan sebuah produk, penting sekali untuk membuat perincian biaya dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Buat detail yang rinci dan jelas dan jangan lupakan biaya yang bersifat operasional seperti biaya listrik, internet, transportasi, dll yang tidak langsung mempengaruhi produksi.

Ketepatan perhitungan biaya dapat membantu untuk memutuskan harga jual yang tentunya tidak akan merugikan usaha.

3. Mengetahui harga pesaing

Sebuah produk tentunya memiliki produk pesaing . Selalu ada saja bandingan untuk satu produk. Dalam menentukan harga pasar sebaiknya harga jual produk atau jasa yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan harga pesaing.

Namun sah-sah saja menetapkan harga sedikit lebih tinggi jika produk yang ditawarkan mempunyai kelebihan dibanding produk pesaing serupa.

4. Menentukan siapa pelanggan dan calon pelanggan

Siapa sajakah sasaran produk? Pertanyaan ini harus dapat dijawab sebelum menempelkan label harga pada produk. Karena jika salah memasang harga produk, maka menghadapi masalah dimana orang-orang memutuskan untuk tidak membeli produk yang ditawarkan.

Sederhana saja, kalangan menengah ke atas tidak akan melirik sebuah produk jika harga yang ditawarkan terlalu murah (meskipun dengan kualitas baik). Sebaliknya, kalangan menengah ke bawah tidak akan melirik produk jika harga yang ditawarkan sangat tinggi.

5. Mengetahui trend yang ada

Bila berbicara tentang trend tentu akan selalu berpikir kepada perubahan. Tidak ada trend yang abadi bukan? Dengan memahami trend masa kini dan bersifat lebih terbuka dengan kemajuan, dapat diketahui kebutuhan pelanggan bahkan sebelum pelanggan tahu apa yang mereka butuhkan.

Contoh Penerapan Harga

Harga produk di IKEA

Harga di Transmart – Carrefour.

Harga di Matahari Deparment Store
Harga di Sport Station
Harga di Farmer Market.
Harga di Honda Motor Dealer.
Harga di ACE Hardware.

Jenis-Jenis Harga

Ada beberapa jenis harga di dalam aktivitas perekonomian. Adapun beberapa jenis harga tersebut adalah sebagai berikut:

1. Harga subjektif

Harga subjektif adalah harga yang ditetapkan berdasarkan taksiran atau opini seseorang. Penjual dan pembeli memiliki taksiran harga yang berbeda untuk suatu produk dan biasanya berbeda dengan harga pasar.

2. Harga objektif (harga pasar)

Harga objektif adalah harga yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. Nilainya dijadikan patokan bagi para penjual dalam memasarkan produknya.

3. Harga pokok

Harga pokok adalah nilai riil suatu produk, atau jumlah nilai yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut.

4. Harga jual

Harga jual adalah harga pokok ditambah dengan besarnya keuntungan yang diharapkan oleh produsen atau penjual. Umumnya harga jual pada masing-masing penjual berbeda, namun tetap berpatokan pada harga pasar.

Cara Pembayaran

  1. Tunai.
  2. Non tunai.
Cara pembayaran non tunai. Sumber: nusatrip.com
Berbagai mata uang di dunia. Sumber: ilmupengetahuanumum.com

Mata uang adalah satuan nilai alat pembayaran berupa uang yang diterima dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dan melakukan transaksi ekonomi di suatu negara. Masing-masing negara mempunyai satuan nilai mata uang yang berbeda.

Kartu kredit dan kartu debet. Sumber: kreditpintar.com
Cek dan giro bank. Sumber: syariahbukopin.co.id
Letter of credit. Sumber: ruangguru.com

Sumber digital:

https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2017/07/apa-itu-kombinasi-harga-price-mix.html

Group Independent Work, Customer Relationship Management

Standar

Tugas Belanja Online dan Review Toko Online

Mahasiswa kelas Manajemen Hubungan Pelanggan diharapkan memiliki rekening GoPay dan aplikasi Tokopedia. Kemudian kelompok akan praktek membeli produk di toko online dan membayar secara cashless.

Toko yang dijadikan tempat belanja adalah:

Semakin mudah belanja produk The IR Store di Tokopedia. Cek aja, pasti ada yang kamu suka
https://tokopedia.link/thirstore.

Toko online untuk praktek kelas Manajemen Hubungan Pelanggan.

Sila pilih produk dengan katergori berikut:
1. Ayam Kampung 1 pak:
(kelompok 1 rasa goreng lengkuas; kelompok 2 rasa woku, kelompok 3 rasa betutu, kelompok 4 rasa kalasan)

2. Bandeng Bumbu 1 pak

3. Sate Tuna 1 pak.

Bayar dengan menggunakan saldo GoPay dan pilih pengiriman menggunakan jasa Paxel. Follow IG @the_ir_store

Setelah produk diterima, mahasiswa yang menerima harus melakukan unboxing dan dibuatkan videonya.Setelah itu simpan di dalam frezer untuk digunakan pada tugas berikutnya.


Catatan:
Foto sedang unboxing, juga masak, dan makan (pada sesi tugas Praktek Pelayanan di Restoran) di upload dan menjadi review di Tokopedia.

Cara bayar cashless.
Toko online.

Tugas Praktek Pelayanan di Restoran

Masing-masing kelompok yang terdiri dari 7 orang mahasiswa, dibagi menjadi:

1 Orang menjadi kasir

1 Orang menjadi pelayan pencatat menu sekaligus menjadi pramusaji

2 Orang menjadi pramusaji

3 Orang menjadi konsumen/pelanggan restoran

Suasana sebuah restoran. Sumber: Qraved.

Setiap kelompok sila berkumpul di salah satu lokasi rumah dari anggota kelompok untuk memasak produk yang sudah dibeli. Lihat tata cara memasaknya, bila membutuhkan info lebih lanjut bisa japri toko The IR Store. Siapkan menu tambahan berupa nasi putih.

Hal yang harus dipersiapkan:

  1. Buat setting ruangan seperti sebuah restoran. Ada meja makan dan kursi.
  2. Buat lokasi khusus untuk kasir.
  3. Siapkan uang tunai atau kartu debit untuk -seolah- membayar pesanan setelah selesai makan.
  4. Siapkan kamera HP untuk merekam adegan berikut: (memesan makanan kepada pelayan, lalu pelayan menyajikan makanan, konsumen/pelanggan makan, setelah itu membayar di kasir).
  5. Buat dialog yang baik seperti menanyakan menu, menanyakan harga, atau mengomentari rasa masakan, dsb.
  6. Video berdurasi 7-10 menit dan akan diupload di cannel Youtube.
Pencatat menu sedang melayani pemesanan konsumen/pelanggan restoran. Sumber: Moka Blog.
Pramusaji restoran dan konsumen/pelanggan. Sumber: Warta Ekonomi.
Kasir dan pelanggan. Sumber: Majoo.

Tugas di atas adalah UTS dan diberi waktu selama 2 pekan untuk mengerjakannya.

Knowledge Sector In Society

Standar

How is the application of the knowledge sector in society? Racing Indonesia’s new path revitalising knowledge to reduce proverty.

Sumber: Australian AID
Sumber: https://www.thejakartapost.com/

Sektor pendidikan adalah modal utama untuk mengentaskan kemiskinan di sektor ekonomi. Kondisi Indonesia saat ini adalah waktu yang tepat untuk segera meningkatkan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sehingga memberikan manfaat dan kesempatan kepada semua orang. Masyarakat Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menjawab tantangan ekonomi yang ada sehingga dapat memperkuat kesehatan dan pendidikan yang ada.

Namun, kenyataannya Indonesia belum menjadi tempat pilihan bagi investasi khususnya di bidang riset, karena Indonesia masih dalam posisi kritis. Indonesia perlu meningkatkan alokasi dana riset terutama dana pendidikan agar sistem pendidikan menjadi lebih baik dan mampu menjawab tantangan yang ada.

Pendidikan dan Riset di Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbudristek), bersama The SMERU Research Institute menyampaikan sejumlah hasil awal penelitian dari program Research on Improving System of Education (RISE). Hasil penelitian yang dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan pendidikan guna meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di Indonesia ini diungkap dalam seminar daring perkembangan program RISE di Indonesia “Meneliti Respons Daerah dalam Desentralisasi Pendidikan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 13 Juli 2021.

Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/

Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus. Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa.

Knowledge Sector Initiative (KSI) merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia melalui kebijakan publik yang lebih berkualitas dengan memanfaatkan penelitian, analisis, dan bukti secara lebih baik. Secara keseluruhan, program KSI terdiri atas empat pilar yang saling terkait:

  • Lembaga penelitian yang menghasilkan pengetahuan dan bukti untuk memengaruhi kebijakan–pilar ini disebut sebagai sisi supply (penawaran) dalam proses penciptaan pengetahuan
  • Pembuat kebijakan yang membutuhkan dan menggunakan bukti dalam merumuskan kebijakan–pilar ini disebut sebagai sisi demand (permintaan)
  • Fungsi dan lembaga perantara yang menerjemahkan, membungkus sedemikian rupa, dan mengomunikasikan pengetahuan
  • Lingkungan yang kondusif, meliputi kebijakan, peraturan, dan prosedur yang mengatur  bagaimana sisi supply dan demand beroperasi dan berinteraksi

Lembaga SMERU

SMERU adalah sebuah lembaga independen yang melakukan penelitian dan kajian kebijakan publik. Kami menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, serta analisis yang objektif, secara profesional dan proaktif mengenai berbagai masalah sosial-ekonomi dan kemiskinan yang dianggap mendesak dan penting bagi rakyat Indonesia. Seluruh kerja kami mengarah ke tujuan utama kami, yaitu mendorong perumusan kebijakan promasyarakat miskin di tingkat nasional dan daerah melalui penelitian berbasis bukti.

Sejak didirikan pada 2001, SMERU merupakan lembaga terdepan dalam melakukan kajian di bidang kemiskinan dan ketimpangan. Kami melakukan kajian yang menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, dan kombinasi terhadap isu-isu sosial-ekonomi yang memengaruhi masyarakat yang paling miskin dan rentan di Indonesia. SMERU juga berperan aktif dalam kegiatan penelitian yang menyoroti dampak program dan kebijakan pemerintah serta menerbitkan dan melaporkan temuan penelitian kami. Kerja SMERU berfokus pada bidang-bidang penelitian sosial-ekonomi yang sangat penting bagi isu-isu pembangunan dewasa ini.

Sumber pustaka digital:

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/07/hasil-penelitian-ungkap-faktor-penting-dalam-meraih-capaian-belajar-optimal

https://smeru.or.id/id/content/knowledge-sector-initiative

https://www.thejakartapost.com/academia/2018/11/16/the-market-for-policy-knowledge-in-indonesia.html

Pakar IPB University: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang

Silakan mampir membaca artikel berikut:

Customer Definition Of Value

Standar

Defini Pelanggan Tentang Nilai

Sumber: https://accurate.id/

Susan Fournier dan David Glen Mick menggambarkan lima kesimpulan penting tentang kepuasan pelanggan.

  1. Kepuasan pelanggan adalah suatu proses yang aktif dan dinamis.
  2. Kepuasan tersebut seringkali memiliki dimensi sosial yang kuat.
  3. Makna dan emosi merupakan komponen integral dari kepuasan.
  4. Proses kepuasan bergantung pada konteks dan saling berhubungan meliputi berbagai paradigma model dan mode.
  5. Kepuasan produk selalu berkaitan dengan kepuasan hidup dan kualitas hidup itu sendiri.

Bagaimana Kita Dapat Manambah Nilai?

Pelanggan menginginkan lebih dari sekadar harga murah. Pada kenyataannya, banyak manajer tampak terkejut ketika mendapati bahwa pelanggan seringkali siap untuk membayar lebih untuk mendapatkan apa yang sungguh-sungguh mereka inginkan.

Peter Drucker telah mengamati bahwa definisi baru dari fungsi sebuah perusahaan bisnis adalah penciptaan nilai dan kesejahteraan. Penciptaan nilai adalah tanggung jawab penting sebuah perusahaan – nilai bagi karyawan, bagi pelanggan, bagi pemegang saham, dan bagi komunitas tempat mereka beroperasi.

Ketika sebuah perusahaan mencoba untuk menambahkan nilai bagi pelanggannya, pertama kali perusahaan itu harus menetapkan apa yang dihargai oleh pelanggan.

Penciptaan nilai pada tahapan-tahapan dari model pemicu kepuasan pelanggan. Sumber buku Secrets of Customer Relationship Management.

Pandangan tentang nilai dalam konteks model pemicu kepuasan pelanggan mengilustrasikan sejumlah poin penting:

  1. Nilai dapat diciptakan atau ditambahkan pada setiap level dari kelima level dari model tersebut pada saat kita berjuang untuk memuaskan tingkat kebutuhan pelanggan yang lebih tinggi yang bertambah secara progresif. Sebaliknya, kita dapat melakukan hal-hal pada tiap level yang mengganggu terciptanya kepuasan pelanggan dan mendorong pelanggan utnuk pergi.
  2. Kita dapat menciptakan nilai dengan sangat sukses pada level yang lebih bawah dari model tersebut, hanya untuk melihatnya hancur pada level yang lebih atas. Secara sederhana, kita dapat memiliki produk terbaik tetapi gagal untuk menghantarkannya tepat waktu dan dengan demikian membuat pelanggan merasa sangat kecewa.
  3. Jenis nilai yang terpenting adalah nilai yang menyentuh emosi pelanggan. Ketika kita menempatkan pada puncak teratas dari model tersebut, kita harus menyadari bahwa emosi positif maupun negatif dapat dibangkitkan dari level mana saja dari empat level sebelumnya.

Ada 4 sumber nilai, yaitu:

  1. Proses, mengoptimalkan proses-proses bisnis dan memandang waktu sebagai sumber daya pelanggan yang berharga.
  2. Orang, karyawan diberi wewenang dan mampu menanggapi pelanggan.
  3. Produk/jasa/teknologi, keistimewaan dan manfaat produk dan jasa yang kompetitif, mengurangi gangguan produktivitas.
  4. Dukungan, siap membantu pelanggan yang butuh bantuan.

Jenis nilai:

  1. Nilai berbasis harga produk.
  2. Nilai kemudahan atau akses.
  3. Nilai berbasis pilihan.
  4. Nilai berbasis karyawan.
  5. Nilai informasi.
  6. Nilai asosiasi.
  7. Nilai yang memampukan.
  8. Nilai hubungan.
  9. Nilai keunikan pelanggan.
  10. Nilai kejutan.
  11. Nilai komunitas.
  12. Nilai ingatan.
  13. Nilai pengalaman.

Sumber pustaka:

Sumber digital:

https://www.caesarvery.com/2018/01/customer-value-nilai-pelanggan.html

https://www.barantum.com/blog/nilai-pelanggan-customer-value/

Silakan baca juga artikel berikut: