Monthly Archives: November 2021

Gerakan Perempuan Pekerja Sehat Produktif (GP2SP)

Standar

Saat ini jumlah pekerja perempuan mencapai 48 juta jiwa (36% dari seluruh jumlah pekerja) dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun (BPS, 2020). Dalam melaksanakan pekerjaannya, pekerja/buruh perempuan dihadapkan pada berbagai risiko yang berpotensi mengganggu kesehatan padahal perannya sangat besar sebagai penggerak perekonomian bangsa dan pencetak generasi penerus yang berkualitas.

Maraknya isu atau masalah dalam ketenagakerjaan, khususnya tenaga kerja perempuan seperti kekerasan dan diskriminasi mulai saat perekrutan, proses kerja, hingga ketika pindah kerja. Pelanggaran terhadap hak pekerja perempuan, seperti pelanggaran hak cuti melahirkan, hak memberikan ASI, hak cuti haid.

Pada kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini ancaman mengalami masalah kesehatan pada pekerja perempuan akan berlipat ganda yaitu risiko terinfeksi virus COVID-19, risiko kurang energi protein karena berkurangnya kemampuan ekonomi keluarga menyediakan makanan bergizi, bahkan risiko stres sehingga lalai memantau kesehatannya. Walaupun fokus perhatian bidang kesehatan saat ini adalah penanganan pandemi, namun kesehatan pekerja perempuan tidak boleh dilupakan.

Aku dan para sepupu adalah ibu rumah tangga yang juga menjadi perempuan pekerja. Ada yang berprofesi sebagai banker, dokter, desainer, pengacara, dosen, pengusaha, fotografer, konsultan, dan arsitek.

Menyikapi berbagai isu dan masalah dalam ketenagakerjaan tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah membuat solusi untuk menanganinya, yaitu :

  1. Membentuk UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
  2. Membentuk Permen PPPA No. 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender dan Peduli Anak.
  3. Membuat Kesepakatan Bersama antara Kemenkes, Kemendagri, Kemenaker dan Kemen PPPA tentang Gerakan Pekerja/Buruh Perempuan Sehat Produktif (GP2SP).

Gerakan Perempuan Pekerja Sehat Produktif (GP2SP) adalah upaya dari pemerintah, masyarakat, maupun pemberi kerja dan serikat pekerja/serikat buruh untuk menggalang dan berperan serta meningkatkan kepedulian dan mewujudkan upaya perbaikan kesehatan pekerja/buruh perempuan sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas generasi penerus.

Sumber: KemenPPPA

Sesuai kodratnya, pekerja perempuan mengalami haid, kehamilan, melahirkan dan menyusui sehingga memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang berbeda dengan laki-laki. Dalam usia reproduksi, pekerja perempuan mempunyai permasalahan kesehatan yaitu anemia gizi besi yang dapat mengakibatkan mudah sakit dan terjadi kecelakaan sehingga mengurangi produktivitas. Jika dia hamil maka berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Pekerja perempuan diharapkan dapat terus memberikan Air Susu Ibu (ASI) terutama ASI eksklusif agar gizi bayi/anak tercukupi. Mereka didorong untuk mempunyai pengetahuan tentang kesehatan perempuan dan keluarga karena pekerja perempuan mempunyai peran ganda sebagai pekerja dan juga memenuhi kodrat sebagai ibu, maka ia memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik.

Aku bersama Mamah juga dua adikku yang bekerja sebagai dokter dan seorang dosen. Mamahku tetap sehat dan aktif diusianya yang ke-71 tahun selepas pensiun sebagai dosen, alhamdulillah …
Aku bersama para iparku yang berprofesi sebagai dokter radiologi dan pengusaha.
Teman-teman perempuan AR89 ITB.
Aku dan sahabatku AR89 ITB diusia 50 tahun tetap sehat dan bisa berkarya dengan bahagia, masyaallah …
Ibu mertuaku berprofesi sebagai dokter internis. Beliau tetap sehat dan produktif hingga usianya menjelang 80 tahun. Ketika menjelang wafat pun hanya sakit sebentar saja, subhanallah …

Psikolog Rosdiana Setyaningrum, menegaskan penting menjaga kesehatan jiwa dan ketenangan pikiran dalam membentuk pribadi yang sehat fisik dan mental untuk menjaga produktivitas kerja. Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq, mengingatkan untuk tidak lupa menjaga kondisi tubuh tetap optimal, dibutuhkan imunitas yang tangguh untuk dapat mendukung tubuh beradaptasi dengan berbagai macam virus dan penyakit melalui asupan yang baik, seperti vitamin, mineral, maupun protein.

Menurut pandangan agama Islam produktivitas sesuai dengan firman Allah Yang Mahabaik lagi Mahabijaksana:

Dan katakanlah, “ Bekerjalah kamu, maka Allah dan
Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat
pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan
kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang
nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang
telah kamu kerjakan.”

Al-Quran QS. At-Taubah 9:105

Sila mampir membaca artikel lainnya di sini:

Kado Untuk Ulang Tahun Fahmina Ke-21

Standar

Profil Fahmina

Keberadaan Fahmina berawal dari pergumulan intelektual anak-anak muda yang berakar dari dunia pesantren. Ada semacam kegundahan terhadap etos sosial dan intelektual yang tidak lagi diperankan pesantren, karena penetrasi politik yang sangat dalam dan lama. Padahal, pada pendirian awalnya pesantren secara sengaja didesain untuk melakukan pembelaan terhadap rakyat, sekaligus melakukan pendidikan dan pengembangan intelektual untuk kepentingan rakyat.

Yayasan ini didirikan di Cirebon pada tanggal 10 Nopember 2000 oleh Husein Muhammad, Affandi Mochtar, Marzuki Wahid, dan Faqihuddin Abdul Kodir.

KH. Husein Muhammad pada perayaan ulangtahun Fahmina ke-11 di Cirebon. Sumber: https://fahmina.or.id/

Pilihan Fahmina pada awalnya adalah kerja-kerja strategis. Menyangkut pengembangan kultur dan budaya, terutama yang mewujud dalam pemahaman agama, agar menjadi landasan penciptaan cita-cita keadilan dan keberpihakan terhadap mereka yang lemah. Perempuan, sekalipun jumlahnya cukup banyak, tetapi sistem sosial yang patriarkhi menjadikan mereka sebagai obyek, dilemahkan dan rentan terhadap segala bentuk kekerasan. Tetapi kedekatan fahmina secara fisik dengan komunitas, menyulitkan fahmina untuk membuat pilihan ini secara tegas sebagaimana yang terjadi di kota-kota besar.

Sejak tahun 2001, baik perempuan korban, keluarga korban atau kelompok-kelompok pendamping menuntut fahmina untuk aksi, terjun langsung dan nyata dalam mengadvokasi perempuan korban kekerasan. Sekalipun yang ditangani fahmina, tidak seefektif dan sebanyak yang ditangani kelompok-kelompok pendamping; seperti WCC Balqis, FWBMI, Bannati, Puspita ass-Sakinah. Karena fahmina dalam banyak kesempatan, menekankan pentingnya berbagi tugas dengan melihat kemampuan dan keterbatasan lembaga masing-masing.

Pendekatan Fahmina telah mengembangkan wacana sosial dan keagamaan melalui pembacaan kritis dan kontekstual warisan intelektual Islam . Fahmina mengakui bahwa, di Indonesia, kita hidup dalam pengaturan sosial-budaya di mana agama merupakan pondasi lama untuk berpikir, berekspresi, tindakan dan kesopanan. Cirebon , tempat organisasi ini bekerja, dikelilingi oleh ratusan pusat pendidikan Islam tradisional yang dikenal sebagai pesantren. Para pendiri Fahmina juga lahir dan dibesarkan dari rahim tradisi ini keagamaan intelektual.

Lies Marcos dan Faqihuddin dalam sebuah acara Fahmina.
Gedung utama Fahmina di Kota Cirebon yang aku desain.

Fahmina dan Opus Prize 2013

Penerima Opus Prize di Washington DC Amerika Serikat tahun 2013.

Setiap tahun Opus Prize Foundation yang bermitra dengan beberapa universitas di AS memberikan Opus Prize kepada individu atau organisasi yang berhasil membuat perubahan dan menyelesaikan persoalan paling nyata yang dihadapi masyarakat disekitarnya. Universitas pendukung Opus Prize diantaranya adalah Marquette University dan Georgetown University.

Tahun 2013 salah satu pemenang Opus Prize adalah NGO Fahmina Institute yang berbasis di Kota Cirebon Jawa Barat Indonesia. Pemenang lainnya adalah dari negara Afganistan dan Amerika Serikat. Penghargaan ini tentu sangat membanggakan dan memberikan inspirasi bagi banyak lembaga swadaya masyarakat lainnya. Bahwa perjuangan dan komitmen untuk terus menerus menjalankan program yang mengangkat isu-isu kemiskinan, buta huruf, kelaparan, penyakit, dan ketidakadilan tanpa membedakan agama dan keyakinan adalah penting.

The Opus Prize recognizes unsung heroes of any faith tradition, anywhere in the world, solving today’s most persistent social problems. Given annually, this $1 million faith-based humanitarian award and awards for the other finalists are collectively one of the world’s largest faith-based, humanitarian awards for social innovation. Recipients are selected on the basis of their entrepreneurial spirit and abiding faith to address global issues like poverty, illiteracy, hunger, disease, and injustice. In November 2013 Georgetown University and the Opus Prize Foundation awarded the 2013 Opus Prize to Sakena Yacoobi, founder of the Afghan Institute of Learning in Afghanistan. The Fahmina Institute in Indonesia and Sister Carol Keehan, president of the Catholic Health Association in Washington, D.C., each won $75,000. 

Sumber: https://berkleycenter.georgetown.edu/opusprize

KH. Husein Muhammad sebagai salah satu pendiri Fahmina Institute mengatakan bahwa Fahmina percaya bahwa perubahan harus datang dari dalam masyarakat , membangun kekuatan dan tradisi sendiri . Kami yakin bahwa tujuan transformasi sosial tidak akan pernah tercapai jika organisasi terpisah dari akar sejarah masyarakat dan tradisi.

Fahmina Diera Kekinian

Dari pesantrenlah mereka memahami dan menerima doktrin agama bahwa agama diturunkan untuk manusia untuk tujuan mewujudkan nilai-nilai universal kemanusiaan. Alquran menyatakan bahwa peran agama adalah untuk membebaskan manusia dari kegelapan dan untuk memimpin mereka ke jalan cahaya “Li Tukhrij al – Nas min al- Zhukumat ila al – Nur”. Dunia kegelapan adalah dunia tirani dan penindasan , dunia cahaya merupakan salah satu pengetahuan dan keadilan. Nabi Muhammad berulang kali menekankan bahwa karya manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang mengurangi penderitaan manusia, menghilangkan rasa lapar, berbagi sukacita penuh ketulusan, dan menyebar kedamaian.

Fahmina dan beragam komunitas yang saling terhubung. Media sosial Fahmina: https://www.instagram.com/fahminainstitute/

Fahmina percaya bahwa agama tidak harus menjadi kekuatan politik dimanfaatkan oleh mereka yang berkuasa untuk merusak keragaman dan menindas orang. Sebaliknya, agama harus menjadi sumber kekuatan untuk mencerahkan, bergerak, dan memberdayakan masyarakat. Agama harus memberikan solusi nyata bagi masalah dan kesulitan manusia. Semua gerakan sosial-keagamaan harus ditujukan untuk mencapai keadilan, demokrasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Islam menekankan nilai-nilai normatif dan kewajiban universal. Islam dengan tegas menolak penindasan, arogansi, dan diskriminasi. Singkatnya, agama mengharuskan para penganutnya untuk berjuang keras (jihad) untuk mencapai dua tujuan simultan : untuk menciptakan masyarakat yang benar-benar berakhlak mulia dan untuk menghapuskan segala bentuk praktek tidak manusiawi.

VOA Indonesia menuliskan bahwa Fahmina adalah pusat riset, pengajaran dan jangkauan berbasis Islam yang progresif dan bersandarkan pada tradisi pesantren. Fahmina dianggap berhasil mengerakkan berbagai program inovatif untuk membangun komunitas di sekitar mereka dan mengajak warga memahami isu-isu pluralisme, kesetaraan gender, demokrasi, HAM dan berbagai isu-isu sosial lainnya.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits :

‏ إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخَلاقِ

Artinya : “Sungguh aku diutus menjadi untuk menyempurnaka akhlak yang mulia.”

Hadits in menegaskan bahwa Islam hadir ke dunia ini untuk memperbaiki akhlak manusia. Rasulullah SAW menyatakan bahwa manusia terbaik adalah manusia baik akhlaknya:

خَيْرُ النَّاسِ أحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Hadits ini menjadi sangat penting dan relevan pada saat

Sekarang di mana manusia berlomba-lomba memburu hal-hal yang bersifat duniawi yang sering tanpa menghiraukan norma-norma hukum agama – halal dan haram – maupun etika bermasyarakat. Berita-berita di media massa masih banyak dipenuhi hal-hal negatif seperti caci maki, ujaran kebencian, fitnah memfitnah, korupsi, penipuan, kejahatan, penganiayaan, pembunuhan dan sebagainya. Semua perbuatan itu merupakan perilaku yang tidak terpuji atau akhlak yang buruk. Semua perbuatan itu bertentangan dengan aturan-aturan agama Islam.

Ahsan al-Nas khalqan wa khuluqan. Beliau manusia yang tidak pernah berkata-kata buruk, apalagi mengutuk atau mencaci-maki orang lain, meskipun sering disakiti, dihina dan dicaci-maki.  Mereka mengatakan:

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَاحِشًا وَلاَ لَعَّاناً ولا سَبَّاباً

“Nabi saw. bukanlah orang yang biasa berkata-kata kotor, bukan orang yang suka mengutuk dan bukan pula tukang cacimaki,” [HR. Muslim dari Anas].

Fahmina dan KUPI

KUPI adalah akumulasi dari proses panjang gerakan sosial keagamaan sejumlah organisasi yang memprakarsai kongres ini. Oleh karena itu, membaca KUPI tidak bisa hanya memotret momentum saat itu saja, melainkan harus dikaitkan dengan proses panjang sebelumnya yang telah dilakukan oleh tiga organisasi yang memelopori penyelenggaraan KUPI, yakni Fahmina, Rahima, dan Alimat. Lebih dari itu, membaca KUPI harus juga membaca aktivitas dan gerakan para partisipan yang terlibat di dalamnya. KUPI adalah melting pot (titik temu-red) dari irisan banyak gerakan perempuan Indonesia sepanjang sejarah Indonesia.

Menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat, Fahmina dan KUPI menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  • Mendukung dan mendorong diwujudkannya syariat Islam yang Rahmatan Lil Alamin, yakni syariat yang menjadi rahmah bagi semua makhluk dan semesta, bagi semua warga bangsa terutama perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya. Syariat yang menjamin kesetaraan dan keadilan bagi laki-laki dan perempuan sebagai sesama hamba Allah dan sesama manusia.
  • Sebagaimana Allah SWT menegaskan dalam Surat Ali Imran ayat 195, Surat Al- Ahzab ayat 35, Surat Al- Hujuraat ayat 13. Syariat yang memberikan ruang partisipasi yang sama dan saling mendukung antara laki-laki dan perempuan untuk kebaikan, kemaslahatan dan ketakwaan, baik di ruang domestik maupun publik, sebagaimana disirat dan suratkan dalam dalam Al-Qur’an Surat AtTaubah ayat 71, dan Surat Al-Maidah ayat 2, serta direkam dalam lembar-lembar Sirah Nabawiyah.
  • Syariat yang memberikan jaminan kehidupan yang baik, di dunia maupun di akhirat, bagi laki-laki dan perempuan beriman sebagaimana dinyatakan dalam surat An-Nakhl ayat 97 dan Surat Ghaafir ayat 40.
  • Syariat yang berangkat dari Tauhid, dijalankan dengan Akhlakul Karimah, serta dibuktikan dengan perlindungan dan pemajuan hak perempuan, anak, dan semua kelompok mustadh’afin yang sebelum kehadiran Islam ternistakan.
  • Syariat yang adil, mendamaikan, melindungi dan menyetarakan semua manusia, sebagaimana sudah dicontohkan dan diperjuangkan oleh Rasulullah Saw dalam membangun peradaban Islam di Madinah bersama para sahabat dan sahabiyat.
Ulama perempuan untuk kemaslahatan manusia.

Ulama perempuan juga menetapkan bahwa kekerasan seksual dalam segala bentuknya, baik di luar maupun di dalam perkawinan, hukumnya haram. Ulama perempuan juga memandang bahwa perzinahan dan pemerkosaan adalah dua pidana (jarimah) (yang berbeda, baik dari sisi definisi, unsur-unsur, maupun sanksi pidana dan pembuktiannya. Pemerkosaan memiliki sanksi yang lebih berat dari perzinahan, karena ada tindak pidana pemaksaan (ikrah) yang dilakukan pemerkosa–yang pada umumnya–dengan memanfaatkan relasi kuasa. Dalam pemerkosaan, yang berdosa dan wajib dihukum adalah pemerkosa, sementara pihak yang diperkosa tidak berdosa dan tidak terkena sanksi apapun, malah wajib memperoleh perlindungan dan pemulihan. Ini ketentuan yang sangat baru, karena dalam banyak kitab fiqh tidak pernah dijelaskan perbedaan antara perzinahan dan pemerkosaan. Malah banyak pandangan fikih menyamakan perzinahan dengan pemerkosaan.

Tidak hanya isu perempuan, KUPI juga membahas isu kemanusiaan dan perusakan alam. Dalam keputusan musyawarah keagamaan ulama perempuan, hukum perusakan alam adalah haram mutlak, meskipun atas nama pembangunan. Pembangunan tidak boleh merusak alam (air, udara, tanah, flora, fauna, dan keseimbangan ekosistem). Apabila ada kerusakan akibat pembangunan, maka negara berkewajiban untuk memulihkannya (ishlahiha). Dalam keputusannya, negara wajib menghukum seberat-beratnya pihak-pihak yang merusak alam, utamanya korporasi, pengusaha besar, dan mereka yang merusak dengan menggunakan kekuasaan politik.

Yuk, hadir bersama dalam ruang virtual pada:Hari dan tanggal: Jumat, 26 November 2021, pukul: 19.00 WIB.

Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) akan menggelar acara peluncuran KUPIPEDIA. KUPIPEDIA adalah ensiklopedia digital yang memuat seluruh dokumen, informasi, dan pengetahuan tentang Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Ensiklopedia ini akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan data yang sesuai dengan entri dan rubrik KUPIPEDIA.

Dirilis-nya KUPIPEDIA ke publik adalah sebuah terobosan inovatif dalam mengimbangi perkembangan kecepatan teknologi informasi saat ini. Kehadiran KUPIPEDIA tentu akan semakin menggencarkan dan meramaikan wacana dan pandangan keagamaan moderat dan nilai-nilai progresif Islam. Semoga eksistensi keulamaan perempuan dan jejaring keulamaan perempuan akan semakin kuat dan berkembang.

Selamat Ulangtahun Ke-21 Fahmina

Walau telat aku ucapkan selamat ulangtahun ke-21 Fahmina tanggal 10 November 2021, Barakallah …

Barakallah …

Simak juga artikel menarik lainnya di link berikut:

Kenangan Bersama VW Combi Mobil Legendaris

Standar

Penulis: Rachmad Aziz M, 14 Agustus 2011.

Alhamdulillah … Kemarin sudah selesai proses transaksi penjualan VW Combi kesayangan.

Di awali dengan menjemput Pembeli ke rumahnya lalu kami bersama ke Bank BCA di Pondok Indah Mall (PIM), karena hanya di PIM lah BCA terdekat yang buka di hari Sabtu. Dalam perjalanan kami ngobrol, ternyata Pembeli adalah alumni Teknik Mesin ITB 89 yang pernah kerja di Schumberger (baca Slambersi), kemudian sekarang di perusahaan pesaing Schumberger. Pantas saja kalo uangnya banyak, hingga tetap membeli Combi saya dengan harga cukup tinggi meskipun sudah saya jelaskan segala kekurangannya, sementara yang lain sudah pada mundur teratur termasuk bos-bos VW besar seperti Mas Rosyid – Jogja, Mas Yudi Yumos – Semarang, pegawai Pertamina Mbalongan, kolektor di Cilacap dsb.

Pembeli kita ini memang sangat menyukai VW, bapaknya seorang pensiunan Departemen Luar Negeri, juga punya VW Kodok. Kecilnya dulu waktu SD sampai SMA di India di antar jemput Combi Merah Putih punya kedutaan. Waktu kuliah juga pernah pinjam Combi temannya dibawa ke gunung Pengalengan kalau gak salah. Ketika ngobrol, saya tanya VW ini mobil kedua ya Pak … ternyata VW ini bakal jadi mobil ketiga. Mobil pertamanya disimpan dalam garasi (pasti lebih mahal), lalu mobil keduanya Xenia untuk antar jemput anak sekolah (sekolahnya di High Scoop yang terkenal muahal. SPP nya 2 juta (tahun 2008), tempat sekolah cucunya Bu Dhe Amin), lalu satu lagi Combi untuk hobi dan week end, camping, jalan-jalan denga keluarga katanya.

Setelah transaksi selesai, lalu saya antar Pembeli ini ke bengkel tempat montir panggilan saya bekerja. Montir saya cerita bahwa bengkelnya yang sekarang bagus, sebanding dengan kualitas bengkel VW Smart Jogja punya Mas Rosyid. Di sana bisa lihat sendiri hasilnya. Lalu saya dengan semangat mengantar Pembeli ini ke sana, karena pengin juga lihat-lihat Combi lain. Setelah keluar dari jalan tol, memang kami langsung bertemu dengan sebuah bengkel VW, tapi kesannya kumuh karena cuma pakai atap terpal. Kemudian saya jelaskan bukan itu kok bengkelnya.

Akhirnya ketemu dengan montir saya itu dan diarahkan ke bengkelnya. Namun ternyata bengkelnya secara fisik lebih parah, masuk gang kecil, kemudian masuk sebuah rumah dengan halaman luas, dan di halaman itu lah ada 5 Combi yg sdg bergelimpangan. Tanpa atap, atap hanya untuk mengecat. Pembeli saya awalnya agak kaget juga. Namun setelah lihat-lihat dan mengobrol dengan pemiliknya, kelihatannya orangnya juga baik-baik saja. ( Btw…kayaknya saya ini jadi penjual yg baik sekali ya…, mau nganterin mobilnya ke rumah, nganterin ke Bank, lalu nganterin ke bengkel pula.. tapi karena senang bawa VW itulah saya mau aja nganter-nganter … he3 … ).

Di antara sekian banyak Combi, ternyata mantan Combi kita itu lah bodinya yang paling bagus, paling lempeng, paling kenceng, paling ngaleng dan mulus. Namun demikian, memang, ketika saya mencoba Combi Pemilik Bengkel, ternyata mesinnya jauh lebih enak, tarikannya sangat lancar, tidak seperti Combi saya yang kalau digas seperti nyendak-nyendak dulu. Kemudian suaranya lebih halus, serta enteng ngegasnya. Setirnya juga jauh lebih enteng meski tanpa power steering. Koplingnya sangat enteng, mungkin lebih enteng dari Avansa sekalipun. Jok kursinya juga masih asli dengan per-per yang empuk serta mblesek duduknya kayak di sofa. AC nya juga dingin dengan system semprotan dari bawah dashboard seperti mobil-mobil baru. Setelah pulang, malamnya saya di telpun sama pemilik bengkel itu, beliau cerita bahwa Combinya itu memang mesinnya masih asli bawaan dari combi Germannya. Pantas saja memang “lenyer” sekali, gak seperti combi saya yang nyendal-nyedal, he3 …

Sempat terbersit juga pengin punya Combi lagi yang nyaman seperti itu. Saya ingat pesan Mas Umar, “Jangan miara Combi nanti gak punya waktu buat olah raga malah ngurusin dan mikirin Combi melulu he3 …,” Aku juga ingat bahwa mesin Combi tidak menggunakan radiator, jika macet-macet sepertinya khawatir mesin rusak atau mogok. Walau masih ada kemungkinan membeli VW Carravel yang ada radiatornya dan harganya juga dibawah 90 juta, namun  tetap saja khawatir nanti kalau harus bolak-balik ke bengkel, buang-buang uang lagi.

Akhirnya saya berusaha membuang jauh-jauh keinginan itu.  Di samping itu memang kalau punya Combi itu harus gaul dengan sesama VW-ers, supaya kalau ada apa-apa bisa saling bantu, karena mobil sudah langka, onderdilnya lama kelamaan jadi langka juga. Kenikmatan mengendara VW itu kalo jarak jauh atau kalo lagi konvoi, seperti yang saya rasakan ketika mengikuti acara Bandung Lautan VW. Memang sangat menyenang ketika konvoi di tol, ketemu rombongan konvoi lain di tol, lalu di Bandung semua kumpul dan konvoi  lagi.

Namun demikian, setelah saya pikir-pikir, rasanya saya tidak punya waktu banyak lagi, benar kata Mas Umar, waktu saya bisa habis untuk VW, yang namanya mbetulin AC waktu itu, bisa bolak-balik dua/tiga kali hari minggu seharian di bengkel. Walau akhirnya menemukan montir yang bagus dan sekarang sudah dingin, setelah ganti 5 montir (di Solo 2 kali, di Jakarta 3 kali).   

Pada acara-acara komunitas VW ya begitu juga. Selama dua hari -week end- pergi-pergi, di sanapun acaranya juga hanya ngobrol-ngobrol, nongkrong-nongkrong, pamer-pameran VW, jual beli spare part, panggung gembira dan musik, slalom test yang mobil dan sopirnya itu-itu juga, foto-foto, sepeda santai, camping, dsb. Lalu kapan waktu untuk silaturahmi, waktu untuk kajian dan baca Al-Qur’an, waktu untuk kegiatan sosial dan amal. Masak waktu hanya habis untuk kesenangan sendiri saja.

Lebaran di Cirebon dan Solo, mudik mengendarai VW Combi harus siap mogok ha3 …
Kindi senang sekali bisa jalan-jalan naik VW Combi.
VW Combi bisa mengangkut sepeda anak-anak sebanyak itu menuju CFD Jakarta.

Baca juga artikel : VW Combi Selalu Menarik Hati

Mas dijemput di sekolah setelah kegiatan Pumping Student pakai VW Combi, happy sekali …
Kaka saat wisuda SMP di TMII diantar pakai VW Combi. Tapi sudah dipasang kertas for sale …

Begitulah … Akhirnya dengan penuh ikhlas dan ridho saya tinggalkan dunia VW. Bahkan saya berfikir uangnya buat amal jariah, investasi usaha yang dapat dikelola oleh pesantren untuk menghidupi pesantren. Misalnya bikin percetakan yag dikelola pesantren atau yang lain. Namun saya belum menemukan jalan. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta’ala memberi jalan yang terbaik bagi dunia akhirat. Aamiin …

Baca juga artikel menarik lainnya di link berikut:

Islam Glorifies Women, Stop Violence Against Women

Standar

In Islam, women have a very special place. Islamic teachings really value women. The verse in the Qur’an clearly states that the presence of Islam has eradicated the depraved practice of the Quraysh who liked to bury baby girls, for fear of poverty. In fact, Allah dedicated a letter in the Qur’an with the name: An-Nisa. A letter that generally gives a message to protect and at the same time glorify the vulnerable in society, such as orphans and widows, and women in general.

Me and my friend attended Islamic studies in a mosque, barakallah …

Sirah Nabawiyah, also very clearly provides many illustrations of how the Prophet shalallaahu alaihi wassalaam really appreciates his wives (Al-Munajjid, 2014). Another hadith teaches how women (mothers) have the right to be respected first than men (fathers) (HR Albukhari 5971) and the privilege of taking good care of daughters (HR Albukhari 1418).

Faraidl law (division of inheritance) provides the formula: that women’s rights are half of men’s rights. If this verse is read without understanding the context, it can often raise tensions. This is an extraordinary revolution, in honoring women. As one proof of women’s starting position in Islam, Islamic teachings give women the right to own property.

I also invite men to campaign for the glorification of women. The obligation to defend women is not only on the shoulders of women. Men, as the Qur’an commands, must be the guardians of women. This is the concept of qiwamah. Yusuf Ali translated the beginning of Surat An-Nisa : 34 as “men are the protectors and maintainers of women …”. In line with that, Pickthall translates it as “men are in charge of women …”. “In charge”, in English has the nosy “in control or with overall responsibility”. The Indonesian Ministry of Religion’s translation reads “the man (husband) is the protector of the woman (wife)”.

It was narrated by Amru bin al-Ahwas ra, that the Prophet shalallaahu alaihi wassalaam said: “You all instruct one another to do good to women, because they are often considered captives (someone you don’t count on). In fact, you have absolutely no rights over them, except with that (doing good).”(Sunan Ibn Majah, no. Hadith: 1942).

Partisanship against women for the Prophet shalallaahu alaihi wassalaam is a necessity, because Allah subhanahu wa ta’ala through His Word has emphasized the humanity of women, which indeed in many civilizations women are still considered goods and not humans. Then the Qur’an is here to give confirmation that men and women are both human beings who are given the same tasks and promises by Allah, the Most Gracious, the Most Just.

We Muslims as followers must of course carry out the teachings of Islam well, namely: “mutual will” continuously in order to ensure that women get goodness, because in the social context women are still often subjected to violence, humiliated, marginalized, and their rights are ignored.

The Messenger of Allah shalallaahu alaihi wassalaam ushered in Islam as an enlightener to restore the dignity of women who were no longer judged as inferior beings. Rather it humanizes women as creatures of character. “And We have not sent you, but to be a mercy for the worlds.” QS. Al Anbiya : 107.

Islam is here to create peace and release the shackles of women in the jahiliyah era who were seen as having a low position. Islam is also present as a form of grace or gift given to all people, including women.

Listen, Care, Respond.

This campaign and socialization is very necessary to show that violence against women is already an emergency and needs attention, and also to get empathy from all parties. Let’s start paying attention to the condition of those closest to us, prevent violence against women by listening to their complaints, caring about their condition and responding to what they experience.

Because the key to stopping violence against women is in your hands. Let’s participate in the House of Representatives campaign for the Day of Anti-Violence Against Women by uploading a photo with one hand raised with the words ‘Listen, Care, Respond’. Listen for signs of people being abused. Caring and dare to intervene. Respond by providing moral support and not blaming the victim.

Based on information from the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection (Kemen PPPA) Republic of Indonesia, victims of violence can report via:

Call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

WhatsApp number 08111129129.

KPPA RI

Islam Memuliakan Perempuan

Standar

Memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (International Day for the Elimination of Violence against Women) di tanggal 25 November, yuk! ikut serta dalam kampanye “Dengarkan, Peduli dan Respon” perihal kasus kekerasan terhadap kaum perempuan yang semakin kompleks dan meluas di lingkungan sekitar.

Dengarkan, Peduli, Respon.

Kampanye dan sosialisasi ini sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan sudah dalam kondisi darurat dan perlu diperhatikan, pun juga mendapatkan empati dari seluruh pihak. Mari mulai perhatikan kondisi dari yang terdekat, cegah kekerasan terhadap perempuan dengan mendengarkan keluhan mereka, peduli akan kondisi mereka dan respon akan apa yang mereka alami.

Karena sejatinya kunci untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan ada pada tangan Anda. Mari ikut serta dalam kampanye DPR Republik Indonesia untuk Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dengan meng-upload foto dengan satu tangan terangkat bertuliskan ‘Dengarkan, Peduli, Respon’,

  1. Dengarkan tanda-tanda orang yang mengalami kekerasan.
  2. Peduli dan berani melakukan intervensi.
  3. Respon dengan memberikan dukungan moral dan tidak menyalahkan korban.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Komnas Perempuan dibentuk melalui Keputusan Presiden No. 181 Tahun 1998, pada tanggal 9 Oktober 1998, yang diperkuat dengan Peraturan Presiden No. 65 Tahun 2005.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) adalah Lembaga HAM Nasional (LNHAM) yang lahir dari Tragedi Mei 1998, dan diberikan mandat untuk menyebarluaskan pemahaman atas segala bentuk kekerasan terhadap perempuan Indonesia, upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan, serta penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. 

Sejak tahun 2001, Komnas Perempuan menjadi inisiator sekaligus fasilitator dalam Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) atau disingkat sebagai K16HAKTP yang diselenggarakan secara nasional. Tahun 2021 ini, Komnas Perempuan kembali mengkoordinasikan jaringan masyarakat sipil di berbagai daerah, serta menggerakkan publik agar terlibat aktif dalam Kampanye 16 HAKTP dengan menyuarakan pesan “#GerakBersama dan Suarakan: Sahkan RUU mengenai Kekerasan Seksual yang Berpihak Pada Korban”. Pesan ini dirumuskan oleh Komnas Perempuan bersama Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) melalui serangkaian pertemuan, untuk menekanan bahwa Undang-Undang mengenai Kekerasan Seksual yang memuat kepastian hukum untuk pencegahan, perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual telah dinanti dan harus segera diwujudkan.  

Data Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Sebagai agenda rutin tahunan, menjelang perayaan Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meluncurkan Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan (CATAHU), sebuah laporan tahunan tentang kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang diterima oleh berbagai lembaga masyarakat maupun institusi pemerintah di hampir semua provinsi di Indonesia.

Sumber: Komnas Perempuan

“Penting untuk dipahami bahwa data yang disajikan dalam CATAHU hingga saat ini masih berupa indikasi dari puncak gunung es persoalan kekerasan terhadap perempuan. Data yang terhimpun adalah terbatas pada kasus di mana korban melapor, dan juga pada jumlah dan daya lembaga yang turut serta di dalam upaya kompilasi ini. Maka ketika jumlah data meningkat bukan berarti jumlah kasus kekerasan pada tahun sebelumnya lebih sedikit, melainkan jumlah korban yang berani untuk melaporkan kasusnya menjadi lebih banyak dan akses mereka untuk melaporkan juga lebih luas”, demikian disampaikan Andy Yentriyani dalam sambutannya.

Jumlah pengaduan ke Komnas Perempuan pada tahun 2020 meningkat drastis sebesar 60%, yaitu dari 1.413 kasus di tahun 2019 menjadi 2.389 kasus di tahun 2020. Peningkatan jumlah pengaduan juga dimungkinkan karena bentuk penerimaan laporan secara online. 

Bertambahnya jumlah pengaduan ke Komnas Perempuan juga menunjukkan kerentanan terjadinya kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi Covid-19. Namun secara keseluruhan jumlah kasus dilaporkan berkurang karena kuesioner yang dikembalikan menurun hanya sekitar 50 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, sebagian besar kuesioner yang dikembalikan berasal dari lembaga yang berlokasi di Pulau Jawa dengan dukungan infrastruktur yang relatif lebih memadai.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) para korban kekerasan dapat melapor melalui:

Layanan call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Layanan melalui WhatsApp di nomor 08111129129.

Sumber: Kemen PPPA

Berbagai bentuk beserta data jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi sepanjang tahun 2020 dalam CATAHU 2021 dapat diunduh melalui situs komnasperempuan.go.id. CATAHU 2021 juga memuat rekomendasi yang ditujukan kepada berbagai lembaga tinggi negara mulai dari DPR RI, Presiden RI, kementerian koordinator, berbagai kementerian Lain, lembaga penegakan hukum, lembaga nasional HAM, dan lembaga non struktural lainnya, lembaga internasional, lembaga donor, dan kelompok bisnis. 

Islam Memuliakan Perempuan

Dalam Islam, perempuan mendapatkan tempat yang sangat spesial. Ajaran Islam sangat menghargai perempuan. Ayat dalam Al-Qur’an dengan jernih menyampaikan bahwa kehadiran Islam telah menghapuskan praktik bejat Kaum Quraisy yang suka menguburkan bayi perempuan, karena takut kemiskinan. Bahkan, Allah mendedikasikan sebuah surat dalam Alquran dengan nama: An-Nisa. Surat yang secara umum memberikan pesan untuk melindungi dan sekaligus memuliakan kaum yang rentan dalam masyarakat, seperti anak yatim dan para janda, dan perempuan secara umum.

Sirah Nabawiyah, juga dengan sangat jelas memberikan banyak ilustrasi bagaimana Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam sangat menghargai istri-istrinya (Al-Munajjid, 2014). Hadis lain mengajarkan bagaimana perempuan (ibu) lebih berhak dihormati lebih dahulu dibandingkan laki-laki (bapak) (HR Albukhari 5971) dan keistimewaan merawat anak-anak perempuan dengan baik (HR Albukhari 1418).

Hukum faraidl (pembagian waris) memberikan rumus: bahwa hak perempuan adalah separoh dari hak laki-laki. Jika ayat ini dibaca tanpa pemahaman konteks, seringkali dapat menaikkan tensi. Ini adalah revolusi yang luar biasa, dalam memuliakan perempuan. Sebagai salah satu bukti posisi mulai perempuan dalam Islam, ajaran Islam memberikan hak kepada perempuan untuk memiliki properti.

Kekerasan terhadap perempuan yang menjadi pokok bahasan RUU PKS, juga nampaknya perlu diletakkan dalam konteks. Konteks ajaran agama dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia perlu selalu dijadikan rujukan.

Aku juga mengajak, para laki-laki untuk mengkampanyekan pemuliaan perempuan. Kewajiban membela perempuan bukan berada di pundak perempuan saja. Laki-laki, sebagaimana diperintahkan Al-Qur’an, harus menjadi pelindung (guardian) perempuan. Ini adalah konsep qiwamah. Yusuf Ali menerjemah bagian awal Ayat 34 dari Surat An-Nisa dengan “men are the protectors and maintainers of women …”. Senada dengan itu, Pickthall menerjemahkannya dengan “men are in charge of women…”. “In charge”, dalam bahasa Inggris mempunyai nosi “in control or with overall responsibility”. Terjemahan Kementerian Agama RI menuliskan “laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri)”. 

Diriwayatkan oleh Amru bin al-Ahwas ra, bahwa Nabi shalallaahu alaihi wassalaam bersabda:

“ Saling berwasiatlah kalian semua, untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka seringkali dianggap tawanan (seseorang yang tidak diperhitungkan oleh kalian). Padahal, sesungguhnya kalian tidak memiliki hak sama sekali atas mereka, kecuali dengan hal tersebut (berbuat baik). 

(Sunan Ibn Majah, no.Hadist:1942).

Pemihakan terhadap perempuan bagi Nabi shalallaahu alaihi wassalaam merupakan sebuah keniscayaan, sebab Allah subhanahu wa ta’ala melalui Firman-Nya sudah menegaskan tentang kemanusiaan perempuan, yang memang dalam banyak peradaban perempuan masih dianggap sebagai barang dan bukan manusia. Kemudian al-Qur’an hadir untuk memberikan penegasan bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama-sama manusia yang diberi tugas serta janji yang sama oleh Allah Yang Mahamulia lagi Mahaadil.

Kita kaum muslimin sebagai pengikutnya tentu harus menjalankan ajaran Islam dengan baik yaitu: “saling berwasiat” secara terus menerus agar memastikan perempuan mendapatkan kebaikan, karena dalam konteks sosial perempuan masih sering mendapatkan kekerasan, direndahkan, dipinggirkan, dan hak-haknya pun diabaikan.

Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam mengantarkan Islam sebagai pencerah mengembalikan martabat perempuan yang tidak lagi dinilai sebagai mahkhluk yang rendah.  Melainkan memanusiakan perempuan sebagai makhluk yang berkarakter.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

QS. Al Anbiya’ ayat 107

Islam hadir menciptakan kedamaian melepaskan belenggu perempuan pada jaman jahiliyah yang dipandang memiliki kedudukan yang rendah. Islam juga hadir sebagai bentuk rahmat atau karunia yang diberikan pada semua umat, tak terkecuali dengan perempuan.

Baca juga nih artikel menarik lainnya di link berikut:

Temu Bakat Kaka

Standar

Personal Branding

Masing-masing tema bakat diberi petunjukkan warna pada sisi depannya. Adapun arti pewarnaannya adalah sebagai berikut :

Warna merah menandai bakat urutan 1 sampai dengan 7.

Warna kuning menandai bakat urutan 8 sampai dengan 14.

Warna Merah (Dominan):

Warna Merah menandakan area kekuatan dominan Anda. Perhatikan! Klaster aktivitas mana yang banyak memiliki warna merah pada kotak aktivitas bagian dalam. Apabila terdapat klaster yang memiliki kotak aktivitas dalam berwarna merah menandakan anda memiliki potensi kekuatan pada klaster aktivitas tersebut. Contohnya, bila banyak berkumpul warna merah pada klaster aktivitas Generating Idea, menandakan anda lebih memiliki potensi kekuatannya OTAK KANAN. Atau misalkan juga apabila banyak warna merah pada Serving, menandakan Anda juga memiliki potensi kekuatan interpersonal berupa senang memberi pelayan atau bantuan (to serve) kepada orang lain.

Pelajari dengan seksama, semua potensi kekuatan Anda (warna Merah) dan pastikan bahwa Anda memang dapat merasakan bagaimana Anda akan semakin kuat apabila melakukan kegiatan tersebut.

ANALYST (ANA) Anda menikmati proses menganalisa angka maupun data yang rumit. Pola pikir Anda yang terstruktur dan penuh ketelitian membuat Anda terlihat cukup mudah mengurai data, mencari ketertaitannya, serta mencari solusi atas kerumitan data tersebut.

CARETAKER (CAR) Anda memiliki sensitifitas yang tinggi dalam merasakan apa yang orang lain rasakan, hal ini membuat Anda semakin mudah tergerak untuk menolong orang-orang yang membutuhkan perawatan atau bantuan di sekitar Anda. Membuat orang lain pulih secara fisik ataupun mental membuat Anda bahagia. Anda percaya bahwa setiap tindakan positif Anda sudah menjadi bagian dari tugas kehidupan sebagai manusia.

DESIGNER (DES) Anda seorang yang benaknya selalu dipenuhi ide-ide kreatif, namun Anda juga menggunakan analisa untuk membantu memastikan kebenaran dan kesempurnaan hasil kerja Anda. Pola pikir Anda yang begitu sistematis memudahkan Anda untuk memilah sumber inspirasi yang paling relevan dengan apa yang Anda sedang kerjakan.

OPERATOR (OPE) Anda lebih nyaman beraktifitas dimana Anda bekerja mengikuti prosedur (SOP) yang jelas dan pasti. Anda adalah seorang pekerja keras yang ringan tangan dalam membantu orang lain dan cukup fleksibel menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapi.

SAFEKEEPER (SAF) Anda adalah seorang yang sistematis dan taat terhadap aturan, yang memiliki tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi. Anda tidak ragu untuk mengawasi dan mengendalikan orang lain demi terlaksananya tata aturan yang sudah disepakati.

SERVER (SER) Anda memiliki jiwa pelayanan yang tinggi. Secara insting, Anda selalu tergerak untuk menolong orang lain, bahkan cenderung mengedepankan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri , apalagi jika Anda merasa bahwa itu sudah menjadi tanggung jawab Anda. Anda terlihat luwes dalam berkomunikasi dengan orang lain, bahkan terkadang mampu membawa suasana menjadi lebih cair.

Warna Kuning (Sedang):

ADMINISTRATOR (ADM) Anda seorang yang memiliki pola kerja yang terstruktur, terencana, rapih serta menjunjung tinggi tanggung jawab dan ketaatan terhadap tata tertib. Bekerja tekun dan rela mengulurkan tangan untuk membantu orang lain menjadi ciri khas Anda dalam bekerja dan berelasi.

ARRANGER (ARR) Anda senang mengatur dan menata berbagai sumber daya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Anda tidak ragu untuk meminta orang lain untuk menjalani keputusan strategis yang telah Anda ambil.

CREATOR (CRE) Anda adalah seorang yang dalam benaknya sangat penuh dengan ide-ide, terutama terkait dengan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Wawasan Anda yang luas membuat Anda terlihat mudah menentukan jalan paling jitu untuk mencapai impian Anda.

DISTRIBUTOR (DIS) Anda adalah seorang yang strategis dan adaptif terhadap perubahan situasi yang mendadak, namun Anda tetap berpegang teguh terhadap kaidah yang berlaku. Pola pikir sistematis yang Anda miliki membuat Anda terlihat mudah dalam menata beragam sumber daya untuk membantu orang lain.

EDUCATOR (EDU) Anda orang yang sabar dan telaten dalam memberikan penjelasan dan bimbingan kepada orang lain agar lebih berhasil dan berkembang. Anda suka mempelajari hal-hal baru untuk mengembangkan kemampuan diri dalam mengajar dan melatih dengan cara yang paling optimal, yang paling sesuai dengan karakteristik unik anak didik.

MARKETER (MAR) Anda seorang yang berpikiran strategis dan penuh ide, dimana Anda dapat menjelaskan atau menuliskan sesuatu dengan cara yang sangat menarik sehingga perhatian orang lain tertuju pada karya yang Anda usung.

VISIONARY (VIS) Anda seorang yang dapat melihat jauh ke depan melampaui cakrawala baik secara insting maupun intuisi. Anda seorang pemimpi yang tidak nyaman dengan batasan-batasan yang mengekang. Anda mungkin tidak dapat secara gamblang menjelaskan alasan impian Anda, namun Anda tahu benar bahwa itulah impian yang paling tepat untuk dikejar.

Dengan demikian, FOKUS PADA KEKUATAN DAN SIASATI KETERBATASAN merupakan pendekatan yang terbaik agar setiap orang dapat berkontribusi secara maksimal. Setelah mengetahui dengan pasti kekuatan dan keterbatasan Anda, maka tanggung jawab Anda berikutnya adalah memberitahu atasan, rekan dan bawahan Anda, agar Anda dapat benar-benar memberikan kontribusi sepenuhnya terhadap organisasi.

Typology

ANALYSING Aktivitas seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu secara metodologis untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu, kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.

CARING Kegiatan yang menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap orang lain baik itu dari sisi fisik, medis atau kesejahteraan umum, seperti tugas perawatan atau kerja sosial

DESIGNING Membuat rancangan detail dari suatu produk, sistem, atau bangunan.

OPERATING Menjalankan atau mengoperasikan mesin, peralatan, proses, atau sistem.

SAFEKEEPING Menjaga keselamatan untuk memberi rasa aman kepada mahluk hidup dari resiko kecelakaan atau bahaya lainnya.

SERVING Melayani orang lain dengan tulus dan profesional.

BAKAT adalah pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang berulang-ulang, alami dan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas. Setiap orang memiliki 7 (tujuh) bakat dominan yang menjadi potensi kekuatan diri. Menurut definisi disini, Bakat adalah sifat yang dapat dimanfaatkan untuk produktivitas.


KEKUATAN adalah kegiatan yang disukai (Enjoy), mudah menguasainya (Easy), hasilnya bagus (Excellent) dan bermanfaat/menghasilkan (Earn) atau dikenal juga dengan “4E-ACTIVITIES”. Sesungguhnya setiap individu memiliki lebih dari satu kekuatan. Kekuatan dinyatakan dalam kata kerja (aktivitas).


MINAT terhadap aktifitas (atau Strength Statement) adalah sikap yang membuat seseorang senang akan obyek, situasi, atau ide-ide tertentu. Memiliki perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari serta mengulangi obyek yang disenanginya. Minat terhadap aktivitas produktif inilah yang bisa tergambar di dalam Strength Statement, sedangkan minat di luar itu tidak tergambar. Strength Statement memberi pengertian lebih luas tidak hanya minat, namun juga pengakuan akan kemampuan, kelebihan atau kompetensi diri terhadap pilihan-pilihan yang diberikan.

Yuk! mampir membaca artikel menarik lainnya di sini:

Perempuan Korban KDRT, Bangkitlah!

Standar

Matahari baru saja sepenggalahan naik. Semburat hangat masuk lewat celah jendela menemaniku yang sedang asyik menarikan jemari di atas ‘keyboard’. Di luar sana suasana sepi, karena rumahku berada di komplek yang dibangun tahun enampuluhan dengan mayoritas pemiliknya kini sudah lansia.

Lonceng ‘klonangansapi‘ yang tergantung di pagar rumah berdentang. Ooohhh … Pasti Mbah Eja datang untuk memulai bekerja mencuci dan menyetrika di rumahku. Loh … Dia tidak sendiri. Ada seorang perempuan muda di belakangnya. Siapa ya? Ais nama perempuan itu, bermaksud meminjam uang untuk membayar hutang sewa kios tempatnya berdagang di sebuah pusat grosir.

Aku belum mengiyakan akan memberi atau tidak. Tanyaku spontan, “Ais kan punya suami … Kok sampai minta diantar sama Mbah Eja?” (Ah … Entah mengapa ‘feeling‘ ku mengatakan ada yang tidak beres dengan Ais). Benar saja … Ais malah menangis. Duh … Salahkan pertanyaanku? Lalu meluncurlah cerita memilukan ini dan membuatku mengelus dada.

Suami Ais menghilang berminggu-minggu. Ketika pulang hanya semalam dua malam saja. Itupun tanpa membawa hasil dari kios yang mereka sewa untuk berdagang. Ais bingung. Apalagi anak semata wayangnya akan masuk taman kanak-kanak dan memerlukan uang untuk biaya pendaftaran dan seragam. Ais penasaran. Tanya sana, tanya sini, sampai mengendap bagai detektif  mengikuti suaminya pulang kerja menjaga kios.

Loh … Kok malah ke sebuah tempat kos-kosan dekat pusat grosir bukannya ke kontrakan mereka? Rupanya suami Ais sudah punya perempuan lain. Selingkuh. Hati perempuan mana tak hancur lebur menjadi bubur ? Ais pun mengadukan masalah ini kepada orangtuanya. Panas membara hati orangtua mendapati anak perempuan yang mereka kasihi telah dikhianati. Duh … Suami Ais memang keterlaluan.  Kelabakan dia saat perempuan itu hamil.

Kini telah lahir seorang anak laki-laki yang tak bisa dibuatkan akte kelahirannya karena orangtuanya menikah siri. Tak ada nafkah kepada Ais sebagai istri yang sampai saat ini belum di cerai resmi. Tak ada biaya sekolah dan keperluan bagi anak perempuan mereka yang sering merengek menanyakan dimana ayah ? Tak ada komunikasi untuk menyelesaikan masalah ini! Ais korban poligami dari seorang laki-laki yang tahu diri.

Aku sungguh geram … Tapi apa yang bisa ku bantu untuk Ais? Akhirnya Ais tak kupinjami uang. Tapi aku beri saja setengah juta rupiah untuk menutup hutang kiosnya. Sekarang Ais sedang berusaha mendapatkan surat cerai yang katanya juga sangat mahal. Padahal berapa sih upah sebagai penjaga kios milik oranglain? Belum untuk sewa kontrakan, biaya sekolah anak perempuannya, makan sehari-hari …

Kisah ini belum berhenti. Ais memiliki kakak perempuan satu-satunya bernama Ati. Serupa nasib mereka. Ati pun ditinggal suami yang selingkuh. Modus yang sama pun terjadi. Tak pulang-pulang ke rumah, tak memberi nafkah, bahkan kerap marah-marah tak tentu arah. Curiga … Pastilah ada rasa tak nyaman dengan perilaku suami yang tak seperti biasanya.

Ooohhh … Luka berdarah-darah hati Ati menemui suami ada di rumah kontrakan teman sendiri. Lahirlah dua anak yang juga tak bisa dibuatkan akte kelahiran karena tak ada surat nikah resmi. Ati tak kuasa lagi menahan penderitaan dan meminta cerai. Sungguh terlalu … Permintaan baik-baik itupun tak dipenuhi walaupun Ati sudah bilang akan mengurus pakai uangnya sendiri. Bayangkan ini sudah tahun yang kelima Ati ditinggal begitu saja oleh suami. Sebulan lalu Ati dilamar seorang laki-laki. Bingung …. Bagaimana status dirinya bila kelak akan menikah lagi?

Ais dan Ati korban poligami yang dipilih oleh laki-laki tak berhati nurani. Poligami sering menjadi bahan diskusi, dari hotel berbintang, kampus terkenal, pesantren, blog keroyokan seperti kompasiana, bahkan sampai di ranjang pribadi. Senyatanya aku belum pernah bertemu langsung dengan perempuan yang suaminya memilih poligami dan dia bilang ‘Mba Dewi … ReallyI’m Happy my husband choise Polygamy.’ Yang kutemui adalah perempuan korban poligami seperti Ais dan Ati.

Baca juga kisah menarik lainnya di link berikut:

Wahai Perempuan … Bangkitlah! Walau Kau Pernah Disakiti

Standar

Semalam aku membaca sebuah fiksi karangan Dian Yasmina Fajri  berjudul Bunga Untuk Wise. Cerita yang membuat emosiku terpancing … Bagaimana tidak ? Kisah itu mengangkat tema yang sensitif untuk hatiku ini. Entah mengapa? Aku selalu merasa miris, sedih, bahkan marah bila membaca atau mendengar kisah tentang kekerasan terhadap perempuan. Apakah teman-teman kompasiana pun demikian?

Aku bukan korban KDRT. Namun aktivitasku bersama teman-teman di Fahmina Institute juga sebagai dosen di Institut Studi Islam Fahmina memberi pengalaman berharga terkait dengan isu kekerasan terhadap perempuan. Inilah komentarku dan komentar beberapa teman yang makin menyemangati aku untuk berusaha membantu perempuan korban KDRT.

Waktu baca cerita ini jadi ingat juga ada tetangga komplek sebelah waktu tinggal di Kota Cirebon meninggal karenaKDRT. Dia di pukul suaminya padahal baru beberapa minggu melahirkan. Nah … keluarga perempuan meminta otopsi dan diajukan ke polisi untuk menyeret lelaki dzalim itu ke penjara.

Kembali kepada kisah di atas, tadinya aku berharap ending ceritanya adalah perjuangan keluarga perempuan dibantu Wisnu dan Mus (kalau perlu Fatma sebagai ustadzah juga turun tangan) menyeret hilmi ke penjara : sebagai bentuk keberpihakan kepada korban KDRT terutama istri. He3 … Maaf terbawa arus emosi … Ternyata kita yang berpendidikan tinggipun (di ceritakan di sini lulusan ITB loh! Dulunya aktivis dakwah juga bukan? Mungkin di Masjid Salman atau di komunitas kajian lainnya) kadang tak paham bagaimana menolak bentuk kedzaliman terhadap diri kita sendiri apalagi terhadap orang lain terutama sesama perempuan … Hiiiksssss … So sad.

Seorang temanku bercerita saat mengalami KDRT. Awalnya tiap kali dipukuli di depan anak-anak Dia tidak melawan karena sangat hapal sesudahnya pasti suaminya itu akan mencium kakinya sambil memohon maaf dan merengek supaya dirinya tidak meminta cerai. Sampai kemudian seorang sahabat yang tahu cerita ini (beliau seorang petinggi di media cetak waktu itu) menuliskan kisahnya di koran tersebut sebanyak 5 edisi. Kemudian temannya itu memberikan nasihat yang menyentak dengan bilang, “Kamu sakit jiwa ya Neng? Akang lihat, kamu yang sakit. bukan Dia.” Tentu saja temanku marah dan meradang dibilang seperti itu. Tapi lanjutnya lagi, “Karena kamu diam saja ketika dipukuli. Karena kamu yang seorang sarjana hukum, lulusan UI pula, membiarkan dirimu diperlakukan semena-mena oleh orang lain yang gak punya hak untuk itu. Jangan-jangan kamu yang sakit karena menikmati setiap pukulan. gak kasian anak-anak ngeliat terus perilaku begitu?” Sejak itu, temanku mengurus segala rupa untuk mengajukan cerai hingga berhasil walau mantan suaminya masih terus menerornya hingga kini. Sungguh miris … Semoga temanku senantiasa dikuatkan Allah Yang Mahabaik lagi Maha Pemurah.

“Deg, disitulah turning point-nya. Aku bukan orang sakit jiwa, dan aku gak ingin anak-anakku melihat tontonan buruk seperti itu. Akhirnya aku bangkit dan melawan, berpisahlah kami kemudian. Kamu mau nunggu sampai kapan? Sampai kamu mati karena dia? Kamu mau nunggu anak-anakmu nangis liat ibunya meninggal?””

Temanku itu akhirnya bisa berkata dengan tegar, “Aku merindiing banget dan ya begitulah. Akhirnya aku milih untuk berpisah. Meski katanya wanita tak akan mencium wangi surga kalau meminta cerai dari suami (seperti yang banyak didengung-dengungkan oleh para lelaki), tapi aku sangat yakin, Allah pasti lebih gak suka rumah tangga yang lebih banyak mudharatnya.”

Masalahnya, terkadang bukan orang enggan untuk menolak kedzaliman, tapi dia belum terbuka matanya. butuh seseorang pihak lain yang mau dan mampu membukakan matanya, kalau perlu melindunginya agar tidak diperlakukan seperti itu lalu. Namun, terkadang pula orang lain/pihak ketiga enggan melakukan itu, karena masih ada komentar seperti, “Ah, itu kan urusan rumah tangga orang lain. Kamu jangan ikut campur deh. ngapain sih?”

Aku terharu sangat dengan perjuangannya melepaskan diri dari lingkaran KDRT … Subhanallah … semoga Allah memberikan kebahagiaan dunia akhirat kepada temanku dan anak-anaknya. Aku dan teman-teman di Fahmina Institute dan kampus ISIF Cirebon sangat perhatian dan berjuang untuk membantu teman-teman perempuan yang mengalami hal seperti ini. Namun … Perjuangan ini tidak mudah, arena ternyata senyatanya justru kadang mendapat penolakan dari lingkungan terdekat mereka sendiri atau bahkan dirinya sendiri yang belum ngeh kalau KDRT adalah kedzaliman/kejahatan yang seharusnya dapat diancam dengan pidana.

Aku sering kesal kalau ada teman yang dipukuli suaminya tapi selalu memaklumi dan bilang, “gak apa-apa, emang saya yang salah.” Tidak! Sejatinya semua orang berhak bahagia dan dibahagiakan terutama oleh pendampingnya. dan salah bukan berarti harus menerima hukuman fisik dari orang yang seharusnya melindungi dan mengayomi.

Kecerdasan emosi harus dipelajari juga karena dalam pernikahan, tidak hanya dijalani oleh suami dan istri, tapi juga dirasakan akibatnya oleh anak-anak yang tidak berdosa. Kalau kita mau berkorban apapun demi pasangan meski ia terus menyiksa kita, harap kita ingat, anak-anak kita punya hak untuk hidup dalam keluarga yang harmonis. Anak-anak punya hak untuk melihat orangtuanya saling mencintai, bersikap penuh kasih sayang satu sama lain. karena, dari orangtuanyalah mereka akan belajar tentang arti cinta.

Aku merasa bahwa sering kali kalimat ‘tak akan mencium bau surga itu di dakwahkan’, padahal konteksnya bukan untuk istri yang dipukuli, dicaci maki, di tendang, disiram air panas, atau diperkosa oleh suaminya sendiri bahkan diancam pembunuhan. Kalau suami baik hati, sabar, penyayang, lembut, menghormati, dan menghargai istri serta mencukupi kebutuhan rumahtangganya … Baru deh dipertanyakan bila istri meminta cerai? Cerai itu bisa jadi justru pilhan terbaik untuk rumah tangga dalam hal ini istri dan anak-anak untuk menjalani hidup yang lebih bahagia karena tentu tak ada pembenaran untuk kedzaliman fisik dan psikis dari suami kepada istri dan keluarganya atas nama pendidikan atau kesalahan.

Beberapa teman yang mengalami KDRT lalu bercerai, sekarang Alhamdulillah mendapat suami yang baik dan ayah yang penyayang bagi anak-anaknya. Surga itu luas … Pintunya juga tak terbatas jumlahnya. Allah Yang Mahakuasa lagi Mahateliti menentukan darimana kita dapat memasukinya. Bukan satu-satunya jalan dengan patuh pada seorang suami dzalim.

Banyak perempuan yang cerdas secara intelektual tapi mereka gak sadar bahwa KDRT itu bukan hanya secara fisik tapi bisa juga secara emosional. Makian, cacian, penghinaan dari suami yang bilang, “Kamu gak becus. Kamu gak akan bisa dapet yang lebih baik dari aku. Kamu pasti bakal gak mampu kalau bukan aku yang jadi suamimu.” Itu semua termasuk dalam KDRT psikis.

Ku buka buku karangan KH. Husein Muhammad berjudul Spiritualitas Kemanusiaan halaman 262 tertulis ‘Orang yang terhormat adalah dia yang menghormati perempuan, dan orang yang berhati rendah adalah dia yang merendahkan perempuan’ (hadis Nabi saw). Satu lagi hadis Nabi saw yang patut diteladani ‘Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik memperlakukan istrinya dan aku adalah orang yang terbaik terhadap istriku.’

Nabi saw tidak pernah memukul istrinya pun pembantu rumahnya, dan Beliau mengecam orang yang ringan tangannya dengan mengatakan ‘Latadhribu innaAllah’ (jangan pukul hamba-hamba Allah yang perempuan).

Yuk! Mampir membaca link berikut:

Temu Bakat Teteh

Standar

Definisi Talent Mapping

Talents Mapping merupakan sebuah tools assessment untuk mengetahui bakat dan kekuatan diri seseorang. Talents Mapping ini disusun oleh Abah Rama Royani berdasarkan 34 tema bakat yang diadopsi dari penelitian Gallup, namun lebih diperkaya sehingga kita juga bisa mengetahui personal strength dan strength typology.


Assesment ini pada dasarnya adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap bakat, potensi kekuatan yang ada pada diri Anda. Secara praktis beberapa klien kami menggunakan hasil TM ini sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan diri (self development), pendidikan anak, pertimbangan studi lanjut, pengembangan preferensi karir termasuk pertimbangan menjelang pensiun. 

Rama Royani, yang akrab dipanggil Abah Rama adalah lulusan Teknik Fisika ITB. Setelah bekerja dan memimpin berbagai perusahaan nasional, pada usia 59 tahun, Abah Rama menyadari bahwa misi hidupnya adalah menjadi guru. setelah menemukan bakatnya melalui sebuah tools “Talents Mapping” yang dibuatnya sendiri berdasarkan buku Now Discover Your Self dengan Put Your Strength To Work karya  Marcus Buckingham, beliau mampu menciptakan Strength Cluster Map sebagai pertama dan satu-satunya didunia yang bisa menyajikan data berupa Potensi Kekuatan dalam bentuk aktifitas. kini misi yang diyakininya adalah : “Memandu individu berkarier lebih baik dan organisasi menjadi lebih produktif”

Sumber: https://talentsmapping.id/

Hasil Asesmen

Hasil asesmen Talent Mapping dan dipadukan dengan Personal Strength Statement dan Strength Typology. Beberapa hasil asesmen yang penting untuk diperhatikan antara lain:

  1. Urutan Bakat;
  2. Peta Bakat (Talents Mapping);
  3. Potensi Kekuatan;
  4. Peta Kekuatan (Strength Cluster Map); dan
  5. Strength Typology (ST-30) dan Personal Branding.

BAKAT adalah pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang berulang-ulang, alami dan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas. Setiap orang memiliki 7 (tujuh) bakat dominan yang menjadi potensi kekuatan diri. Menurut definisi disini, Bakat adalah sifat yang dapat dimanfaatkan untuk produktivitas.


KEKUATAN adalah kegiatan yang disukai (Enjoy), mudah menguasainya (Easy), hasilnya bagus (Excellent) dan bermanfaat/menghasilkan (Earn) atau dikenal juga dengan “4E-ACTIVITIES”. Sesungguhnya setiap individu memiliki lebih dari satu kekuatan. Kekuatan dinyatakan dalam kata kerja (aktivitas).


MINAT terhadap aktifitas (atau Strength Statement) adalah sikap yang membuat seseorang senang akan obyek, situasi, atau ide-ide tertentu. Memiliki perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari serta mengulangi obyek yang disenanginya. Minat terhadap aktivitas produktif inilah yang bisa tergambar di dalam Strength Statement, sedangkan minat di luar itu tidak tergambar. Strength Statement memberi pengertian lebih luas tidak hanya minat, namun juga pengakuan akan kemampuan, kelebihan atau kompetensi diri terhadap pilihan-pilihan yang diberikan.

Personal Branding STRENGTH TYPOLOGY (ST-30)

SELLER (SEL) Anda senang menyapa dan memberikan penjelasan secara meyakinkan kepada orang lain tentang keunggulan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Anda menjual dengan cara memelihara hubungan dan memberikan pelayanan terbaik, namun dapat juga dengan cara mengandalkan wibawa dan impresi orang lain terhadap Anda.

AMBASSADOR (AMB) Anda layak dipercaya menjadi perwakilan untuk memperluas dan menjaga jejaring relasi, dengan cara menjalin komunikasi positif dengan mereka. Anda adalah seorang yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, yang rela mengulurkan tangan untuk membantu orang lain

SERVER (SER) Anda memiliki jiwa pelayanan yang tinggi. Secara insting, Anda selalu tergerak untuk menolong orang lain, bahkan cenderung mengedepankan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri , apalagi jika Anda merasa bahwa itu sudah menjadi tanggung jawab Anda. Anda terlihat luwes dalam berkomunikasi dengan orang lain, bahkan terkadang mampu membawa suasana menjadi lebih cair.

MOTIVATOR (MOT) Anda suka membuat orang lain maju dan berkembang dengan cara memberi semangat, inspirasi atau contoh yang baik. Anda tahu potensi kekuatan masing-masing orang dan akan membantu mendorong mereka menuju keberhasilannya masing-masing.

COMMUNICATOR (COM) Anda senang menjelaskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa baik secara lisan maupun tulisan, Anda merasa nyaman untuk berada di tengah-tengah orang banyak untuk sekedar menyapa dan membawa suasana menjadi lebih hangat dan tidak membosankan.

EDUCATOR (EDU) Anda orang yang sabar dan telaten dalam memberikan penjelasan dan bimbingan kepada orang lain agar lebih berhasil dan berkembang. Anda suka mempelajari hal-hal baru untuk mengembangkan kemampuan diri dalam mengajar dan melatih dengan cara yang paling optimal, yang paling sesuai dengan karakteristik unik anak didik.

VISIONARY (VIS) Anda seorang yang dapat melihat jauh ke depan melampaui cakrawala baik secara insting maupun intuisi. Anda seorang pemimpi yang tidak nyaman dengan batasan-batasan yang mengekang. Anda mungkin tidak dapat secara gamblang menjelaskan alasan impian Anda, namun Anda tahu benar bahwa itulah impian yang paling tepat untuk dikejar.

INTERPRETER (INT) Anda seorang yang suka mengumpulkan, memahami dan menganalisa informasi lisan ataupun tulisan yang rumit untuk kemudian memberikan penjelasan dengan cara yang jauh lebih mudah dimengerti oleh orang lain.

CREATOR (CRE) Anda adalah seorang yang dalam benaknya sangat penuh dengan ide-ide, terutama terkait dengan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Wawasan Anda yang luas membuat Anda terlihat mudah menentukan jalan paling jitu untuk mencapai impian Anda.

Urutan Bakat

CONNECTEDNESS
Anda cocok untuk mengisi peran sebagai pendengar atau konselor. Keahlian anda adalah mengaitkan keadaan seseorang dengan kehidupan yang lebih luas. Jangan membuang waktu dengan orang lain yang memang tidak dapat melihat gambar besar kehidupan. Ini merupakan bakat intuitif. Karena itu carilah peran dalam lingkungan lintas budaya atau negara. Orang dengan bakat communication dapat menjadi mitra yang mendukung. Ia dapat membantu anda mencarikan kata-kata yang tepat untuk mengkomunikasikan pikiran anda. Orang dengan bakat ini biasanya memiliki isu sosial yang diyakininya. Pahami ini dan tunjukkan perhatian untuk memenangkan dukungan dari orang ini. Mintalah orang ini untuk menjembatani kelompok yang berbeda keyakinan dalam organisasi. Ia akan dapat menyatukan mereka untuk melihat gambaran besar suatu organisasi.

RELATOR
Anda perlu mencari tempat kerja yang bersuasana akrab dan menghargai pertemanan. Tunjukkan bahwa sikap peduli anda dapat membantu untuk mengembangkan orang lain. Anda nampaknya lebih suka dipandang sebagai teman, daripada dihormati karena gelar, atasan, atau jabatan. Sediakan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan kawan akrab. Anda membutuhkan ini. Ia menyukai hubungan tulus dengan orang lain. Katakanlah bahwa anda peduli dengannya dan bersedia menunjang kegiatannya. Anda bisa menceritakan rahasia pada orang ini. Ia akan tetap setia pada organisasi dan tidak akan mengkhianatinya.

DELIBERATIVE
Peran sebagai penasihat tepat bagi anda. Anda memiliki kemampuan menimbang yang sangat baik. Anda cocok dalam meneliti kontrak atau menilai kepatuhan terhadap suatu peraturan. Dalam peran apapun, ingatkan rekan anda akan pertimbangan yang tidak mereka sadari. Sounding board adalah peran yang cocok untuk anda. Jelaskan pada orang lain bahwa pertimbangan anda didasari atas kehati-hatian yang memang beralasan, bukan karena rasa takut. Anda lambat dalam mengikat persahabatan. Oleh karena itu, nikmatilah lingkaran kecil persahabatan yang sudah anda bentuk. Bermitralah dengan orang yang berbakat command, self-assurance, atau activator. Bersama dengan mereka akan lahir keputusan yang luar biasa baik. Anda berperan menjadi rem dan mereka menginjak pedal gasnya. Ia perlu dilibatkan dalam tim yang beranggotakan orang-orang yang impulsif. Mereka akan menjadi kombinasi yang baik. Sebelum mengambil keputusan penting, tanyakan padanya mengenai kemungkinan adanya berbagai penghalang. Anda perlu memahami kebiasaannya yang suka menyendiri. Anda perlu menahan diri untuk tidak mengganggunya dan jangan kecewa bila orang ini tetap menjaga jarak. Kecuali bila ia meminta, jangan berikan pendapat anda.

BELIEF

Carilah peran yang cocok dengan tata nilai anda, terutama dalam organisasi yang berkontribusi
pada masyarakat luas. Bakat anda memungkinkan anda berbicara dari hati ke hati dengan orang
lain. Banyak yang akan tertarik dan termotivasi oleh usul anda. Jagalah keseimbangan kerja anda
dengan waktu untuk keluarga. Bermitralah dengan teman yang memiliki bakat futuristic. Ia akan
dapat melukiskan gambaran yang sangat jelas ke arah mana anda akan menuju. Terimalah bahwa
tata nilai orang lain dapat berbeda dengan anda. Ceritakanlah keyakinan anda tanpa menghakimi.
Anda perlu mengetahui keyakinan yang kuat dari orang dengan bakat ini. Lalu kaitkan
keyakinannya itu dengan dengan peran yang harus dilakukan. Anda tidak perlu mengikuti
keyakinan yang dianutnya. Meskipun begitu, anda harus memahami, menghargai, dan
memanfaatkan keyakinannya tersebut. Tanpa itu, anda akan menuai konflik serius dengannya

COMMUNICATION
Anda perlu mencari peran-peran yang menarik perhatian orang, seperti mengajar atau tenaga penjual. Bakat ini akan lebih berharga bila substansi yang anda bicarakan memiliki bobot. Karena itu, anda perlu tetap mengasah pengetahuan anda dengan pengetahuan terkini lewat membaca dan lainnya. Anda perlu melibatkan orang ini dalam pertemuan sosial atau menemani mitra kerja perusahaan. Ia libatkan pula dirinya dalam mendiskusikan agenda acara keluarga untuk karyawan kantor. Ia akan memberikan banyak ide.

RESPONSIBILITY
Bekerjalah dengan rekan yang dapat menghargai bakat anda. Tim ini akan sangat produktif. Nyatakan pada atasan bahwa anda akan berprestasi baik bila diberikan kebebasan. Gunakan bakat ini dengan bijak, karena terkadang suatu pekerjaan memang di luar kemampuan anda untuk menyelesaikan. Bermitralah dengan orang yang berbakat discipline atau focus. Mereka akan menjaga agar anda tidak kelebihan beban. Orang ini dapat dipercayai untuk menangani tugas apapun. Karena itu, pastikan tugas itu sesuai dengan kapasitasnya. Jangan desak ia untuk menyelesaikan tugas dengan mengorbankan kualitas. Beri ia kebebasan untuk menentukan target dan mencapainya.

DEVELOPER
Buatlah daftar orang yang sudah berhasil anda kembangkan. Banggalah akan sumbangsih yang telah anda berikan pada dunia. Carilah peran yang memerlukan peran pendampingan dalam mengembangkan seseorang, seperti guru, pelatih. Hati-hati agar anda tidak lupa mengembangkan diri sendiri. Anda tidak dapat memberikan sesuatu yang tidak anda punya. Bermitralah dengan orang yang berbakat individualization. Orang ini dapat membantu anda menemukan bakat terpendam dari murid anda. Anda perlu memuji keberhasilannya dalam mengembangkan orang lain dengan baik. Mintalah orang ini untuk memilih penghargaan bagi rekan karyawan lain yang berprestasi. Penghargaan pilihannya akan dirasakan sebagai penghargaan yang tulus oleh rekan yang berprestasi itu. Mintalah nasihat darinya bagaimana anda bisa bekerja dengan baik. Ia akan dapat menunjukkannya dengan jelas.

Potensi Kekuatan 4-E STRENGTH ACTIVITIES

ADVISING Memberikan nasihat atau saran kepada orang lain.

COMMUNICATING Menyampaikan perasaan atau pikiran, dengan bahasa lisan, tulisan, atau gerakan anggota tubuh, sehingga orang lain dapat mengerti apa yang disampaikan.

SERVING Melayani orang lain dengan tulus dan profesional.

LIAISING Menjadi perwakilan dari suatu organisasi untuk mengembangkan jaringan, dengan cara membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan ataupun stakeholder lainnya.

CORRESPONDING Berkomunikasi secara tertulis, seperti melalui surat, email, media sosial, dan lain-lain.

INFORMING Menyampaikan informasi, kabar, atau pengetahuan kepada orang lain.

SUPPORTING Mendukung orang atau kelompok lain agar dapat melaksanakan tugasnya secara optimal.

ASSISTING Membantu seseorang untuk menyelesaikan tugasnya, dengan menempatkan dirinya sebagai sub-ordinat atau bawahan.

GUIDING Membimbing orang atau pihak lain agar dapat menemukan sasaran atau jalan yang telah ditetapkan.

RELATING Menjalin hubungan persahabatan berdasarkan rasa saling pengertian atau berbagi pandangan dan kepedulian.

SELLING Menjual produk atau jasa dengan dengan cara meyakinkan orang lain untuk membelinya.

VOLUNTEERING Melakukan aktivitas sosial secara sukarela.

SPIRITUALIZING Aktivitas spiritual, seperti kontemplasi dan introspeksi terkait nilai-nilai kehidupan,

REPRESENTING Bertindak atau berbicara atas nama orang/pihak lain.

COMPLIANCING Menjalankan serta menjaga kepatuhan dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku.

Aktivitas yang Disukai

VISUAL ART Kegiatan yang berkaitan dengan seni visual seperti melukis, desain grafis, membuat
patung, menggambar, dan lain-lain

SPORT Melakukan kegiatan olahraga tertentu, dan berprestasi.

DANCING Menampilkan gerakan tubuh yang indah dan harmonis, dengan diiringi irama
tertentu.

COOKING Membuat dan memproduksi makanan atau kuliner.

MANUAL SKILL Pekerjaan yang banyak membutuhkan keterampilan dari tangan dan anggota tubuh
lainnya.

PHYSICAL SKILL Menggunakan fungsi koordinasi fisik, seperti memanjat, mengontrol dan
mengoperasikan peralatan, dll.

TENDING ANIMAL Memberi makan, merawat, melatih, dan mengembang biakkan binatang.

Tema Bakat

CONNECTEDNESS, senang mengaitkan peristiwa yang satu dengan peristiwa lainnya dan lebih percaya bahwa setiap kejadian pasti memiliki alasan/sebab daripada kebetulan. Penuh pertimbangan, penuh perhatian, dan mudah menerima; inilah kata-kata yang tepat baginya. Yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya, karena dalam pikirannya semua saling berkaitan. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Pendengar dan Pemberi Saran/Counselor, Leader dalam membangun team yang berbeda kelompok atau membantu orang merasa berguna.

RELATOR, Menikmati hubungan yang dekat atau erat dengan orang lain secara pribadi dan menemukan kepuasan mendalam dalam bekerja keras dengan teman-temannya untuk mencapai tujuan. Memiliki keinginan untuk memahami hal-hal yang bersifat pribadi atau personal tentang orang lain (seperti impian, hasrat, ketakutan, perasaan, dan lain-lain), dan juga ingin agar mereka memahaminya. Merasa nyaman dalam hubungan yang akrab. Bila telah terjalin hubungan, maka akan berusaha untuk membina hubungan yang lebih mendalam lagi. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Account Sales, katalisator dalam hubungan kepercayaan, bisa menjadi model peran dalam hubungan kepercayaan.

DELIBERATIVE, berhati-hati, kadang skeptis, memiliki karakter melihat sebelum melompat. What if-nya timbul karena waspada dan adanya prasangka. Dia bersikap hati-hati dan waspada. Dia seorang pribadi yang khusus yang memilih sahabat dengan hati-hati. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut : Pilot, Pemberi Saran atau Nasehat (Advisor), Urusan Legal, Membuat Kontrak Bisnis yang baik atau memastikan kesesuaian dengan peraturan atau standar atau kode atau juga peran yang terkait dengan masalah keuangan dan atau keamanan.

BELIEF, senang melayani orang lain dengan tulus, karena menganggapnya sebagai perbuatan yang mulia dan mendatangkan manfaat bagi diri maupun orang lain. Memiliki nilai-nilai luhur yang tidak pernah berubah. Nilai-nilai ini mempengaruhi sikapnya dalam berbagai hal serta memberikan arti dan kepuasan dalam hidupnya. Baginya hasrat untuk menjadi bagian dari kegiatan yang bermanfaat bagi dunia adalah yang paling utama. Komitmen terhadap keluarga merupakan hal yang sangat bernilai. Membantu orang lain (ringan tangan), mendahulukan orang lain dan menjaga etika merupakan bagian penting dari hidupnya. Baginya, sukses itu lebih daripada sekedar uang dan prestige tapi berani berkorban untuk orang lain. Memberikan pelayanan dan bantuan bagi orang lain tanpa pamrih. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Pelayanan Pelanggan, CRM, Maintenance, Perawat, Pekerja Sosial, Relawan.

COMMUNICATION, mudah sekali mengungkapkan apa yang dipikirkannya melalui kata-kata atau tulisan yang mudah dimengerti oleh orang lain. Dapat mengangkat dan membuat topik sederhana menjadi menarik dengan bumbu katakata yang berwarna-warni. Senang menjelaskan, menjabarkan, bercerita, berbicara di depan umum, dan menulis. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Pengajar, Sales, Marketing, Humas, Juru Bicara, Juru Kampanye, Presenter, MC, Pengacara, Layanan Pelanggan, Penulis.

RESPONSIBILITY, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi atas komitmen yang telah dibuat, baik besar ataupun kecil, dan merasa terikat secara emosional atau psikologis untuk memenuhi atau menjalaninya hingga selesai. Melaksanakan tugas yang diberikan dengan sepenuh hati dan tidak peduli seberapa sulit
tugas tersebut, bila ia menerimanya. Memiliki rasa kejujuran dan kesetiaan. Merasa berhutang untuk memenuhi apa yang telah dijanjikannya. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Account Sales, HSE, Manajer, Keuangan, Quality Control, Keamanan.

DEVELOPER, senang mengenali dan menggali potensi yang terdapat pada diri orang lain dan mendapatkan kepuasan dari setiap kemajuan masing-masing individu. Dapat melihat potensi yang ada pada diri orang lain. Semua potensi tersebut itu dapat terlihat olehnya. Senang membantu orang lain mencapai kesuksesan dan mencarikan mereka jalan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Manajer, Guru, Pelatih, Pembimbing, petugas Sosial.

Profesi Pilihan

  • Pendengar dan Pemberi Saran/Counselor, Leader dalam membangun team yang berbeda kelompok atau membantu orang merasa berguna.
  • Account Sales, katalisator dalam hubungan kepercayaan, bisa menjadi model peran dalam hubungan
    kepercayaan.
  • Pilot, Pemberi Saran atau Nasehat (Advisor), Urusan Legal, Membuat Kontrak Bisnis yang baik atau
    memastikan kesesuaian dengan peraturan atau standar atau kode atau juga peran yang terkait
    dengan masalah keuangan dan atau keamanan.
  • Pelayanan Pelanggan, CRM, Maintenance, Perawat, Pekerja Sosial, Relawan.
  • Pengajar, Sales, Marketing, Humas, Juru Bicara, Juru Kampanye, Presenter, MC, Pengacara, Layanan Pelanggan, Penulis.
  • Account Sales, HSE, Manajer, Keuangan, Quality Control, Keamanan.
  • Manajer, Guru, Pelatih, Pembimbing, Petugas Sosial.

Cita-cita Masa Depan

Ahli Al-Qur’an dan Hadits, Dosen, Ahli Gizi, dan Bisnis Fashion Muslim – Kuliner Halal, Pengelola Sekolah Al-Qur’an.
Aamiin …

Sila membaca artikel menarik lainnya di sini:

Kesehatan Mental dalam Islam

Standar

Dari semua cabang ilmu kedokteran, maka cabang ilmu kedokteran jiwa (psikiatri) dan kesehatan jiwa (mental health) adalah yang paling dekat dengan agama.

Konsep kesehatan mental atau al-Tibb al-Ruhani pertama kali diperkenalkan dunia kedokteran Islam oleh seorang dokter dari Persia bernama Abu Zayd Ahmed ibnu Sahl al-Balkhi (850-934). Dalam kitabnya yang berjudul Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa), al-Balkhi berhasil menghubungkan penyakit antara tubuh dan jiwa. Ia biasa menggunakan istilah al-Tibb al-Ruhani untuk menjelaskan kesehatan spritual dan kesehatan psikologi, sedangkan kesehatan mental menggunakan istilah Tibb al-Qalb.

Definisi Kesehatan Mental

Prof. Dr. Zakiah Daradjat (1985), mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian, di antaranya adalah:

1. Terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala gejala penyakit jiwa (psychose), yaitu: a. Neurose masih mengetahui dan merasakan kesukarannya, sebaliknya yang kena psikose tidak. b. Neurose kepribadiannya tidak jauh dari realitas dan masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya. sedangkan yang kena psikose kepribadiaannya dari segala segi (tanggapan, perasaan/emosi, dan dorongan-dorongan) sangat terganggu, tidak ada integritas, dan dia hidup jauh dari alam kenyataan.

2. Kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana dia hidup. Penyesuaian diri (self adjustment) merupakan proses untuk memperoleh/memenuhi kebutuhan (needs satisfaction), mengatasi stres, konflik, frustasi, serta masalah-masalah tertentu dengan cara-cara tertentu. Dia mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya secara wajar, tidak merugikan diri sendiri dan lingkungannya, serta sesuai dengan norma agama.

3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin. Hal tersebut membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain, serta terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa. Pemanfaatan potensi maksimal Individu yang sehat mentalnya adalah mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya, dalam kegiatan-kegiatan positif dan konstruktif bagi pengembangan kualitas dirinya. Pemanfaatan dalam kegiatan-kegiatan belajar (di rumah, sekolah, atau di lingkungan masyarakat), bekerja, berorganisasi, pengembangan hobi, dan berolahraga.

4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya. Segala aktivitasnya ditujukan untuk mencapai kebahagiaan pribadi dan kebahagiaan bersama. Orang yang sehat mentalnya menampilkan perilaku atau respon-responnya terhadap situasi dalam memenuhi kebutuhannya, memberikan dampak yang positif bagi dirinya dan orang lain.

Ciri-ciri Mental Tidak Sehat

Adapun mental yang tidak sehat menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Perasaan tidak nyaman (inadequacy).

2. Perasaan tidak aman (insecurity).

3. Kurang memiliki rasa percaya diri (self-confidence).

4. Kurang memahami diri (self-understanding).

5. Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial.

6. Ketidakmatangan emosi.

7. Kepribadiannya terganggu.

Ibadah Sebagai Psikoterapi

Aku akan sedikit mengulas kaitan membaca dzikir dan Al-Quran serta efeknya secara psikis. Hadits Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, sabdanya: “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai sasarannya maka dengan izin Allah penyakit itu akan sembuh.” Yakinlah Al-Quran adalah obat agar mental menjadi sehat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat ar-Ra’ad: 28.“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” Al-Qur’an menjelaskan begitu penting melakukan dzikrullah untuk menenteramkan hati hamba-Nya yang beriman.

Al-Qur’an adalah petunjuk kehidupan agar bahagia dunia dan akhirat.

Di beberapa tempat telah dibuka pusat-pusat pengobatan yang menggunakan Al-Qur’an ruqyah syar’iah. “Katakanlah: Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang beriman.” (QS. Fussilat 41:44). “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” (QS. Yunus 10:44).

Kita harus yakin bahwa Allah lebih menyayangi kita daripada diri kita sendiri. Musibah dan penyakit adalah ketetapan Allah, dan Allah lebih menyayangi kita daripada rasa sayang kita pada diri sendiri.