Retail Business and Human Resource

Standar
Proses Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Intelectual capital adalah sebutan yang biasanya disematkan kepada sumber daya manusia. Kondisi ketenagakerjaan di suatu negara sangat memengaruhi bisnis di dalam negara tersebut, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Faktor penting dari tenaga kerja diantaranya adalah kualitas. Produktivitas, dan kinerja bisnis sangat ditentukan oleh kualitas tenaga kerja. Bukan hanya pengetahuan dan keterampilan yang perlu menjadi bekal bagi tenaga kerja, namun mental pekerja seperti loyal pada pekerjaan kadang menjadi batu sandungan terkait ketenagakerjaan di Indonesia.

Commitment Manpower Planning (CMP) adalah perencaan tenaga kerja sebagai kegiatan yang sistematik dan komprehensif yang berkenaan dengan sumber daya manusia dalam perusahaan, kali ini kita akan kaitkan dengan bisnis ritel.

Ciri-ciri perencanaan tenaga kerja adalah”

  1. Penetapan persyaratan sumber daya manusia;
  2. Penetapan persyaratan secara kualitatif dan kuantitatif;
  3. Penetapan persyaratan untuk tingkatan-tingkatan dalam bisnis ritel;
  4. Penetapan persyaratan jangka pendek maupun jangka panjang;
  5. Penetapan cara-cara untuk mendapatkan sumber-sumber tersebut;
  6. Perencanaan secara rinci yang termasuk juga faktor-faktor biaya.

Job description atau uraian kerja memuat daftar tugas-tugas umum atau fungsi dan tanggung jawab yang harus diampu dalam suatu posisi tertentu.

Job specification atau spesifikasi kerja / kualfikasi adalah suatu analisis dari profil orang yang dibutuhkan untuk mengampu pekerjaan tersebut. Spesifikasi kerja berisi daftar kemampuan yang mencakup tingkat pendidikan, pengalaman sebelumnya dalam pekerjaan yang semacam. keterampilan yang dibutuhkan, pertimbangan kesehatan.

Sumber bacaan digital bisa diakses di link berikut:

https://www.researchgate.net/publication/324908961_MANAJEMEN_SUMBER_DAYA_MANUSIA_SDM_RITEL_DALAM_MENINGKATKAN_KINERJA_PERUSAHAAN

Sumber daya manusia mempunyai peran sangat penting dalam pengelolaan bisnis ritel ini, karena membutuhkan kesiapan pengelolaan dalam arti sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan keterampilan (baik soft skill maupun hard skill) dalam hal manajerial penjualan ritel dan sekaligus kepekaan dalam melihat peluang agar dapat memiliki kompetensi untuk bertahan dalam bisnis ritel.

Berbagai posisi karier yang bisa kita temukan dalam sebuah bisnis ritel, antara lain : Pemilik Ritel, Pengelola Ritel, Pramuniaga, Kasir, Kepala Gudang, Purchase Manager, Customer Service, Security, Penata Ruang (indoor dan outdoor), Pemasok Barang Dagangan, Manajer SDM, Manajer Keuangan, Delivery Service, Driver, dan sebagainya.

Tenaga kerja di bisnis ritel. Sumber: IDN Times

Setiap karyawan memainkan suatu peran yang penting dalam melaksanakan fungsi pekerjaan dengan baik, karena berbeda dengan pabrik, dimana sebagian besar pekerjaan didominasi oleh mesin atau alat, sedangkan di ritel dan jasa pelayanan lainnya masih menggunakan tenaga kerja secara intensif. Dalam pengelolaannya sumber daya manusia memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja dalam perusahaan, sehingga ritel akan mendapat keuntungan yang kompetitif dengan cara mengembangkan dan mengelola sumber daya dengan baik.

Job description dan job specification penting untuk SDM bisis ritel.

Dalam pelaksanaannya pengelolaannya sumber daya manusia memerlukan perencanaan yang matang, hal ini didasarkan pada beberapa karakter yang harus dimiliki sebagai modal oleh para karyawan ritel, diantaranya adalah :

a. Memiliki keterampilan analisis. Kemampuan menyelesaikan masalah dan memiliki kemampuan numeric untuk menganalisis fakta dan data bagi perencanaan, pengelolaan dan pengawasan.

b. Memiliki kreatifitas Mampu untuk menghasikan ide-ide dan solusi yang imajinatif, cepat mengenali kebutuhan konsumen dan mampu bertindak dan mengantisipasi perubahan.

c. Mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

d. Fleksibel. Mampu berlaku fleksibel terhadap kejadian sehari-hari agar mampu mengakomodasi perubahan tren, gaya serta sikap pelanggan.

e. Inisiatif. Kemampuan melakukan sesuatu yang di rasa perlu tanpa disuruh.

f. Leadership Hormat kepada keputusan, mampu mendelegasikan dan memberikan panduan kepada orang lain.

g. Mampu mengorganisasikan pekerjaan dan menentukan prioritas.

h. Berani mengambil resiko dengan pertimbangan, analisis yang akurat dan bertanggung jawab.

i. Toleransi terhadap stress Mampu bekerja di bawah tekanan karena dunia bisnis ini sangat cepat berubah dan penuh tantangan.

Simak artikel menarik lainnya di link berikut:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s