Monthly Archives: Januari 2022

Surat Cinta Untuk Anak-anakku Sayang

Standar

Bismillah …

Baru saja selepas shalat dhuha hari ini, Ibu melangitkan doa-doa terbaik kepada Allah Yang Maha Besar lagi Maha Mendengar. “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqon : 74).

Assalamu’alaikum anak-anak kesayangan Ibu … Kaka, Mas, dan Teteh yang semoga senantiasa diberikan karunia dan rahmat oleh Allah Yang Mahamulia lagi Maha Terpuji. Semoga selalu dalam lindungan dan pertolongan-Nya, aamiin …

Apa kabar di Bandung, Kaka dan Mas? Apa kabar Teteh di pondok?

Surat ini Ibu tulis tentu selalu dalam edisi kangen Kaka, Mas, dan Teteh. Selamat memulai semester baru untuk Kaka di Pascasarjana S2 SBM ITB, Mas di Planologi ITB, dan Teteh di SMPQ Al-Ihsan. Semoga Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang senantiasa memberikan kekuatan, keteguhan, ketabahan, ketangguhan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas menuntut ilmu. Semoga kalian juga senantisa sehat dan bahagia ya … Jaga kondisi dengan makanan halal dan thoyib serta sempatkan olah raga.

Oya … Apakah kalian senang menatap langit kala waktu senggang? Langit kita sama walau kadang penampakannya berbeda. Langit yang Allah ciptakan untuk melingkupi bumi tanpa celah. Hati kita sama pastinya seringkali merindu untuk berjumpa, berpelukan, dan bercerita sambil saling bertatap wajah. Tersenyum dan tertawa bersama. Walaupun jarak memisahkan kita, tetapi tak menghalangi kita untuk tetap saling terhubung. Kita pakai koneksi paling canggih yaitu doa-doa terindah, seindah langit Jakarta pagi ini cerah, Alhamdulillah …

Yuk! Kaka, Mas, dan Teteh sesekali luangkan waktu memandang keindahan ciptaan-Nya. Bentang langit biru berhias gumpalan awan putih dari halaman rumah Jatihandap, kos Cisitu Indah dan pondok Kebagusan. Lafazhkan doa-doa terindah yang telah dicontohkan oleh para Rasul. “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dan memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya, dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Hud 11:47).

Lantunkan juga doa ini wahai anak-anak yang baik, “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. Dan jadikanlah aku buah tutur kata yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.” (QS. Asy-Syu’ara 26:83-85). Kehidupan ini akan terasa indah bila kita dapat meraih hikmah dalam setiap episodenya. Nikmat hidup itu akan terasa tiada tara karena sejatinya Allah Yang Maha Agung lagi Maha Bijaksana telah melimpahkan kepada kita. Kitalah yang harus selalu bersyukur dengan melakukan segala amal kebajikan.

Pintalah selalu kepada-Nya agar amal kita diterima. “Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:127). “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Anbiya 21:87). Dan jangan sampai kita menjadi orang dzalim karena kufur nikmat.

Ijinkan juga Ibu menyampaikan nasehat kepada kalian. Bersahaja itu indah, wahai anak-anakku sayang. Hiasilah diri kalian dengan kekayaan akhlak mulia dan ketinggian ilmu yang bermanfaat bagi sesama, karena itulah bekal yang sangat pantas kita bawa untuk menghadap kembali kehadirat Illahi Rabbi Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi Karunia. Bukan harta melimpah ruah yang hanya dinikmati diri sendiri, apalagi didapat dari jalan menyakiti sesama, tentu hal itu akan mempermalukan kita dihadapan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Melihat. Jikalau kalian kaya maka hiduplah tetap bersahaja karena itu lebih membuat kalian bahagia.

Maafkan Ibu bila dalam memberikan bekal kepada kalian secukupnya, tak berlebihan, mungkin bisa dibilang sedikit bila dibanding teman-teman lain yang berkelimpahan harta. Itulah yang bisa Ibu berikan kepada kalian, semoga berkah dan mencukupi kehidupan kalian saat ini sebagai para penuntut ilmu. Kalian bisa bersabar dan tetap semangat, Barakallah.

Oya … Hari itu silih berganti siang dan malam. Luangkan waktu sejenak disepertiga malam. Kala orang lain berselimut terlelap, kalian bangunlah! Ruku dan bersujudlah kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. Pintu-pintu langit terbuka dan para malaikat menjemput doa-doa terbaik kalian, Insyaallah …

Bila saat menjalani kehidupan kalian merasakan beban berat, bacalah doa yang Allah firmankan di dalam Al-Qur’an. “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami lantaran kami lupa atau tersalah. Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah 2:286).

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2:153).”Dan di antara mereka ada orang berdoa, “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.” (QS. Al-Baqarah 2:201).

Wahai anak-anak permata hati Ibu. Tidak semestinya ujian dimaknai kesempitan hidup atau bencana. Bahkan seharusnya ketika ujian datang, seseorang merasa bersyukur. Karena orang yang diuji adalah orang yang dicintai Tuhannya, Allah Yang Maha Memelihara lagi Maha Penyantun . Orang yang dipilih. Lantaran kecintaan-Nya, Dia menguji agar terbukti kesetiaan hamba-Nya atau agar hamba-Nya semakin mendekat, atau agar hamba-Nya memperoleh pahala yang lebih. “Jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya.” (Hadits).

Jangan ragu untuk terus melangkah dalam hidup. Jangan takut dan sedih jika kesusahan atau ujian menghampiri. Jangan biarkan hatimu gundah dengan hari-hari yang akan engkau hadapi. Jangan risau apakah besok engkau akan makan atau tidak. Jika engkau sudah memenuhi kewajibanmu sebagai seorang hamba, maka jangan takut suatu ketika kematian menjemputmu. “Dan tidaklah satu jiwa meninggal kecuali sudah dipenuhi rizki yang telah dituliskan untuknya.” (Hadits). Berdoalah “Ya Tuhanku, janganlah Engkau tinggalkan aku seorang diri, dan Engkaulah waris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiya 21:89).

Wahai anak-anakku shalih dan shalihah, manusia itu kadang mengalami naik dan turunnya iman. Seringkali melakukan kesalahan. Namun, ingatlah bahwa Allah Yang Maha Adil lagi Maha Pengampun akan memaafkan segala kekhilafan kita. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Tahrim 66:8). “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.” (QS. At-Taubah 9:129).

Dunia ini fana, sekejap, dan sementara saja. Jangan tergiur oleh gemerlapnya. Kehidupan sejati kita ada di surga-Nya terindah. Semoga kita punya rumah abadi dan berkumpul di sana bersama Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam, orang-orang shalih, dan berjumpa Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, aamiin …

Surat cinta Ibu kali ini cukup dulu ya Kaka, Mas, dan Teteh.

Wassalam.

Sepenuh cinta dari Ibu.

Foto-foto kalian yang bisa meredam rindu Ibu. Semoga dalam waktu dekat Ibu bisa jumpa kalian.

Terimakasih untuk MGN yang punya ide “Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog” bulan Januari ini temanya Menulis Surat. Aku jadi ingat saat Kaka, Mas, dan Teteh boarding school tak boleh membawa gawai. Nah … Caraku berkomunikasi dan melepas rindu adalah dengan menulis surat kepada mereka.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Business and Industry Student Internship

Standar

Rizqi Ahmad Fauzi seorang mahasiswa Universitas Catur Insan Cendikia Cirebon yang mengambil program studi Manajemen Bisnis, akan membagikan pengalamannya memulai bisnis selagi muda. Selain belajar dari orangtua yang memiliki bisnis di bidang kuliner, Rizqi juga melaksanakan program magang bisnis dan industri dengan membuka usaha sendiri.

Sumber: dokumen magang mahasiswa UCIC prodi Manajemen Bisnis.

Chips Dream Store (CDS) adalah nama usaha yang dibuat oleh Rizqi bersama teman kuliahnya Putri Puspa Sari dan Agus Yasin. CDS mengembangkan usaha penjualan keripik pisang, kentang, dan ubi yang diproduksi oleh UMKM di sekitar rumah Rizqi di kawasan Sumber Kabupaten Cirebon. Rizqi dan teman-temannya melakukan pengepakan ulang (repacking) dan pemberian label (labeling) lalu menjualnya secara offline dan online.

Apa saja yang mendasari Rizqi dan teman-temannya sehingga semangat menjalankan usaha CDS ini? Ada 3 faktor yaitu:

Pertama: Why your purpose (your motivation, what do you believe?)
Motivasi dalam menjalankan wirausaha yaitu saya harus berjuang diusia muda dengan segala kemampuan yang saya miliki agar nanti diusia tua saya bisa menikmati hasil kerja keras yang sudah saya lakukan pada saat masih muda, kebetulan saya terlahir di keluarga yang memiliki jiwa wirausaha, dimulai dari kakek saya yang memiliki pabrik tahu dan berjualan tahu di pasar pagi, kemudian kedua orang tua saya yang merintis usaha dari warung pinggir jalan yang sangat kecil dan sempit, kemudian berhasil
membangun dan mendirikan rumah makan, serta memiliki usaha catering yang sudah bekerjasama dengan 2 rumah sakit di Kota Cirebon, itu salah satu hal yang memotivasi saya untuk berwirausaha, dan saya ingin membuktikan, bahwa saya bisa seperti mereka, walaupun dimulai dari hal kecil, karena hal besar terlahir dari hal kecil.

Kedua: How your purpose (spesific actions taken to realize your why)
Cara saya untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara belajar dan berusaha dengan sungguh sungguh, tidak mudah putus asa, gagal bangkit lagi, memiliki mental dan fisik yang kuat. dan yang paling utama tidak lupa untuk beribadah dan meminta petunjuknya.

Beberapa hal yang lakukan di tempat magang dalam hal ini di CDS adalah:

  • Kejar pengetahuan-pengetahuan baru. Mempelajari hal hal baru yang terkait dengan wirausaha agar usaha yang sedang dijalani bisa berkembang
  • Saling mengajar dan belajar, ketimbang bersaing dengan teman kerja. Saling berbagi ilmu dengan teman 1 tim, saling melengkapi satu sama lain agar dapat tercapai tujuan bersama.
  • Terbuka pada pendapat dan masukan dari orang lain. Selalu meminta pendapat mengenai keputusan yang akan dibuat, contohnya meminta pendapat mengenai desain lebel yang dibuat. Dan menerima masukan dari para customer seperti, kalo bisa pada keripik ubi harus lebih lama ditiriskan, supaya minyaknya tidak terlalu banyak.
  • Gunakan rasa ingin tahu untuk menyelesaikan beda pendapat. Mencari tahu maksud dari pendapat orang lain, seperti menanyakan tujuannya, bagaimana kedepannya, sehingga tidak terjadi selisih paham dan selisih pendapat.
  • Selaraskan tujuan pribadi dengan misi organisasi. memiliki tujuan yang sama dengan organisasi sehingga dapat bekerja lebih maksimal dan mencapai tujuan yang sama

Jika kelak menjadi pemimpin (leader), inovasi yang akan dilakukan Rizqi dan teman-temanya agar bisnis dapat berjalan semakin maju yaitu membuat bisnis yang memiliki ciri khas dan berbeda dari bisnis yang sudah ada sebelumnya, sehingga menarik minat dari orang lain untuk mencoba, tidak lupa harus terbuka atas saran dan kritik dari konsumen, sehingga bisnis yang kita jalani dapat diterima dengan baik oleh konsumen, serta dapat berjalan semakin maju dan juga berkembang.

Putri Puspa Sari mengatakan dalam buku Innovation by Design, yang ditulis Thomas Lockwood dan Edgar Papke menyarankan agar kita semua, secara individual juga perlu berubah mindset. Ada 10 persyaratan
perubahan sikap dan mental yang perlu dilakukan agar kita bisa memiliki mental setara dengan para disruptor. Apa saja 10 persyaratan tersebut?

  • Gunakan empati dalam memahami pengalaman orang lain.
  • Tingkatkan keterampilan mendengar dan mengeksplorasi, dengan semangat saling menghargai.
  • Biasakan mengekspresikan apa yang anda lihat, dengar, dan rasakan dari sekitar anda.
  • Kejar pengetahuan-pengetahuan baru.
  • Pamerkan kekuatan mental dan keberanian anda.
  • Saling mengajar dan belajar, ketimbang bersaing dengan teman kerja.
  • Terbuka pada pendapat dan masukan dari orang lain.
  • Gunakan rasa ingin tahu untuk menyelesaikan beda pendapat.
  • Selaraskan tujuan pribadi dengan misi organisasi.
  • Biasakan mengisi pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan.
Sumber: dokumen magang mahasiswa UCIC prodi Manajemen Bisnis.

Sedangkan Agus Yasin memiliki kisah yang sedikit berbeda ketika bergabung di CDS. Walaupun saya tidak mengikuti teman-teman saya dari nol tetapi tetap merasakan bagaimana perjuangan mereka seperti apa. Dan kenapa saya memilih wirausaha bersama teman-teman saya yaitu karena saya mempunyai
kepercayaan tersendiri bahwa rezeki tidak akan kemana tetapi tetap saya harus berusaha semaksimal mungkin dan saya suka atau hobi dalam berwirausaha walaupun gagal beberapa kali tapi tetap saya tidak menyerah dan akhirnya saya bertemu mereka yang sejalan dengan pola piker dan tujuan saya.

Di sini banyak sekali hal menarik yang bisa saya dapatkan bersama teman kerja. Berjuang dari awal untuk
membangun perusahaan dan akhirnya sampai sekarang bisa berjalan dengan baik. Tujuan saya adalah membangun sebuah perusahan yang bisa membuat lapangan pekerjaan disetempat, saya selalu belajar dari teman-teman saya yang sudah sukses dan saya ambil pelajaran dari pengalamannya.

Sumber: dokumen magang mahasiswa UCIC prodi Manajemen Bisnis.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Ritel Business in 4.0 Era to 5.0 Era

Standar
All About Fourth Industrial Revolution-How Industry 4.0 Can Transform Your  Business? - Sfuptech
Sumber: sfuptech.com.

Kegiatan bisnis termasuk bisnis ritel memang tak akan lepas dari kehidupan manusia. Pada hakikatnya, semua pelaku usaha mempunyai pemahaman bahwa kegiatan bisnis tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi, khususnya kegiatan bisnis yang dilakukan pada jaman di mana persaingan tidak mengenal batasan, baik ruang maupun waktu. Alhasil, kegiatan bisnis ini secara otomatis menciptakan suatu persaingan yang sangat kompetitif.

Tata Consultancy Services w Aerospace and Defense | ARC Advisory
Sumber: arcweb.com

Kompleksitas perilaku konsumen dalam menentukan pilihan menjadikan kegiatan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan. Perusahaan sebagai produsen dipaksa untuk melakukan berbagai strategi bisnis, diantaranya strategi pemasaran dalam menawarkan barang dan jasa yang diproduksinya, sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut.

Kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda antar konsumen satu dengan yang lainnya merupakan hal yang sangat abstrak dan menjadi tantangan bagi perusahaan sebagai produsen untuk memahaminya. Sehingga lahirlah asumsi-asumsi untuk menyederhanakan kompleksitas tersebut. Perubahan orientasi produksi menjadi orientasi pemasaran atau dikenal dengan sebagai manajemen bauran pemasaran tersebut telah mendominasi pemikiran dan praktik kegiatan pemasaran.

Menurut Hedaa dan Ritter (2005) ‘Fokus manajerial dari orientasi pemasaran adalah memahami keinginan dan kebutuhan konsumen, sehingga barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan akan dibeli oleh konsumen secara sukarela’. Keberhasilan tersebut tentu akan meningkatkan keuntungan bagi perusahaan.

Orientasi pemasaran berlajut kepada kegiatan untuk mempertahankan pelanggan atau pangsa pasar. Kegiatan ini membutuhkan perhatian lebih serius, khususnya dalam memahami preferensi dari konsumen, pelayanan pelanggan, dan kualitas hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Formula-formula baru untuk mendekati dan memahami keinginan pelanggan secara lebih mendalam, variabel sosial mulai dianggap sebagai variabel penting. Kegiatan marketing mulai dianggap sebagai hubungan yang lebih kuat antara produsen dan konsumen, tidak sekadar transaksi.

Kondisi ini disebut sebagai pergeseran paradigma dari transactional marketing ke relationship marketing, penggunaan literasi sosiologi mulai digunakan untuk memahami perilaku-perilaku pelanggan maupun konsumen potensial.

Kotler dkk (2010) mengklasifikasikan perkembangan marketing menjadi tiga tahap :

(1) Product-centric marketing berorientasi kepada produk;

(2) Consumer-oriented marketing berorientasi pada konsumen;

(3) Value-driven marketing berorientasi pada nilai dan kepentingan pelanggan.

Value-driven marketing merupakan tahapan yang lebih memerhatikan para konsumen sebagai seorang manusia seutuhnya, tidak lagi melihat mereka sebagai target pasif lagi. Tahap value-driven marketing hakikatnya merupakan pengembangan dari tahap sebelumnya, namun pada tahap ini para konsumen diundang untuk berpartisipasi dalam mengembangkan produk dan perusahaan juga lebih memberikan ruang untuk berkomunikasi dengan mereka.

Kemunculan new wave technology memungkinkan terjadinya konektivitas dan interaktivitas antarindividu dan kelompok, selain itu teknologi ini juga memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan dirinya maupun berkolaborasi dengan orang lain. Kemunculan new wave technology juga menandai lahirnya era yang disebut juga sebagai era partisipasi.

Perilaku konsumen pada era partisipasi adalah seseorang konsumen dari seseorang membuat suatu produk sendiri sekaligus mengonsumsinya sendiri. Era tersebut mengubah perilaku seseorang dari konsumen menjadi prosumer. Sarana yang digunakan adalah media sosial. Media sosial yang masuk dalam kategori ekspresif adalah YouTube, blog, Twitter, Facebook, Instagram, dll. Kelompok media sosial yang selanjutnya adalah media sosial yang bersifat kolaboratif, yaitu seperti Rotten Tomatoes, Wikipedia. dan lain-lain.

Setiap media sosial memiliki pasar masing-masing karena tidak semua orang menggunakan semua media sosial karena mereka secara umum akan menggunakan media sosial sesuai dengan pergaulannya, tingkat kecerdasannya, dan hobi mereka masing-masing. Berbagai perusahaan tentunya memanfaatkan media sosial tersebut untuk menggambarkan perilaku konsumen sehingga mampu menyegmentasikan pasar dengan tepat.

Beberapa perusahaan bahkan mendapat inovasi maupun ide dari konsumen. Konsumen juga bisa mengambil alih pekerjaan tenaga pemasar. Kolaborasi dengan konsumen dapat meningkat ketika konsumen berperan dalam menciptakan nilai-nilai melalui co-creation suatu barang dan jasa.

Kekuatan pendukung lainnya adalah globalisasi dan masyarakat yang kreatif. Teknologi informasi memungkinkan pertukaran informasi antarnegara, antarperusahaan, maupun antarindividu dari seluruh dunia.

Di dalam era globalisasi muncul cultural brand yang mendorong nasionalisme dan proteksionisme, sebab mereka bertujuan menjadi ikon budaya dari masyarakat lokal. Sedangkan cultural marketing merupakan pendekatan yang menunjukkan kepedulian dan harapan dari masyarakat global. Perusahaan yang menerapkan pendekatan tersebut tentunya harus memahami mengenai isu-isu komunitas atau masyarakat yang terkait dengan bisnisnya.

Kekuatan lainnya dalam value driven marketing adalah munculnya masyarakat kreatif. Meskipun jumlah orang yang masuk dalam kategori masyarakat kreatif tidak banyak, namun posisi mereka dalam masyarakat semakin dominan. Mereka adalah para inovator yang menciptakan dan menggunakan teknologi dengan konsep baru. Selain itu juga menjadi menghubung antarkonsumen dalam dunia bisnis kolaboratif pada era new wave technology. Masyarakat kreatif adalah konsumen paling ekspresif dan kolaboratif yang memaksimalkan penggunaan media sosial.

How Humans Are Empowering Digital Transformation In Industry 4.0?
Sumber: netobjex.com

Bahan renungan menyikapi era teknologi 4.0

Ada video yang viral, tentang teknologi digital yang akan melumat semua, dengan kecerdasannya (AI, dll.), dengan kecepatannya. Memang teknologi digital, pasar digital, berita digital, dll. akan melumat seperti yang diceritakan dalam video itu. Tapi saya berpendapat, yang akan menjadi pusat peradaban masa depan, adalah peradaban yang diisi oleh komunitas manusia, yang justru tidak hanya berlomba dalam kecepatan pertumbuhan yang dibantu oleh teknologi digital, AI, dll.

Coba lihat sekarang. Apakah mereka yang hidup menyesuaikan diri dengan kecepatan yang dihadirkan oleh dunia digital, adalah mereka yang akan maju? TIdak. Mengapa? Karena pikiran yang menyerap informasi cepat, berbeda sel-sel otaknya dengan pikiran yang menyerap informasi dari perenungan.

Sel-sel otak yang menyimpan dan memproses informasi cepat, adalah sel-sel yang juga melupakan informasi dengan cepat. Di samping itu, sel-sel otak tersebut, lebih cepat melihat keburukan, karena kecepatan untuk megenali keburukan dan ancaman, dibutuhkan untuk menghindari bahaya.

Sedangkan sel-sel otak yang bisa menerima nilai-nilai kebaikan, adalah sel-sel otak yang bekerja dalam keheningan. Sel-sel ini letaknya berbeda dalam otak kita. Dan proses kerjanya lebih lambat, berbeda dengan sel yang mengenali keburukan. Sel otak yang menangkap kebaikan, bekerja dalam perenungan, dalam keheningan diri.

Karena itulah, semua agama, semua ajaran kebaikan, menekankan pentingnya menyediakan waktu untuk perenungan dalam keheningan diri. Namanya beragam, mulai dari meditasi, tahajud malam, dll. Hanya dengan cara itu, nilai-nilai kebaikan akan mengalir deras dalam sel-sel otak kita, yang menyemangati usaha untuk mengapresiasi kebaikan, dan menciptakan kebaikan.

Puncak peradaban manusia, akan diisi oleh komunitas manusia yang tidak selalu berlari, melainkan menyediakan waktu untuk berhenti di saat-saat tertentu. Berhenti itu bukan untuk menolak kemajuan, justru untuk menemukan landasan yang kuat bagi kemajuan, berupa nilai-nilai keluhuran budi yang memberi kekuatan yang luar biasa untuk maju menciptakan kebaikan-kebaikan.
Apa bukti dari uraian di atas? Lihatlah atmosfer di media sosial, dan atmosfer di keseharian kita di luar media sosial. Di media sosial, orang diberi kesempatan untuk bereaksi cepat. Tapi dalam reaksi cepat itu, yang lebih mudah dicerna adalah keburukan, dan reaksinya adalah tulisan dan ungkapan yang menyebarkan keburukan, kebencian, dan sikap mempersoalkan.

Berbeda dengan atmosfer di luar dunia digital. Ketika kita ingin bereaksi terhadap kata-kata atau perilaku orang lain, kita tidak sempat bereaksi cepat, karena orang itu sudah berlalu. Saudara, teman, dan rekan kerja, tidak selalu berada di samping kita, sehingga reaksi cepat tidak selalu bisa terjadi. Ketika kita akhirnya bertemu mereka, maka kata-kata, sikap, tindakan, dan informasi lain yang menyerbu sel-sel otak kita, sudah sempat terendapkan, dan berproses melalui perenungan tanpa kita sadari.

Nah, interaksi non-digital inilah, yang justru meredam keburukan, kemarahan, kebencian, dan sebaliknya memberi kesempatan untuk mengenali niat baik, sikap baik, dan tindakan-tindakan yang baik.

Perhatikan pula sosok orang-orang yang hadir di media sosial. Mereka yang reaktif menanggapi berbagai cerita dan berita, adalah mereka yang merusak atmosfer pertemanan dan persaudaraan. Sebaliknya mereka yang lebih sering menghapus dan membatalkan komentar, dan berkomitmen untuk lebih sering, 20 kali lebih sering, mengapresiasi kebaikan dan menulis tentang kebaikan, dibanding mengomentari keburukan, adalah mereka yang menciptakan atmosfer kemajuan. Mereka yang terakhir ini, sering membatalkan komentar, ketika megenali munculnya kekesalan, kemarahan, dan kekecewaan yang tumbuh dalam hati, sekecil apapun itu. Mereka hanya menulis, saat yakin bahwa keadaan hatinya dalam keadaan baik.

Puncak peradaban yang luhur akan tercipta, justru oleh orang-orang yang tidak diserap oleh dunia digital. Mereka mampu memilah pemanfaatan teknologi digital, hanya untuk sesuatu yang telah direncanakan dengan baik. Mereka menolak untuk reaktif dalam hubungan sosial lewat teknologi digital. Mereka menolak untuk berinteaksi secara digital, ketika suasana hati tidak mendukung.

Orang yang akan menciptakan puncak peradaban masa depan, adalah mereka yang berdisiplin untuk menciptakan kesempatan, untuk mengosongkan pikiran dalam keheningan diri. Yaitu mereka yang meninggalkan dunia digital secara teratur, untuk mengaktifkan sel-sel otak yang bekerja dalam keheningan dan perenungan. Hanya sel otak inilah yang punya kemampuan untuk mengenali niat-niat luhur, dan memotivasi penciptaan kebaikan-kebaikan, dan keindahan.

Society 5.0 akan menghubungkan manusia (pelaku bisnis), benda atau media serta sistem (platform) yang kesemuanya akan terhubung di dunia maya dan dengan bantuan teknologi AI (artificial intillegence) diharapkan hasilnya akan lebih besar dari kondisi yang sebelumnya terjadi, yaitu kondisi pada saat sebelum teknologi AI di  gunakan.

Sehingga cara ini bisa menjadi nilai-nilai baru atau alternatif solusi  yang bisa di berikan kepada pelaku bisnis.   Society 5.0 bukan sekadar persoalan modal dalam sebuah bisnis. Tetapi Society 5.0 adalah menghubungkan data yang akan bisa di gerakan dengan dukungan internet dan AI agar bisa menjadi solusi bagi pelaku bisnis baik dari mereka yang berada di  kalangan pebisnis kecil, menengah hingga besar.

Sumber: goodmoney.id. Model Bisnis 5.0. Model ini merupakan sinergi  antara intellectual capital yang melahirkan innovation dan information technology capability yang menghasilkan value creation.

Sinergi kedua unsur tersebut akan menghasilkan suatu kekuatan yang besar untuk meningkatkan perekonomian suatu bangsa. Untuk membangun ekonomi suatu negara agar tumbuh lebih baik dan maju, tidak hanya dibangun dengan kekuatan mesin dan teknologi yang tinggi, akan tetapi harus berkolaborasi dengan intellectual capital society yang berbasis Human/manusia. Inilah yang disebut sebagai Hybrid Busines Model atau Business Model 5.0. Model ini cocok diterapkan di Indonesia dan dapat digeneralisasikan pada seluruh Perusahaan yang bergerak baik di bidang jasa, ritel maupun manufaktur.

Hybrid Business Model cocok diterapkan di Indonesia yang memiliki batasan budaya dan agama sehingga peran manusia tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Peran manusia yang tidak bisa digantikan oleh teknologi dinamakan Intellectual Capital yang menghasilkan Innovation.

Sumber digital:

Klik untuk mengakses STRATEGI-DIFERENSIASI-Program-Studi-Pendidikan-Bisnis-di-Era-Society-5.0.pdf

Kenapa Harus Ikut Organisasi dan Apa Manfaatnya?

Standar

Dewasa ini banyak pelajar dan mahasiswa yang enggan masuk organisasi. Banyak yang menganggap berorganisasi itu hanya buang-buang waktu, tenaga, uang dan pikiran. Padahal, berorganisasi itu sangat penting dan bermanfaat untuk dirinya, juga untuk kehidupan umat manusia dewasa ini.

Tugas Penciptaan Manusia ‘Khalifah Fil Ardh’

Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling sempurna. Oleh karenanya, manusia diamanahi Allah untuk memegang kepemimpinan di muka bumi (khalifah fil ardh). Begitu mulianya manusia hingga makhluk lain pun tak mampu memegang amanah tersebut karena beban pikulannya terlalu berat. Begitu bodohnya manusia karena mau menanggung amanah tersebut. Namun, Allah mempercayakan tersebut karena melihat kapasitas manusia yang memang sanggup, dengan catatan hanya kepada orang-orang yang saleh.

Ingatlah ketika Allah berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan manusia (perempuan dan laki-laki) sebagai khalifah di bumi.”  Malaikat berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan manusia sebagai khalifah, padahal mereka nantinya hanya akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah, sementara kami senantiasa bertasbih, memuji dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30).

Makna khalifah fil ardh adalah menjadi agen perbaikan moral. Bukankah, kehadiran para Rasul di dunia ini semata-mata untuk melakukan perbaikan moral? Rasulullah Muhammad saw bersabda: inni buistu liutammima makarimal akhlaq (sesungguhnya kedatanganku semata-mata untuk memperbaiki moral manusia).

Tugas suci untuk perbaikan moral hendaknya dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan menata pikiran, hati dan seksualitas (syahwat) sehingga semua terkontrol dengan baik. Tujuannya, menjadi manusia yang berguna, bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Kemudian, menata kehidupan keluarga, dan selanjutnya menata kehidupan masyarakat dan bangsa sehingga pada gilirannya tercipta masyarakat yang adil, makmur dan berkeadaban yang dalam Al-Qur’an disebut:

بَلۡدَةٞ طَيِّبَةٞ وَرَبٌّ غَفُورٞ   (Q.S. Saba’ :15).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. … Ingatlah, masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar).

Manfaat dalam Berorganisasi

Penting kita berinteraksi dengan manusia lain salah satu caranya dengan berorganisasi. Seperti dalam firman Allah SWT didalam surah Al-Maidah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa”.

Terdapat empat manfaat bila kita mengikuti organisasi, yaitu:

Pertama adalah mencerdaskan. Berorganisasi dapat meningkatkan kecerdasan seseorang, terutama kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, sosial dan kecerdasan finansial. Dengan berorganisasi mereka yang  biasanya tidak pernah shalat tahajud menjadi rajin tahajud, yang biasanya suka marah, menjadi sabar, yang biasanya tidak pernah berinfaq, menjadi rajin infaq dan lainnya.

Kedua adalah menyucikan. Berorganisasi dapat menjadikan hati dan jiwa kita menjadi bersih. Sebab, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu sifatnya adalah hal-hal yang sangat positif. Perilaku manusia juga akan terpengaruh hal positif dari oleh orang lain. Karena di organisasi itu banyak orang yang baik, maka perilaku  kita pun akan terpengaruh untuk melakukan sesuatu kebaikan. Beberapa sifat manusia yang sering mengotori hati dan jiwanya, yaitu iri hati, berbohong, ingkar janji, tidak tanggung jawab dan sombong. Banyak kegiatan dalam organisasi yang dapat menghilangkan rasa tersebut, seperti berinfaq,  tolong – menolong dan lainnya.

Ketiga adalah mencerahkan. Berorganisasi dapat mencerahkan hati dan pikiran seseorang. Keberhasilan seseorang dalam berorganisasi tidak diukur dari jabatan yang diperoleh, tetapi diukur dari seberapa banyak kita terlibat dalam menyelesaikan masalah yang muncul dalam organisasi tersebut. Semakin banyak kita terlibat dalam menyelesaikan masalah, maka semakin banyak pula hasil yang kita peroleh dalam berorganisasi. Berorganisasi dapat melatih kerjasama, melatih kedewasaan dan sebagai wahana untuk silaturahim bahkan bisa  mencapai kesuksesan.

Keempat adalah meneguhkan keimanan seseorang. Karena banyak nilai-nilai keimanan yang dapat diperoleh ketika kita aktif di organisasi. Sebab banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan untuk meneguhkan keimanan anggotanya. Dalam berorganisasi kita diajarkan untuk membantu orang lain, peduli orang lain. Ini semua adalah wujud dari keimanan seseorang. Semakin tinggi keimanan seseorang, maka semakin mudah orang untuk berbuat baik kepada orang lain. Membantu orang lain hakikatnya sama dengan membantu diri sendiri.

Kita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi, lulusan tidak menjamin kesiapan berkarya dan bekerja, akreditasi tidak menjamin mutu, masuk kelas tidak menjamin belajar.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan

Mungkin banyak dari kita yang saat ini sedang mengemban amanah dari berbagai organisasi yang diikuti. Namun, apakah kalian memiliki alasan tersendiri memilih bergabung dengan organisasi tersebut? Atau hanya sebatas bergabung tanpa memiliki alasan yang jelas?

Berorganisasi berarti bersinergi bersama untuk mencapai tujuan, namun masih banyak dari kita yang hanya sebatas ikut-ikutan saja. Padahal, banyak manfaat yang bisa kita ambil dari organisasi. Kemampuan tersebut dibutuhkan di era saat ini dan bahkan tidak kita pelajari secara formal, baik di sekolah maupun di bangku perkuliahan.

Manfaat lain yang tak kalah penting dengan mengikuti organisasi adalah:

  • Menemukan solusi atau menyelesaikan masalah (Complex problem solving).
  • Berpikir kritis (Critical thinking).
  • Organisasi sebagai wadah kreatifitas (Creativity).
  • Organisasi sebagai sarana mengembangkan jiwa kepemimpinan (Leadership).

Cara Membangun Organisasi

Halaman Unduh untuk 53 Model Desain Masjid Minimalis Modern Unik Terbaru  2018 Model Desain Rumah Minimalis Arsitektur Neoklasik Arsitektur Masjid  Arsitektur Islami
Membangun organisasi dapat dianalogikan dengan membangun masjid. Ada lahan, desain dari arsitek, bahan bangunan, pekerja (tukang atau kontraktor), dan pengawas.

Lalu cara membangun organisasi yang Islami haruslah didalamnya terdapat tiga hal yaitu:

Membangun Organisasi Yang Islami ~ Muhammad Arya Kurniawan
  1. Keikhlasan.
  2. Kebersamaan.
  3. Pengorbanan.

Organisasi merupakan suatu wadah guna menempung aspirasi, pikiran, serta pendapat dari anggota yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Dengan melibatkan diri kita dalam organisasi Islam kita dapat membantu menyumbangkan buah fikiran dalam sebuah tindakan untuk membangun sebuah sistem kemasyarakatan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunnah. Dengan begitu membantu terwujudnya modal insan umat Islam yang benar-benar bertamadun dan berkualitas yang akan berjuang untuk agama Islam yang Allah ridhai.

Secara bahasa, organisasi adalah dua orang atau lebih yang saling bekerjasama untuk mewujudkan tujuan yang sama. Organisasi memang kumpulan dari orang-orang yang memiliki arah dan target yang sama, hanya saja itu tidak menghilangkan fakta bahwa organisasi terdiri dari individu yang beraneka ragam latar belakangnya. Dengan fakta di atas maka sudah seharusnya orang yang aktif di dunia organisasi harus menguasai “akhlak berorganisasi”, agar dapat terjalin hubungan erat lahir dan batin antar sesama anggota organisasi.

Apa saja akhlak berorganiasi itu?

Pertama, tidak merasa paling benar, jadikan orang lain di organisasi sebagai partner berdiskusi, karena bisa saja pendapat terbaik datang dari orang lain, bukan dari diri sendiri.

Kedua, terbuka dengan semua orang, salah satu masalah mendasar di organisasi adalah adanya kubu atau blok yang saling berlawanan. Kerap kali menjadikan organisasi berjalan lambat atau bahkan berhenti karena adanya kelompok-kelompok kecil, oleh karena itu maka mulailah terbuka dengan semua orang. Tidak hanya yang sepaham namun juga yang berbeda pemahaman.

Ketiga, mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi, ini menjadi penting karena tidak jarang sebagian pihak menjadikan organisasi sebagai jalan untuk mewujudkan ambisi pribadi saja.

Keempat, tidak orientasi one man show, organisasi bukanlah tentang satu orang saja, berikan kesempatan kepada semua orang sesuai porsi dan kemampuan.

Kemudian terdapat unsur-unsur yang dapat dijadikan landasan bagi terbentuknya budaya organisasi. Unsur-unsur tersebut antara lain yaitu:

1. Pendirian
2. Sikap
3. Perilaku


Karakteristik budaya organisasi islam antara lain:

• Bekerja merupakan “ibadah”.
• Bekerja dengan azas manfaat dan maslahat.
• Bekerja dengan mengoptimalkan kemampuan akal.
• Bekerja dengan keyakinan dan optimistik.
• Bekerja dengan mensyaratkan adanya sikap tawazun (keberimbangan).
• Bekerja dengan memperhatikan unsur kehalalan dan menghindari unsur haram (yang dilarang syariah).

Dalam firman Allah dijelaskan bagaimana manusia hidup secara bersama atau kelompok. “Hai manusia, Sesungguhnya menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesunggunya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat : 13).

Jejak Pemimpin Perempuan dalam Islam: Khadijah, Fatima Al-Fihri, Dewi Sartika, Rasuna Said, Halimah Yacob

Khadijah Al-Kubra sebelum menjalani biduk rumah tangga dengan Nabi Muhammad, ia adalah perempuan mandiri yang memimpin perusahaan besar peninggalan sang ayah di Makkah. Hebatnya lagi, Khadijah saat memimpin perusahaannya merupakan ibu tunggal yang mengurus dua anaknya Abdullah dan Abu Hallah, karena ia dua kali ditinggalkan suami yang tewas di medan perang. Meski Khadijah merupakan pengusaha sukses dengan kekayaan berlimpah, namun ia mempunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi. Ia dikenal dermawan dan punya rasa empati yang besar terhadap sesama.

Aisyah punya peran yang  tidak kalah penting dalam perjalanan kepemimpinan perempuan di awal penyebaran Islam. Ia merupakan orang yang paling dipercaya Nabi, berwawasan luas, berotak brilian, kritis, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Setelah Nabi, Muhammad wafat Aisyah menjadi orang yang dipercaya memimpin komunitas Muslim di jazirah Arab. Dari Aisyah pula banyak tercetak intelektual-intelektual yang berpengaruh besar dalam Islam. Ia punya dedikasi besar menyebarkan Islam yang inklusif.

Fatima Al-Fihri dikenal sebagai pendiri institusi pendidikan muslim terbesar di Jazirah Arab dan Afrika Utara pada abad ke-8. Fatima dan keluarganya merupakan imigran yang pindah ke Fez, Maroko, Tunisa, untuk memulai hidup baru. Ayahnya adalah pebisnis andal yang sukses, sehingga Fatima hidup berkecukupan dengan kekayaan berlimpah. Ketika ayahnya meninggal, Fatima dengan adiknya Mariam menggunakan harta peninggalan sang ayah untuk membangun masjid. Fatima punya pemikiran yang sangat revolusioner, dengan menjadikan masjid yang kemudian diberi nama Al-Qarrawiyyin. Saat mendesain masjid, Fatima sudah memikirkan jika masjid itu kelak akan menjadi tempat bernaung mereka yang ingin memperdalam ilmu agama serta ilmu pengetahuan.

Dewi Sartika lahir dari keluarga Sunda yang ternama, yaitu R. Rangga Somanegara dan R. A. Rajapermas di Cicalengka pada 4 Desember 1884. Pada 16 Januari 1904, ia membuat sekolah yang bernama Sekolah Isteri di Pendopo Kabupaten Bandung. Sekolah tersebut kemudian direlokasi ke Jalan Ciguriang dan berubah nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri pada tahun 1910. Ia mengajarkan para wanita membaca, menulis, berhitung, pendidikan agama dan berbagai keterampilan. Pada tahun 1912, sudah ada sembilan sekolah yang tersebar di seluruh Jawa Barat, lalu kemudian berkembang menjadi satu sekolah tiap kota maupun kabupaten pada tahun 1920. Pada September 1929, sekolah tersebut berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi.

Rasuna Said, lahir pada tanggal 14 September 1910 di di Desa Panyinggahan, Maninjau, Agam, Sumatra Barat. Setelah menamatkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Rasuna Said remaja dikirimkan sang ayah untuk melanjutkan pendidikan di pesantren Ar-Rasyidiyah. Saat itu, ia merupakan satu-satunya santri perempuan. Ia dikenal sebagai sosok yang pandai, cerdas, dan pemberani. Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah Putri Padang Panjang. Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, ia sempat mengajar di Diniyah Putri sebagai guru. Namun pada tahun 1930, Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tetapi harus disertai perjuangan politik. Rasuna Said dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Majalah ini dikenal radikal, bahkan tercatat menjadi tonggak perlawanan di Sumatra Barat. 

Halimah Yacob adalah Presiden ke-8 Singapura, lahir di Queen Street, Singapura, pada 23 Agustus 1954. Halimah berkuliah di University of Singapura mengambil jurusan hukum. Dia lantas bergabung dengan Kongres Serikat Perdagangan Nasional (NTUC) sebagai staf legal. Selama lebih dari 30 tahun Halimah mengabdi di NTUC hingga akhirnya ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris Jenderal. Tahun 2011, Halimah ditunjuk menjadi Menteri Negara pada Kementerian Pengembangan Masyarakat, Urusan Pemuda dan Olahraga Singapura.

Baca juga artikel menarik lainnya di link berikut:

SWOT Analisys to Retail Marketing Strategy

Standar
Marketing Strategi. Sumber LOGIQUE

Pengertian Strategi

Mengenai strategi pemasaran beberapa ahli memberikan definisi yang berbeda-beda, diantaranya sebagai berikut:

Menurut Philip Kotler, mendefinisikan pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain.

Menurut Fandy Tjiptono, strategi pemasaran adalah seni atau ilmu untuk menjadi seorang pemimpin dan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam kamus istilah manajemen, strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk  mencapai sasaran khusus dan saling berhubungan dalam waktu dan ukuran. Strategi merupakan pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam waktu tertentu. Pada awalnya konsep strategi didefinisikan sebagai berbagai cara untuk mencapai tujuan (ways to achieve ends). Sejalan dengan konsep manajemen strategik (strategic management), strategi tidak dapat didefinisikan hanya semata-mata sebagai cara untuk mencapai tujuan karena strategi dalam konsep manajemen strategi mencakup juga penetapan berbagai tujuan itu sendiri yang diharapkan akan menjamian terpeliharanya keunggulan kompetetif perusahaan.

Menurut Chandler 1962, Strategi adalah penetapan tujuan dasar jangka panjang dan sasaran perusahaan, dan penerapan serangkaian tindakan, serta alokasi sumber daya yang penting untuk melaksanakan sasaran ini.

Dari beberapa pengertian strategi pemasaran yang dikemukakan di atas, dapat digambarkan bahwa strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka  mencapai tujuan tertentu.

Strategi pemasaran adalah kunci penting perusahaan dalam memasarkan produk atau jasa dan mendapatkan keuntungan darinya. Untuk lebih dapat menjangkau masyarakat, ada baiknya perusahaan melakukan strategi pemasaran yang kreatif. Bagaimana ya caranya?

Strategi pemasaran adalah pelaksanaan kebijakan dan penentuan rencana, tujuan dan sasaran untuk mencapai hasil yang diharapkan oleh barang dan jasa penilaian kebutuhan dan konsumen, menentukan tingkat harga, untuk mempromosikan produk dan mendistribusikan produk ke konsumen. Definisi strategi pemasaran dapat juga diartikan sebagai serangkaian upaya oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu.

Marketing Strategi. Sumber LinovHR
Analisis SWOT.

Keunggulan bersaing :

Harga, Efek pengalaman, Pangsa pasar, Hambatan masuk, Ekuitas merek, Distribusi, Diferesiasi, Kualitas produk, Kepuasan pelanggan.

Kondisi pasar :

Pertumbuhan pasar, Tahap siklus hidup, Evolusi produk, Segmentasi, Teknologi baru, Substitusi, Trend konsumen, Trend ekonomi, Trend pemerintah.

Pengertian Analisis SWOT

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)

Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.

Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Cara Melakukan Analisis SWOT dengan Benar

Seperti yang kami bahas diatas, Anda harus mengumpulkan tim untuk melakukan analisa SWOT. Anda tidak perlu melakukan analisa sepanjang hari, satu atau dua jam sudah cukup.

Kumpulkan orang-orang dari berbagai bagian perusahaan Anda dan pastikan Anda memiliki perwakilan dari setiap bagian. Anda akan menemukan bahwa berbagai kelompok dalam perusahaan Anda  memiliki perspektif yang sama sekali berbed. Dan point ini sangat penting untuk membuat analisis SWOT Anda berhasil.

Melakukan analisis SWOT mirip dengan pertemuan mendengerkan pendapat, untuk mengetahui cara yang benar dan salah dalam menjalankan suatu hal. Disarankan untuk memminta setiap orang mencatat dan minta setiap orang diam-diam menghasilkan ide untuk memulai sesuatu. Hal ini untuk mencegah groupthink dan memastikan bahwa semua suara didengar.

Setelah melakukan brainstorming selama lima hingga 10 menit, letakkan semua catatan dan tempel di dinding jangan lupa untuk mengelompokkan ide-ide serupa. Izinkan siapa pun menambahkan catatan tambahan pada titik ini jika ide orang lain memicu pemikiran baru.

Setelah semua ide diorganisasikan, sekarang saatnya untuk menentukan peringkat ide. gunakan sistem pemungutan suara di mana setiap orang mendapat lima atau sepuluh “suara” yang dapat mereka bagikan dengan cara apa pun yang mereka suka. Membuat catatan dalam berbagai warna berguna untuk latihan ini.

Berdasarkan latihan pemungutan suara, Anda harus memiliki daftar gagasan yang dapat diprioritaskan. Tentu saja, daftar itu sebagai bahan untuk diskusi dan debat, dan seseorang di ruangan itu harus dapat membuat keputusan terakhir pada prioritas. Ini biasanya CEO, tetapi bisa didelegasikan kepada orang lain yang bertanggung jawab atas strategi bisnis.

Anda akan ingin mengikuti proses menghasilkan ide untuk masing-masing dari empat kuadran dari analisis SWOT Anda: Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman.

Sumber digital:

https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-analisis-swot/

Silakan mampir membaca artikel menarik lainnya:

Cultural Based Design “Cirebon”

Standar

Mengenal Jejak Sejarah Cirebon

CARUBAN

Cirebon dijuluki Kota Udang. Asal katanya, `cai rebon’ yang berarti air udang yang kecil-kecil. Cirebon juga berarti caruban atau campuran. Di Cirebon ada campuran orang Sunda, Jawa, Aceh, Arab Gujarat, Cina, dan Melayu. Itu baru sebagian. Masih banyak suku lain di Cirebon.

Pendiri Nagari Caruban yaitu Sunan Gunung Djati atau Syekh Syarif Hidayatullah, ulama penyebar Islam di Jawa pada abad ke-14.

Buku Babad Cerbon Purwaka Caruban Nagari mencatat Sunang Gunung Djati sebagai cucu Gusti Prabu Siliwangi, putra Nyi Mas Rara Santang yang dipersunting sultan dari Mesir. Kerajaan yang didirikan pada 1479 kemudian dinamakan Pakungwati. Setahun setelah mendirikan Pakungwati, Masjid Agung Kasepuhan Sang Cipta Rasa didirikan.

Laksamana Cheng Ho juga pernah datang ke besi, juga guci berukuran besar. I ed: indira rezkisari Cirebon bersama armada Cina. Ia tercatat ikut menyempurnakan pembangunan Pelabuhan Muara Jati. Dibangunnya pula mercusuar dan bengkel perbaikan perahu berukuran besar. Di sekitar Muara Jati, bangunan bagi pemukiman orang asing kemudian berdiri bersamaan dengan berdirinya gudang-gudang dan pasar.

Sunan Gunung Djati kemudian menikah dengan perempuan China, Ong Tin. Ong adalah putri Haji Tan Eng Hoat atau Haji Maulana Ifdil Hanafi, pemimpin masyarakat China di Pelabuhan Talang yang juga pedagang kaya.

Keraton Kasepuhan Cirebon, menyimpan jejak sejarah panjang kebudayaan yang dapat menjadi dasar kreativitas dan inovasi di masa kini dan masa depan.
Gerbang dalam Keraton Kesepuhan Cirebon yang dibuat dari susunan batu bata merah tanpa perekat semen adalah akulturasi budaya Hindu yang diterapkan oleh Kesultanan Islam.
Masjid Panjunan Cirebon dengan elemen arsitektur utama batu bata merah dan kayu jati. Ornamen pagar seharusnya ada keramiknya (tampak bentuk cekung bulat) yang berasal dari China, tetapi sudah tidak ada lagi karena dicuri atau disimpan oleh pengelola?

“Pulchrum splendor est veritas” (Keindahan adalah pancaran kebenaran)

Nasihat itu keluar dari mulut ahli pikir Thomas asal Aquinas. Sebagai arsitek, saya memahaminya sebagai berbahasa dengan ruang dan gatra. Dengan garis dan bidang, juga dengan materi dan suasana. Maka, sewajarnya arsitek berselaras dengan budaya. Memiliki nurani dan tanggung jawab.

Arsitektur adalah perpaduan keindahan, perilaku, kesejarahan, mitos, dan fantasi untuk mencapai lingkungan ideal. Tidak pantas manusia membangun asal-asalan, sekadar bisa berdiri, dan dipakai. Harus ada dimensi lebih dari asal berguna. Ada semacam nurani untuk membangun dengan lebih berbudaya.

Alun-alun Kejaksan didesain berdasarkan hasil elaborasi kebudayaan bercirikan kekhasan Cirebon. Perpaduan Islam, Hindu, Kolonial, dan China di Cirebon menjadikan banyak bangunan memiliki desain unik dan menarik.
Arah garis yang ada di lapangan Alun-alun Kejaksan disesuaikan dengan arah kiblat Masjid Agung At-Taqwa. Monumen dinding batu bata merah ini mengadaptasi bangunan di keraton yang menggunakan material batu bata merah juga.

Cirebon kaya dengan cermin nilai-nilai budaya masyarakat. Keraton Kasepuhan dan Kanoman, Taman Air Sunyaragi, Masjid Merah Panjunan, Masjid Agung Kasepuhan, klenteng, gereja, pelabuhan, Stasiun Kereta Api Kejaksan, balai kota, taman kota dan alun-alun, kantor, sekolah, pertokoan, gudang, jalan, jembatan, bahkan penjara, benteng, dan kuburan. Semuanya cermin perjalanan panjang sejarah dan budaya Cirebon. Serap pula realitas kehidupan masyarakatnya.

Batik bercorak mega mendung adalah desain batik khas Cirebon.

Batik mega mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan. Gradasi yang ada di batik mega mendung tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit.

Kisah lain menceritakan bahwa batik mega mendung dibawa oleh istri Sunan Gunung Jati bernama Ong Tin yang berdarah Tionghoa. Motif batik mega mendung ini mengarah pada satu sejarah mengenai kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon.

Kedatangan tersebut merujuk pada pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ong Tin yang terjadi pada abad ke-16. Kedatangan bangsa China ini tentu juga membawa berbagai macam budaya, salah satunya barang-barang antik seperti keramik, piring, dan kain dengan hiasan berbentuk awan. Bentuk awan ini melambangkan dunia atas dan makna yang transendental menurut paham Taoisme.

Topeng karya pengrajin Cirebon.
Para penari Tari Topeng menggunakan kostum kain batik motif mega mendung dan ornamen yang dipengaruhi oleh budaya Cina.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Apakah Keluarga Menjadi Surga Bagi Anggotanya?

Standar

Keluargaku Surgaku

Keluarga merupakan kelompok terkecil dalam sebuah struktur sosial. Keluarga adalah pilar utama untuk kokohnya bangunan masyarakat. Jika keluarga-keluarga itu baik maka baik pula masyarakat tersebut. Sebaliknya, jika dalam suatu masyarakat banyak keluarga yang rusak, maka rusak pula masyarakat tersebut. Rasanya tak sempurna kesuksesan seseorang di luar rumah, jika keluarganya berantakan.

Berkumpul bersama keluarga memupuk kasih sayang dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, aamiin …

Lalu, kepada siapa kita akan bercermin? Siapa yang akan kita jadikan teladan? Keluarga mana yang dapat kita contoh agar keluarga kita menjadi keluarga yang sukses dunia akhirat? Artinya urusan keluarga bukan hanya soal alat kontrasepsi (KB) dan cara menggunakannya agar kelahiran dapat diatur. Bukan hanya itu!

Namun, bagaimana keluarga dibangun? Bagaimana keluarga menjadi surga dunia bagi para anggotanya? Menurut pendapatku, belajarlah dari keluarga para Nabi dan Rasul pilihan Allah subhanahu wa ta’ala. Tentu pilihan pertama adalah keluarga Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam. Beliau menjadi panutan sebagai ayah yang baik bagi anak-anaknya, suami yang baik bagi istrinya, mertua yang baik bagi menantunya, kakek yang baik bagi cucu-cucunya.

Ummul Mukminin (Khadijah, Aisyah, Saudah, Zaenab, Salamah, Ramlah, Juwairiyyah, Syafiyah, Maimunah, Zainab, Mariyah, Hafsah) adalah panutan sebagai ibu dan istri yang baik, tanpa meninggalkan perannya sebagai agen perubahan sosial di dalam masyarakat. Mereka bukan hanya ‘full time mom’ tapi mereka adalah ‘woman as agent of change’ perempuan sebagai agen perubahan dengan masing-masing karakter dan kelebihannya masing-masing.

Hadits Rasulullah SAW menyebutkan:

“Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku diantaramu.”

(HR. Tirmidzi no. 3830).

Kalian disini adalah berlaku untuk laki-laki dan perempuan tentunya.Jalan terbaik menuju kesuksesan adalah meniru perilaku orang yang sukses. Ini adalah konsep NLP ‘Neuro-Lingustic Programming’ bahwa setiap manusia memiliki sistem saraf yang sama.

Bila ingin sukses jangalah mencari rumor atau gosip, carilah model-model atau mentor-mentor hebat dalam kehidupan nyata dan di dalam buku-buku, yang perilakunya dapat kita ikuti (baca buku Unlimited Power karya Anthony Robbins).

Bila negara ini sedang dilanda krisis kepemimpinan, banyak persoalan besar tak juga terselesaikan, pejabat negara dan pegawainya bermegah-megahan dari hasil korupsi, apakah juga kita dan keluarga akan terjerumus dalam persoalan yang sama?

Jawabannya adalah tidak! Karena sebagaimana sabda Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam: “Setiap orang diantara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya.” Menjadi pemimpin keluarga (ibu dan ayah) sudah seharusnya memiliki apa yang disebut ‘Megaskills of Leadershif’ yang dikemukakan oleh Burt Nanus (baca buku The Leader’s Edge karya Burt Nanus).

Bagaimana Terhindar dari Ketidakharmonisan Keluarga?

Kesuksesan orangtua dalam memimpin keluarga tidaklah terjadi begitu saja. Apalagi tak ada sekolah formal menjadi orangtua bukan? Memimpin orang lain haruslah dimulai dari memimpin diri sendiri. Walau kini telah berkembang teori tentang kepemimpinan dan cara menjadi orangtua yang baik telah banyak dibukukan juga diseminarkan. Bahkan, kini banyak pelatihan menjadi orangtua efektif, orangtua cerdas, orangtua shalih dan sebagainya. Namun, masih banyak ditemukan ketidakharmonisan keluarga, anak-anak teraniaya, istri disakiti, suami depresi, perselingkuhan, remaja pengguna narkoba, pergaulan seks bebas, perceraian, dan sebagainya.

Ada apa gerangan? Sebenarnya hal ini lebih merupakan puncak gunung dari krisis keberanian (courage) ketimbang krisis ‘teori atau metode’ tentang keluarga sakinah, mawahdah, wa rahmah. Keberanian untuk mewujudkan pengetahuan tersebut dalam bentuk nyata (actual performance) itulah yang kurang. Keberanian harus didukung oleh konsekuensi tingkat kesadaran (consciousness) seseorang.

Berikhtiar dan berdoa agar keluarga senantiasa sakinah, mawahdah, wa rahmah dan mendapatkan ridho Allah Yang Mahamulia lagi Maha Pemurah, aamiin …

Di sinilah pentingnya kemampuan memimpin diri sendiri sebagai orangtua. Intinya adalah kemampuan diri dalam mengendalikan hawa nafsu. Pimpinlah nafsu diri sendiri, atau nafsu itu yang akan memimpin keseluruhan hidup kita! Orangtua harus mampu menegakkan disiplin atas diri sendiri sebelum menerapkannya pada anggota keluarga. Maka, perlu kiranya orangtua belajar pengenalan diri yang lebih tinggi sehingga tidak lagi bersikap reaktif namun menjadi proaktif dan kreatif.

Memang tidak mudah! Namun percayalah … semua itu akan kita peroleh sekali lagi dengan keberanian mengaktualisasikan pengetahuan yang telah kita miliki. Sintesa antara kecerdasan intelektual, intuitif dan emosi akan mewarnai kepemimpinan orangtua di dalam keluarga. Hal ini akan memungkinkan orangtua untuk mampu mengelola hubungan dengan anggota keluarga, peristiwa, dan gagasan dalam keluarganya. Sehingga keluarga sakinah, mawahdah, wa rahmah akan terwujud.

Ada enam sifat yang harus dimiliki oleh orangtua (menurut Warren Bennis) yaitu visioner; berkemauan kuat; integritas; amanah; rasa ingin tahu; dan berani.

  1. Sifat Visioner adalah orangtua mempunyai ide yang jelas tentang apa yang keluarga inginkan -baik masing-masing pribadi maupun bersama- dan memiliki kekuatan untuk bertahan ketika mengalami kemunduran atau kegagalan.
  2. Sifat Berkemauan Kuat adalah orangtua mencintai apa yang dikerjakan dan kesungguhan yang luar biasa dalam menjalani hidup, dikombinasikan dengan kesungguhan dalam bekerja menjalani profesi (berkarya di luar rumah).
  3. Sifat Integritas adalah orangtua tahu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, namun tetap teguh memegang prinsip dan belajar dari pengalaman bagaimana belajar dari dan bekerjasama dengan sesama anggota keluarga.
  4. Sifat Amanah adalah orangtua memperoleh kepercayaan dari anggota keluarga.
  5. Sifat Rasa Ingin Tahu adalah orangtua ingin selalu belajar sebanyak mungkin agar tahu segala hal yang berguna bagi keluarga.
  6. Sifat Berani adalah orangtua berani mengambil resiko, bereksperimen, dan mencoba hal-hal baru.

(diadaptasi dari buku Muhammad SAW The Super Leader – Super Manager karya Nio Gwan Chung).

Catatan: artikel ini adalah gabungan dari dua artikel yang telah aku tulis di kompasiana.com pada tahun 2012.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Gowes Keliling Cirebon Kota Udang Yang Eksotik Nan Menarik

Standar

Cirebon dijuluki Kota Udang karena berasal dari kata cai-rebon atau air udang (kecil-kecil). Cirebon juga berarti Caruban atau campuran. Masyarakat Cirebon adalah masyarakat kosmopolitan dan plural, ada orang Sunda, Jawa, Aceh, Arab Gujarat, Cina, Melayu dan sebagainya.

Gowes keliling Kota Cirebon, mampir sejenak berfoto di Keraton Kasepuhan.

Daerah ini terletak di Kebon Pesisir atau Tegal Alang-Alang di tepi pantai sebelah Timur Pasambangan kurang lebih 6 km dari Lemahwungkuk sekarang. Pendiri nagari Caruban adalah Sunan Gunung Djati alias Syeh Syarif Hidayatullah. Beliau adalah salah satu ulama besar penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-14. Menurut buku Babad Cerbon Purwaka Caruban Nagari, Sunan Gunung Djati adalah cucu dari Gusti Pramu Siliwangi, putri dari Nyi Mas Rara Santang yang dipersunting Sultan Mesir.

Kerajaan yang didirikan bernama Pakungwati tahun 1479 dan masjid Agung Kesepuhan Sang Cipta Rasa tahun 1480. Arsiteknya bernama Raden Sepat. Masjid bersejarah lainnya adalah masjid merah Panjunan yang dibangun oleh Syekh Abdurakhman tahun 1485. Laksamana Cheng Ho pernah datang bersama armada Cina dan tercatat ikut menyempurnakan pembangunan pelabuhan Muara Jati. Beliau membangun mercusuar dan bengkel perbaikan perahu ukuran besar. Di sekitar Muara Jati dibangun pemukiman orang asing, gudang-gudang, dan pasar.

Pelabuhan Kota Cirebon. Gudang-gudang yang didirikan pada masa kolonial Belanda masih tegak berdiri.

Sedangkan pemimpin masyarakat Cina di pelabuhan Talang bernama Haji Tan Eng Hoat atau Haji Maulana Ifdil Hanafi penganut mazhab Hanafi pedagang yang kaya dan berwibawa. Anaknya yang bernama putri Ong Tin dinikahkan dengan Sunan Gunung Djati.

Asimilasi dan akulturasi kebudayaan ini dapat dilihat pada bangunan khas Cina di sekitar pelabuhan Talang (pelabuhan Tanjung Mas sekarang). Perpaduan arsitektur Cina dengan arsitektur lokal pada beberapa bangunan seperti hiasan piring-piring keramik di dinding atau pagar, warna merah dan emas pada ornamen kayu dan besi, juga guci-guci besar dan antik. Gambaran tersebut dapat menjadi contoh pola hidup rukun dan saling bertoleransi. Alangkah damai dunia jika kita dapat saling menghormati sesama.

Balaikota Cirebon arsitekturnya perpaduan dari bangunan kolonial yang diberi ornamen khas yaitu udang.

Teman-teman tentu penasaran, di mana ada udang sebagai lambang Kota Cirebon. Berjalan kaki lah sepanjang Siliwangi. Gedung Balaikota yang didirikan oleh Belanda di atapnya berhiaskan ornamen empat ekor udang berwarna keemasan. Bangunan dengan fasade bergaya art deco ini sekarang digunakan sebagai kantor Walikota dan Wakil Walikota. Kurang lebih 500 m ke arah Timur terdapat pendopo yang menggunakan gaya arsitektur Jawa. Atap limas dan bahan ornamen kayu. Halaman luas beralaskan rumput dihiasi pohon-pohon beringin yang rimbun.

Berkeliling kota dengan becak atau gowes tentu lebih menarik dan asyik … Sepanjang jalan dapat dilihat berbagai bangunan dengan gaya arsitektur Barat dan Timur (lokal maupun yang dibawa oleh para pendatang dari luar). Sungguh, menjadi keunikan tersendiri. Karya arsitektur dapat menjadi cermin, bahwa kebudayaan dapat saling menyapa dengan damai dan tetap menghasilkan keindahan. Di mana ? Ya … di Kota Udang Cirebon.

Alun-alun Kejaksan telah direvitalisasi dengan konsep desain yang memadukan budaya lokal. Tampak di latar belakang ada Masjid Raya At-Taqwa.

Bila bertandang ke Kota Udang, sempatkanlah mengunjungi Gua Sunyaragi. Ah … dulu gua ini sangat indah. Namun, kini terlihat agak menyeramkan tak terawat. Gua ini adalah tempat petilasan, ciri arsitektur estetik bernilai historis dengan nilai spiritual yang tinggi. Pola bangunan menyerupai awan dan batukarang, motif ini menjadi ciri khas batik yang dikenal dengan nama Mega Mendung.

Aku sempatkan mampir di kawasan Gua Sunyaragi tidak sambil gowes he3 … https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/12/20/gua-sunyaragi-di-kota-cirebon-unik-nan-mistis/

Oya, ingat belilah makanan khasnya adalah tahu gejrot, nasi jamblang, nasi lengko, empal gentong, dan kerupuk udang. Lalu berdandalah dengan batik cerah berwarna-warni. Naik lah sedikit ke arah Kuningan. Ada pemandian air hangat alami di Sankanhurip atau di Linggarjati. Bagi para petualang boleh juga menginap di kaki gunung Ciremai di perkemahan Palutungan Cigugur. Atau naik lah ke arah Majalengka, ada pemancingan ikan dan restoran Cikalahang. Pemandangannya masih hijau alami. Hayu ah … Insya Allah liburan semester ini aku, sekeluarga akan mengunjungi kota Cirebon dan sekitarnya.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Synectic Exercise

Standar

Meningkatkan kreativitas dengan metode sinektika.

Hal yang terjadi ketika berfikir synectic :

Referring : Subjek permasalahan secara general dan spesifik dijelaskan. (Research / Background).

Reflecting : Berfikir secara imajinatif tentang permasalahan, mencari alternatif, solusi yang dapat dilakukan, dan terjemahan dari berbagai tipe.

Reconstruction : menciptakan ulang, membongkar permasalahan atau solusi yang ada dan menyusun nya dengan berbeda.

Synectic Exercise

  • Langkah 1 : menetapkan tema / permasalahan yang ingin di angkat • Contoh : housing/hunian
  • Langkah 2 : Melakukan Nominal Group Technique • Tentukan kata utama yang berhubungan dengan tema • Jabarkan 5 kata yang berkaitan dengan kata utama • 5 sub kata di random per kata utama.
JamTanamanGelas
AngkaSegarTempat Menyimpan
PenunjukHijauMemiliki gagang
Mengetahui waktuTumbuhBisa Dibawa
DigitalRamah LingkunganMemiliki bukaan
AnalogAlamiTahan Air
  • Langkah 3 : Dari tiga kata yang terpilih secara acak dilakukan diskusi awal untuk membuat suatu produk / solusi terhadap tema / permasalahan lalu di catat proses/gambaran diskusi nya (Reflecting dan Refering).
  • Langkah 4 : Melakukan Proses Reconstruction dengan membokar Kembali tiga kata dan ide dan mencari sesuatu yang paling unique atau diluar nalar. • Contoh :   • Angka -> berbentuk seperti angka -> suka ada jadi nomor rumah. -> bentuk -> fungsi mengikuti bentuk • Hijau -> Cahaya Hijau -> biasa terdapat dalam glow in the dark  -> tambahan elemen berwana hijau -> tanaman -> bisa ditumbuhkan di tempat • Tahan air -> material tahan air -> biasa terdapat diluar rumah -> bisa berarti menerima air.
  • Langkah 5 : masih dalam proses Reconstruction lanjut kedalam membangun ulang dari kata kata yang unik menjadi solusi/produk yang baru dan tidak sama dengan Langkah 3 agar lebih “out side the box.”
nomor rumahbisa di tumbuhkan di tempatdiluar rumah
fungsi mengikuti bentukglow in the darkmenerima air
  • Langkah 6 : mencoba merealisasikan ide yang ada kedalam tema.
Hasil dari Glow Organic House Number.

Contoh Tugas Mandiri

List kelompok Survey Lokasi Ritel: 🏬🏤

  1. Agil dan Elma : H&M CSB✅✅
  2. Ridwan dan Azmen : Gramedia Cipto ✅✅
  3. Ara dan Tika : Matahari Grage Mal✅✅
  4. Dzikir dan Nabila : Kidz Station CSB✅
  5. Verra dan Widi : Transmart Cipto✅✅
  6. Bahrul dan Farid : Sport Stasion CSB✅✅
  7. Angel dan Holil : Yogya Juction ✅
  8. Adin dan natan : ACE Hardware CSB✅✅
  9. Adell dan Fian : Matahari CSB✅✅
  10. Bima dan Ghifa : Gramedia Grage Mal ✅✅

Tugas Mandiri:

  1. Membuat foto tampak depat ritel.
  2. Membuat foto 2 spot menarik di dalam ritel.
  3. Membuat daftar 5 barang yang dijual di ritel tersebut dan cantumkan harganya. Ceritakan di mana / bagaimana tata letak barang tersebut di tampilkan di dalam ritel.
  4. Berikan penjelasan hal yang menurut anda menarik secara visual penataan produk di dalam ritel. (misalnya warna produk, pencahayaan, susunan jenis produk, pemilihan bahan interior)
  5. Berikan kritik dan saran terhadap ritel bila ditemukan hal-hal yang menurut anda menjadikan ritel tersebut kurang menarik secara visual.

Baca juga artikel menarik lainnya di link berikut:

Renungan Pagi Tentang Cinta

Standar

Cinta itu 3M

Merajut cinta dan merawatnya dengan bahagia. Senantiasa bersyukur, bersabar, dan bersemangat menjalaninya bersama. Melangitkan doa-doa terbaik semoga bersama hingga ke surga-Nya kelak sekeluarga.
  • Menerima
  • Memaafkan
  • Membahagiakan

Pasangan hidup telah ditetapkan Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi Karunia, maka menerima segala yang ada dalam dirinya. Pasangan hidup bukanlah manusia sempurna begitulah Allah yang Maha Mengetahui lagi Mahateliti memberikan kesempatan kepada kita untuk selalu memperbaiki diri dan memaafkan segala kesalahan dan kekurangan perilaku dirinya. Pasangan hidup adalah belahan jiwa, maka raihlah sakinah ma wahdah wa rahmah bersama-sama dalam limpahan kasih sayang Allah Yang Mahamulia lagi Mahabaik dengan senantiasa membahagiakan dirinya.

Berpasangan artinya saling, maka mencintai adalah saling menerima, saling memaafkan, dan saling membahagiakan.

Cinta … Bergandeng tangan dalam suka dan duka, barakallah.

Indahnya cinta sejati, sejatinya cinta harus menjadi landasan bagi orangtua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Negara dan bangsa membutuhkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Kecerdasan menjadi bekal dalam memimpin menjadi ‘khalifah’ di muka bumi ini yang bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan dan kehidupan alam semesta.

Bukankah manusia telah diciptakan dengan cahaya cinta dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Bukankah Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam menebarkan cinta kepada umatnya agar berakhlak mulia dan mencintai Tuhannya, sesamanya, serta alam semesta tempat hidupnya?

Semoga anak-anak semakin mengenal-Mu Ya Allah Yang Mahakaya lagi Mahaperkasa.

Saat ini hingga nanti, aku bertekad memberikan anak-anak kebebasan untuk menjelajahi kehidupan dengan sungguh-sungguh. Penjelajah tentu perlu bekal bukan? Sebagai orangtua, tugasku adalah membekali mereka nilai-nilai (terutama agama) yang kuat, memberikan peta dan kompas (berupa teladan akhlakul karimah : kejujuran, integritas, amanah, semangat belajar, dan kerja keras), juga terus melantunkan doa-doa terbaik sebagai pengiring perjalanan mereka yang oleh Tuhan Pemilik Hidup akan dihembuskan merasuk ke dalam pikiran, qalbu, dan terwujud dalam tindakan.

Alhamdulillah Ya Allah Yang Mahabaik lagi Maha Pemurah, kami bisa berkumpul lengkap Kaka, Mas dan Teteh sambil tadabur alam. Belajar ayat-ayat kauniah-Mu yang begitu indah tanda kebesaran-Mu.

Simak juga artikel menarik lainnya di sini: