Monthly Archives: Juni 2022

Ethics of Communication on Business

Standar

Pernahkah Anda melihat syarat ‘mampu berkomunikasi dengan baik’ muncul sebagai salah satu syarat dalam sebuah iklan lowongan pekerjaan? Bagaimana mungkin seseorang bisa bekerja sama dengan anggota tim yang lain, kalau dia tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik? Sebuah tim yang ideal adalah ketika semua pesan yang penting bagi seluruh anggota tim dapat tersampaikan dengan baik. Jika semua anggota tim mampu saling berkomunikasi dengan baik, maka semua pesan dan instruksi juga dapat disampaikan dan diterima dengan baik.

Sumber: Presenta Edu

Etika yang harus diperhatikan dalam menjalin komunikasi dalam dunia bisnis atau profesi adalah:

1.  Bahasa

Pemilihan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi di dunia bisnis atau profesi harus menggunakan bahasa yang formal, karena bahasa formal merupakan bahasa yang paling aman dan memiliki kesan untuk rasa saling menghargai didalamnya. Tidak menggunakan bahasa pergaulan sehari-hari agar pesan yang ingin disampaikan juga tepat sasaran. Seperti memilih kata saya bukan gue. Begitu juga dalam komunikasi tertulis gunakan aturan sesuai KBBI.

2.  Intonasi Suara

Bisa terjadi kekeliruan informasi atau miss comunication jika intonasi yang digunakan tidak tepat. Misalnya tiba-tiba bersuara sangat lantang seperti orang marah. Hal tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya menggunakan intonasi yang jelas misalnya dalam mengucapkan huruf vokal  (a,i,u,e,o).

3.  Menyimak dengan Baik

Menjadi pendengar itu lebih sulit dari berbicara. Ada waktunya kita yang harus diam menyimak dengan baik pembicaraan orang lain. Kita menunjukkan sikap antusias dalam berkomunikasi dengan cara mendengarkan dengan seksama, memberikan tatapan mata yang berbinar menunjukan rasa ketertarikan saat mendengarkan lawan bicara dan juga menyimak apa yang dibicarakan. Jika ingin menyambung pembicaraan berilah pendapat atau masukan jika ada dalam pesan komunikasi tersebut.

4.  Tidak Arogan

Arogan atau bersikap sombong karena merasa lebih tinggi jabatan atau ilmu tidak baik dalam berkomunikasi. Hal ini akan menimbulkan kesan yang tidak nyaman kepada orang lain. Sebaiknya dalam komunikasi ada saling menghargai pendapat orang lain dan tidak merasa diri paling benar. Tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti perasaan orang lain, karena hal itu akan menyebabkan kesalahpahaman. Sehingga hubungan yang seharusnya terbangun dengan baik malah menjadi renggang bahkan hancur.

5.  Bahasa Tubuh dan Ekspresi Wajah

Ekspresi wajah cerah dan tersenyum akan lebih nyaman saat berkomunikasi nonverbal dibandingkan raut marah atau tegang. Terkadang dengan senyum dan sapa ramah akan membuka pembicaraan menjadi lebih rileks atau mengalir lancar. Bersalaman dan menunjukkan sikap menghormati juga harus dilakukan. Tujuan bisnis juga menjadi lebih mudah karena sudah diawali dengan bahasa tubuh yang baik. merupakan bentuk dari hasil interaksi antar individu dalam berkomunikasi. Ekspresi-ekspresi tertentu dapat dianggap sebagai suatu tanda bagi lawan bicara, sehingga harus berhati-hati dalam memperlihatkan bahasa tubuh dan juga ekspresi wajah dalam berkomunikasi supaya tidak memunculkan sikap atau ekspresi yang dapat menyingung lawan bicara atau sebaliknya.

6.  Sikap Profesional

Sikap profesional dalam berkomunikasi dapat terlihat saat kita bertutur kata pada lawan bicara. Sikap profesional merupakan salah satu cara untuk menjadikan kita lebih dihargai dalam berkomunikasi. Pemilihan pakaian juga bisa menjadi bagian dari sikap profesional. Misalnya tidak bersendal jepit saat rapat dengan klien atau merokok di depan orang lain padahal ada larangan merokok walau pertemuannya di sebuah kafe. Tidak diperbolehkan mencampurkan masalah pribadi dengan permasalahan yang terjadi di perusahaan hal ini dapat berakibat mengganggu kinerja anda di perusahaan.

Baca juga artikel ini:

Tugas Mandiri dan Terstruktur

Mahasiswa akan melakukan pelatihan Table Manner dan praktek Rapat Perusahaan.

Apakah table manner itu? Table manner adalah sejenis etika atau tatacara makan yang sopan dan elegan. Etika makan ini umumnya digunakan di acara jamuan resmi. Tidak hanya itu, beberapa restoran mewah yang menawarkan fine dining juga menggunakan konsep table manner.

Aturan dalam Table Manner

Table manner tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Maka dari itu, kamu perlu mengetahui aturan-aturan dalam table manner, berikut di antaranya:

  1. Pegang alat makan dengan posisi yang benar.
  2. Tidak menggunakan telepon genggam saat sudah berada di meja makan.
  3. Masukkan telepon genggam ke tas dan nyalakan mode getar untuk mencegah nada dering yang bisa mengganggu jalannya acara jamuan. Akan lebih baik jika dimatikan saja.
  4. Menggunakan pakaian yang rapi, sesuai dengan dress code dan tidak asal-asalan.
  5. Jika dibutuhkan reservasi, pastikan kamu melakukan reservasi terlebih dulu sebagai bentuk konfirmasi kamu akan hadir ke acara jamuan.
  6. Saat sampai di meja makan, ajak bicara orang yang ada di sekeliling. Kamu bisa memulai dari menanyakan kabar atau pembahasan ringan lainnya.
  7. Jangan mencoba diam saja dan cuek pada orang di sekitar sebelum jamuan dimulai.
  8. Jangan bersin ke arah meja makan. Kamu juga tidak diperkenankan untuk menggunakan serbet ketika sedang bersin.
  9. Makan dengan mulut tertutup dan tidak tergesa-gesa.

Anakku … Tempuhlah Jalan Ilmu Karena Allah

Standar

Doa Ibu

Mataku terasa berkabut siap meruntuhkan buliran airmata. Bibirku tetap kubawa agar menyunggingkan senyum terindah. Hatiku haru berbaur bahagia. Selalu begitu … Setiap hari saat mengantar anak-anak memasuki gerbang sekolah, rasa itu tetap sama. Peluk hangat dan cium mesra aku berikan sebagai pemberi semangat. Doa dan cinta selalu mengiringi perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.

Begitu juga saat mereka memasuki pondok pesantren. Sungguh ini lebih berat lagi. Berpisah selama satu semester walau tetap ada waktu jumpa saat jadwal penjengukan dua pekan sekali. Tetap saja sepulang pertemuan itu, aku akan meneteskan airmata. Dan sudah barang tentu anak-anak juga begitu.

Teteh hobi fotografi. Hasil karyanya masyaallah … Maryam Fotografer Cilik

Jalan Ilmu adalah Jalan Menuju Surga

Jalan ilmu harus kalian tempuh wahai anak hebat! Ikhlaslah dalam menuntut ilmu, niatkanlah selalu untuk melaksanakan perintah  Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji karena Dia memerintahkan hal itu dalam firman-Nya : ‘Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu …’ (QS. Muhammad : 19).

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

(HR Muslim, no. 2699)

Jadikah cinta kepada Illahi Rabbi sebagai landasan kalian menuntut ilmu. Semoga Allah Yang Maha Baik lagi Maha Bijaksana juga mencintai dan merahmati kalian selalu sepanjang waktu. Selamat jalan anak hebat! Ibu berpesan cintailah Al-Qur’an dan raihlah keutamaan sebagai hamba-Nya yang mampu menghafal dan mengamalkannya.

Semoga kalian akan disempurnakan ganjarannya dan Allah Yang Maha Adil lagi Maha Pengampun akan menambahkan dari karunia-Nya. Para malaikat yang mulia akan bersama kalian serta kelak akan mendapatkan derajat yang tinggi di surga-Nya serta dipakaikan mahkota kehormatan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.

“Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.”

(HR Tirmidzi)

Anakku … Teladan kalian adalah Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam, bukan yang lain. Ingatlah firman Allah : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu ‘Berilah kelapangan dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujaadilah : 11).

Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassalaam bersabda : “… Sesungguhnya dunia diberikan untuk empat orang (1) seorang hamba yang Allah berikan ilmu dan harta; kemudian dia bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, dengannya ia menyambungkan silaturahim, dan mengetahui hak Allah di dalamnya. Orang tersebut kedudukannya palling baik (di sisi Allah); (2) seorang hamba yang Allah berikan ilmu namun tidak diberikan harta, dengan niatnya yang jujur ia berkata, ‘seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan’. Ia dengan niatnya itu, maka pahala keduanya sama.”

“Selanjutkan (3) seorang hamba yang Allah berikan harta namun tidak diberikan ilmu. Lalu ia menggunakan hartanya tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, tidak menyambung silaturahim dengannya, dan tidak mengetahui hak Allah di dalamnya. Kedudukan orang tersebut adalah yang paling jelek (di sisi Allah); (4) seorang hamba yang tidak Allah berikan harta tidak juga ilmu, ia berkata ‘seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan (yang ketiga), ia berniat seperti itu dan keduanya sama dalam mendapatkan dosa.”

Bekal Amal Hingga Hari Akhir

“Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim no. 1631). Ibu berdoa sepenuh cinta, semoga Allah Yang Mahacerdas lagi Maha Pemberi Karunia menjadikan kalian golongan pertama. Kelak kalian menjadi seorang hamba-Nya yang dikaruniai ilmu dan harta, kalian berbuat baik kepada manusia dan diri sendiri dengan ilmu dan hartamu.

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

Semoga Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengabulkan permohonanku … Aamiin Ya Rabbal ‘alamin …

Ketahuilah wahai anakku, Kaka, Mas, dan Teteh … Ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan.

“Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.”

(HR Thabrani)

Silakan mampir membaca artikel menarik lainnya:

Filling Happy Energy with Silaturahim (Friendship)

Standar

Practice building special habits in the family needs to be done continuously. It can’t be an instant once so… There must be trial and error, it takes a high level of patience and an unyielding spirit. Likewise, the friendship activities taught by the Prophet shalallaahu alaihi wassalaam will prolong life and increase sustenance.

Kaka and Mas enjoy the fun of staying in touch with their cousins ​​while on vacation. They ride a VW output in 79 around the city of Solo.

My experience with Kaka, Mas, and Teteh as ‘city’ children which according to research on social intelligence (SQ) in children who live in big cities tends to be low. Turns out there was some truth! This is evident from their multiple intelligence scores/scores. I don’t think this is bad news, but a trigger for the enthusiasm to jointly improve social intelligence. I choose activities to increase friendship, visit places that require interpersonal communication, such as visiting relatives or friends’ homes. I also invite them to attend wedding invitations, housewarming, aqiqah, or Umrah/Hajj celebrations, and birthdays. I also invite to visit relatives or friends who are sick and pay tribute to those who died.

Parents are Role Models for Their Children

In fact, parents are role models for their children by trying to do what their children want to do in the future. For example, during friendship, I smile, greet, greet, shake hands (if the family hugs), bring gifts/gifts/gifts, then we chat. When visiting sick people, I invite the children to also pray for them to recover and be healthy again. Meanwhile, when visiting people who have died, I teach them to pray and if possible join in praying for the bodies. At first, when my children met someone they just met, they tended to be shy, even my youngest, Teteh, often didn’t want to accept the hand of someone who asked her to shake hands.

Experiencing excitement often occurs, they are restless and restless, then fussy, or angry asking to go home. However, over time, as the program became more intensive, Alhamdulillah, they enjoyed it more and could enjoy the atmosphere when invited to stay in touch. Oh yes… My children tend to be happier when the friendship is at the house of close relatives (Grandmother, Grandmother, and Pade-Bude, Uncle-Auntie, and cousins). This close kinship does make the atmosphere more comfortable, fluid, and fun. They can play and communicate more intensively, especially if they have cousins ​​who are close in age.

My mother-in-law is an internal medicine specialist who until she was 79 years old was still carrying out her duties as a doctor and also managed the taklim assembly. My children since childhood are very happy to stay in touch with Grandmother Sirriyah.

During school holidays or Eid al-Fitr as much as possible, I invite the children to stay in touch. In addition to traveling/safar out of town itself requires good physical and mental preparation, of course when meeting with relatives outside the city must also be in a pleasant atmosphere. I invite the children to participate in preparing the provisions for the trip and invite them to ask for ease and smoothness as well as health from Allah the Almighty, the Most Merciful. It should also be remembered that the purpose of this friendship is to get His pleasure and hopefully get the reward of His heaven.

My mother, who is 72 years old, is still active in the lawyer’s office after she retired from college as a lecturer. My children celebrate Eid with Mamah Tuti and their cousins.
Again, to the bookstore he3 … Teteh stays in touch with cousins ​​from the Cirebon family.
Kaka and Mas with their two favorite cousins ​​visited the Kasepuhan Palace, Cirebon, followed by playing on the Kejawanan beach by boat to the middle of the sea. Waahhh … the friendship activities are very exciting.

Trying to Stay Connected During a Pandemic

“Verily Allah commands (you) to do justice and do good, to give help to relatives, and He forbids (to do) vile deeds, evil, and hostility. He teaches you so that you can take lessons.” (QS An-Nahl : 90).

According to Aristotle, an ancient Greek philosopher, humans are zoon politicons, it is human nature to live in society, so humans always try to interact with other people. Humans are social creatures, therefore, they need interaction with each other.

The World Health Organization (WHO) has replaced the term social distancing with physical distancing to clarify the context that has been circulating in the wider community, namely the appeal to stay at home during the Corona virus pandemic. Physical distancing we don’t isolate socially and stay away from each other. We can still connect and establish friendships in new ways, such as utilizing information technology and social media.

An interesting experience when I was at home, I made video calls more often with Kaka and Mas. After tarawih and sahur time is chosen so that it feels like they are still together even though they are in different cities. Likewise with Mamah and her extended family in various cities and even different countries, I did the same thing. We also use WhatsApp Groups to exchange news with extended families.

Tina and her husband Julien who are French citizens live in Paris. Lina also accompanied her husband Paul who is an Australian citizen who lives in Perth.

I have cousins ​​who live in Paris France and Perth Australia. Meanwhile, I live in Jakarta, Indonesia. The time difference between Jakarta – Paris is about 5 hours. Perth – Jakarta time difference is about 1 hour. They were also able to take part in the virtual feast. During Eid we held a friendship using the Zoom application. It’s nice to be able to let go, even though I can’t hug and just look at their faces and hear their voices.

There is a new WA group that was created during the pandemic, namely the Koran tahsin group specifically for my sisters, consisting of my nephews, cousins, brothers and sisters. Masyaallah… Technology can connect us who live far apart, some live in Gresik, Jakarta, Depok, Yogyakarta, Tangerang, Palangkaraya and even Brisbane Australia to stay in touch every Sunday afternoon.

My prayer… May the pandemic end soon, by asking for help from Allah, the Most Gracious, the Most Gracious.

Come on! We always implement strict health protocols. Take care of 3M and even 5M, also keep your body in shape by exercising. Consumption of healthy nutritious food. In order to maintain our body’s immunity.

Orang Tua Harus Paham Gaya Berpikir dan Gaya Belajar Anak

Standar
Kumpul bersama sekeluarga.

Tiada henti ku langitkan doa-doa terbaik, agar Allah Yang Mahamulia lagi Maha Pemberi Karunia menjadikan Kaka, Mas, dan Teteh sebagai manusia utuh, insan kamil yang senantiasa mencintai Allah dan selalu merindukan ridha-Nya. Kalian selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan serta meneladani Muhammad Rasulullah SAW, bersahabat dengan orang-orang saleh, dan kelak menjadi pemimpin bagi orang-orang bertakwa.

Gaya Berpikir Kaka

Gaya berpikir merupakan perpaduan antara kemampuan otak dalam menyimpan informasi, baik secara sekuensil (teratur) maupun random (acak). Serta kinerja otak dalam mempersepsikan sebuah informasi, baik secara konkrit (apa adanya) maupun abstrak (ada apanya) sehingga diperoleh tipe gaya berpikir kombinasi yaitu : (1) sekuensial konkrit; (2) sekuensial abstrak; (3) random abstrak; (4) random konkrit.

Anakku sulung, Kaka saat berusia 15 tahun mengikuti tes gaya belajar dan gaya berfikir, selain tes IQ. Hasil tes IQ kaka adalah 112 (di atas rata-rata). Hasil tes gaya belajarnya  adalah visual auditori. Sedangkan gaya berpikirnya adalah random konkrit.

Kemampuan dasar pemikir random konkrit mempunyai sikap eksperimental dan cenderung tidak terstruktur, berdasarkan pada kenyataan tetapi ingin melakukan pendekatan coba-salah (trial and error). Kaka mempunyai dorongan kuat untuk menemukan alternatif baru dan waktu bukanlah prioritas baginya. Kaka dengan tipe RK dapat digolongkan ke dalam tipe penghubung intuitif yang berjiwa sebagai konseptor, visioner, dan kreatif, juga sangat mementingkan konsep, visi, dan kreativitas. Cakap dalam pemikiran jangka panjang dan memiliki kepuasan besar dari membayangkan visi masa depan. Imajinasinya menstimulasi orang-orang di sekitarnya.

Semua orang adalah hebat! Semua orang adalah unik. Nah … Keunikan ini tentu bermanfaat bila dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. Aku sebagai orangtua jadi memahami : apa, mengapa, dan bagaimana berlaku agar dapat menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Kaka. Aku jadi paham bahwa Kaka merasa sulit dengan batasan dan larangan, formalitas, rutinitas, atau melakukan pekerjaan yang telah selesai. Kaka juga sulit jika tidak memiliki pilihan, sulit untuk teliti, mendetail, dan menunjukkan prosedur. Hal ini menghindari aku agar tak terjebak untuk salah menilai.

Kaka memproduksi ayam kampung ungkep dan mendapatkan dana hibah PWMP dari Kementrian Pertanian RI.
Kaka bisa memasak secara otodidak dan enak sekali rasanya.

Kaka suka ngobrol karena cerdas auditori. Kaka memandang dunia dari perspektif yang luas dan mampu melihat hubungan antar kekuatan yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Namun, orang lain dapat menjadi frustasi karena sikap acuh tak acuh. Kaka juga bisa menginterpretasikan investigasi dan tanya jawab sebagai sifat yang memusuhi.

Saat ini Kaka sedang membuat karya inovasi kompor surya Mag Fire yang diikutkan dalam lomba Shell Live Wire.
Aku jadi mengerti, mengapa Kaka suka mengotak-atik barang-barang bekas menjadi mainan? Hasil gambar dan karya fotonya juga bagus yang menunjukkan kecerdasan visual. Tampak hasilnya sejak awal kuliah hingga sekarang Kaka suka membuat konten kreatif di Youtube dan Instagram.

Aku memahami bahwa Kaka disukai orang-orang karena kreatif, mandiri, humoris, berkepribadian multidimensi dan memiliki intuitif. Hal itu didukung oleh sifat utamanya yaitu : kreatif, bekerja baik bila ada pengimbang, bertindak berdasarkan naluri, suka perubahan, dan menyukai hanya hal yang penting. 

Komunikasi dengan Anak Pemikir Random Konkrit

Beberapa kiat yang harus aku terapkan dalam berkomunikasi dengan Kaka, yaitu:

  1. Memiliki juga rasa humor,
  2. Tidak memerintah tapi memberi ide,
  3. Memberi kebebasan,
  4. Selalu mengajak bekerjasama,
  5. Berusaha menunjukkan hal yang sifatnya positif bukan negatif,
  6. Tidak merasa terancam dengan sikapnya.
  7. Serta memberikan alasan pada suatu hal, dan dapat mengembangkan ide dari batasan yang ada.

Gaya Belajar Mas dan Teteh

Saat SD aku bertanya kepada Teteh pelajaran apa yang paling Teteh sukai? Ternyata Teteh suka pelajaran olahraga. Aku mengingat-ingat adakah ciri-ciri gaya belajar Teteh yang mencerminkan kesukaannya pada pelajaran olahraga, walaupun untuk pelajaran matematika dan bahasa sering sekali mendapat nilai 100. Mas dan Teteh mengikuti tes psikologis MIR (Multiple Intelligences Research). Aku mendapatkan report hasilnya adalah poin di atas 4 (skala 5) untuk kecerdasan spasial visual dan kinestetik. 

Tes kali ini tidak hanya tentang IQ, tapi juga kecenderungan gaya belajar anak. Alhamdulillah … Aku jadi tahu kalau Mas dan Teteh senang belajar dengan gambar. Mas dan Teteh lebih mudah belajar dengan membayangkan, suka dengan warna juga belajar dengan metafora.

Komponen inti kecerdasan spasial visual adalah kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Spasial visual berkaitan erat dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendisain.

DR. Howard Gardner
Supraise … Kemampuan memotret mereka luar biasa. Tak disangka ternyata Mas dan Teteh memiliki mata fotografi sebagai bawaan alami. Hasil karya fotografi Teteh keren banget! Masyaallah …
Kadang hasil coba-cobanya sendiri -otodidak tanpa diajari menghasilkan foto dengan komposisi yang pas. Sepertinya harus sering dilatih dan diajak untuk berburu objek foto yang keren.

Anak visual spasial itu cenderung senang buat berantakan rumah. Teteh kalau melukis bisa nge-blok bagian ruang kerja untuk menggelar cat air, cat akrilik, karayon, pinsil warna, spidol, pulpen, kanvas, kertas, kuas-kuas, belum lagi tumpahan airnya. Belepotan di lantai kadang juga bagian badannya berlumuran cat. Hasil karya Mas dan Teteh saat masih TK adalah dinding rumah yang penuh berhias goresan pinsil. Lucu deh! Ada gambar yang tingginya se-jendela. Waahhh … Ternyata mereka menggambar sambil memanjat meja untuk menggapai tempat kosong (maklum dinding yang rendah sudah penuh semua hi3 …). 

Melukis menjadi salah satu hobi keluargaku. Dinding rumah dihias hasil lukisan Mas dan Teteh.
Olahraga berkuda, memanah, berenang, dan bermain Lego juga sangat membantu Mas dan Teteh untuk mengasah kecerdasan visual spasial berpadu dengan kinestetik.
Balok-balok warna warni Lego beragam ukuran disusun dan dirangkai menjadi bermacam bentuk. Memberi reward saat Teteh berhasil menghafal 5 juz Al-Qu’an. Alhamdulillah … Sekarang sudah tuntas setoran hafalan 30 juz dan sedang dalam program mutqin.

Ciri-ciri Gaya Belajar Anak

  1. Ciri-ciri anak dengan gaya belajar kinestetik adalah : berbicara perlahan, tidak terlalu mudah terganggu dengan keributan. Ia belajar melalui praktek, banyak menggunakan isyarat tubuh dan tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama. Cara menghafal dengan berjalan/bergerak dan melihat, jugamenggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca. Sudah pasti menyukai permainan yang menyibukkan.
  2. Ciri-ciri anak dengan gaya belajar visual adalah : rapi dan teratur, bicara agak cepat. Ia akan mementingkan penampilan dalam berpakaian. Tidak mudah terganggu oleh keributan. Pasti akan mengingat yang dilihat daripada yang didengar, juga lebih suka membaca daripada dibacakan. Ia adalah pembaca cepat dan tekun, seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata. Dan lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato, lebih suka seni daripada musik. Tandai deh, ia sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat.
  3. Ciri-ciri anak dengan gaya belajar auditori adalah : saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri dan  mudah terganggu oleh keributan. Ia mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat. Pastinya akan senang membaca dengan keras dan mendengarkan, menggerakkan bibir mereka ketika membaca. Biasanya ia adalah pembicara yang fasih. Dan merasa kesulitan dalam menulis tetapi hebat dalam bercerita. Satu kelemahannya ia tidak terlalu suka menggambar.

Penutup

Senangnya bisa mengetahui hal ini sejak dini. Sebagai orangtua tentu hal ini sangat berguna untuk menemani anak belajar. Sepakat dengan para ahli pendidikan, bahwa selagi masih anak-anak tentu bermain sambil belajar itu lebih asyik. Yuk! Kita kenali gaya belajar anak agar dapat optimal menemani mereka belajar dengan menyenangkan.

Belajarlah sepanjang hayat. Bumi Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Bijaksana begitu luas, Begitupun alam semesta ciptaan-Nya, Belajarlah menjelajahinya dengan bahagia. Belajarlah dengan semangat menemukan sejatinya siapa diri kita? Siapa Rabb kita? Agar menjadi hamba-Nya yang mulia. Supaya kita mampu terus menebar kebaikan, menjadi penerang bagi sesama. Semoga semangat belajar kita bukan hanya karena ada hari pendidikan nasional yang diperingati pada hari ini, namun karena kita sadar bahwa kita adalah manusia pembelajar sejati.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Gaya Hidup Sehat di Usia 50 Tahun

Standar

Rumahku berada di Kecamatan Cibeunying Kidul Bandung. Suasana pegunungan masih sangat terasa, jika cuaca cerah, deretan gunung akan tampak kokoh melingkupi cekungan Bandung. Dari halaman rumah, aku bisa memandang kerlip lampu kota Bandung pada malam hari.

Tak salah jika Paris van Java dilingkung gunung menjadi julukan unik bagi Kota Bandung.
Pemandangan indah di pagi hari. Langit biru cerah, angin semilir sejuk, burung berkicau riang, membuatku bersemangat untuk mandi cahaya mentari.

Aktivitas akhir pekan yang biasanya aku lakukan adalah berolahraga di sekitar lingkungan rumah. Gaya hidup sehat harus terus aku lakukan seiring bertambahnya usia. Tahun ini aku sudah melewati usia 50 tahun, Alhamdulillah … Shalat dhuha dan olahraga adalah upayaku merawat sehat.

Ketika berada di Jakarta, aku lebih senang gowes. Namun di Bandung aku lebih memilih lari dan tracking atau sekedar jalan kaki. Kebetulan di belakang kawasan perumahan tempatku tinggal ada lokasi wisata yang bagus seperti Bukit Bintang, Bukit Moko, perkebunan sayur Cimenyan dan bila berjalan terus akan bersambung dengan kawasan Maribaya. Tapi aku sementara baru tiga lokasi yang disambangi. Berjalan hingga Maribaya belum sempat he3 … 

Senangnya bisa bersyukur atas nikmat kehidupan dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku pernah menemani suami gowes tipis dari rumah menuju kafe Beda Cerita Coffee jaraknya tak sampai satu kilometer. Tapi jalan di kawasan ini ternyata sangat menanjak tak cocok menggunakan sepeda lipat ha3 … Harusnya pakai sepeda gunung. Akhirnya aku memilih lari di sekitar kafe dan istirahat sambil berjemur ditemani seduhan kopi yang nikmat. Kafe yang beralamat di Jl. Jatihandap No.138, Mandalamekar ini memiliki toko bunga juga loh! Suamiku memberi hadiah anggrek bulan yang cantik. Waaahhhh … Bahagianya hatiku.

Pada kesempatan lain, aku menemani suami lari di perkebunan sayur Cimenyan di ketinggian 1.200 m.dpl. Wooowwww … Pagi itu kabut masih tebal. Bersyukur bisa menghirup segarnya udara pegunungan sambil berlari di jalan setapak beralas tanah. Pengalaman baru berlari di sela tanaman kubis, bawang, dan tomat. Seru sekali! Terasa betapa nikmatnya hidup di tanah air Indonesia yang subur dan makmur. Masyaallah …

Kami mengendarai Astrea keluaran tahun 2000 yang setia menemani perjalanan kali ini.
Kawasan perkebunan sayur di Cimeyan masih berkabut.
Sensasi berlari di jalan setapak beralas tanah ternyata seru loh!
Perlahan mentari pagi menampakan diri, langit semakin tampak biru. Sinar hangatnya membuatku bertambah semangat. Sesekali terdengar kicau burung. Mereka terbang rendah di antara hijaunya daun kubis yang masih menyisakan bening embun seolah menemani langkahku yang asyik berkeliling perkebunan sayur.

Setelah merasa bugar dan keringat mulai membasahi pakaian, kami bergegas kembali ke rumah. Tak disangka searah jalan pulang ternyata di sisi kiri jalan ada kafe yang asri dan nyaman sekali suasananya. Aku beristirahat sejenak sambil memandang beragam bunga yang dirawat dengan apik.

Bersyukur aku masih diberi kesempatan menikmati akhir pekan dengan olahraga sambil merajut cinta dan menemukan mutiara kehidupan bersama suami dalam usia pernikahan 27 tahun. Alhamdulillah … 
Bangunan kafe ini mengusung desain ala desa Eropa.

Pemandangan indah kota Bandung juga terlihat dari teras terbuka di atas bangunan. Selain menu makanan dan minumannya yang sedap, tentu bagi pencinta fotografi dan swafoto pasti akan terpesona dengan berbagai spot foto uniknya. Kafe Ngopi di Kebon beralamat di Jl. Terusan Jatihandap, Cikasumukan, Cimenyan.

Olahraga apa yang biasa dilakukan para Mamah MaGaTa pada akhir pekan? Semoga selalu sehat dan tetap semangat.

Parenting Ala Mamah ITB

Standar

Aku menyadari sepenuhnya ketika menikah belum memiliki bekal yang cukup untuk menjadi orangtua. Mana ada sih program studi khusus tentang pengasuhan atau parenting? Lalu … Apakah harus menyerah? Ooohhh … Tentu tidak! Ada tiga pengalaman parenting yang menurutku penting selama 27 tahun aku menjadi orangtua yang aku tulis dalam ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ Juni 2022 kali ini. Semoga bermanfaat ya Mah!

Mengasuh anak adalah sebuah kesempatan berharga dan menyenangkan, di mana kita (sebagai orangtua) bisa bertumbuh bersama seiring waktu berjalan.
Sebagai alumni ITB pastinya aku mengalami suka-duka juga jatuh-bangun saat kuliah, jadi minimal siap mental dulu ketika menghadapi segala tantangan dalam menjalankan peran sebagai orangtua. Siap diospek, belajar, dikritik, dan diberi saran dan ujian.

Anak Boleh Gagal

Siapapun kita pasti pernah mengalami kegagalan. Jadi … Kegagalan bukanlah hal yang memalukan. Ketika anak mengalami kegagalan, berarti mereka telah memiliki guru terbaik dalam hidupnya. Aku sampaikan kepada anak-anak bahwa gagal dalam suatu hal bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Namun takutlah ketika tidak pernah mencoba dan berusaha. Bangkit adalah jalan satu-satunya, biarkan kegagalan menjadi pengalaman dan yang terpenting adalah kembali berjalan tegak menuju kesuksesan.

Saat Kaka, Mas, dan Teteh belajar berenang atau bersepeda, ada kalanya kehabisan nafas hingga tak sampai di ujung kolam atau terjatuh kehilangan keseimbangan ketika roda sepeda masuk ke dalam lubang di jalan. Bisa saja air kolam terminum atau kaki dan tangan terluka. Namun … Itu biasa saja. Bolehlah merasa gagal sampai di ujung kolam atau merasa gagal karena terjatuh dari sepeda, tetapi melaju lagi dengan tetap semangat hingga ke tujuan itulah sesungguhnya proses belajar.

Kaka pernah harus mengulang satu matakuliah di Fakultas Peternakan Unpad karena lembar UTS hilang entah di meja dosen yang mana? Jelas konsekuensinya tak bisa lulus tepat waktu. Kaka berdiskusi denganku dan mencoba mengambil hikmah atas kejadian tak menyenangkan tersebut. Waktu yang ada dimanfaatkan Kaka untuk menjalankan usaha peternakan ayam kampung dan produksi ayam kampung ungkep The_IR_Store.

Kaka terus berproses dalam menuntut jalan ilmu.

Alhamdulillah … Waktu satu tahun yang tadinya dianggap mengecewakan ternyata ada berkah tersendiri. Kaka menang lomba mahasiswa PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) tingkat nasional dan mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pertanian RI. Saat ini Kaka kuliah di MBA (Entrepreneurship) SBM ITB untuk menambah wawasan bisnisnya dan mengikuti lomba ide bisnis/inovasi energi terbarukan Shell LiveWIRE ‘Mag Fire’ kompor surya.

Kisah resep andalan Kaka aku ikutkan dalam Tantangan Blogging Bulanan MGN Mei 2021.

Mas saat TPB di SAPPK ITB harus mengulang matakuliah kimia. Tadinya rasa kecewa muncul karena dipastikan akan mundur waktu kuliahnya. Namun mendapat nilai E bukanlah kegagalan yang tak bisa diperbaiki bukan? Begitu juga ketika fakultas menetapkan penjurusan, Mas tidak lolos ke program studi Teknik Arsitektur tapi diterima di PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota).

Marilah bijaksana bersikap agar keberhasilan belajar anak dapat digapai dengan optimal dan anak menjadi pembelajar sejati.
Mas berusaha menerima bahwa proses belajar harus dilalui walau dengan susah payah.

Alhamdulillah … Mas mendapat nilai A untuk kimia dan sudah enjoy di prodi PWK dengan menemukan minat terkait transportasi publik. Saat ini Mas sedang menjalani magang (kerja praktek) di PT. MITJ Jakarta.

Aku sampaikan kepada anak-anak bahwa manusia berkewajiban berusaha dan terus menerus berdoa kepada-Nya. Serta memantaskan diri untuk mendapatkan pertolongan dari Illahi Rabbi dengan berhusnudzan (berbaik sangka) kepada Allah Yang Mahamulia lagi Maha Pemberi Karunia.

Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda; Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).

Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.

(HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Anak Boleh Marah

Boleh tidak seseorang marah? Kalau boleh dalam kondisi apa? Kalau tidak dalam kondisi apa? Islam adalah agama yang sejalan dengan fitrah manusia. Allah Yang Mahabaik lagi Maha Terpuji menciptakan marah merupakan bagian dari emosi manusia. Artinya sikap marah adalah manusiawi.

Teteh pernah marah karena aku tidak menepati janji datang tepat waktu saat penjemputan ke Pondok Pesantren Al-Ihsan Kebagusan. Aku meminta maaf sambil memeluk Teteh, “Maaf ya Teh … Ibu tidak bisa menepati janji.” Bahkan aku tak ingin segera mengungkapkan alasan mengapa terlambat. Aku pegang tangannya, “Ibu ngerti perasaan Teteh … Pasti sangat tidak nyaman menunggu kedatangan Ibu lebih dari 2 jam.” Saat di mobil Teteh diam saja. Aku tawari apakah mau beli cemilan dulu sebelum sampai rumah? Teteh hanya menggelengkan kepala. Tapi aku tahu … Sepertinya marahnya sudah mulai mereda ketika Teteh bertanya, “Di rumah ada makanan apa?” Aku usap lembut pipinya sambil tersenyum lebar. Lalu … Percakapanpun mengalir selama satu jam diperjalanan menuju rumah. Masyaallah …

Anak-anak pernah marah karena sikap atau tindakanku yang kurang tepat. Orangtua juga tidak luput dari kesalahan bukan? Jadi belajarlah terus agar menjadi orangtua yang baik.

Menghadapi kemarahan janganlah dengan kemarahan atau kekerasan. Meminta maaf dan berempati terhadap emosi yang sedang dialami anak itu jauh lebih bijak. Ajarkan anak mengungkapkan rasanya dan jadilah orangtua yang bijak menerima dan mengakui rasa itu. Mendidiklah dengan cinta.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan“.

(QS. Ali Imran :133-134)

Islam mengajarkan jika seseorang marah, maka harus diredakan dengan bergerak. Jika sedang berdiri maka duduklah. Bila sedang duduk maka berbaringlah. Jika masih marah maka lekaslah berwudhu. Anak pun boleh marah. Namun tidak dibolehkan dengan ekspresi marah yang destruktif karena akan menghancurkan diri sendiri dan orang lain. 

Anak Boleh Sedih dan Menangis

Sering kita menyaksikan orangtua melarang anaknya sedih atau menangis, terutama kepada anak laki-laki. Namun … Ingatlah kehidupan manusia tidak selamanya bahagia sehingga pasti ada kalanya kesedihan hadir menyapa. Kehidupan tak selamanya indah atau baik-baik saja. Senang dan duka datang silih berganti.

Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Mas’ud r.a. , Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba tertimpa kesusahan dan kesedihan kemudian dia berdo’a ‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tangan-Mu, berlaku kepadaku hukum-Mu, adil atasku Qadha-Mu (keputusan-Mu), aku meminta kepada-Mu dengan seluruh nama-nama-Mu (yaitu) yang Engkau namakan diri Engkau dengan nama tersebut, atau yang Engkau turunkan di kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada kepada salah satu.”

Aku berusaha mengajak anak-anak memahami hikmah dan ikhlas atas segala ujian disetiap episode kehidupan.

Saat anak merasa sedih dan menangis atas kehilangan seperti hewan peliharaannya mati atau ada barang kesayangannya rusak. Sedih berpisah dengan orangtua saat harus masuk pondok pesantren. Anak pasti sedih ketika berpisah dengan teman-teman sekolahnya saat kelulusan dan harus melanjutkan pendidikan di tempat berbeda. Bisa juga kesedihan hadir saat sakit atau merasa tak diperhatikan orangtua yang terlalu sibuk. Sedih tak bisa memiliki benda yang dibutuhkan atau diinginkan. Berempatilah terhadap rasa yang hadir itu.

Allah ‘azzawajalla berfirman, “Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali.”

(QS. Al-Anbiya: 35)
Jadilah hamba yang bersyukur saat diberi nikmat dan sabar saat diberi cobaan.

Allah menciptakan kesedihan agar manusia menyadari nikmatnya kebahagiaan, sehingga mampu bersyukur. Kesedihan diciptakan agar kita tunduk bersimpuh di hadapan Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Pengampun dan tidak menyombongkan diri. Doa-doa terbaik dipanjatkan agar kesedihan segera berlalu. Insyaallah …

Penutup

Semoga tiga pengalaman parenting ini bermanfaat dan menginspirasi para Mamah member of MGN and ITBMotherhood kesayangan … Peluk erat dan salam semangat menjalani peran sebagai orangtua bagi anak-anak tercinta.

Serunya Keliling Kota Tua Cirebon dengan Sepeda

Standar

Semangat menjemput sehat. Akhir pekan yang hangat. Matahari bersinar cerah beriringan dengan semilir angin sejuk membuatku bersemangat. Ijin berbagi keseruan saat gowes di bulan kemerdekaan tahun 2021 di Kota Cirebon, sekaligus bersilaturahim kepada kerabat.

Alun-alun Kejaksan dengan latar bangunan Masjid At-Taqwa. Inilah salah satu destinasi favorit para goweser jika keliling Kota Cirebon. Cantik kan?

Berbeda dengan Kota Jakarta yang sangat padat dengan kendaraan, di Kota Cirebon suasana jalan utama tergolong sepi sedikit saja kendaraan yang berlalu lalang. Kota Cirebon berulang tahun yang ke-652, pada tanggal 1 Muharram 1443 Hijriah bertepatan dengan hari Selasa, 10 Agustus 2021. Pemerintah Kota Cirebon memastikan anggaran daerah difokuskan untuk penanganan wabah dan menjadikan momentum ini untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Aktivitas olahraga dan berjemur sinar matahari adalah salah satu upayaku untuk meningkatkan imun dan menjaga kebugaran tubuh.

Sejak tanggal 3 Agustus aku meninggalkan Kota Jakarta untuk menjalankan dinas di kampus Universitas Catur Insan Cendikia (UCIC) terkait sidang tugas akhir mahasiswa dan ujian akhir semester. Alhamdulillah … Sambil bekerja secara daring, bisa tetap berolahraga gowes pada pagi hari. Aku sengaja membawa sepeda lipat dari Jakarta karena bagasi mobil masih kosong he3 …

Aku memulai gowes dari arah Jalan Pilang menuju Jalan Wahidin dan berbelok ke Jalan Siliwangi. Nah … Sepanjang jalan Siliwangi ada bangunan kolonial yang telah berusia ratusan tahun.

Gedung Negara diketahui dibangun pada 1865 ketika Cirebon merupakan wilayah karesidenan dengan pemimpinnya kala itu Albert Wilhelm Kinder De Camurecq.
Stasiun Kereta Kejaksan yang dibangun pada tahun 1911 dan masih berfungsi hingga saat ini. Gedungnya masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik.
Balaikota kantor Walikota Cirebon di jalan Siliwangi.

Selanjutnya aku melewati gedung Balaikota yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada 1924. Sejak awal, gedung ini berfungsi sebagai lembaga pemerintahan bersamaan dengan penetapan Cirebon sebagai kotapraja (gemeente) pada 1906 dan meningkat statusnya menjadi stadsgemeente pada 1926.

Pusat Kota Cirebon memiliki alun-alun yang telah direvitalisasi dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada tahun bulan April 2021. Suasana alun-alun yang berdekatan dengan Masjid At-Taqwa sangat nyaman untuk berolahraga. Bahan material utama yang digunakan dalam desain baru adalah batu bata merah yang dicetak khusus. Gerbang mengadopsi bentuk gerbang di Keraton Kasepuhan. 

Gowes santai dilanjutkan menuju Gedung  BAT. Para pelancong yang pernah mampir ke Kota Cirebon pastilah tahu salah satu bangunan kuno paling dikenal di Kota Cirebon ini. Berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, gedung ini semula adalah perusahaan rokok SS Michael. Gedung BAT dibangun pada 1924 yang dirancang Biro Arsitek F.D. Cuypers & Hulswit dengan gaya art deco. Seumur dengan gedung Balaikota.

Tampak gedung BAT (anno 1924) masih terawat dengan baik. Cat berwarna putih bersih menjadi latar yang keren untuk berfoto di sini.

Matahari semakin tinggi. Rasa hangatnya membuat kayuhan sepedaku semakin laju. Berbelok sedikit di dekat pintu gerbang Pelabuhan Tanjung Mas Cirebon berdiri bangunan bergaya art deco yang berdiri tahun 1919, sekarang menjadi Gedung Bank Indonesia. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, gedung ini digunakan sebagai kantor Agentschap De Cheribon yang dibuka pada 31 Juli 1866 sebagai kantor cabang kelima De Javasche Bank yang kemudian dinasionalisasikan dengan nama Bank Indonesia.

Gedung Bank Indonesia Cirebon.

Tak melewatkan kesempatan mumpung masih semangat, aku masuk ke area pelabuhan. Pelabuhan Cirebon dibangun tahun 1865, pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan pada tahun 1890 diperluas dengan pembangunan kolam pelabuhan dan pergudangan. Tahun 1927, Pelabuhan Cirebon masih berada di dalam struktur organisasi Pelabuhan Semarang, kemudian sejak tahun 1957 berada di bawah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Kawasan pergudangan di Pelabuhan Cirebon.
Sebelum kembali ke rumah, aku mencoba lewat di depan Keraton Kasepuhan yang merupakan jejak sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Simak juga ya artikel menarik lainnya di sini: