Monthly Archives: Oktober 2022

Talent Mapping: Who are You?

Standar

Sumber: https://talentsmapping.id/

Definisi Talent Mapping

Talents Mapping merupakan sebuah tools assessment untuk mengetahui bakat dan kekuatan diri seseorang. Talents Mapping ini disusun oleh Abah Rama Royani berdasarkan 34 tema bakat yang diadopsi dari penelitian Gallup, namun lebih diperkaya sehingga kita juga bisa mengetahui personal strength dan strength typology.


Assesment ini pada dasarnya adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap bakat, potensi kekuatan yang ada pada diri Anda. Secara praktis beberapa klien kami menggunakan hasil TM ini sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan diri (self development), pendidikan anak, pertimbangan studi lanjut, pengembangan preferensi karir termasuk pertimbangan menjelang pensiun. 

Rama Royani, yang akrab dipanggil Abah Rama adalah lulusan Teknik Fisika ITB. Setelah bekerja dan memimpin berbagai perusahaan nasional, pada usia 59 tahun, Abah Rama menyadari bahwa misi hidupnya adalah menjadi guru. setelah menemukan bakatnya melalui sebuah tools “Talents Mapping” yang dibuatnya sendiri berdasarkan buku Now Discover Your Self dengan Put Your Strength To Work karya  Marcus Buckingham, beliau mampu menciptakan Strength Cluster Map sebagai pertama dan satu-satunya didunia yang bisa menyajikan data berupa Potensi Kekuatan dalam bentuk aktifitas. kini misi yang diyakininya adalah : “Memandu individu berkarier lebih baik dan organisasi menjadi lebih produktif”

Cara Mengisi Tes Temu Bakat atau Talent Mapping

  1. Klik Tes: isi lengkap bagian ini

2. Isi bagian ‘Memilih yang Paling Cocok’ ini dengan teliti dan jujur. Ikuti instruksinya dengan benar.

Contoh: tidak harus sama dengan ini ya …

3. Isi bagian ini ‘Memilih yang Paling Tidak Cocok’, jawab dengan jujur dan sesuai instruksi.

Contoh: tidak harus sama dengan yang di sini ya …

4. Klik next dan terus lanjutkan prosesnya sampai selesai.

5. Finish. Screenshoot bagian ini: lalu simpan.

6. Lanjutkan dengan mendownload versi PDF. Simpan hasilnya.

Fitur Unik Manusia

Analogi dengan mobil yang memiliki fitur (rancangan) tertentu agar memberi manfaat tertentu. Demikian juga dengan rancangan atau bentuk rupa manusia yang sangat beragam. Bisa dipastikan memiliki manfaat yang berbeda-beda. Disamping berbeda dalam warna kulit, bentuk wajah, rambut, tinggi, bentuk sidik jari, dan lain sebagainya, ada fitur yang unik lain yang kita miliki dan berbeda satu sama lainnya. Fitur ini terutama berhubungan dengan sifat atau personality. Lebih lanjut, personality yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah personality yang bermanfaat atau personality yang produktif. Personality yang produktif inilah yang selanjutnya disebut dengan Bakat.

Menemukan Potensi Diri

Disamping beribadah kepada Allah SWT (vertical), misi atau tugas umum manusia di muka bumi adalah untuk memberi manfaat kepada orang lain dan lingkungan. Semakin  besar manfaat dari keberadaan kita di muka bumi ini maka semakin sukses pulalah kita di mata Allah. Manfaat manusia bagi orang lain dapat dilihat dari peran atau tugasnya, seperti ada yang bertugas atau berperan sebagai guru, peneliti, pedagang, pemimpin (leader), orang tua atau ada juga yang memiliki berbagai tugas rangkap.

Jika saja setiap orang tahu akan tugasnya masing-masing sesuai dengan maksud Yang Maha Pencipta dan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan tugas tersebut , maka bisa dipastikan Allah akan membantu. Allah akan memberikan berbagai fasilitas dan jalan keluar agar mereka berhasil menjalankan tugasnya. Mengapa begitu ?

Ilustrasinya begini, apabila Anda memerintahkan seseorang untuk melakukan tugas tertentu dan orang itu tahu dan mau melakukannya, maka Anda pasti juga ingin agar dia sukses menjalankan tugas yang Anda berikan, dan untuk itu anda pasti akan memberikan segala fasilitas yang dibutuhkan agar dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Bila kita manusia saja, begitu peduli untuk memberikan segala fasilitas kepada orang yang kita perintah tersebut, maka Allah pasti akan lebih dari itu sepanjang kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan kata lain, menggali dan menemukan apa yang menjadi tugas kita adalah merupakan kewajiban bagi setiap orang. Apa yang seharusnya dicari adalah melalui penggalian “fitur-fitur unik” masing-masing.

MENEMUKAN POTENSI KEKUATAN

Setelah kita mengetahui pentingnya mengetahui tugas (misi) kita melalui pemahaman akan potensi bakat dan kekuatan kita, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita dapat denga mudah mengetahui secara langsung akan potesi bakat da kekuakatan kita seseungguhnya? Ada berbagai cara untuk menemukan potensi bakat dan kekuatan kita, diantaranya melalui:

Asesmen Talents Mapping (TM).

  1. Menggali sifat produktif (bakat) seseorang.
  2. Menginterpretasikan kekuatan terkait peran melalui bakat dominan.
  3. Berupa self-assessment yang di dalamnya memiliki 170 pernyataan.

Asesmen Personal Strength Statement (PSS).

  1. Menggali pengakuan atas kegiatan produktif.
  2. Merupakan gambaran kompetensi dan minat terhadap aktivitas.
  3. Berupa self-assessment yang di dalamnya memiliki 114 aktivitas, yang terdiri atas 99 klaster yang terkait dengan peran dan 15 klaster yang terkait dengan bidang.

Strength Typology (ST-30).

  1. Tercatat sebagai cara paling cepat dalam menemukan diri.
  2. Merupakan gambaran kompetensi dan minat terhadap peran.
  3. Memiliki sekitar 30 tipologi manusia yang terkait dengan kekuatan yang produktif.
  4. Sebagai personal brand atau self-awareness bagi seseorang.

Tujuan Penciptaan Alam Semesta

Standar

Bercermin pada kenangan hari Jumat, 10 Mei 2013, telah terjadi gerhana matahari sebagian yang berlangsung selama hampir satu jam. Pagi hari sekitar pukul lima lebih hingga setengah tujuh, walau berselimut awan, aku masih bisa merasakan redupnya sinar mentari tertutup rembulan.

Matahari adalah tanda kebesaran Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi.

Sebagian umat Islam melaksanakan shalat gerhana dua rakaat dengan dua ruku. Lalu memperbanyak berdzikir dan bersedekah. Tak ketinggalan membaca Al-Qur’an dan berusaha memahami kejadian ini, terutama terkait dengan beragam ayat yang berkaitan dengan tujuan penciptaan alam semesta beserta segala rahasianya.

Dan katakanlah. “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.”

(QS. An-Naml, 27 : 93).

Fenomena yang kita saksikan saat ini di tengah masyarakat tentang perlakuannya terhadap Al-Qur’an berbeda sama sekali dengan tujuan diwahyukannya Al-Qur’an. Dalam dunia Islam secara umum sedikit sekali orang yang mengetahui isi Al-Qur’an. Padahal tujuan Allah Yang Maha Perkasa menurunkan Al-Qur’an adalah sebagaimana firman-Nya dalam surat Ibrahim ayat ke-52 : “Dan (Al Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” Atau dengan kata lain mengajak manusia untuk bertadabbur.

Surah Al-Kahfi biasa kita baca pada hari Jumat.

Allah telah berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 1-3 : “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan. (Dia juga menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.”

Dalam Al-Qur’an, manusia diseru untuk merenungi berbagai kejadian di alam semesta dan benda-benda alam, yang dengan jelas memberikan kesaksian akan keberadaan dan keesaan Allah beserta sifat-sifat-Nya. Tanda-tanda kebesaran Allah terdiri atas segala sesuatu di alam semesta ini untuk tujuan memperlihatkan dan menyampaikan keberadaan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sungguh, kewajiban kita untuk dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga dengan demikian kita akan mengenal Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Adil. Yang telah menciptakan dirinya dan segala sesuatu yang lainnya, menjadi lebih dekat kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Kuasa.

Allah Yang Maha Cerdas lagi Maha Mengetahui mengajak dalam berbagai ayat Al-Qur’an kepada kaum berakal untuk memikirkan hal-hal yang biasa diabaikan orang lain, atau hanya dianggap suatu kebetulan juga keajaiban alam.

Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (serasa berkata) : “Ya Tuhan kami … tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”‘

(QS. Ali’Imran, 3 : 190-191).

Sejak awal bulan Oktober 2022, aku mengikuti kelas ‘Mentoring Qur’an Journaling’. Tujuanku mengikuti kelas ini agar semakin mencintai Al-Qur’an dan memiliki komunitas pencinta Al-Qur’an yang saling mendukung. Semoga kelak kami akan berkumpul kembali di surga-Nya bersama Rasulullah, orang-orang shalih, dan berjumpa Allah Illahi Rabbi, aamiin …

Contoh salah satu Qur’an Journal tentang surah Al-Kahfi ayat 6-10
Terjemahan ayat, doa, dan asmaul husna.
Tafsir ayat dari Ibnu Katsir.
Tadabbur ayat dengan referensi tafsir Al-Azhar karangan Buya Hamka.
Action plan-ku adalah berkunjung ke gua Ashabul Kahfi di Yordania, semoga tercapai.

Semoga kita senantiasa menjadi bagian dari kaum berakal yang telah didefinisikan dalam Al-Qur’an. Kita senantiasa menyadari sepenuhnya bahwa Allah Yang Maha Pemurah telah menciptakan segala di alam semesta ini tidaklah sia-sia dan tugas kita untuk terus mempelajarinya agar semakin dekat dengan Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri.

Catatan tambahan

Tafakkur, Tadabbur, dan Tadzakkur Al-Qur’an

TAFAKKUR

Tafakkur (تفكّر) bermakna memikirkan, merenungkan dan mempelajari ayat-ayat Al-Quran didukung hadits dengan memperhatikan fenomena ciptaan Allah dan ilmu sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah untuk memperoleh hikmah dan rahmat dari kandungannya.

Akar kata tafakur adalah fakara – yafkiru – fakran – tafakkuran yang mengandung arti merenung, berpikir, dan mengenang.

Allah Ta’ala berfirman:

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ ۞ه

“Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya (tafakkur).” (QS. Al-Baqarah [2]:219,266)

TADABBUR

Tadabbur (تدبّر) bermakna membaca, memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat Al-Quran untuk sampai kepada memahami dan menghayati kandungan-kandungan maknanya.

Tadabbur Al-Qur’an adalah kegiatan merenungi ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Tujuannya agar setiap muslim mengetahui dan memahami isi atau makna Al-Qur’an dengan benar.

Adapun tadabbur alam adalah kegiatan merenungi kekuasaan Allah melalui hasil ciptaannya seperti gunung, laut, dan lain-lain. Tujuannya adalah mengetahui dan memahami tujuan penciptaan langit, bumi, dan manusia.

Allah Ta’ala berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَٰبِ ۞ه

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (tadabbur) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang berakal.” (QS. Shad [38]:29)

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ ٱخْتِلَٰفًا كَثِيرًا ۞ه

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan (tadabbur) Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa [4]:82)

Cara-cara tadabbur:
1. Membaca kitab Al-Quran didampingi kitab tafsirnya, semisal kitab al-Misbah al-Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibnu Katsir dan kitab Taisir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannan karya Syaikh Abdurrahaman Sa’di.
2. Membaca Al-Quran dengan perlahan. Akan lebih baik lagi dengan terjemahan perkata untuk meresapi pemahaman.
3. Membaca Al-Quran dengan berulang-ulang.
4. Berdoa sesuai makna kandungan dari ayat Al-Quran yang dibaca.
5. Belajar Bahasa Arab termasuk ilmu nahwu dan sharaf.

TADZAKKUR

Tadzakkur (تذكّر) bermakna mengulang-ulang membaca dan mempelajari ayat-ayat Al-Quran agar dapat mengambil pelajaran dan mengingatnya dengan kuat dalam hati dan pikiran yang tidak mudah terhapus atau pudar.

Allah Ta’ala berfirman:

وَٱللَّهُ يَدْعُوٓاْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ۞ه

“Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah dan larangan-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran (tadzakkur).” (QS. Al-Baqarah [2]:221)

وَٱللَّهُ يَدْعُوٓاْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ۞ه

“Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu mengambil pelajaran (tadzakkur).” (QS. Al-An’am [6]:152)

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ۞ه

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa´at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran (tadzakkur).” (QS. Yunus [10]:3)

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ ۞ تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ۞ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ ۞ يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۞ه

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka dapat mengambil pelajaran (tadzakkur). Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim [14]:24-27)

Cara-cara Tadzakkur:
1. Mengingat dan mengimani Allah dan hari akhir.
2. Mengimani Al-Quran adalah Kalamallah.
3. Membaca berulang-ulang dan mengingat ayat-ayat Al-Quran terutama tentang perintah dan larangan, serta berita gembira dan peringatan, dengan mengharap mendapatkan pelajaran dan menambah ketaatan pada Allah.
4. Mengikuti majelis-majelis dzikir atau ilmu.

Sumber: http://arifindustri.lecture.ub.ac.id/opinions/kaji-tadabbur

Customer of Relationship Management Introduction

Standar
Sumber: Dictio Community

In today’s world of multinational commerce and large stores, small businesses continue to survive and thrive by creating and maintaining genuine and personal relationships with their customers – based on each customer’s unique personality, needs, wants and expectations.

Dengan mempelajari studi kasus dari bisnis-bisnis yang lebih kecil yang telah berhasil mengembangkan hubungan jangka panjang, dan menjelaskan bagaimana pendekatan yang bersifat pribadi ini dapat digunakan oleh perusahaan berbadan hukum besar maupun kecil.

Buku Secrets of Customer Relationship Management

Isi buku ini adalah:

  • Panduan untuk mengukur konsep nilai, kepuasan pelanggan dan hubungan dengan pelanggan.
  • Bendera merah untuk mengenali – dan menghentikan – risiko-risiko atau ancaman-ancaman terhadap hubungan yang sukses.
  • Sebuah model inovatif dari faktor-faktor yang memacu kepuasan pelanggan, mulai dari harga dan kualitas produk, persepsi pelanggan tentang bagaimana mereka diperlakukan, sampai pada emosi positif maupun negatif yang terbentuk melalui interaktif mereka dengan perusahaan.

Mereka mungkin melupakan apa yang Anda katakan, namun mereka tidak akan pernah melupakan perasaan yang Anda tumbuhkan dalam diri mereka.” Carl W. Buechner.

Perubahan Sifat Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan terdiri dari:

  • Evolusi pemasaran,
  • Meningkatkan fokus terhadap hubungan dari transaksi ke hubungan -penjualan saja tidak cukup,
  • 4P yang berbeda,
  • Meningkatkan makna hubungan lebih dari sekedar katalog,
  • Hubungan yang sejati dengan pelanggan,
  • 4R dari pemasaran,
  • Menciptakan budaya hubungan.

Perhatikan kisah menarik di bawah ini yang dideskripsikan oleh Lynch tentang Wilbur Johnson, seorang karyawan yang telah lama bekerja di sebuah supermarket lokal.

Wilbur Johnson mengenal setiap orang di kota. Itu adalah gayanya. Selama 70 tahun dia bekerja di bagian produksi sebuah pasar lokal, menyambut pengunjung baru maupun lama di antara selada dan tongkol-tongkol jagung manis. Pasar itu awalnya dimiliki ayahnya. Kemudian oleh saudara laki-lakinya dan telah berganti tangan beberapa kali sejak masa muda Wilbur.

Wilbur Johnson knows everyone in town. That’s his style. For 70 years he worked in the production department of a local market, welcoming visitors new and old among the lettuce and sweetcorn cobs. The market was originally owned by his father. Then by his brother and has changed hands several times since Wilbur’s youth.

Tetapi Wilbur selalu melakukan hal yang sama, simbol masa itu, yaitu memberi pembeli lebih dari apa yang mereka beli. Sekali dikenal Wilbur, Anda akan selalu diingatnya. Tidak takut pada pertumbuhan dan perubahan, dia tumbuh bersama kehidupan orang-orang yang ada di sekitarnya mulai dari anak-anak dalam kereta belajaan, ibu-ibu muda mereka, suami yang berbelanja dengan membawa daftar belanjaan, anak-anak lelaki pembawa tas, dan para kasir.

But Wilbur always did the same thing, the symbol of the times, which was to give buyers more than what they bought. Once known to Wilbur, you will always be remembered. Unafraid of growth and change, she grows up with the lives of those around her ranging from children on a shopping cart, their young mothers, husbands who shop with a shopping list, boys carrying bags, and other children. cashier.

Hidupnya sendiri sangatlah mapan, dia tidak pernah berganti pekerjaan atau istri atau rumah, atau tempar beribadah, hal itu membuatnya tertarik pada perubahan-perubahan pada hidup orang lain. Dia selalu membuka telinganya untuk mendengar nama bayi yang baru dilahirkan dan pasangan yang baru menikah, berita tentang kemunduran dan kesembuhan, monolog menyedihkan dari orang yang putus cinta, bercerai atau berduka. Dia mengingat nama anak-anak, ipar yang berkunjung, teman dari teman. Dia memberikan kabar baik bagi setiap orang dan setiap orang mengenalnya.

His own life was very settled, he never changed jobs or wives or homes, or places of worship, it made him interested in changes in other people’s lives. She always keeps her ears open to hear the names of newborns and newlyweds, news of setbacks and healings, sad monologues of people who have broken up, divorced or grieve. He remembered the names of children, visiting in-laws, friends of friends. He gave good news to everyone and everyone knew him.

Sekarang kita mengenal hal ini sebagai networking dan kumpulan informasi yang dimiliki Wilbur tentang kehidupan orang lain sebagai sebuah database, tetapi Wilbur menyebutnya sebagai keramahan -perhatian yang kita berikan pada orang lain dan kehidupan mereka.

We now know this as networking and Wilbur’s collection of information about other people’s lives as a database, but Wilbur calls it hospitality—the care we give to other people and their lives.

by Thomas Lynch, The Undertaking: Life Studies from the Dismal Trade (New York: Penguin 1997), 113-114.

Tahap-tahap Evolusi Pemasaran

Sumber: Manajemen Hubungan Pelanggan, karya James G. Barnes.

Tugas Mandiri Mahasiswa:

  1. Mengunjungi supermarket lokal untuk berbelanja kebutuhan harian dan mencatat bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh sales, cashier, security, customer service, dan parking service.
  2. Berswafoto di depan supermarket lokal.
  3. Membuat vlog untuk di upload di IG tentang pelayanan di supermarket tersebut

Baca juga artikel menarik lainnya:

Jangan Cepat Berlalu – Raisa

Standar

Pada lagu “Jangan Cepat Berlalu”, Raisa mencoba menumpahkan harapan atas rasa nyaman yang sebisa mungkin jangan dulu hilang dan berlalu. Lagu ini bercerita tentang hubungan ibu-anak atau orang tua serupa surat cinta yang tulus tentang pemahaman cinta yang lebih dalam. Kesadaran betapa cepatnya waktu berlalu dan bahwa suatu hari akan ada saat terakhir dari segalanya.

Pesan mendalam yang ingin disampaikan dalam lagu ini adalah:

Momen indah bersama Kaka, Mas, dan Teteh.

Hargai setiap momen yang kita miliki dengan orang yang kita cintai karena ‘waktu terakhir’ itu akan datang tanpa peringatan.

Lirik Lagu Jangan Cepat Berlalu

Saat engkau di pelukanku
Bagaikan beribu kisah cinta melebur jadi satu
Ajariku tentang cinta sejati yang belum ku pahami

Jangan, jangan cepat berlalu
Ku ingin kita tetap begini
Janji saat nanti kau lepas genggamanmu
Lepaskan perlahan dan pastikan aku baik saja

Takkan ada peringatan
Namun satu hari akan jadi kali terakhir dia membutuhkanmu

Lebih luas, lagu ini isyarat tentang seseorang yang menikmati setiap momen berharga dengan orang terkasih, meski pada saatnya nanti momen itu akan berakhir.

Momen Indah Kebersamaan Dengan Anak

Ibu dan Bapak, sebagai orang tua pun bermohon agar terus juga diberikan kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan menjalani peran sebagai pendidik bagi kalian. Walau sejatinya seringkali malah kami yang belajar banyak dari kalian tentang berbagai hikmah kehidupan ini.

Baru saja selepas shalat dhuha hari ini, Ibu melangitkan doa-doa terbaik kepada Allah Yang Maha Besar lagi Maha Mendengar.

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Al-Furqon : 74).

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (qalbu), agar kamu bersyukur.”

(QS. An-Nahl 16 : 78)

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.

(QS. Al-Baqarah 2 : 233)

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat … Semenjak kalian dikandung, digendong dalam buaian, didekap, dipangku, dituntun dalam genggam erat hingga kini. Kaka dan Mas telah tumbuh dewasa, serta Teteh telah menjadi gadis muda. Walau jarak memisahkan tetap saja rasa kasih dan sayang selalu tertambat lekat di hati ini. Momen kebersamaan senantiasa berkelebat dan membuatku merindu.

Masa kecil Kaka dan Mas bersama Ibu dan Bapa.

Kaka, semoga menjadi hamba Allah subhanahu wa ta’ala seperti Nabi Ibrahim. Kaka diberi hati yang ikhlas dan ridho atas segala karunia dari Allah Yang Maha Cerdas. Jadilah pemimpin bagi orang-orang bertaqwa dengan kecerdasanmu sebagaimana Ibnu Rusydi seorang ilmuwan muslim, ahli di bidang kedokteran dan ilmu pengetahuan. Itulah doa yang melekat pada nama Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi.

Mas, semoga menjadi hamba Allah subhanahu wa ta’ala seperti Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam. Mas diberikan keberanian dan ketetapan hati dari Allah Yang Maha Penjaga. Jadilah pemimpin bagi orang-orang bertaqwa dengan keteguhan pendirianmu sebagaimana Abu Hanifah seorang ilmuwan muslim, ahli di bidang hukum dan ilmu pengetahuan. Itulah doa yang melekat pada nama Muhammad Hafizh Haidar Hanif.

Masa kecil Teteh bersama Ibu dan Bapa.

Teteh, semoga engkau menjadi hamba Allah subhanahu wa ta’ala seperti Maryam Ibunda Nabi Isa. Teteh diberikan ketinggian akhlak dari Allah Yang Maha Mulia. Jadilah pemimpin bagi orang-orang bertaqwa dengan kelembutan dan kebaikan hatimu sebagaimana Al Kindi seorang ilmuwan muslim, ahli di bidang matematika, astronomi, dan ilmu pengetahuan. Itulah doa yang melekat pada nama Maryam Aliyya Al Kindi.

Semoga Allah Yang Maha Baik lagi Maha Pemurah selalu menjaga, melimpahkan karunia, dan rahmat-Nya dan kelak kita tetap berkumpul di surga-Nya bersama Rasulullah dan orang-orang shalih. 

Aamiin ya Rabbal’alamin

Silakan mampir membaca di artikel menarik lainnya:

Maryam : Putriku Seorang Penghafal Al-Qur’an

Standar

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami memuji-Nya, meminta bantuan dan pengampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana dari kejelekan diri kami dan kejelekan amalan kami.

Cita-cita Menjadi Penjaga dan Pencinta Al-Qur’an

Barakallah Teteh … Kesayangan Ibu yang telah menyetorkan ziyadah hafalan Al-Qur’an 30 juz.

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

(HR. Bukhari)

Maryam menyelesaikan setoran hafalannya pada usia 14 tahun. Alhamdulillah… Allah Subhanahu wa ta’ala telah membuka jalan bagi keluarga besar kami untuk memfasilitasi anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an. Hanya karena rahmat dan kasih sayang Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa, anak-anak telah menghafal ratusan ayat dan beberapa surah. Dengan selalu memohon limpahan Rahmat dan ampunan dari Allah Yang Maha Agung lagi Maha Bijaksana, kami terus berupaya menyemangati anak-anak, juga diri kami sendiri sebagai orang tua.

“Subhanallah… Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi keluarga lainnya.”

Bagi orang tua yang lebih berpengalaman, izinkan kami menimba ilmu dan hikmah. Semoga Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Teliti, mengabulkan doa-doa kita untuk kebaikan anak-anak: di dunia dan di akhirat. Di antara nikmat yang Allah limpahkan kepada kita adalah nikmat Islam, keimanan, rezeki, kekayaan, usia, waktu luang, dan kesehatan untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Benar dengan benar dan untuk menuntut ilmu syar’i.

Semoga Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya.

Masya Allah… Semoga istiqamah murojaah dan mampu meraih mutqin muttaqin. Perjalanan panjang bersama Al-Qur’an hingga akhir hayat, semoga Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pengasih selalu melimpahkan rahmat, kasih sayang dan kekuatan agar kita dapat terus menjadi pecinta dan penjaga Al-Qur’an. Untuk ustadzah yang sabar dan terus mendampingi dan membimbing, guru, orang tua sahabat seperjuangan, dan keluarga yang selalu mendoakan dan memberi semangat, jazakumullah khayr.

Tuntutlah Ilmu Syar’i Wahai Anakku

Banyak dari manusia yang tidak memanfaatkan waktu sehat dan waktu luangnya dengan sebaik-baiknya. Dia tidak menggunakannya untuk belajar tentang Islam, dia tidak menggunakannya untuk mendapatkan pengetahuan tentang syar’i. Padahal, dengan mengikuti majelis taklim yang mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat, akan menambah ilmu, keimanan, dan ketaqwaan kepada Allah, Yang Maha Cerdas lagi Maha Mewarisi. Barakallah putriku tersayang, Maryam… Kamu telah melalui tahap lengkap ziyadah / titipan untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”

QS. Al Baqarah 2 : 261

Cara mendapatkan hidayah dan mensyukuri nikmat Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Kaya adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat membedakan antara yang haq dan bathil, tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, ma’ruf dan munkar, serta antara yang bermanfaat dan yang merugikan.

Menuntut ilmu akan menambah hidayah dan membawa kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ilmu syari’at adalah ilmu yang diturunkan oleh Allah, Sang Pencipta, Yang Maha Penyayang kepada Rasul-Nya, dalam bentuk informasi dan petunjuk. Jika pengetahuan menghasilkan ini untuk pemiliknya, maka ini adalah pengetahuan yang bermanfaat. Setiap kali ilmu bermanfaat dan melekat di hati, maka sesungguhnya hati akan merasa khusyu’, takut, tunduk, mencintai dan mengagungkan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Pemilik Kerajaan.

Jiwa akan dipuaskan dan dipuaskan dengan sedikit dari yang halal dari dunia dan merasa puas dengannya sehingga menjadikannya qana’ah dan zuhud di dunia.

Saat belajar Al-Qur’an di masa pandemi. Pesantren dari rumah tetap semangat ya Teteh, “Belajar dengan Bahagia.

Orang yang faqih adalah orang yang bertakwa kepada Allah, Penjaga, Maha Sabar, meskipun ilmunya sedikit. Dan orang bodoh adalah orang yang mendurhakai Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Perkasa, padahal ilmunya banyak. Hamba yang sejati adalah orang yang menyembah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Hidup berdasarkan ilmu dan jelas kebenarannya. Ini adalah cara Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Ya Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa para guru kami, berilah mereka balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada kami dengan balasan yang sebaik-baiknya. Semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengamalkan dan mempertahankan sunnahnya hingga akhir zaman. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Kisah Secangkir Kopi

Standar

Pengalaman Pertama Minum Kopi

Terkenang masa 40 tahun silam, kala aku masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6. Bapa seorang dokter yang berdinas di sebuah kota kecil mendapat tugas belajar jenjang spesialis di Universitas Indonesia. Kecintaannya pada dunia kesehatan dan keprihatinannya pada para pasien penyakit kusta menjadi jalan Bapa untuk memperdalam ilmu penyakit kulit dan kelamin.

Aku sebagai anak pertama sehari-hari melihat Bapa berangkat pagi menuju RSCM di Salemba untuk bekerja di poliklinik dan kuliah. Sore hari sepulang dari rumah sakit, Bapa masih praktek pribadi di rumah atau di klinik. Saat tahun terakhir kuliah kesibukan Bapa bertambah dengan menyusun tugas akhir yang lagi-lagi temanya adalah penyakit kusta. Bapa mengetik dengan mesin tik manual merek Brother.

Malam hari Bapa akan tekun membaca beragam buku tebal, menelaah hasil penelitiannya di poliklinik RSCM, dan mengetik naskah. Aku biasanya sambil mengerjakan PR akan duduk di samping Bapa. Sesekali beliau meminta tolong aku menyeduh secangkir kopi. Satu sendok kopi dan satu sendok gula. Biasanya aku akan icip-icip sedikit. Hhhmmm … Aku suka wanginya.

Bapa bilang seduhan kopiku nikmat. Aaahhh … Rasanya senang sekali dipuji Bapa. Padahal biasa saja ya … Rumusnya kan hanya secangkir air mendidih dengan satu sendok kopi dan satu sendok gula. Semua orang juga bisa … Tapi Bapa tampak bahagia bila aku yang menyeduh kopi dan menyuguhkannya di samping mesin tik.

Alhamdulilah Bapa lulus dan kembali ditugaskan di daerah. Saat itu aku sudah duduk di bangku SMP. Bapa biasanya pulang praktek malam sekitar pukul 9. Nah … Kalau aku masih berkutat mengerjakan tugas tapi sudah menguap berkali-kali, biasanya Bapa akan menggodaku, “Teteh … Ngantuk ya? Ngopi aja … Biar hilang tuh ngantuknya!” Akhirnya aku pun mencoba menyeduh secangkir kopi. mencium uapnya, dan menyeruputnya perlahan-lahan mengikuti gaya Bapa kalau sedang minum kopi.

Secangkir Kopi Sebagai Teman Setia

Kopi Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi.

Sebagai aktivis OSIS dan Pramuka di SMA, aku sering mengikuti kegiatan kemping atau tracking. Secangkir kopi adalah teman paling sejati dikala dingin menggigit udara pegunungan menerpa. Memang agak aneh sih ada anak perempuan yang memilih minum kopi hi3 … Biasanya teman-teman perempuanku memilih menyeduh teh manis.

Saat kuliah aku bukan tipe yang suka bergadang. Paling malam jam 11 harus sudah tidur. Ini juga sesuatu yang aneh buat mahasiswa jurusan paling bergadang se-ITB: apalagi kalau bukan Arsitektur. Malah ada joke dari teman-teman dan kating bahwa gak sah kalau mahasiswa arsi gak begadang. Tapi gimana ya? Memang aku tidak bisa memaksa mata yang sudah kiyep-kiyep minta terpejam. Bahkan aku beberapa kali bisa tertidur dengan kepala bersandar di meja gambar … Biasanya nanti dini hari menjelang subuh aku bangun untuk melanjutkan tugas. Lagi-lagi secangkir kopi akan menemaniku menuntaskan tugas.

Jadi teori minum kopi agar tidak mengantuk ala Bapa sebenarnya tidak berlaku buatku. Tetap saja tidur sebelum jam 11 malam. Aku menyeruput kopi bukan untuk melawan waktu tidur, tapi sebagai sensasi relaksasi dan merasa ada yang menemani. Sedangkan minum kopi di pagi hari menurutku lebih ke rasa segar dan semangat menjalani hari.

Waktu aku kerja di konsultan dan mengerjakan beberapa proyek di lapangan kebiasaan minum kopi bisa membantuku untuk mencairkan suasana ketika rapat atau diskusi dengan tim. Setelah menjadi dosen pun aku tetap suka minum kopi sebelum atau sesudah mengajar. Pramubakti di kampus sudah hafal betul jadwalku untuk dibuatkan secangkir kopi.

Secangkir kopi dan beragam sajian kue manis buatan Teteh.

Oya … Ada cerita seru juga saat keluarga suami pertama kali berkenalan dengan keluargaku. Bapa dan bapak suami mengobrol tentang kesukaan masing-masing, ternyata klop deh … Mereka sama-sama suka minum kopi dan catur.

Ada mitos katanya jangan minum kopi ketika sedang hamil. He3 … Aku tetap minum kopi saat hamil ketiga anakku. Alhamdulillah baik-baik saja. Kaka, Mas, dan Teteh juga suka minum kopi. Teteh punya hobi membuat kue dan menyajikannya dengan secangkir kopi untuk ibu. Terimakasih gadis cantik kesayangan Ibu.

Lucunya … Suamiku tidak suka minum kopi tapi senang sekali membawakan oleh-oleh kopi dari berbagai daerah ketika dinas untuk istrinya tercinta. Dia juga akan bahagia menemani aku menyeruput secangkir kopi di beberapa lokasi favorit. Nikmat mana lagi yang bisa kamu dustakan?

Moanemani, Arvac Coffee dari Papua.
Angin Mamiri, Toraja Coffee dari Sulawesi.
Mangsi Coffee dari Bali.
Kong Djie Coffee dari Belitung
Kopi Bubuk Kapal Tanker dari Tanjungpinang.

Lokasi Favorit Untuk Menikmati Secangkir Kopi

Bila berkunjung ke Belitung jangan lupa mampir ke Kedai Kopi Kong Djie. Sudah 78 tahun berdiri, kedai kopi ini tak pernah sepi pembeli. Cita rasa yang melegenda dan suasana kedai yang khas, membuat kedai kopi ini tetap eksis hingga kini.

Senangnya berfoto ala barista legendaris di Kedai Kopi Kong Djie Belitung.

Warung Kopi Manis adalah tempat favoritku menikmati secangkir kopi jika sedang berkunjung ke Cirebon. Pengunjung terasa dimanjakan dengan suasana pedesaan, retro, dan suara-suara hewan yang alami.

Lokasinya terletak di kelilingi sawah dengan latar Gunung Ciremai di kejauhan.

Kopi yang disuguhkan pun terbilang berbeda dari kedai-kedai kopi pada umumnya, atau di mal-mal. Kopi diseduh dengan air yang dijerang menggunakan tungku dan kayu bakar. Air kopi disaring dan disajikan dalam cangkir-cangkir kaleng.

Ngopi di Kebon sebuah kafe yang terletak di dekat rumahku di Bandung. Kafe ini mengusung desain ala desa Eropa. Pemandangan indah kota Bandung juga terlihat dari sini. Selain menu makanan dan minumannya yang sedap, tentu bagi pencinta selfie dan wefie pasti akan terpesona dengan berbagai spot foto uniknya. 

Lari pagi di akhir pekan bersama suami.
Asri sekali tempatnya dengan beragam bunga yang dirawat dengan apik.

Myloc Coffee & Cafe berada di ujung jalan Braga adalah tempat favoritku menikmati secangkir kopi dengan nuansa bangunan kolonial. Interior kafe yang artsy dengan sejumlah lukisan dinding membuat tempat ini juga cocok untuk berburu swafoto. Braga adalah kawasan yang menarik untuk dikunjungi karena berisi deretan bangunan cagar budaya.

Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1940 berfungsi sebagai toko dan bioskop.
Teteh semangat sekali menemaniku olahraga santai pagi hari di Bandung. Sejenak menikmati sarapan dan menyeruput secangkir kopi di Myloc Coffee & Cafe.

Pancar Garden jadi destinasi kuliner hingga wisata terbaru di daerah Sentul, Bogor. Tempatnya indah dengan pemandangan Gunung Pancar plus cuacanya sejuk! Pastinya akan memberikan kenyamanan manikmati akhir pekan. Konsep kafe ini lebih ke open space yang semi indoor dan kebanyakan areanya outdoor.

Suasana alami dibarengi udara yang sejuk menjadikan Pancar Garden lokasi favorit untuk menikmati secangkir kopi.
Pancar Garden menawarkan pemandangan eksotis dari latar gunung yang indah.

Kawi Sari Coffee since 1870 begitulah tulisan di gerbang masuk kafe dekat kantor suami. Kedai kopi sekaligus eatery yang satu ini mengusung konsep tradisional Indonesia, namun cukup elegan. Design klasik khas jaman kolonial dengan berbagai hiasan dinding dan properti jaman dulu yang masih terawat apik.

Bangunan Kawi Sari Coffee berdiri sejak tahun 1870.

Terinspirasi dari pemandangan hijau nan segar di perkebunan Kawisari dan Sengon di Jawa Timur, Tugu Hotels & Restaurants ingin menghidupkan kembali suasana lahan subur melalui Kawi Sari Coffee. Uniknya, camilan di kafe ini justru terinspirasi dari para pekerja pabrik perkebunan di era kolonial Belanda yang kerap menikmati secangkir kopi panas ditemani sajian-sajian tersebut.

Interior dengan nuansa klasik yang menambah betah berlama-lama menikmati secangkir kopi di Kawi Sari Coffee.
Protokol kesehatan diterapkan dengan baik di kafe ini.

Aku memilih Congo Galery and Cafe, sebuah restoran yang dibangun di atas lahan seluar dua hektar untuk menikmati secangkir kopi bersama keluarga. Tampak pepohonan hijau mengelilingi area restoran. Interior didominasi kayu-kayu solid sebagai meja dan kursi. 

Senangnya Teteh bisa berkunjung ke Congo Galery and Cafe.
Area kafe yang menyatu dengan alam.

Para Mamah member of MGN kalau menikmati secangkir kopi biasanya di mana nih? Artikel ini ditulis untuk ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ bulan Oktober 2022.