Amazing Maryam, Women of Heaven

Standar

November Full of Blessing

Alhamdulillah …

Bulan November selalu penuh berkah dan kini genap usiamu 15 tahun, Maryam Aliyya Al Kindi kesayangan Ibu. Semoga Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepadamu.

Pada pertengahan tahun 2005 aku memeriksakan diri ke dokter kandungan dengan keluhan nyeri yang luar biasa di perut bagian bawah. Tepatnya dibekas jahitan operasi caesar anak kedua. Walau sudah berlalu lebih dari lima tahun, tapi rasa sakit terutama saat haid. Bahkan kadang terasa sakit tiba-tiba, walau hanya tertekan sedikit saja. Rasa sakit makin menjadi karena aku pernah fraktur tulang ekor saat melahirkan normal anak sulung.

Ternyata setelah di USG ada kista di indung telur sebelah kanan dengan diameter tujuh centimeter. Dokter menyarankan untuk angkat kista. Subhanallah … Padahal saat itu aku ada program ingin hamil lagi, walau rawan untuk hamil lagi di usia 35 tahun lebih.

Suamiku berusaha menghibur agar aku tidak sedih dan khawatir akan keadaan tersebut. Allahuakbar … Tak disangka, penghiburan luar biasa dari suami adalah mendaftar ibadah haji berdekatan dengan hari ulang tahunku ke-35 pada bulan November 2005. Awal tahun 2006 kami mendapat kabar dapat kursi untuk menunaikan ibadah haji kloter 77. Waktu keberangkatan kami bulan November 2006. Pengalaman ibadah haji yang penuh hikmah aku tuliskan di blog Mamah Gajah Ngeblog (MGN).

Aku kembali konsultasi ke dokter kandungan untuk menunda opsi operasi kista. Sekaligus menyampaikan keinginan hamil lagi. Dokter mengatakan, “Silakan lanjutkan program hamilnya, namun sebaiknya dijeda dulu sampai selesai ibadah haji. Supaya tidak ada pembatalan akibat kehamilan.” Aku bertanya, “Apakah bisa hamil dengan kondisi indung telur ada kistanya, Dok?” Beliau tersenyum sambil berkata, “Insyaallah bisa. Indung telur kiri normal.” “Oya Dok, apa usia 36 tahun aman untuk hamil?” tanyaku. “Tentu harus dalam pantauan dan lebih rentan karena ada kista juga ya … Bismillah …” lanjut dokter yang baik hati ini.

Sungguh Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pemurah telah mengaruniakanku kebahagiaan. Sepulang ibadah haji, pada bulan Februari aku dinyatakan hamil. Selama aku hamil terpantau sehat dan kista tidak semakin membesar. Janin kuat ini hidup bersama kista. Anakku ketiga lahir di waktu dhuha melalui proses caesar sekaligus mengankat kista di indung telur. Kejadian ini kadang masih menyisakan rasa tak percaya, sungguh di luar nalarku sebagai hamba-Nya yang lemah. Masyaallah …

The Wisdom of the Name Maryam in Al-Qur’an

Semoga salam dan rahmat Allah, berkah dan kemuliaan rasul-Nya, panutan dan kekasih kita umat manusia, penghulu para nabi, Muhammad shalallau ‘alaihi wa salam, beserta segenap sahabat dan ahli baitnya. Allah berfirman, “Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al-Qur’an.”

Surah Maryam adalah surah ke-19 dalam al-Qur’an yang terdiri atas 98 ayat. Termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Rasulullah shalallau ‘alaihi wa salam hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi. Kisah Maryam tertulis mulai dari ayat 16 hingga 40.

Maryam adalah anak perempuan Imran yang masih keturunan Daud a.s. Istri Imran menjanjikan Maryam kepada Tuhan sebagai pelayan Baitul Maqdis, sebuah janji untuk bertaqarub kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. “Maka Allah menerimanya dengan penerimaan yang baik dan menumbuhkembangkan Maryam dengan baik pula sebagai wanita terhormat pada kalangan Bani Israel.

Maryam sudah yatim sejak dalam kandungan ibunya, merupakan wanita terkenal di antara ahli ibadah dalam mengabdi, beribadah, dan berperilaku. Zakaria a.s., sebagai walinya melihat sejumlah karamah hebat terjadi pada diri Maryam. “Tatkala Zakaria a.s. mengunjungi Maryam di mihrab, dia menjumpai rezeki di sisinya. Zakaria bertanya, ‘Hai Maryam dari mana ini?’ Dia menjawab, ‘Ia dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah menganugerahkan rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya secara tidak terduga.”

Kepunyaan Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Penjaga segala hikmah dan hujjah yang baik, yaitu Dia hendak menciptakan hamba dan rasul-Nya Isa a.s. melalui Maryam. Secara nalar manusia kejadian ini sungguh tak masuk akal. Allah mengutus Jibril a.s. kepada Maryam dalam bentuk manusia sempurna untuk menyampaikan perintah-Nya. Maryam berkata, “Bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan seorang pezina.”

“Dia berkata, ‘Demikianlah.’ Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. Maka Maryam mengandungnya, lalu dia memencilkan diri karena kandungannya ke tempat yang jauh.” Tuduhan keji dan fitnah jahat pun menimpa Maryam. Saat akan melahirkan,

Maryam berjalan menuju sebuah desa yang berada delapan mil di sebelah timur Baitul Maqdis untuk menghindari fitnah dari kaumnya. “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya menuju pangkal pohon kurma, dia berkata, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi barang tidak berarti lagi dilupakan. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bergembiralah kamu.”

Isa a.s. lahir dan membawa mukjizat bisa berbicara kepada manusia walau masih bayi dalam buaian ibundanya. “Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al-Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan salat dan berzakat selama aku hidup.”

“Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak. Mahasuci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka ia pun tercipta.”

Maryam begitu sabar dan kokoh menerima segala macam ujian yang mungkin belum pernah diterima manusia, baik dulu maupun yang akan datang.

Reading Maryam in a Novel

Aku membaca novel dengan judul ‘Maryam Bunda Suci Sang Nabi’ karya Sibel Eraslan asal Turki berusia 50 tahun. Sibel alumni Fakultas Hukum Universitas Istambul menulis novel best seller dunia dengan riset mendalam. Ada kejadian ajaib saat aku membaca kisah Maryam di halaman 183 tentang ‘Pintu yang ketujuh: Rahasia’.

Maryam adalah seorang ibu dan ayah bagi Isa a.s, di mana hak-hak kedua orang tua telah terkumpul pada dirinya. Wujud rasa syukur dan utang budi kepada Allah disandarkan pada rasa syukur dan utang budi kepada kedua orang tua. Isa a.s. sangat baik kepada ibundanya dengan tutur kata yang lemah lembut, menyantuni saat keduanya menginjak usia lanjut, menopangnya, berbagi penderitaan dengannya, bersabar, dan berdoa bagi kebaikan keduanya.

Kehidupan Maryam dan Isa a.s. berada dalam ancaman pembunuhan juga tekanan penuh bahaya, sehingga harus meninggalkan tanah airnya. Bahkan, keadaan begitu papa tanpa ada pakaian layak untuk melindungi putranya. Maryam adalah seorang wanita suci yang telah mendapati ujian paling pedih bagi kehormatan seorang wanita. Seorang yang kerap difitnah, namun senantiasa tegar dalam kesucian wajah dan jiwanya.

Isa a.s. sangat mencintai ibundanya. Ia kerap mencium kening ibundanya di antara kedua mata dan kemudian bersimpuh di atas pangkuannya. Sungguh, cintalah yang membentengi sang ibu dan anak dari kobaran api neraka. Sekecil apapun kepedihan yang dialami Maryam. Isa as akan siap mengorbankan diri untuknya. Ada ikatan sangat erat antara tauhid keimanan kepada Allah dan kecintaan kepada ibunya. Ya, mencintai dan menghormati ibu merupakan bagian dari iman. “Janganlah engkau menyembah kepada selain Allah dan berbuat baiklah kepada ayah-ibumu”, adalah gambaran akhlak seorang Isa a.s.

Supraise … Akhirnya terungkap rasa penasaranku tentang nama ibu mertuaku ‘Sirriyah’. Aku jadi semakin mengerti, mengapa Ibu sangat bahagia ketika aku memberi nama Maryam kepada si bungsu. 

Pintu rahasia adalah tirai yang menyelimuti Maryam dengan nama ‘sirriyat’ sehingga di balik pintu ini Maryam mendapat nama ‘sirriyah’. Namun, mengenai hal ini aku tidak mampu menulis banyak karena tirai tertutup dan terpisah. Di balik pintu ini Maryam telah mencapai kesempurnaan dan kedudukan rahasia, posisi yang berada di atas semua nama.

Learn to be Maryam

Kita tak patut berkeluh kesah -galau bahkan menyalahkan Allah Yang Maha Benar lagi Maha Adil bila hidup sedang dilanda masalah. Insyaallah semua masalah ada jawabannya dan semua ujian ada kelulusannya. Aku sudah mengajak Teteh ibadah umroh untuk mengambil hikmah dari kisah Ibrahim a.s. dan Muhammad shalallau ‘alaihi wa salam. Pengalaman Maryam ditulis dalam artikel jejak umroh penuh hikmah. Semoga Allah kabulkan cita-cita Maryam berkunjung ke Masjidil Aqsha untuk mengambil hikmah dari kisah Maryam ibunda Isa a.s.

Maryam, wanita penyabar lagi teguh pendirian, ahli zuhud, zahidah. Dia mendidik putranya sedang masih di dalam kandungan. Setelah lahir, Maryam selalu mengajari semua hal tentang ajaran agama, mendidiknya dengan akhlak mulia, menjadikannya sebagai lawan bicara dalam pelajaran-pelajaran penuh hikmahnya, juga mengajari menulis rapi dan indah.

“Jiwa kesatria adalah sebuah sifat. Dengannya, banyak sekali kaum hawa yang benar-benar telah menjadi seorang kesatria”. Dan Maryam adalah salah satu dari mereka.

Luar biasa teladan dari Maryam yang selalu bersikap sebagai pemberani. Berani untuk tetap teguh melangkahkan kaki, bersandar pada dasar-dasar iman, terus berjalan dengan penuh keteguhan dan ketabahan tanpa sedikitpun lelah dan berputus asa. Berjalan dengan segenap keteguhan jiwa seperti seorang prajurit dengan kepala tertunduk tanpa keangkuhan. Dia telah terpilih sebagai seorang wanita utama.

Artikel ini di tulis untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan November 2022.

10 responses »

  1. Perasaan udah komen, tapi kok ga ada ya. Sebenarnya aku ga bisa berkata-kata banyak, hanya ikut merasa kagum dengan kebesaran Tuhan yang memberikan anugerah saat pikiran manusia berpikir sudah sulit atau mustahil.

  2. Mba Dewi… hiks, tulisannya mengharukan sekali 😦
    Maryam adalah wanita pilihan dan diabadikan dalam ayat-ayat Gusti Allah, pastilah karakter dan semua perilakunya patut diteladani, masya Allah. 🙂

    Ohya, selamat ulang tahun Teteh Maryam Aliyya Al Kindi, semoga Teteh selalu sehat walafiat, dalam lindungan Allah, dan berhasil meraih cita-cita. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s