Monthly Archives: Desember 2022

Macam-macam Kamera dan Jenis Fotografi

Standar

Kali ini aku agak kesulitan menemukan judul yang pas dengan kata kunci ‘macam‘ dan menemukan konten yang akan ditulis. Tantangan MaGaTa yang benar-benar menantang nih …

Akhirnya setelah membuka album foto jadul dan file save picture di komputer, aku menuliskan saja pengalaman fotografi yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun.

Kamera Koleksiku dari Masa ke Masa

Macam-macam kamera analog yang aku pernah punya di antaranya adalah kamera merek Kodak hadiah dari Bapa saat ulang tahunku yang kesepuluh.

Saat SMP dan SMA aku sering memakai kamera merek Nikon milik Bapa. Ada syaratnya loh! Boleh pinjam tapi harus dirawat baik-baik. Bapa juga memberi hadiah kamera analog Fuji seri DL10 dan bertahan sampai awal kuliah di ITB.

Pada tahun 1991 aku dibelikan kamera analog Nikon F-801 dan dipakai bersama adikku yang juga hobi fotografi. Nikon merupakan salah satu perusahaan pembuat kamera tertua di dunia, perusahaan ini didirikan pada tahun 1917 di Jepang. Aku menggunakan kamera ini untuk foto survey tugas akhir dan berbagai kegiatan pramuka, baik nasional maupun internasional.

Kamera Nikon kesayangan ini juga menemani masa kecil Kaka dan Mas. Ya … Mereka masih mengenal kamera yang menggunakan film dan harus dicetak di atas kertas khusus. Kamera lain yang aku punya dan sudah tidak menggunakan film atau disebut kamera digital DSRL di antaranya: Mpix 7, Canon Power Shot S5IS, dan Canon EOS M.

Kamera digital berbeda dari jenis kamera pendahulunya, yaitu kamera analog. Keunggulan kamera ini mampu menangkap dan menyimpan foto atau video pada kartu memori digital atau penyimpanan eksternal dengan sangat baik, dengan resolusi yang lebih tajam. Tentu saja kamera digital tidak lagi menggunakan film.

November lalu Teteh genap berusia 15 tahun dan diberi hadiah kamera Fuji Instax Mini LiPlay. Kamera mungil dan ringan ini merupakan hybrid instant camera karena menggabungkan kamera digital dengan printer Instax. Menariknya kamera ini juga memiliki fitur rekaman audio, satu-satunya fitur yang dimiliki oleh kamera Instax.

Teteh setiap ada kegiatan Fasih (OSIS) di SMP Qur’an Al Ihsan hampir selalu menjadi fotografer, selain jadi MC. Alhamdulillah … Hobinya tersalurkan dengan baik.

Semenjak ada smartphone dengan fasilitas kamera, aku pun menggunakannya untuk menyalurkan hobi fotografi. Saat ini aku menggunakan smartphone Samsung A11 yang sudah berumur hampir 3 tahun he3 …

Jenis Fotografi

Tak hanya memiliki bermacam kamera, aku dan suami juga punya hobi fotografi. Hobi ini ternyata menurun kepada ketiga anakku. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, fotografi adalah seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan.

Foto-foto atau gambar dapat menampilkan berbagai macam subjek, mulai dari orang, pemandangan alam, hewan, tumbuhan, hingga benda-benda abstrak. Sebuah gambar atau foto bahkan bisa memiliki nilai yang sangat penting. Meskipun hanya sebuah gambar namun bisa mengungkapkan seribu kata, serta mempunyai kemampuan menyampaikan arti yang baru dari sebuah situasi.

Ada bermacam jenis fotografi yang biasa digunakan oleh fotografer untuk berbagai kepentingan. Apa saja jenis-jenis fotografi tersebut?

Fotografi Potret

Fotografi potret sangat erat kaitannya dengan semua tentang emosi dan ekspresi yang digambarkan dalam hasil gambarnya. Jenis fotografi serupa lainnya adalah bidikan candid. Dalam fotografi candid, fotografer mengabadikan momen dengan sangat spontan. 

Fotografi Jalanan

Kadang aku lagi tidak ingin terpaku pada satu objek tertentu, maka fotografi jalanan menjadi pilihan. Jalanan tidak memiliki tema atau konsep khusus, sehingga hal ini memungkinkanku untuk menjelajahi lebih dalam kebebasan dalam menghasilkan karya seni melalui fotografi.

Fotografi Lanskap

Baca juga artikel ini: Menjelajah Belitung Nan Cantik dan Bromo Wisata Alam Penuh Kenangan

Nah … Ini jenis fotografi yang paling aku suka. Membidikkan kamera ke arah objek alam dan bangunan membuatku bisa merekam dan membawa pulang kenangan.

Fotografi Makanan

Fotografi makanan mudah sekali ditemukan di sekitar kita seperti di meja makan, menu restoran, dan sebagainya. Aku masih belum banyak koleksi foto makanan, entah mengapa? Sepertinya sih sulit ya jika waktu menikmati makanan ini diselingi kegiatan memotret ha3 …

Fotografi Makro

Teteh sangat suka jenis fotografi makro. Beberapa karya fotonya bagus sekali, padahal dia belajar otodidak.

Fotografi Arsitektur

Nah … Satu lagi jenis fotografi yang aku suka. Fotografi arsitektur menjadi salah satu jenis fotografi yang cukup populer dalam bidang fotografi. Seorang fotografer bukan hanya sekedar memotret untuk menghasilkan gambar yang bagus. Melainkan harus mencakup ke-estetikaan yang ada pada bangunan yang dijadikan objek.

Baca juga: Hikmah Ibadah Haji

Cinta Suami Istri Dalam Islam

Standar

Perjalanan bersama dalam biduk rumah tangga adalah komitmen suami istri yang tidak ringan. Ikatan yang kukuh saat ijab kabul adalah awal peta dihamparkan, kompas dipasang, layar dibentangkan, dan kemudi nahkoda dikendalikan agar senantiasa berada di dalam petunjuk Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismillah …

Lautan itu tidak selamanya baik-baik saja. Ada karang, ombak, gelombang, badai, angin, hujan, petir, dan gemuruh dengan intensitas yang beragam. Kadang lembut saja … Sepoi dan beriak. Bisa juga suatu saat menggelegar, menyambar, bahkan menghempaskan dan bisa jadi membuat kapal oleng tak karuan. Tak menutup kemungkinan ada bocor dan koyak di sana-sini yang membuat pontang-panting mencari cara memperbaikinya. Tentu dengan tujuan agar kapal tidak karam dan terus melanjutkan perjalanan.

Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa senantiasa menjadi tempat berlindung, memohon pertolongan, dan berlabuhnya harapan serta doa-doa terbaik. Tentu kadang sebagai pasangan ada saja salah membaca peta, atau tak mengikuti arah kompas, bahkan saling menguasai kemudi dengan emosi. Kunci utama yang harus digenggam adalah saling memaafkan. Tak ada manusia sempurna … Walau tentu ingin berbuat yang terbaik.

Suami dan istri adalah pasangan yang saling: saling mencintai, saling menyayangi, saling menghormati, saling tolong menolong, saling membantu, saling mendukung dalam amal kebajikan, saling mengingatkan jika ada yang tergelincir dalam kesalahan, saling menopang, saling mendoakan, dan saling bergandeng tangan menghadapi segala rintangan dan tantangan.

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa’,”

(QS al-Furqan: 74)

Dalam ayat ini, Al-Qur’an menggenapi sifat orang-orang shalih yang Allah juluki mereka dengan ibad ar-rahman (hamba milik Dzat Yang Maha Pengasih) dengan sifat selalu berdoa bagi pasangan hidupnya dan keturunannya agar senantiasa menjadi penyejuk hati mereka.  

Aku memegang prinsip bahwa suami dalah nahkoda dalam rumah tangga. Islam mengajarkan hal itu tentu dengan segala nilai kebajikannya. Ya … Semua itu demi satu kata : tanggung jawab. Menjadi seorang suami berarti mengemban tanggung jawab untuk menafkahi, mendidik, membina, memimpin, melayani, menguatkan, melindungi, memberi kepercayaan, melatih, memastikan istri memperoleh segala haknya dan mampu melaksanakan seluruh kewajibannya.

Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.

(QS. At-Tur Ayat 26)

Para penghuni surga datang, sebagian bertanya kepada sebagian yang lain tentang kenikmatan besar yang mereka dapatkan dan sebabnya. Mereka berkata, “kami di dunia saat berada berada di tengah keluarga kami adalah orang-orang yang takut kepada Tuhan kami, takut kepada azabNya di Hari Kiamat. Lalu Allah memberi kami nikmat hidayah dan taufik, Allah menjaga kami dari azab beracun Neraka Jahanam, yakni api dan panasnya. Sesungguhnya kami sebelum ini beribadah dengan rendah hati kepada Allah semata tidak menyekutukanNya dengan apa pun, maka Allah menjaga kami dari azab neraka dan menyampaikan kami ke surga yang penuh kenikmatan ini. Allah menjawab doa kami dan memberi kami apa yang kami minta. Sesungguhnya Allah Mahabaik lagi Maha Penyayang di antara kebaikan Allah dan dan rahmatNYa kepada kami adalah Dia memberikan ridha dan surgaNya, serta menjaga kami dari murkaNya dan neraka.”

(Tafsir al-Muyassar)

Bersyukur selalu dikaruniai suami yang telah menjadi pendamping selama 27 tahun. Bukan waktu yang sedikit tentunya. Itulah indahnya Islam. Saat Islam menggariskan aturan, maka aturan itu pasti menjadi jalan terbaik bagi manusia. Dan aturan Islam, jauh lebih berharga dibanding segala kata cinta dan romantisme belaka.

Merajut Cinta di Kota Lama Semarang

Standar

Tantangan menulis kali ini dari Mamah Gajah Bercerita (MaGaTa) sangat terlambat aku tulis. Sesekali menjadi deadliner tak apa ya Mah … Ada apa di kota Semarang? Apa yang membuat hatiku kepincut? Ha3 … Semarang memang menawan. Yuk! Ikuti jalan-jalanku di kota yang terkenal dengan lumpia dan bandeng prestonya ini.

Selepas subuh aku dan suami langsung cuuusss berboncengan motor menuju Kota Lama Semarang. Suasana masih sepi tak banyak kendaraan yang melewati kawasan yang terus berbenah dengan konsep revitalisasi. Bangunan tua bergaya desain kolonial di kawasan ini telah direstorasi dan dialih fungsikan. Hal ini bagus karena bangunan menjadi lebih terjaga dan tetap dimanfaatkan dengan baik. Namun ada juga bangunan yang masih tak terawat, dindingnya sebagian rusak, jendela hampir terlepas, bahkan ada yang dirambati tanaman menjalar.

Sembari menikmati beragam bangunan yang indah aku merenungkan makna cinta yang ada dalam rumah tangga kami. Tak jauh dari profesi kami sebagai arsitek, maka cinta sepasang suami istri bisa diibaratkan juga sebuah bangunan. Ada pondasi, dinding, pintu, jendela, dan atap. Tentu bangunan juga ada interior atau isi bangunan.

Prinsip merajut cinta adalah proses tiada henti sejak ijab kabul diucapkan. Pasangan suami istri harus bersama merawat cintanya, menambal, memperbaiki, bahkan merestorasi jika perlu. Seandainya ada kerusakan parah, maka tak apa mencari dan mendapat pertolongan dari ahlinya. Supaya apa? Ya … Agar bangunan rumah tangga bisa berfungsi sebagai rumah surga dunia, tempat menumbuh kembangkan seluruh potensi kebaikan di dalam diri para penghuninya.

Yuk! Balik ke cerita jalan-jalan lagi ya … Aku buatkan parade foto-foto agar para Mamah MaGaTa kesayangan bisa ikut merasakan suasananya.

Stasiun Tawang berada di Kota Lama Semarang dengan bangunan utama yang terawat baik. Di depan stasiun ada sebuah kolam besar tempat penampungan air dan dihiasi patung Soekarno atau Bung Karno setinggi 14 meter. Jogging track dibuat sepanjang polder dengan pepohonan nan rimbun. Semilir angin pagi sejuk terasa membuatku tambah semangat untuk terus menjelajah setiap lorong di kawasan ini.

Bangunan dengan dominasi batu bata merah di dekat jembatan Berok ini ternyata rumah pompa. Fungsinya untuk mempercepat penyurutan genangan banjir di kawasan Kota Lama Semarang. Sentuhan estetik menjadi bangunan ini favorit sebagai latar swafoto.

Lorong antar bangunan telah ditata dengan apik dan diutamakan untuk pejalan kaki. Waaahhh … Aku senang sekali keluar masuk lorong-lorong di kawasan ini. Terasa sensasi berbeda saat melintas di antara bangunan berumur lebih dari 100 tahun. Ornamennya unik dengan jendela tinggi dan bukaan yang lebar agar udara bisa keluar masuk dengan leluasa. Jaman dulu belum ada teknologi air conditioning elektrik. Jadi teknologi alami yang cocok dengan daerah tropis adalah plafon yang tinggi, atap miring 45 derajat, bukaan lebar, dan bangunan menghadap ke arah utara – selatan. Keren kan …

Sudut tersembunyi di Kota Lama Semarang dengan bangunan yang belum tersentuh revitalisasi. Beruntung aku bisa dapat pose foto ini. Ada becak sebagai latar depan dan dinding bangunan ditumbuhi pohon dengan akar menjalar. Apa komentar para Mamah nih ketika melintasi lorong ini di malam hari?

Seru juga nih bisa menikmati jamu tradisional yang dijajakan seorang ibu paruh baya. Bangunan ini adalah pabrik rokok Praoe Lajar. Aslinya aku tidak suka dengan asap rokok, bisa mual dan pusing. Tapi kalau bau tembakau bercampur cengkih yang tercium dari bangunan ini ternyata sedap juga ya he3 …

Matahari semakin meninggi hampir sepengalahan. Sejenak duduk santai di bangku yang tersedia sambil melihat lalu lalang kendaraan. Suasana sudah ramai orang hilir mudik menuju tempat bekerja. Waktunya kembali ke hotel untuk melanjutkan tugas negara.

Kesimpulan hasil jalan-jalan berdua kali ini adalah cinta kami harus terus dirawat hingga akhir hayat. Begitu juga sebuah kawasan dengan bangunan bersejarah perlu terus dijaga kelestariannya dengan cinta dari para pemangku kepentingan agar anak cucu dapat memperoleh hikmah.

MaGaTa adalah komunitas menulis para alumni perempuan ITB dari berbagai progam studi dan lintas angkatan.

Silakan mampir membaca artikel menarik lainnya di sini: