Author Archives: dewi laily purnamasari

About dewi laily purnamasari

ibu profesional dengan 3 anak-anak yang unik

Marketing in Ritel Business (Part 2)

Standar
Sumber:IDcloudHost

2. Price atau Harga

Harga adalah salah satu komponen yang diperhatikan secara teliti dan penuh pertimbangan, disesuaikan biaya produksi dan laba total yang ingin diperoleh. Harga memengaruhi posisi produk di pasaran serta akan menentukan target konsumen seperti apa yang akan disasar. Pemilik bisnis harus mempertimbangkan banyak komponen seperti target pasar yang dituju, persaingan dan strategi kompetitor sebagai dasar penentuan harga, bauran variasi produk dan kualitas pelayanan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Sumber: Tamebay

Harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa.

Fungsi Harga:

  1. Laba maksimal.
  2. Mendapatkan pangsa pasar tertentu.
  3. Memerah pasar (market skimming).
  4. Mencapai tingkat penjualan maksimal.
  5. Mencapai laba yang ditargetkan.
  6. Mempromosikan produk.
Sumber: Fastwork

Berikut adalah 5 pertimbangan penting dalam menentukan harga jual produk.

1. Menentukan jumlah pendapatan

Jumlah pendapatan adalah hasil pemasukan dimana uang tersebut tidak hanya untuk menutupi berbagai biaya yang muncul tapi juga mendapatkan keuntungan yang digunakan untuk mengembangkan usaha.

2. Menentukan jumlah biaya untuk menghasilkan produk

Dalam menentukan sebuah produk, penting sekali untuk membuat perincian biaya dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Buat detail yang rinci dan jelas dan jangan lupakan biaya yang bersifat operasional seperti biaya listrik, internet, transportasi, dll yang tidak langsung mempengaruhi produksi.

Ketepatan perhitungan biaya dapat membantu untuk memutuskan harga jual yang tentunya tidak akan merugikan usaha.

3. Mengetahui harga pesaing

Sebuah produk tentunya memiliki produk pesaing . Selalu ada saja bandingan untuk satu produk. Dalam menentukan harga pasar sebaiknya harga jual produk atau jasa yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan harga pesaing.

Namun sah-sah saja menetapkan harga sedikit lebih tinggi jika produk yang ditawarkan mempunyai kelebihan dibanding produk pesaing serupa.

4. Menentukan siapa pelanggan dan calon pelanggan

Siapa sajakah sasaran produk? Pertanyaan ini harus dapat dijawab sebelum menempelkan label harga pada produk. Karena jika salah memasang harga produk, maka menghadapi masalah dimana orang-orang memutuskan untuk tidak membeli produk yang ditawarkan.

Sederhana saja, kalangan menengah ke atas tidak akan melirik sebuah produk jika harga yang ditawarkan terlalu murah (meskipun dengan kualitas baik). Sebaliknya, kalangan menengah ke bawah tidak akan melirik produk jika harga yang ditawarkan sangat tinggi.

5. Mengetahui trend yang ada

Bila berbicara tentang trend tentu akan selalu berpikir kepada perubahan. Tidak ada trend yang abadi bukan? Dengan memahami trend masa kini dan bersifat lebih terbuka dengan kemajuan, dapat diketahui kebutuhan pelanggan bahkan sebelum pelanggan tahu apa yang mereka butuhkan.

Contoh Penerapan Harga

Harga produk di IKEA

Harga di Transmart – Carrefour.

Harga di Matahari Deparment Store
Harga di Sport Station
Harga di Farmer Market.
Harga di Honda Motor Dealer.
Harga di ACE Hardware.

Jenis-Jenis Harga

Ada beberapa jenis harga di dalam aktivitas perekonomian. Adapun beberapa jenis harga tersebut adalah sebagai berikut:

1. Harga subjektif

Harga subjektif adalah harga yang ditetapkan berdasarkan taksiran atau opini seseorang. Penjual dan pembeli memiliki taksiran harga yang berbeda untuk suatu produk dan biasanya berbeda dengan harga pasar.

2. Harga objektif (harga pasar)

Harga objektif adalah harga yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. Nilainya dijadikan patokan bagi para penjual dalam memasarkan produknya.

3. Harga pokok

Harga pokok adalah nilai riil suatu produk, atau jumlah nilai yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut.

4. Harga jual

Harga jual adalah harga pokok ditambah dengan besarnya keuntungan yang diharapkan oleh produsen atau penjual. Umumnya harga jual pada masing-masing penjual berbeda, namun tetap berpatokan pada harga pasar.

Cara Pembayaran

  1. Tunai.
  2. Non tunai.
Cara pembayaran non tunai. Sumber: nusatrip.com
Berbagai mata uang di dunia. Sumber: ilmupengetahuanumum.com

Mata uang adalah satuan nilai alat pembayaran berupa uang yang diterima dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dan melakukan transaksi ekonomi di suatu negara. Masing-masing negara mempunyai satuan nilai mata uang yang berbeda.

Kartu kredit dan kartu debet. Sumber: kreditpintar.com
Cek dan giro bank. Sumber: syariahbukopin.co.id
Letter of credit. Sumber: ruangguru.com

Sumber digital:

https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2017/07/apa-itu-kombinasi-harga-price-mix.html

Tugas Praktek Manajeman Hubungan Pelanggan

Standar

Tugas Belanja Online dan Review Toko Online

Mahasiswa kelas Manajemen Hubungan Pelanggan diharapkan memiliki rekening GoPay dan aplikasi Tokopedia. Kemudian kelompok akan praktek membeli produk di toko online dan membayar secara cashless.

Toko yang dijadikan tempat belanja adalah:

Semakin mudah belanja produk The IR Store di Tokopedia. Cek aja, pasti ada yang kamu suka
https://tokopedia.link/thirstore.

Toko online untuk praktek kelas Manajemen Hubungan Pelanggan.

Sila pilih produk dengan katergori berikut:
1. Ayam Kampung 1 pak:
(kelompok 1 rasa goreng lengkuas; kelompok 2 rasa woku, kelompok 3 rasa betutu, kelompok 4 rasa kalasan)

2. Bandeng Bumbu 1 pak

3. Sate Tuna 1 pak.

Bayar dengan menggunakan saldo GoPay dan pilih pengiriman menggunakan jasa Paxel. Follow IG @the_ir_store

Setelah produk diterima, mahasiswa yang menerima harus melakukan unboxing dan dibuatkan videonya.Setelah itu simpan di dalam frezer untuk digunakan pada tugas berikutnya.


Catatan:
Foto sedang unboxing, juga masak, dan makan (pada sesi tugas Praktek Pelayanan di Restoran) di upload dan menjadi review di Tokopedia.

Cara bayar cashless.
Toko online.

Tugas Praktek Pelayanan di Restoran

Masing-masing kelompok yang terdiri dari 7 orang mahasiswa, dibagi menjadi:

1 Orang menjadi kasir

1 Orang menjadi pelayan pencatat menu sekaligus menjadi pramusaji

2 Orang menjadi pramusaji

3 Orang menjadi konsumen/pelanggan restoran

Suasana sebuah restoran. Sumber: Qraved.

Setiap kelompok sila berkumpul di salah satu lokasi rumah dari anggota kelompok untuk memasak produk yang sudah dibeli. Lihat tata cara memasaknya, bila membutuhkan info lebih lanjut bisa japri toko The IR Store. Siapkan menu tambahan berupa nasi putih.

Hal yang harus dipersiapkan:

  1. Buat setting ruangan seperti sebuah restoran. Ada meja makan dan kursi.
  2. Buat lokasi khusus untuk kasir.
  3. Siapkan uang tunai atau kartu debit untuk -seolah- membayar pesanan setelah selesai makan.
  4. Siapkan kamera HP untuk merekam adegan berikut: (memesan makanan kepada pelayan, lalu pelayan menyajikan makanan, konsumen/pelanggan makan, setelah itu membayar di kasir).
  5. Buat dialog yang baik seperti menanyakan menu, menanyakan harga, atau mengomentari rasa masakan, dsb.
  6. Video berdurasi 7-10 menit dan akan diupload di cannel Youtube.
Pencatat menu sedang melayani pemesanan konsumen/pelanggan restoran. Sumber: Moka Blog.
Pramusaji restoran dan konsumen/pelanggan. Sumber: Warta Ekonomi.
Kasir dan pelanggan. Sumber: Majoo.

Tugas di atas adalah UTS dan diberi waktu selama 2 pekan untuk mengerjakannya.

Knowledge Sector In Society

Standar

How is the application of the knowledge sector in society? Racing Indonesia’s new path revitalising knowledge to reduce proverty.

Sumber: Australian AID
Sumber: https://www.thejakartapost.com/

Sektor pendidikan adalah modal utama untuk mengentaskan kemiskinan di sektor ekonomi. Kondisi Indonesia saat ini adalah waktu yang tepat untuk segera meningkatkan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sehingga memberikan manfaat dan kesempatan kepada semua orang. Masyarakat Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menjawab tantangan ekonomi yang ada sehingga dapat memperkuat kesehatan dan pendidikan yang ada.

Namun, kenyataannya Indonesia belum menjadi tempat pilihan bagi investasi khususnya di bidang riset, karena Indonesia masih dalam posisi kritis. Indonesia perlu meningkatkan alokasi dana riset terutama dana pendidikan agar sistem pendidikan menjadi lebih baik dan mampu menjawab tantangan yang ada.

Pendidikan dan Riset di Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbudristek), bersama The SMERU Research Institute menyampaikan sejumlah hasil awal penelitian dari program Research on Improving System of Education (RISE). Hasil penelitian yang dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan pendidikan guna meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di Indonesia ini diungkap dalam seminar daring perkembangan program RISE di Indonesia “Meneliti Respons Daerah dalam Desentralisasi Pendidikan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 13 Juli 2021.

Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/

Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus. Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa.

Knowledge Sector Initiative (KSI) merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia melalui kebijakan publik yang lebih berkualitas dengan memanfaatkan penelitian, analisis, dan bukti secara lebih baik. Secara keseluruhan, program KSI terdiri atas empat pilar yang saling terkait:

  • Lembaga penelitian yang menghasilkan pengetahuan dan bukti untuk memengaruhi kebijakan–pilar ini disebut sebagai sisi supply (penawaran) dalam proses penciptaan pengetahuan
  • Pembuat kebijakan yang membutuhkan dan menggunakan bukti dalam merumuskan kebijakan–pilar ini disebut sebagai sisi demand (permintaan)
  • Fungsi dan lembaga perantara yang menerjemahkan, membungkus sedemikian rupa, dan mengomunikasikan pengetahuan
  • Lingkungan yang kondusif, meliputi kebijakan, peraturan, dan prosedur yang mengatur  bagaimana sisi supply dan demand beroperasi dan berinteraksi

Lembaga SMERU

SMERU adalah sebuah lembaga independen yang melakukan penelitian dan kajian kebijakan publik. Kami menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, serta analisis yang objektif, secara profesional dan proaktif mengenai berbagai masalah sosial-ekonomi dan kemiskinan yang dianggap mendesak dan penting bagi rakyat Indonesia. Seluruh kerja kami mengarah ke tujuan utama kami, yaitu mendorong perumusan kebijakan promasyarakat miskin di tingkat nasional dan daerah melalui penelitian berbasis bukti.

Sejak didirikan pada 2001, SMERU merupakan lembaga terdepan dalam melakukan kajian di bidang kemiskinan dan ketimpangan. Kami melakukan kajian yang menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, dan kombinasi terhadap isu-isu sosial-ekonomi yang memengaruhi masyarakat yang paling miskin dan rentan di Indonesia. SMERU juga berperan aktif dalam kegiatan penelitian yang menyoroti dampak program dan kebijakan pemerintah serta menerbitkan dan melaporkan temuan penelitian kami. Kerja SMERU berfokus pada bidang-bidang penelitian sosial-ekonomi yang sangat penting bagi isu-isu pembangunan dewasa ini.

Sumber pustaka digital

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/07/hasil-penelitian-ungkap-faktor-penting-dalam-meraih-capaian-belajar-optimal

https://smeru.or.id/id/content/knowledge-sector-initiative

https://www.thejakartapost.com/academia/2018/11/16/the-market-for-policy-knowledge-in-indonesia.html

Pakar IPB University: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang

Silakan mampir membaca artikel berikut:

Customer Definition Of Value

Standar

Defini Pelanggan Tentang Nilai

Sumber: https://accurate.id/

Susan Fournier dan David Glen Mick menggambarkan lima kesimpulan penting tentang kepuasan pelanggan.

  1. Kepuasan pelanggan adalah suatu proses yang aktif dan dinamis.
  2. Kepuasan tersebut seringkali memiliki dimensi sosial yang kuat.
  3. Makna dan emosi merupakan komponen integral dari kepuasan.
  4. Proses kepuasan bergantung pada konteks dan saling berhubungan meliputi berbagai paradigma model dan mode.
  5. Kepuasan produk selalu berkaitan dengan kepuasan hidup dan kualitas hidup itu sendiri.

Bagaimana Kita Dapat Manambah Nilai?

Pelanggan menginginkan lebih dari sekadar harga murah. Pada kenyataannya, banyak manajer tampak terkejut ketika mendapati bahwa pelanggan seringkali siap untuk membayar lebih untuk mendapatkan apa yang sungguh-sungguh mereka inginkan.

Peter Drucker telah mengamati bahwa definisi baru dari fungsi sebuah perusahaan bisnis adalah penciptaan nilai dan kesejahteraan. Penciptaan nilai adalah tanggung jawab penting sebuah perusahaan – nilai bagi karyawan, bagi pelanggan, bagi pemegang saham, dan bagi komunitas tempat mereka beroperasi.

Ketika sebuah perusahaan mencoba untuk menambahkan nilai bagi pelanggannya, pertama kali perusahaan itu harus menetapkan apa yang dihargai oleh pelanggan.

Penciptaan nilai pada tahapan-tahapan dari model pemicu kepuasan pelanggan. Sumber buku Secrets of Customer Relationship Management.

Pandangan tentang nilai dalam konteks model pemicu kepuasan pelanggan mengilustrasikan sejumlah poin penting:

  1. Nilai dapat diciptakan atau ditambahkan pada setiap level dari kelima level dari model tersebut pada saat kita berjuang untuk memuaskan tingkat kebutuhan pelanggan yang lebih tinggi yang bertambah secara progresif. Sebaliknya, kita dapat melakukan hal-hal pada tiap level yang mengganggu terciptanya kepuasan pelanggan dan mendorong pelanggan utnuk pergi.
  2. Kita dapat menciptakan nilai dengan sangat sukses pada level yang lebih bawah dari model tersebut, hanya untuk melihatnya hancur pada level yang lebih atas. Secara sederhana, kita dapat memiliki produk terbaik tetapi gagal untuk menghantarkannya tepat waktu dan dengan demikian membuat pelanggan merasa sangat kecewa.
  3. Jenis nilai yang terpenting adalah nilai yang menyentuh emosi pelanggan. Ketika kita menempatkan pada puncak teratas dari model tersebut, kita harus menyadari bahwa emosi positif maupun negatif dapat dibangkitkan dari level mana saja dari empat level sebelumnya.

Ada 4 sumber nilai, yaitu:

  1. Proses, mengoptimalkan proses-proses bisnis dan memandang waktu sebagai sumber daya pelanggan yang berharga.
  2. Orang, karyawan diberi wewenang dan mampu menanggapi pelanggan.
  3. Produk/jasa/teknologi, keistimewaan dan manfaat produk dan jasa yang kompetitif, mengurangi gangguan produktivitas.
  4. Dukungan, siap membantu pelanggan yang butuh bantuan.

Jenis nilai:

  1. Nilai berbasis harga produk.
  2. Nilai kemudahan atau akses.
  3. Nilai berbasis pilihan.
  4. Nilai berbasis karyawan.
  5. Nilai informasi.
  6. Nilai asosiasi.
  7. Nilai yang memampukan.
  8. Nilai hubungan.
  9. Nilai keunikan pelanggan.
  10. Nilai kejutan.
  11. Nilai komunitas.
  12. Nilai ingatan.
  13. Nilai pengalaman.

Sumber pustaka:

Sumber digital:

https://www.caesarvery.com/2018/01/customer-value-nilai-pelanggan.html

https://www.barantum.com/blog/nilai-pelanggan-customer-value/

Silakan baca juga artikel berikut:

Blusukan di Desa Sambil Belajar Ketahanan Pangan

Standar
Teteh berlibur di daerah Tawangmangu Karanganyar sebagai sentra pertanian yang kaya dengan hasil pangan seperti padi, buah-buahan, dan sayur mayur.

Kebijakan Ketahanan Pangan Negara Republik Indonesia

Pengertian ketahanan pangan, tidak lepas dari UU No. 18/2012 tentang Pangan. Ketahanan Pangan adalah “kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”.

UU Pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun memperjelas dan memperkuat pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity) dengan kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety). Ketiga hal tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Kedaulatan pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.
  2. Kemandirian pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.
  3. Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Generasi Z dan Ketahanan Pangan

Teteh adalah bagian dari Generasi Z (Gen-Z) yang lahir antara tahun 1996-2010 (disebut juga iGeneration atau GenerasiNet). Bagaimana generasi yang sejak lahir sudah bersentuhan dengan internet dan segala yang bernuansa digital bisa memahami pentingnya sektor pertanian sebagai sumber utama kebutuhn pangan? Pertanian yang di dalamnya mencakup perikanan darat dan laut, peternakan, dan perkebunan mungkin tidak menjadi bidang yang diminati oleh Gen-Z.

Jadi … Teteh sering aku ajak berlibur di desa yang berada di kaki gunung Ciremai. Pamanku tinggal di sana dan memiliki sawah, kebun, juga kolam ikan dan kandang ternak. Teteh bisa bermain sambil belajar di sawah, melihat aktivitas petani ketika sedang menanam padi atau memanen sayur mayur. Sesekali Teteh ikut memberi makan ayam, bebek, kambing, dan ikan. Kegiatan yang di Jakarta tidak pernah dilakukan he3 … Walau pernah sih saat Teteh TK di rumah memelihara ayam kampung sekitar 3-5 ekor.

Suasana desa di kaki Gunung Ciremai dengan hamparan sawah yang menghijau.

Ada yang menarik di rumah pamanku yaitu gudang penyimpanan bahan makanan berisi beras, jagung, singkong, labu parang, bawang merah, kelapa, kacang-kacangan, dan rempah-rempah yang telah dikeringkan. Sayur mayur segar biasanya tidak disimpan lama, namun langsung dikonsumsi.

Teteh juga senang bila berkunjung ke desa Panjatan Wates. Di sana ada sepupu suami yang memiliki sawah juga kandang ayam dan sapi. Kebiasaan unik keluarga sepupu adalah menyuguhi tamu untuk makan siang dengan menu sop ayam. Nah … Ayam kampung yang baru disembelih kemudian diolah menjadi sop yang enak sekali rasanya, membuat Teteh ketagihan ha3 … Nasinya pun terasa pulen dan segar. Maklumlah … Beras yang dikonsumsi adalah hasil dari sawah sendiri yang tidak diawetkan dan tidak berlama-lama ada di gudang.

Hamparan sawah di desa Panjatan Wates.

Mengajak anak untuk memahami pentingnya ketahanan pangan tidak cukup hanya dari literatur sekunder. Aku berusaha mengenalkan berbagai sumber daya pangan yang kaya di Indonesia ini kepada Teteh agar mempunyai cara pandang baru dan kelak memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan bagi negara secara luas dan bagi keluarga dalam konteks yang lebih kecil.

Teteh di pantai Baron Yogyakarta belajar bagaimana nelayan menjual ikan hasil tangkapannya?
Teteh di Lembang Bandung untuk mengenal peternakan sapi.
Teteh blusukan di pasar tradisional untuk membeli bahan makanan.

Silakan mampir …

Makkah dan Tawaf Qudum, Pengalaman Haji Penyiar Radio VOA Tahun 2008

Standar
Artikel ini adalah salah satu dari kumpulan tulisan Keluarga Bani Tafsir Anom V.

Sun, 21 Dec 2008 at 21:02

ON TO MECCA

Suasana Ka’bah dan Masjidil Haram saat musim Haji tahun 2006. (Sumebr foto Rachmad Aziz).

Mestinya 8 hari kami di Madinah, kan maksudnya supaya bisa melakukan sholat arba’in (40 kali sholat).  Tapi karena kesalahan perhitungan dari pihak travel (Br. Dhiaby) baru 7 hari kami sudah harus meninggalkan ‘baladan aminan’ itu.  Jadi yang memburu arba’in ya terpaksa gothang.  Saya sendiri sudah saya putuskan untuk menyimpan tenaga saya untuk haji dan take it easy dalam hal lain-lain, termasuk arba’in ini.

Sebelum meninggalkan Madinah, dalam acara pengajian, ada sedikit tanya-jawab mengenai bagaimana membersihkan diri sebelum ihram.  Dhiaby bilang, antara lain, kita harus mencukur (cut) semua yang namanya rambut, dari ujung kepala ke bawah sampai ujung kaki.  Ini artinya rambut di kepala, di ketiak dan… di daerah yang termasuk private. To cut or to shave them off?  Dia nggak begitu jelas.  Kalau yang di kepala tidak jadi soal, yang di bagian-bagian lain itu gawat, apalagi yang di bagian private, salah-salah bisa lain yang kepotong (ini yang baca kan sudah dewasa semua, kan?) Ini betul, apalagi yang punya perut agak gendutan.  Minta tolong orang lain?  Lihat aurat orang lain, meskipun sejenis, kan tidak boleh?  Akhirnya Dhiaby cuma mengatakan, kumis, janggut dipotong rapi, lain-lainnya dibersihkan, nanti di Bir Ali kalau mandi dan berganti pakaian ihram.

Salah satu masalah mengenai pemimpin rombongan kami ini, Brother Salim Dhiaby, dia sering “lupa” bahwa ada kewajiban padanya untuk menyediakan makanan bagi kami. Soal makanan ini penting agar kesehatan kami terjaga prima.  Kami pun meninggalkan Madinah menuju Makkah, lewat Bir Ali, pintu masuk (miqat) sebelum kami mengenakan pakaian ihram, ba’da Magrib, dengan “melupakan” makan malam.  Dalam perjalanan ini nanti akan ternyata “lupa” memberi makan ini berulang berkali-kali.  Ini barangkali kuncinya mengapa pertahanan kesehatan kami jadi jebol akhirnya nanti.  Barangkali sudah mengantisipasi akan terjadi aksi protes atau semacamnya, ceramah Dhiaby selalu menekankan sabar, sabar, jangan complain, menggerutu, atau semacamnya supaya hajinya diterima Allah SWT.

Bir Ali cuma di perbatasan kota Madinah.  Sebelum sampai ke tempat itu, bis kami berhenti di semacam mini market, dan seorang muda membagi-bagikan bingkisan snack dan minuman, courtesy of the local mayor.  Gratis.  Pinter juga Dhiaby mencari gratisan, save some money.  Local mayor ini juga membagi-bagikan buku-buku agama gratis, dalam berbagai bahasa. Namanya snack, bukan dinner, jadi ya  tidak mencukupi, namun kami sudah berhenti di Bir Ali, untuk mandi, ganti pakaian, sholat Maghrib dan Isya, disusul dua rakaat solat sunat, jadi terlupakanlah soal makan itu.

Saya bayangkan sebelumnya berapa lama kami harus menunggu untuk bisa mandi ini, mengingat ribuan jamaah akan melakukan hal yang sama pada waktu bersamaan.  Ternyata kamar mandi itu disediakan mingkin ribuan banyaknya.  Kalau harus menunggu pun tidak lama.  Dan, ini yang penting, kamar-kamar mandi dan WC yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi ini rata-rata bersih, tidak bau, dan persediaan air melimpah.  Yang lebih penting lagi, budaya antri terwujud di sini (antri menggunakan WC dimana saja di tanah suci ini), meskipun tidak di tempat-tempat lain (seperti ziarah ke makam Nabi apalagi ketika thawaf).

Masuk ke bis, kami mulai talbiyah: Labbaika, Alloohumma labbaik, innal hamda wani’mata laka walmulk, laa syariikalak. …Kami datang untuk menjawab perintahMu, ya Alloh, segala puji dan kenikmatan dariMu belaka, Penguasa alam raya yang tidak ada pendamping dan pembantu… kira-kira bagitulah.  Semua bersemangat, kadang-kadang mengharukan, tapi lama-lama kecapaian juga, surut, dan pada tidur.  Saya membayangkan, dalam beberapa jam lagi, kami akan sampai di Makkah, menginap di hotel berbintang lima seperti dijanjikan, istirahat sebentar kemudian mulai thawaf qudum, thawaf selamat datang.  Mudah-mudahan tidak ada problem.

Menjelang Subuh, bis memasuki pinggiran kota Makkah, Aziziah.  Bis keluar masuk jalan-jalan sempit, entah apa yang dicari. “We’re going to stay at Palestine Hotel, aren’t we?” Tanya saya mulai bimbang. Sebelum meninggalkan Washington, saya sudah cari gambar dan info mengenai hotel ini di internet dan tampaknya cukup bagus.  “No. no. no,” kata Dhiaby tandas, “itu nanti, sekarang untuk selama tiga hari, kita akan menginap di Aziziah.”  Di hotel?  Atau di apartemen?  Dia tidak bisa menjawab.  Ternyata ia sendiri sedang cari-cari penginapan.  Ia ketemu dengan partnernya, Aly Asady, orang yang di matanya tampaknya hanya terbayang kertas hijau bernama dolar.  Malah terjadi perdebatan antara Dhiaby dan orang yang katanya asal Suriah itu. 

Akhirnya, Dhiaby mengumumkan kepada para penumpang bis yang sudah kelelahan:  “orang ini (pertnernya) minta tambahan bayaran 1000 dolar agar kita dapat menginap di apartemen yang sudah ia blok.  Saya bilang, tidak bisa,” kata Dhiaby, “kita cari saja penginapan lain,” katanya. “Travel agency macam apa ini,” kata saya dalam hati.  Akhirnya ketemu sebuah rumah, jalannya naik, tiga kamar untuk menampung 22 orang. Kamar-kamar yang pengap, cat-cat langit-langitnya sudah pada ngelontok, untung ada ACnya.  Kasur-kasur kecil dijejer, jejer.  “Di kampung saya, ini namanya kandang ayam,” kata salah seorang dari kami. 

Sabar, sabar….. 

THAWAF QUDUM

Kegiatan pertama yang kami lakukan setelah tiba di Aziziah ini adalah pergi ke Makkah untuk melakukan Thawaf Qudum, thawaf selamat datang.  Dari Aziziah ke Makkah ini dengan kendaraan tanpa kemacetan, kira-kira 10 menit (padahal sebelumnya dijanjikan penginapan kami ‘within walking distance’).  Makkah sudah berubah dari 20 tahun yang lalu.  Dulu di sekeliling Masjidil Haram itu masih ada jalan yang tidak terlalu lebar, dan lalulintasnya selalu macet.  Sekarang jalan itu tidak ada lagi.  Kendaraan masuk ke terowongan bawah tanah dan berhenti kira-kira di tengah pintu masuk ke masjid yang terletak di atasnya.  Jamaah turun kemudian naik eskalator (ini dulu belum ada) menuju ke halaman luar masjid.

Rombongan kami agak berhenti sebentar sebelum menaiki eskalator ini.  Beberapa ibu ingin melakukan thawaf dengan kursi roda.  Untuk itu ia harus bayar $100.- (US) per-orang.  Ibu-ibu itu mengira beaya itu sudah termasuk dalam paket, tetapi pemimpin rombongan mengatakan ia tidak pernah menjanjikan seperti itu.  Akhirnya ibu-ibu mengalah, bayar sajalah.

Halaman luar masjid memang cukup luas, hasil perluasan yang terjadi akhir-akhir ini.  Lantainya, sudah tentu dibuat dari marmar.  Ada juga ‘locker’ tempat kita menitipkan tas-tas atau apa saja yang tidak akan kita gunakan dalam masjid.  Sudah tentu dengan bayar beberapa riyal.  WCnya juga di halaman ini, tapi di bawah tanah, di basement.  Untuk kesana dimanfaatkan kemajuan teknologi: eskalator.  WC dan tempat wudhunya luas, banyak kamarnya, tidak bau, dan orang mau antri. Alhamdulillah!

Pimpinan rombongan minta supaya kami berdekatan satu sama lain, jangan sampai terpisah.  Bergandengan tangah.  Saya segera melihat ketidak praktisan cara ini, dan akan mengganggu jamaah lain. Karena itu saya dan istri memilih terpisah, karena toh kami pernah melakukan hal ini, jadi tahulah caranya.  Kesan saya tempat thawaf di sekeliling ka’bah ini rasanya lebih sempit dari 20 tahun yang lalu. Dan kalau dulu ada semacam kamar yang agak luas di salah satu pinggiran tempat thawaf itu, tempat air zam-zam mengucur dari ratusan kran dan orang-orang meminum atau membasuh muka mereka, sekarang tempat itu sudah tidak ada.  “Sudah digusur, mas!” itulah info yang saya terima.  Ya, tampaknya untuk memperluas daerah thawaf.  Kran-kran air zamzamnya dipindah ke atas dalam bentuk yang lebih sederhana.

Matahari mulai menyengat ketika kami mulai thawaf.  Saya lihat rombongan saya sudah hilang masuk gelombang manusia.  Saya dan istri memulai dari lapisan paling pinggir, yang tidak terlalu berdesakan.  Tapi tidak bisa bertahan terdorong-dorong akhirnya masuk ke tengah, dihimpit sini, dihimpit sana.  Kepala rombongan saya sudah mewanti-wanti: “kalau ketemu rombongan Indonesia dan Turki, minggir saja, tidak bisa mengalahkan mereka!”

Ada beberapa hal yang mengganggu kelancaran thawaf ini.  Pertama, orang yang ingin mencium hajar aswad dengan cara apa pun, memotong sini memotong sana tidiak peduli konsekuensinya.  Kedua, orang yang kembali dari mencium hajar aswad dan memotong tegak lurus menuju ke jalan keluar. Ketiga, orang-orang yang berhenti di Multazam untuk berdo’a dan keempat mereka yang berhenti untuk sembahyang sunat di hijir Ismail.  Semuanya itu pekerjaan yang tergolong sunat.  Sedang mencium hajar aswad itu sudah dikatakan boleh diganti dengan ‘uluk salam’ sambil melantunkan kalimat “Allahu Akbar!”, sudah cukup. 

Saya tidak tahu pasti, apakah orang-orang yang bersikeras mau menciup batu hitam itu betul-betul berniat untuk meniru apa yang dilakukan oleh Nabi SAW, atau sekedar ingin menunjukkan ke’macho’annya, supaya nanti bisa berkoar:”aku bisa menicum hajar aswad yang dikatakan sulit itu, kau bagaimana?”  Kalau bisa mencium hajar aswad dan melakukan tindak-tindak sunat tadi tanpa menghalangi kelancaran thawaf yang wajib itu (tanpa harus menyontleng kiri kanan) itu bagus, tapi kenyataan akan membuktikan lain.  Jadi pertanyaan saya, apakah pahala yang kita peroleh dari melakukan yang sunat-sunat tadi memang lebih besar daripada dosa yang kita lakukan dengan mengganggu kelancaran thawaf dan menyontleng- nyontleng orang lain, sehingga tidak saja menyakiti tapi malah kadang-kadang mengancam jiwa mereka?  Atau sebaliknya: dosanya lebih besar daripada pahala yang diperoleh?

Saya kecapaian melakukan thawaf dalam keadaan siang hari begini.  Dulu saya melakukannya di malamhari. Saya tidak melanjutkan dengan sa’i, karena saya tahu itu akan dapat saya lakukan nanti dalam thawaf kedua di lain hari.  Saya pun salat sunat di dalam masjid, lalu keluar. Di luar pun orang sudah mulai sibuk mengklaim space untuk solat dhuhur.  Saya dan istri menggelar sajadah.  Memang campur aduk di masjidil haram ini, laki perempuan sholat campur.  Ada yang pernah mempertanyakan: kalau di masjidil haram boleh, kenapa di luar wilayah ini dilarang keras?

Perbedaan lain dari keadaan 20 tahun yang lalu:  Dulu dari tempat kita thawaf, kita masih bisa melihat lembah pegunungan yang mengelilingi masjidil haram ini.  Di lembah itulah dulu saya lihat salah satu istana raja yang megah yang sepertinya ingin mengalahkan keagungan ka’bah.  Sekarang lembah pegunungan itu tidak lagi tampak oleh mata kita, karena antara masjid dan lembah itu sekarang sudah berdiri bangunan-bangunan tinggi, jauh melebihi tinggi menara-menara masjidil haram.  Istana raja itu tidak kelihatan lagi, tapi ada yang menunjuk istana raja yang baru yang persis di hidung masjid suci itu.

Suasana pelataran Masjidil Haram tahun 2006. Mengapa tidak diadakan peraturan, gedung-gedung tidak boleh lebih tinggi dari menara masjidil haram, misalnya, seperti peraturan di Washington, DC, semua gedung tidak boleh lebih tinggi dari Gedung Kongres? (Sumber foto Rachmad Aziz).

Meskipun gedung-gedung tinggi yang mengelilingi Masjidil Haram itu boleh dikatakan “merusak pemandangan” atau keasrian Masjidil Haram, namun ada juga manfaatnya.  Gedung-gedung itu menjadi penghalang sinar matahari masuk ke halaman masjid, jadi jamaah yang melakukan sholat/ atau beristirahat disitu terlindung.

Tidak lama kemudian azan shola dhuhur bergaung.  Saya perhatikan, suara muazzin dan juga imam masjid, ternyata yang di Masjid Nabawi di Madinah itu lebih bagus.

Sempat juga saya merasa sebagai orang yang tersia-sia.  Karena kepanasan, beristirahat duduk di depan hotel mewah, dimana banyak juga orang lain juga melakukan hal yang sama.  Belum lama melepas lelah, satpam hotel dengan seragam yang menakutkan keluar dan menggusah kami, jangan di depan pintu hotel, pergi, pergi!  Kami pun turun, duduk di halaman masjid.  Belum lama duduk, disuruh pergi lagi karena tempat itu mau dibersihkan.  Kami pergi lagi.  “Katanya kami ini tamu Allah, kok nasibnya seperti ini, ya?” Kata hati kecil saya yang tidak seorang pun mendengar.

Editor: Dewi Laily Purnamasari.

Silakan mampir di artikel menarik lainnya:

Re-Design Your Thinking

Standar

Cara Mendesain Sistem Berpikir

Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Apa itu design thinking? Design thinking sendiri adalah formula atau metode yang dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown, pendiri IDEO, untuk penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user. 

Sumber: https://jurnalpost.com/

Apa itu Design Thinking (DT)? Cara berpikir desain adalah kemampuan menggali fakta, data, dan wawasan baru hingga menyimpulkan hal yang tepat terkait permasalahan valid dan solusi terbaik. Lebih jauh, pendekatan ini melahirkan kedekatan tim yang jauh lebih kompak, inklusif, kolaboratif, dan inovatif.

Hal esensial dalam mengembangkan kreativitas adalah dengan memperbaiki cara berpikir. Mengapa demikian? Kita tahu saat ini adala era digital dan masa pascapandemi, di mana konstelasi bisnis dan kehidupan keseharian sangat berubah.

Kita dituntut untuk kritis sekaligus kreatif agar peka terhadap sekeliling, tahu apa yang terjadi dan yang akan terjadi. Kita harus memiliki kemampuan untuk menggali data dan perspektif yang lebih luas dan beragam sehingga memiliki rujukan baru dalam memberikan gagasan untuk bersolusi.

Whay Design Thinking So Lovable?

DT adalah sebuah proses yang biasa dijuluki the search for a maginal balance the glue between disciplines. Pemilik produk harus melakukan hal berikut:

  1. Tetap fokus pada manusia dan kebutuhannya.
  2. Bergantung pada kreativitas dan logika.
  3. Mendorong pendekatan belajar sambil beraksi dan bekerja.
  4. Menyarankan bahwa kegagalan adalah cara belajar yang baik.
  5. Kolaborasi luarbiasa (out of the box).
Sumber: https://jurnalpost.com/
  1. Emphatize (berempati): memahami kebutuhan manusia atau konsumen yang terlibat langsung.
  2. Define (mendefinisikan): membingkai ulang dan mendefiniskan masalah dengan cara yang berpusat pada manusia.
  3. Ideate (ideasi): membuat banyak ide dalam sesi-sesi ideasi.
  4. Prototype (purwarupa): mengadopsi pendekatan langsung dalam membuat perwujudan purwarupanya.
  5. Test (pengujian): mengembangkan prototipe atau solusi untuk masalah tersebut.

Catatan: tidak boleh memotong proses dalam mengerjakannya.

DT akan mengasah kemampuan dalam melahirkan ide gagasan orisinal yang solutif dengan menguatkan proses berpikir kreatif. Divisualisasikan dengan membuat sketsa, membuat model dan prototipe, menguji, kemudian mengevaluasinya. Hingga kiat akan memiliki kemampuan sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan masalah yang tidak jelas atau tersembunyi.
  2. Mengadopsi strategi yang berfokus pada solusi.
  3. Menggunakan alasan yang produktif.
  4. Menggunakan media pemodelan non verbal, grafik, atau spasial.
Sumber: https://thelocalenablers.id/
Seri buku Manusia Kreatif terdiri dari Re-Design Your Thinking, Let’s Agile, Activation, Transformative Education, karya Dwi Indra Purnomo bersama The Local Enablers (TLE).

TLE adalah ekosistem inklusif yang dirancanng sebagai model pengembangan kewirausahaan pemula berbasis kewirausahaan sosial. TLE dirancang sebagai poros kolaborasi para pemangku kepentingan Penta Helix yaitu melibatkan Akademisi, Pemerintahan, Komunitas, Bisnis, dan Media.

Dalam buku Innovation by Design, Thomas Lockwood dan Edgar Papke menyarankan agar kita semua, secara individual juga perlu berubah mindset. Ada 10 persyaratan perubahan sikap dan mental yang perlu dilakukan agar kita bisa memiliki mental setara dengan para disruptor.

1.   Gunakan empati dalam memahami pengalaman orang lain.

2.   Tingkatkan keterampilan mendengar dan mengeksplorasi, dengan semangat saling menghargai.

3.   Biasakan mengekspresikan apa yang anda lihat, dengar, dan rasakan dari sekitar anda.

4.   Kejar pengetahuan-pengetahuan baru.

5.   Pamerkan kekuatan mental dan keberanian anda.

6.   Saling mengajar dan belajar, ketimbang bersaing dengan teman kerja.

7.   Terbuka pada pendapat dan masukan dari orang lain.

8.   Gunakan rasa ingin tahu untuk menyelesaikan beda pendapat.

9.   Selaraskan tujuan pribadi dengan misi organisasi.

10. Biasakan mengisi pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan.

Kesemua sikap mental inilah yang akan memegang peranan penting untuk menyambut megatrend yang tadinya hanya berfokus pada keuntungan finansial, menjadi keuntungan yang bernilai ekonomis, sosial, dan lingkungan. “Be there with innovation and design thinking, or plan to get pushed aside soon”.

Sumber: https://www.experd.com/id/

Buku The Design Thinking Playbook karya Michael Lewrick.

Customer Satisfaction: An Important Guide To Building Customer Relationships

Standar

Kepuasan Pelanggan: Petunjuk Penting untuk Membina Relasi dengan Pelanggan

Sumber: ThidWeb

Kepuasan Pelanggan

Pelanggan memasuki situasi jual beli dengan harapan-harapan tertentu. Apakah itu membeli mobil, alat elektronik, telepon genggam, komputer jinjing, menonton film di bioskop, atau lainnya. Pelanggan mempunyai angan-angan tentang perasaan yang ingin mereka rasakan ketika mereka menyelesaikan suatu transaksi atau ketika mereka menggunakan barang yang mereka beli maupun ketika menikmati pelayanan yang telah mereka bayar.

Customers enter a buying and selling situation with certain expectations. Whether it's buying a car, electronic device, cell phone, laptop, watching a movie at the cinema, or something else. Customers have fantasies about the feeling they want to feel when they complete a transaction or when they use the goods they purchased or when they enjoy the service they have paid for.
Buku Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan.

Pemasaran bukanlah semata-mata membuat penjualan: melainkan tentang bagaimana memuaskan pelanggan terus menerus. Ketika pelanggan merasa puas, penjualan berikutnya akan terjadi.

Richard Oliver mengajukan definisi berikut:

Kepuasan adalah tanggapan pelanggan atas terpenuhinya kebutuhannya. Hal itu berarti penilaian bahwa suatu bentuk keistimewaan dari suatu barang atau jasa ataupun barang/jasa itu sendiri, memberikan tingkat kenyamanan yang terkait dengan pemenuhan suatu kebutuhan, termasuk pemenuhan kebutuhan di bawah harapan atau pemenuhan kebutuhan melebihi harapan pelanggan.

Satisfaction is the customer's response to the fulfillment of his needs. This means an assessment that a form of privilege of an item or service or the goods/services itself, provides a level of comfort related to the fulfillment of a need, including meeting needs below expectations or meeting needs exceeding customer expectations.
Tiga zona toleransi.

Zona toleransi mengandung ide bahwa dalam suatu transaksi, pelanggan membawa serangkaian harapan yang berhubungan dengan desired service, yaitu pelayanan yang diharapkan akan diterima. Di antara dua level pelayanan inilah terletak zona toleransi. Jika pelayanan yang diterima terletak pada zona ini, maka pelanggan mungkin akan puas atau pelayanan tersebut dianggap bisa diterima. Jika pelayanan jauh di bawah tingkat adequate service, maka pelayanan tersebut dianggap tidak bisa diterima dan menimbulkan ketidakpuasan. Jika pelayanan yang diterima melebihi tingkat desired service, maka pelanggan mungkin akan puas atau bahkan mungkin sangat puas.

Alasan untuk kembali dari para pelanggan karena nilai yang tercipta dari perusahaan atau bisnis. Nilai tercipta tidak hanya semata-mata dengan menurunkan harga barang dan jasa inti, melainkan tercipta pada level yang lebih tinggi terkait dengan pelayanan pelanggan yang membuat pelanggan merasa berbeda ketika diperlakukan dengan hormat dan mereka bisa menikmati hubungan dengan para staf perusahaan yang bersangkutan.

Pemicu kepuasan pelanggan level 5 terdiri dari:

  1. Produk atau jasa inti
  2. Proses-proses dan dukungan
  3. Performa teknis
  4. Interaksi dengan perusahaan
  5. Elemen emosional

3 Metrik untuk Mengukur Kepuasan Pelanggan

1. Customer Satisfaction Score (CSAT)

CSAT adalah metrik kepuasan pelanggan untuk mengukur seberapa positif atau negatifkah pengalaman pelanggan dengan layanan bisnis Anda. Skor ini akan dihitung berdasarkan tanggapan pelanggan terhadap pertanyaan-pertanyaan CSAT yang  biasanya disampaikan melalui survey online ataupun offline.

Salah satu contoh pertanyaan CSAT yang sering diajukan seperti:

Bagaimana Anda menilai kepuasan Anda secara keseluruhan terhadap layanan yang Anda terima?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, responden biasanya akan disediakan beberapa variabel jawaban yaitu sangat memuaskan, memuaskan, netral, tidak memuaskan, dan sangat tidak memuaskan. Kemudian, untuk menghitung skor kepuasan pelanggan dengan metrik CSAT, berikut rumus yang dipergunakan:

CSAT = (Jumlah pelanggan yang menjawab “puas” atau “sangat puas” x 100) / Jumlah total tanggapan)

Jadi, jika ada 100 orang yang menanggapi survei Anda dan 80 di antaranya menjawab “Puas” maka skor yang Anda dapatkan adalah 80%.

Semakin tinggi jumlah respons positif, semakin baik skor kepuasan pelanggan Anda.

2. Net Promoter Score (NPS)

NPS adalah metrik yang dipergunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dengan melihat parameter loyalitas. Skor NPS ini akan dihitung berdasarkan tanggapan pelanggan atas pertanyaan berikut:

Pada skala 1 sampai 10, seberapa besar kemungkinan Anda untuk merekomendasikan produk atau layanan kami kepada teman Anda?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, responden biasanya akan menjawab menggunakan skala antara 0-10. Skor 10 akan menunjukkan bahwa responden “Sangat Mungkin” untuk merekomendasikan layanan/produk Anda, sedangkan skor 1 menyatakan bahwa mereka “Sangat Tidak Mungkin” merekomendasikan layanan/produk Anda.

Berdasarkan jawaban responden, metrik NSP ini kemudian akan membagi konsumen menjadi 3 kelompok utama yaitu:

  • Promoters (promotor) yaitu pelanggan yang memberikan tanggapan dari angka 9-10. Pelanggan yang memberikan angka ini termasuk kategori pelanggan setia yang melakukan repeat order dan mau merekomendasikan produk/layanan Anda.
  • Passives (pasif) yaitu pelanggan yang memberikan tanggapan dengan angka 7-8. Pelanggan ini masuk kategori pasif karena meskipun mereka berbelanja produk Anda, mereka masih memiliki kemungkinan besar untuk pindah menggunakan produk kompetitor. Biasanya hal tersebut terjadi ketika pelanggan menemukan harga, produk, atau fitur yang lebih baik.
  • Detractors (pencela) yaitu pelanggan yang memberikan angka 0-6. Pelanggan ini masuk kategori detractors karena tidak puas dengan produk/layanan Anda dan cenderung memberikan ulasan negatif.

NPS dapat Anda ketahui dari skor Promoters (%) dikurangi skor Detractors (%). Jika nilai yang Anda peroleh berada di antara 0 dan 30 maka Anda memperoleh  good score, sedangkan nilai di antara 30 dan 70 artinya Anda memperoleh great score, dan nilai 70 atau lebih artinya Anda memiliki pelanggan dengan tingkat loyalitas yang sangat tinggi.

3. Customer Effort Score (CES)

Cara mengukur kepuasan pelanggan yang selanjutnya adalah dengan menggunakan metrik Customer Effort Score atau CES. Customer Effort Score adalah matrik yang mengukur tingkat kepuasan pelanggan dengan berfokus pada upaya yang dilakukan pelanggan untuk berinteraksi dengan layanan dan produk bisnis Anda. Jadi, secara garis besar metrik ini dapat membantu untuk mengetahui apakah pelanggan Anda merasa kesulitan untuk melakukan suatu tindakan tertentu saat berinteraksi dengan merek Anda.

Untuk mengetahui kepuasan pelanggan melalui metrik ini, maka Anda dapat mengajukan pertanyaan seperti berikut:

Seberapa mudahkah menyelesaikan pesanan Anda secara online?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, responden dapat memilih jawaban seperti “Mudah”, “Sangat Mudah”, “Sulit”, atau “Sangat Sulit”. Beberapa perusahaan juga dapat menggunakan variabel angka dari 1-5 untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Setelah Anda memperoleh feedback dari pelanggan, analisis kembali hasil survei tersebut untuk mendapat rata-rata jawaban yang diberikan oleh pelanggan. Jika sebagian besar pelanggan memberikan jawaban positif  atau respond “Mudah-Sangat Mudah” maka  tingkat kepuasan pelanggan sudah cukup baik. Namun jika sebagian besar menjadi negatif yaitu “Sulit-Sangat Sulit”, maka Anda perlu melakukan banyak perbaikan untuk memudahkan pelanggan ketika berinteraksi dengan bisnis Anda. 

Sumber: https://www.logique.co.id/

Sumber: Niagahoster

https://www.niagahoster.co.id/blog/indikator-kepuasan-pelanggan/

Marketing in Ritel Business (Part 1)

Standar

Pemasaran Dalam Bisnis Ritel (Bagian 1)

“Everything is marketing and marketing is everthing.”

"This phrase is the most appropriate marketing definition in today's era of disruption. It is called science because there are theories and formulas, and it is called art because it comes into contact with humans who are closely related to consumer or customer behavior."

Ungkapan tersebut merupakan definis pemasaran yang paling tepat dalam era disrupsi saat ini. Pemasaran sesungguhnya merupakan gabungan antara ilmu dan seni. Disebut ilmu karena ada teori dan formulanya, dan disebut seni karena bersentuhan dengan manusia yang erat kaitannya dengan perilaku konsumen atau pelanggan.

Definisi pemasaran menurut American Marketing Association (2014) adalah: “Marketing is the activity set of institutions, and processes for creating. communicating, delivering, and exchanging offering that have value for customers, clients, partners, and society at large.”

4P dalam Pemasaran

Teori pemasaran 4P yang digagas oleh Jarome McCharty ini pada awalnya dipakai di tahun 1968. Dalam konsep ini, ada empat elemen utama yang menentukan kesuksesan suatu usaha: product, price, promotion, dan place.

Marketing Mix is the set of marketing tools that the firmuses to pursue its marketing objectives in the target market – Kotler and Armstrong

Lebih dalam Philip Kotler mendefinisikan bauran pemasaran sebagai serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikendalikan perusahaan, dari pasar sasarannya, bauran pemasaran terdiri atas segala hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya, yang dikenal dengan “empat P”, yaitu product, price, promotion, dan place.

Sumber: The Book

7P dalam Pemasaran

Bauran pemasaran telah berkembang secara cukup signifikan terutama apabila berbicara mengenai sektor jasa.

Teori ini tak hanya mencakup product, promotion, place, dan price (4P), namun juga meluas ke sektor people, place, process, dan physical evidence yang dikenal sebagai 7P. Teori bauran pemasaran 7P ini digunakan secara luas adalah pada tahun 1981 berkat gagasan cerdas dari Booms dan Bitner.

Sumber:IDcloudHost
Konsep 7P terdiri dari product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Product (Services) atau Produk/Jasa
Produk atau jasa harus memiliki manfaat, menjadi solusi atas kebutuhan target konsumen, serta dapat memuaskan ekspektasi dan keinginan target konsumen.

2. Price atau Harga
Harga adalah salah satu komponen yang diperhatikan secara teliti dan penuh pertimbangan, disesuaikan biaya produksi dan laba total yang ingin diperoleh.
Harga memengaruhi posisi produk di pasaran serta akan menentukan target konsumen seperti apa yang akan disasar. Pemilik bisnis harus mempertimbangkan banyak komponen seperti target pasar yang dituju, persaingan dan strategi kompetitor sebagai dasar penentuan harga, bauran variasi produk dan kualitas pelayanan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

3. Place atau Tempat/Lokasi Usaha
Seberapa strategis lokasi tempat usaha adalah faktor penting untuk dipertimbangkan secara matang. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau tentu akan jauh lebih mudah mendatangkan pelanggan dibandingkan tempat yang jauh dan akses yang sulit.

4. Promotion atau Strategi Promosi
Strategi promosi adalah komunikasi persuasif antara produsen kepada konsumen yang berisi pesan atau informasi positif mengenai produk yang dipasarkan. Teknik yang dilakukan adalah pemilihan kata, gaya bahasa, serta kemasan visual atau audio yang ingin ditonjolkan. Permainan warna dan elemen humor juga kerap kali menjadi strategi ampuh untuk menarik minat calon konsumen. Pemilihan media yang dipilih diantaranya langsung (melalui seorang sales) atau menggunakan media cetak (poster, koran, majalah), elektronik (TV), digital (media sosial).

5. People atau Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah aset perusahaan yang utama, bila bisnis memiliki performa tinggi dan menuntut kecepatan waktu pengerjaan. Seleksi karyawan dilakukn untuk memastikan agar orang yang bergabung dalam tim memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang sesuai dengan budaya perusahaan.

6. Process atau Proses/Aktivitas Bisnis
Proses penyampaian jasa atau pengiriman barang juga akan memengaruhi keputusan konsumen apakah akan membeli barang. Konsistensi adalah kunci utama untuk menjaga performa yang baik akan menentukan loyalitas konsumen terhadap produk bisnis.

7. Physical Evidence atau Bukti Fisik yang Dimiliki Perusahaan
Salah satu contoh paling nyata dari bukti fisik yang dimiliki bisnis adalah pabrik atau kantor. Perhatian terhadap perlengkapan gedung, penataan pencahayaan, tata ruang interior yang memikat juga akan memengaruhi sisi psikologis dan suasana hati setiap orang yang mengunjunginya.

Sumber: Wikipedia

https://en.wikipedia.org/wiki/Retail

Penerapan Retail Mix

1.Product / produk:

Kriteria pemilih produk ini:

  1. Intensitas produk: barang harus selalu tersedia.
  2. Mode atau gaya produk: bisnis retail harus selalu update dan inovatif, menyediakan produk terbaru dan mengikuti trend.
  3. Keragaman produk: variasi produk yang menarik bisa meningkatkan omzet penjualan melalui cross atau up selling produk lain.
  4. Kualitas produk: kualitas produk tentu menjadi hal penting yang harus diperhatikan agar konsumen menjadi loyal.
Contoh produk ayam kampung goreng lengkuas. Kemasan menarik dan hasil setelah digoreng ditampilkan juga agar konsumen tertarik untuk membeli. Penjualan produk ayam kampung beku ini melalui toko online The IR Store.

Berdasarkan tingkatannya, produk terdiri dari: produk inti, produk aktual, dan produk tambahan.

Pada kasus produk ayam kampung di atas, maka produk inti adalah ayam kampung, yang berbeda dengan jenis ayam lain seperti ayam broiler atau ayam pejantan. Ayam kampung memiliki tekstur, rasa, dan cara beternak yang berbeda. Kandungan gizi dalam ayam kampung dinilai lebih baik dibandingkan ayam broiler.

Produk aktualnya adalah ayam kampung yang telah dimasak dengan bumbu tradisional atau diungkep dengan bumbu goreng lengkuas. Mengapa mengambil rasa tradisional? Karena bisnis ayam kampung ini ingin menyebarluaskan masakan tradisional Indonesia yang kaya rasa dan rempah-rempah. Selain ayam goreng lengkuas ada rasa lain yaitu: betutu, woku, rica-rica, dan kalasan. Setiap rasa mewakili daerah tertentu di Indonesia. Mutu (contoh sertifikat halal, BPOM, dll), kemasan (boks dengan warna menarik), desain, merek (Natchick), dan sifat (berbagai macam rasa) sebagai karakteristik yang digabungkan dengan produk inti.

Produk tambahan misalnya ada sambal yang menjadi bagian produk aktual untuk menambah rasa dari ayam kampung goreng lengkuas.

Dalam bisnis makanan, bahan dasar berupa ayam (baik ayam kampung atau ayam broiler) bisa ditemui pada warung makan tenda, warung makan permanen (seperti Warteg), restoran tradisional (restoran khas sunda Saung Kuring, restoran ayam goreng Suharti, dll), restoran waralaba (seperti KFC, McDonald’s, Richeese Factory, dll). Restoran dine in atau pesan antar (delivey) dengan Gofood dan Grabfood. Bisnis makanan beku seperti Fiesta, Champ, So Good, dll yang dijual offline di supermarket atau dijual online lewat Tokopedia, Shopee, dll.

Sumber: Traveloka Restoran ayam goreng Suharti di Jakarta Timur.
Sumber: AlineaID Restoran KFC.

Untuk bauran lainnya yaitu: price / harga, place / lokasi, promotion / promosi, personal / orang, dan presentation / tata letak akan dibahas pada bagian berikutnya.

Maryam, My Daughter Has Finished Memorizing The Holy Quran 30 Juz

Standar

All praise is due to Allah, the Most Gracious, the Most Exalted. We praise Him, ask Him for help and forgiveness. We seek refuge in Allah, the Most Forgiving, the Wise from the evil of ourselves and the evil of our deeds.

The best of you are those who learn The Holy Quran and teach it. Maryam completed her memorization deposit at the age of 14 years.

Alhamdulillah… Allah Most High, Most Powerful has made a way for our big family to facilitate children to memorize The Holy Quran. It is only because of the mercy and love of Allah, The Almighty, Most High, that the children have memorized dozens of letters and several chapters. By always asking for the abundance of grace and forgiveness from Allah, The Most Great, The Most Wise, we continue to strive to encourage the children.

Subhanallah … Hopefully this experience will inspire other families. For parents who are more experienced, allow us to gain knowledge and wisdom. May Allah, The Most Rich, The Most Thorough, grant our prayers for the good of the children: in this world and in the hereafter.

Among the blessings that Allah Almighty has bestowed upon us are the blessings of Islam, faith, sustenance, wealth, age, leisure, and health to worship Allah The Most Holy, Most Mighty correctly and to seek shar’i knowledge.

Many of humans do not use their healthy and free time as well as possible. He does not use it to learn about Islam, he does not use it to gain knowledge of shar’i. In fact, by attending taklim assemblies that teach The Holy Quran and As-Sunnah according to the understanding of the friends, will increase knowledge, faith, and devotion to Allah, The Most Intelligent, The Most Gifted.

Barakallah dear my lovely daughter, Maryam … You have gone through the complete stage of ziyadah / deposit for memorizing The Holy Quran 30 juz.

Masya Allah … Hopefully istiqamah murojaah and able to achieve mutqin muttaqin. Long journey with The Holy Quran until the end of life, may Allah, The Most Noble and The Most Gracious, always bestow grace, compassion and strength so that we can continue to be lovers and guardians of The Holy Quran.

For ustadzah (mentors) who are patient and continue to accompany and guide, teachers, parents of friends in arms, and families who always pray for and give encouragement, jazakumullah khayr.

Murokkaz is a camp program for new memorization and strengthening memorization or mutqin the Holy Quran.

The way to get guidance and be grateful for the favors of Allah, The Most Gentle and Most Rich, is to seek syar’i knowledge. Seeking knowledge is the straight path to be able to distinguish between truth and falsehood, monotheism and shirk, sunnah and bid’ah, ma’ruf and evil, and between beneficial and harmful. Seeking knowledge will add guidance and lead to happiness in this world and the hereafter.

Shari’a knowledge is knowledge revealed by Allah, The Creator, The Most Merciful to His Messenger, in the form of information and guidance. If knowledge produces this to its owner, then this is useful knowledge. Whenever knowledge is useful and sticks in the heart, then indeed the heart will feel khusyu ‘, fear, submit, love and glorify Allah, the One, The Most Merciful. The soul will be satisfied and satisfied with a little of the lawful from the world and feel satisfied with it so that it makes it qana’ah and zuhud in the world.

A person who is faqih is one who fears Allah, the Guardian, The Most Patient, even though he has little knowledge. And a stupid person is one who disobeys Allah, The Most Generous, Most Powerful, even though he has a lot of knowledge.

A true servant is someone who worships Allah, The Most Praised, The Most Alive, on the basis of knowledge and the truth is clear to him. This is the way of the Prophet shallallaahu ‘alaihi wa sallam. O Allah, Most Forbearing, Most Caring, forgive our sins and the sins of our teachers, reward them for the good that has been given to us with the best of rewards. May shalawat and greetings be poured out on Prophet Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, his family, his companions, and those who practice and defend his sunnah until the end of time. Praise be to Allah, Lord of all the worlds.

Maryam happy with Ibu and Bapa.
May Maryam become a Mutqin and Muttaqiin Hafizhah and make her one of the successors of the Prophet Muhammad and always pray for his parents.
Maryam happy with her ustadzah (mentor) and her friends in arms.
Maryam happy with two big brothers, Ibrahim and Muhammad. We can gather during break time.

Please read this link: