Category Archives: ibu dosen

berbagi pengetahuan dunia ekonomi, manajemen, dan bisnis.

Small Retail Store Design and Layout

Standar

Desain dan Tata Letak Toko atau Ritel Kecil

Toko ritel kecil: Teddy House di Senayan City Jakarta.

Sumber digital:

https://ukirama.com/blogs/10-cara-mendesain-toko-ritel-retail-yang-menarik-pelanggan-dan-mendatangkan-keuntungan

https://www.dekoruma.com/artikel/67832/tips-konsep-desain-toko-kecil

Etalase bagian depan desain toko kecil.
Inside the Oldest Chocolate Shop in Paris, À la Mère de Famille
Produk coklat.
Bernard created the first walk-in paradise for Parisians with a sweet tooth. The products that were sold when it was first opened are very much the same as those that are still on the shelves today. From classic praline rochers to les Folies de l’Écureuil, along with florentins and a unique range of Montmartre palets biscuits, there’s always been an impressively wide and mouthwatering selection.

https://www.sentrarak.com/5-tips-pencahayaan-untuk-desain-toko-ritel/

Lampu Led Dan Warna

https://m.medcom.id/properti/arsitektur/PNg5VVAk-10-toko-ritel-apple-di-dunia-dengan-desain-unik

Foster+Partner memanfaatkan fitur air mancur setinggi delapan meter untuk menghiasi Apple Piazza Liberty. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesan gembira kepada pengunjung, khususnya anak kecil.

https://artikel.rumah123.com/13-inspirasi-desain-toko-cocok-banget-buat-generasi-milenial-punya-bisnis-65058

Desain toko sneaker  menjadi lebih menarik seolah-olah jadi tempat koleksi sepatu kets kekinian.

Business Economics And Justice : The Moral Struggle of Society

Standar
Pengantar Ekonomi Bisnis dan Keadilan sebagai Perjuangan Moral Masyarakat

Pancasila sebagai Dasar Ekonomi Bisnis di Indonesia

Sumber: researchgate.net

Pancasila sebagai ideologi negara berarti Pancasila dijadikan ideologi sebagai pedoman oleh masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupannya. Nilai-nilai yang terkandung dalam kelima asas Pancasila menjadi landasan masyarakat dalam bersosialisasi, kehidupan beragama, hak asasi manusia, dan bekerja sama.  Ideologi juga dapat digunakan sebagai tanda pengenal dari sebuah bangsa. Selain itu, ideologi memiliki fungsi lainnya, yaitu fungsi kognitif dan orientasi dasar. Sebagai fungsi kognitif berarti ideologi dapat dijadikan sebuah landasan bagi suatu bangsa dalam berkehidupan dunia.

Sebagai bangsa dan masyarakat, juga bagian dari komunitas ekonomi dan bisnis di Indonesia tentu kita harus menjadikan Pancasila sebagai dasar bagi etika dan moral dalam melaksanakan profesi serta kegiatan ekonomi dan bisnis. Kedudukan nilai-nilai yang terkandung dalam kelima asas Pancasila adalah sebagai aturan tentang moral, oleh karena itu pelaksanaannya juga harus berdasarkan pada keyakinan dan kesadaran penggunanya. Pancasila juga digunakan agar bangsa Indonesia memiliki akar maupun dasar yang kuat serta memiliki identitas yang jelas dan menjadi ciri khas yang membedakannya dengan bangsa lain. 

Pada dasarnya, pengertian ekonomi bisnis merupakan suatu bidang ilmu ekonomi terapan yang mana bertujuan untuk menganalisa usaha bisnis berdasarkan teori ekonomi dan metode kuantitatif.

Ekonomi bisnis juga memiliki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap struktur organisasional dan hubungan antara perusahaan dengan pasar tenaga kerja, modal serta produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Berbeda dengan ekonomi pembangunan ataupun manajemen bisnis yang lebih membahas dan mempelajari ilmu ekonomi yang berkaitan dengan pembuatan kebijakan publik serta perencanaan bisnis. Ekonomi bisnis ini lebih fokus untuk memadukan antara teori ekonomi dan juga pendekatan kuantitatif, sehingga analisanya nanti digunakan untuk proses pengambilan keputusan saat akan menjalankan usaha bisnis. Ekonomi dalam bisnis juga mencakup studi tentang faktor-faktor ekonomi eksternal dan pengaruhnya terhadap keputusan bisnis seperti perubahan dalam peraturan industri atau perubahan harga bahan baku secara tiba-tiba.

Karakteristik Ekonomi dalam Bisnis

  • Ekonomi bisnis berarti penerapan konsep ekonomi, teori dan prinsip dalam kegiatan bisnis.
  • Ekonomi dalam bisnis terkait dengan ekonomi mikro, terutama terkait dengan masalah unit individu.
  • Ekonomi dalam bisnis juga berkaitan dengan ekonomi makro. Seorang pengusaha juga harus mampu mempelajari konsep ekonomi makro seperti Pendapatan Nasional, Siklus Bisnis, Hubungan Perburuhan, Kebijakan Pemerintah tentang perpajakan, anggaran, masalah moneter, dan perdagangan internasional, dll.

Dengan mempelajari konsep-konsep makroekonomi ini seorang pengusaha dapat mengambil keputusan penting sehubungan dengan masa depan sebuah perusahaan.

Masalah Lingkungan atau Eksternal

Masalah-masalah ini terkait dengan lingkungan bisnis umum di mana perusahaan atau bisnis tersebut beroperasi, diantaranya seperti lingkungan sosial, ekonomi dan politik, lingkungan ekonomi termasuk jenis sistem ekonomi, situasi yang ada di bidang produksi, pendapatan, pekerjaan, harga, tabungan dan investasi, lembaga keuangan seperti bank, perusahaan keuangan, asuransi perusahaan, tren dalam ekonomi bisnis internasional dan permasalahan ekonomi bisnis eksekutif lainnya.

Masalah-masalah tersebut juga mencakup kondisi yang berlaku di pasar tenaga kerja dan pasar modal, kebijakan pemerintah, kebijakan industri, koperasi konsumen kebijakan moneter, dan lain sebagainya. Lingkungan politik terkait dengan kegiatan negara. Masalah eksternal atau lingkungan dalam ekonomi bismis terkait dengan Makro-Ekonomi. Dengan demikian, ruang lingkup pendekatan ini juga meliputi bidang mikro dan juga makro.

Bentuk Hubungan Ekonomi Bisnis Internasional

Berbicara mengenai masalah eksternal dalam pendekatan ini, tentunya tidak bisa dipisahkan dari yang namanya ekonomi bisnis internasional. Ekonomi bisnis internasional pada dasarnya juga memanfaatkan metode yang berkaitan dengan analisis dasar yang sama dengan cabang-cabang ilmu ekonomi lain.

Hal tersebut jelas disebabkan karena motif dan perilaku baik itu individu maupun perusahaan dalam sebuah bisnis internasional sama dengan perdagangan yang dilakukan secara lokal. Satu hal yang membedakan antara pendekatan biasa ini dengan ekonomi bisnis internasional hanyalah permasalahan yang terkait dengan bisnis itu melibatkan hubungan ekonomi antara negara yang satu dengan negara yang lain.

Sumber digital:

https://markey.id/blog/bisnis/ekonomi-bisnis

Mengenal Istilah Resesi, Depresi, dan Krisis Ekonomi

Bila ada suatu negara yang mengalami resesi teknikal, belum tentu negara itu mengalami resesi. Sebab bisa saja kontraksi pertumbuhan ekonomi tersebut hanya merupakan siklus bisnis jangka pendek. Namun, jika indikator-indikator ekonomi seperti PDB, inflasi dan pengangguran, belum juga pulih setelah 2 periode tersebut, maka dapat dikatakan bahwa negara tersebut sudah masuk dalam kondisi resesi. Resesi ekonomi berlangsung dalam waktu lama bisa disebut depresi ekonomi. Suatu negara mengalami depresi ekonomi jika pertumbuhan ekonominya kontraksi dalam jangka panjang atau lebih dari satu tahun.

Sementara itu, krisis ekonomi dipahami sebagai adanya shock pada sistem perekonomian di suatu negara. Akibatnya terjadi kontraksi pada instrumen perekonomian di negara tersebut, seperti nilai aset ataupun harga.

Berbeda dengan resesi ekonomi dan depresi ekonomi, suatu negara disebut mengalami krisis ekonomi jika pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi meskipun hanya satu kuartal. Namun, variabel suatu negara mengalami krisis tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonominya.

Melainkan ada multidimensi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Josua mengatakan krisis ekonomi biasanya muncul akibat kondisi keuangan global yang terganggu dan memberikan dampak yang signifikan. Semisal nilai tukar mata uang, peningkatan utang negara yang signifikan dan inflasi yang relatif tinggi.

Sumber: liputan6.com

Indonesia dan Tantangan Ekonomi Pascapandemi

Proses pemulihan ekonomi nasional masih terus berlangsung sampai saat ini. Tak bisa dipungkiri kerugian ekonomi akibat covid-19 sangatlah besar. Dalam paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat bulan April lalu, ia menyebutkan hilangnya nilai estimasi pertumbuhan ekonomi mencapai 8,8% dari PDB Indonesia atau setara dengan 1356 Triliun rupiah. Akibatnya, APBN menjadi sumber utama untuk mengontrol kebijakan fiscal yang mengalami pembengkakan utang dan keterbatasan ruang gerak. Relokasi dana APBN untuk PEN terus meningkat hingga 699,43 Triliun dengan tujuan target belanja negara mencapai 6%.

Perekonomian yang diharapkan bersama adalah yang tidak sekadar pulih tetapi juga dapat bangkit dan melesat sebagaimana target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan menyentuh kisaran 6% di 2022 nanti dengan fokus menekan angka pengangguran serta kemiskinan. Kendati demikian, beberapa hal yang menjadi tantangan ekonomi pasca pandemi harus tetap diselesaikan.

Dikutip dari laporan WEF Chief Economist Outlook Emerging Pathways towards a Post-Covid-19 Reset and Recovery edisi Juli 2020, terdapat tiga tantangan utama bagi pemerintah dan pelaku bisnis pada saat pemulihan ekonomi.

Tantangan pertama adalah pembaruan kebijakan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan dan memperbaiki mobilitas sosial. Publik menilai perlu adanya penyesuaian kebijakan ekonomi akibat terbatasnya ruang gerak aktivitas ekonomi masyarakat. Kemajuan teknologi yang sebelumnya sudah menciptakan jurang penghasilan antar masyarakat, kelompok menengah kebawah menjadi korban yang paling terdampak ekonomi dan berada di garis ketimpangan pendapatan. Pajak sebagai instrument fiscal selain APBN haruslah menjadi kekuatan pemerintah untuk mengoptimalkan distribusi pendapatan.

Tantangan kedua, identifikasi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Krisis tidak melulu memiliki pandangan negatif terkait bagaimana kreativitas dapat tercipta.  Guncangan ekonomi yang tengah terjadi dapat menjadi peluang bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor ekonomi yang selama ini belum digarap. Pemerintah juga memiliki kesempatan untuk memengaruhi arah kemajuan ekonomi dari sisi pengembangan investasi dan inovasi pada saat stimulus ekonomi sedang digencarkan saat ini.

Tantangan ketiga, menyelaraskan target-target baru untuk mendorong kinerja ekonomi. Perusahaan harus mengambil peran dalam proses transisi ekonomi, tidak hanya pemerintah Misalnya, menetapkan strategi pertumbuhan bisnis dengan menjalankan model yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan inklusivitas.

Sumber: https://yoursay.suara.com/ Afidah Nur Aslamah/Staf Kajian Penelitian Ekonomi Melek APBN

Dorong Pemulihan Ekonomi, Investasi Harus Tumbuh Positif

Pertumbuhan investasi di kuartal I/2021 tercatat sebesar Rp219,7 triliun atau tumbuh 2,3 persen secara kuartalan (qtq) dan 4,3 persen secara tahunan (yoy). Komitmen pemerintah untuk mengakselerasi reformasi struktural ini disambut secara positif oleh lembaga pemeringkat, mitra pembangunan, dan berbagai lembaga keuangan internasional.

Berdasarkan penilaian atas ketahanan ekonomi Indonesia dan proses pemulihan yang berkelanjutan, Bank Dunia mendukung pendanaan sebesar USD800 juta untuk reformasi kebijakan investasi dan perdagangan Indonesia serta membantu mempercepat pemulihan dan transformasi ekonomi. Pendanaan ini akan dioperasikan melalui dua pilar:

  1. Pilar pertama bertujuan untuk mempercepat investasi dengan membuka lebih banyak sektor untuk investasi swasta, khususnya investasi langsung, dan mendorong investasi swasta dalam energi terbarukan.
  2. Pilar kedua, mendukung reformasi kebijakan perdagangan untuk meningkatkan daya saing dan pemulihan ekonomi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan komoditas pangan pokok dan bahan baku serta untuk memfasilitasi akses ke input manufaktur.

Sumber: https://ekbis.sindonews.com/

Apakah Indonesia Aman dari Resesi?

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2020 minus mencapai angka 5,32 persen. Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen. Sementara, kontraksi lebih dalam dari konsensus pasar maupun ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia yang berada di kisaran 4,3 persen-4,8 persen. Pandemi corona virus telah memukul telak sektor perekonomian, hingga menyebabkan minusnya pertumbuhan ekonomi. Bahkan, beberapa negara lain telah melaporkan bahwa mengalami resesi.

Inflasi di Indonesia masih terkontrol. Bahkan, di bulan Juli sempat mengalami deflasi. Adapun, kurs rupiah Indonesia juga masih terkendali, berada di bawah Rp 15.000 per dollar AS. “Tidak seperti pada tahun tahun 2008, pada waktu krisis itu, itu kan pertumbuhan minus, inflasinya tinggi, kursnya sampai Rp 20.000, itulah resesi tadi.

Apa indikator negara mengalami resesi? Beberapa indikator makro yang mengarah pada resesi seperti pertumbuhan ekonomi minus, inflasi, defisit perdagangan, hingga nilai kurs mata uang. “Itu terjadi di beberapa negara selama pandemi ini, seperti Korea Selatan, Jerman. Itu (pertumbuhan ekonomi minus) terjadi berturut-turut.

Pemerintah diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan daya beli, hingga mengatur peredaran uang di masyarakat. Sebenarnya, saat ini pemerintah telah melakukan stimulus ekonomi, dengan memberikan bantuan kepada UMKM, bantuan langsung tunai kapada masyarakat, dan program-program lainnya yang masuk melalui penyelamatan ekonomi nasional (PEN).

Namun, pelaksanaannya belum lancar karena realisasi anggaran, dan daya serap masih rendah sehingga tidak bisa menggerakkan daya beli masyarakat. Pemerintah harus fokus mempercepat dan memperlancar pengeluaran dana PEN (penyelamatan ekonomi nasional). Sebab kalau daya serap masih kecil, maka pertumbuhan minus akan terjadi lagi.

Sumber: https://www.kompas.com/

Kondisi Ekonomi Bisnis Terkini di Indonesia

  1. Minyak goreng Rp. 50.000,- untuk ukuran 2 liter.
Sumber: https://finance.detik.com/

2. Harga Pertamax kini naik menjadi Rp 12.500 per liter dari sebelumnya Rp 9.000.

Pertamina hanya berencana menghapus bahan bakar minyak dengan nilai oktan (Research Octane Number/RON) rendah 88 alias Premium di 2022 mendatang. Dengan demikian, masyarakat bisa beralih memakai BBM Pertalite dengan RON 90, atau jenis lain seperti Pertamax (92) dan Pertamax Turbo (98)

Sumber: https://www.tribunnews.com/

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Professional and Business Ethics Introduction

Standar

Pendahuluan Etika Profesi dan Bisnis.

Sumber: pa.sukamara.go.id

Bahan kajian dalam matakuliah Etika Profesi dan Bisnis terbagi dalam 14 kali pertemuan:

  1. Pendahuluan, definisi, konteks, fungsi, serta sejarah perkembangan etika profesi dan bisnis.
  2. Karakter, minat, dan kekuatan / ketangguhan pribadi
  3. Ekonomi dan keadilan. Liberalisme dan sosialisme sebagai perjuangan moral
  4. Keuntungan sebagai tujuan perusahaan, kewajiban karyawan dan perusahaan
  5. Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup : ecological intelegence
  6. Citizen 4.0 : bisnis humanis di era digital
  7. Tanggung jawab sosial perusahaan
  8. Masalah etis seputar konsumen terkait kepuasan pelanggan : secret of customer relationship
  9. Komunikasi bisnis dan etika (1) wikinomics era and creative industry
  10. Komunikasi bisnis dan etika (2) integrated communication and advertising
  11. Tata kelola etis dan akuntabilitas / good corporate governance
  12. Etika dalam bisnis internasional
  13. Etika dalam kewirausahaan
  14. Kepemimpinan etis / transformational leadership
  1. Sukrisno Agoes, Etika Bisnis dan Profesi, 2009
  2. Pedoman Etika Bisnis, Komite Nasional untuk Kebijakan Governance
  3. Hartman, Laura. P., Joseph Des Jardins., & Chris MacDonald. (2014). Business Ethics, Decision Making for Personal Integrity & Social Responsibility (3rd Edition). USA: McGraw-Hill.
  4. Jardins, Joseph.D. (2014). An Introduction to Business Ethics (5th Edition). USA: McGraw-Hill.
  5. Lawrence, Anne.T., James Weber. (2014). Business and Society, Stakeholders, Ethics, Public Policy (14th Edition). USA: McGrawHill.
  6. Arijanto, Agus. (2012). Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis (Cetakan Kedua). Jakarta: Raja Grafindo
  7. Ernawan, Erni. R., (2007). Business Ethics (Cetakan Pertama). Bandung: Alfabeta.
  8. Fahmi, Irham. (2014). Etika Bisnis, Teori, Kasus dan Solusi (Cetakan Kedua). Bandung: Alfabeta.
  9. Keraf, A. Sonny. (1998). Etika Bisnis (Cetakan Pertama). Yogyakarta: Kanisius.
  10. Kartajaya, Hermawan. (2019). Citizen 4.0. Jakarta: Gramedia.
  11. Tapscott, Don (2004). Wikinomics. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
  12. Prisgunanto, Ilham. (2014). Komunikasi Pemasaran di Era Digital. Jakarta: Prisani Cendekia.
  13. Barnes, G. James. (2003). Secrets of Customer Relationship Management. Yogyakarta: Andi.
  14. Goleman, Daniel. (2010). Ecological Intelegence. Jakarta: Gramedia.
  15. Supriyato. (2022). How to Become A Successful Entrepreneur. Yogyakarta: Andi.
  16. Kamrussamad. (2020). The Entrepreneur Virus. Jakarta: Merdeka Book.

Definisi Etika

Etika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Secara etimologis etika berasal dari bahasa Yunani kuno “Ethos” yang berarti kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap.

Menurut Suhrawardi K. Lubis menyatakan bahwa dalam bahasa agama Islam, istilah etika ini merupakan bagian dari akhlak. Dikatakan merupakan bagian dari akhlak, karena akhlak bukanlah sekedar menyangkut perilaku manusia yang bersifat perbuatan yang lahiriyah saja, akan tetapi mencakup hal-hal yang lebih luas, yaitu meliputi bidang akidah, ibadah dan syari’ah.

Etika adalah sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika menurut Franz Magnis Suseno adalah sebuah ilmu dan buku sebuah ajaran. Etika adalah perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu.

Etika adalah konsep penilaian sifat kebenaran atau kebaikan dari tindakan sosial berdasarkan kepada tradisi yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Pembentukan etika melalui proses filsafat sehingga etika merupakan bagian dari filsafat. Unsur utama yang membentuk etika adalah moral. Etika hanya mengatur tentang cara manusia dalam bertindak dan tidak memperhatikan kondisi fisik dari manusia. Ruang lingkup etika meliputi analisis dan penerapan konsep mengenai kebenaran, kesalahan, kebaikan, keburukan dan tanggung jawab. Pengelompokan etika secara umum terdiri dari etika deskriptif, etika normatif, etika deontologi dan etika teolologi. Manfaat dari etika adalah adanya pengendalian individu. yang dapat mempermudah pemenuhan atas kepentingan kelompok sosial.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Etika

Etika Profesi

Profesi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejujuran, dan sebagainya) tertentu. Profesi merupakan suatu konsep yang lebih spesifik dibandingkan dengan pekerjaan. Dengan kata lain, pekerjaan memiliki konotasi yang lebih luas daripada profesi, suatu profesi adalah pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan merupakan profesi.

Sementara itu Darji Darmodiharjo dan Sidharta mengemukakan bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan dan memiliki serta memenuhi sedikitnya 5 (lima) persyaratan sebagai berikut :

  1. Memiliki landasan intelektualitas,
  2. Memiliki standar kualifikasi,
  3. Pengabdian pada masyarakat,
  4. Mendapat penghargaan di tengah masyarakat,
  5. Memiliki organisasi profesi

Pendapat beberapa ahli tentang definisi etika profesi. Muchtar (2016) menyebutkan bahwa, etika profesi merupakan aturan perilaku yang memiliki kekuatan mengikat bagi setiap pemegang profesi.

Sedangkan Lubis (1994) berpendapat etika profesi merupakan sikap hidup berupa kesediaan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan keterlibatan penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas.

Artinya etika profesi bertujuan agar setiap orang tetap berada dalam nilai-nilai profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi profesi yang dipegangnya.

Fungsi Etika Profesi

Menurut Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, kode etik profesi merupakan suatu pedoman sikap, tingkah laku serta perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun fungsi dari etika profesi adalah sebagai berikut:

1. Sebagai pedoman bagi seluruh anggota profesi mengenai prinsip profesionalitas yang telah ditetapkan.

2. Sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat luas terhadap suatu profesi tertentu.

3. Sebagai sarana untuk mencegah campur tangan dari pihak lain di luar organisasi yang terkait hubungan etika dalam keanggotaan suatu profesi.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/etika-profesi/

Prinsip dasar yang perlu diketahui. Prinsip-prinsip dasar yang melandasi pelaksanaan etika profesi, diantaranya sebagai berikut :

1. Prinsip tanggung jawab :

Seorang profesional seharusnya bekerja dengan rasa tanggung jawab yang besar. Amanah pekerjaan harus dilakukan secara serius dan baik sehingga hasilnya bisa maksimal. Tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan akan mencerminkan seorang profesional adalah sumber daya manusia yang berkualitas.

2. Prinsip keadilan

Ketika menjalankan setiap pekerjaan dan tanggung jawab profesi, maka seorang profesional harus mengedepankan keadilan yang diberikan kepada setiap orang yang berhak menerimanya termasuk dalam hal pekerjaan. 

3. Prinsip otonomi

Seorang profesional yang bekerja dan menempati suatu jabatan di dalam perusahaan, artinya memiliki  wewenang dan kebebasan dalam menjalankan pekerjaan tertentu.  Tentunya wewenang dan kebebasan ini harus dijalankan sesuai dengan kode etik yang dimiliki seorang profesional agar setiap tugas yang dikerjakan dapat diselesaikan dengan baik.

4. Prinsip integritas moral

Integritas moral adalah kualitas kejujuran serta prinsip moral dalam diri seorang profesional yang harus dilakukan dengan secara konsisten dalam menjalankan profesinya.

Etika Bisnis

Etika bisnis sebagai istilah pertama kali muncul dan mulai digunakan di Amerika Serikat pada periode 1970-an. Istilah ini kemudian mulai digunakan di wilayah lain di dunia. Masyarakat dan bisnis saling berkaitan satu sama lain. Kegiatan bisnis selalu berkaitan dengan keberadaan masyarakat disertai dengan seluruh atribut dan simbol yang diyakini oleh masyarakat tersebut. Kondisi ini membuat kegiatan bisnis memiliki nilai moral dan etika tertentu. Etika bisnis bertujuan untuk memberikan kesadaran moral kepada para pelaku bisnis. Kesadaran ini utamanya ditujukan kepada pebisnis untuk konsumen. Bentuknya dapat berupa kegiatan bisnis yang tidak menimbulkan kerugian bagi konsumen.

Silakan mampir di link menarik lainnya:

Buah dan Sayur Impor Menjajah Kita : Miris!

Standar

Siang hari panas menyengat. Sesaat turun dari angkutan umum, aku masuk ke pasar modern dekat rumah. Hawa sejuk menyeruak namun tak meredakan darahku yang tiba-tiba mendidih (aiihhh … kipas mana kipas?).

Ah … Kali ini aku kok jadi sensitif ya? Aku hanya ingin membeli sebungkus margarin dan sekotak telur ayam kampung. Saat melintas rak pendingin aku tertegun. Wow … Deretan jamur beragam rupa ditata apik, juga buah-buahan aneka warna.

Tahukah teman-teman yang cinta negeri Indonesia? Jamur itu datang dari negeri Korea. Impor! Disebelahnya ada tempe yang juga kedelainya impor. Di rak sebrang wortel impor bersebelahan dengan tomat lokal. Waduh … Bagaimana ini? Rasa mirisku tak berhenti di rak ini.

Ternyata buah-buahan itupun berasal dari negeri nun jauh di sana. Kiwi Australia. Apel dan anggur  Amerika. Cinapun mengimpor pir dan apel. Ada lemon, buah naga, jeruk, dan durian impor. Gelaran buah lokal ada apel malang, jeruk medan, manggis, alpukat, semangka, melon, dan pepaya. Namun … Tampilannya tak segar. Entah mengapa?

Negara kita tak dijajah sebagaimana jaman sebelum kemerdekaan. Tapi … Melihat fenomena ini, apakah tak terpikirkan bahwa sekarangpun kita ini masih dijajah.

Mau tahu kiatku sebagai ibu rumahtangga agar tak dijajah ? Karena salah satu Untuk urusan belanja buah dan sayur, aku tetap setia membelinya di pasar tradisional. Buah yang kerap aku beli adalah semangka, jeruk, pepaya, mangga, jambu merah, alpukat, pisang, nanas, dan melon. Sayuran favoritku adalah bayam, plus jagung, dan seperangkat sop-sopan atau campur aduk sayur asem (he3 … kadang sampai lupa apa saja ya isinya ?).

Trik berbelanja di pasar tradisional adalah aku tak pernah menawar harga buah dan sayur. Paling banter aku akan bilang begini, “Pasnya berapa mba?” atau “Boleh kurang gak mas?” Aku kok tidak tega kalau harus menawar padahal paling-paling turun harga seribu dua ribu untuk satu kilo jeruk medan misalnya. bahkan hanya limaratus perak saja untuk seikat bayam.

Satu lagi nih … Aku tidak pernah belanja kepada penjual yang menjajakan dagangannya di trotoar. Ini harga mati! Karena menurutku penjual di trotoar itu sangat mengganggu pejalan kaki dan membuat kemacetan. Jadi belanjanya ya di dalam pasar kepada penjual di kios atau lapak yang telah disediakan.

Deretan buah-buahan impor. Wah … Benar-benar miris! Sumber: kabarbisnis.com.
Kedelai bahan baku tempe impor loh! Jamur itu datang dari Korea.
Aku bersama Teteh belanja di pasar tradisional.

Mampir yuk! Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Internasional Knowledge Sector Conference 2012

Standar

Masyarakat Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menjawab tantangan ekonomi yang ada sehingga dapat memperkuat kesehatan dan pendidikan yang ada. namun, kenyataannya Indonesia belum menjadi tempat pilihan bagi investasi khususnya di bidang riset.

Australian AID menggagas sebuah kegiatan konferensi internasional bertajuk ‘The Knowledge Sector Conference 2012 : Tracing Indonesia’s New Path Revitalising Knowledge to Reduce Proverty’ pada tanggal 2-4 Oktober 2012.

Pembukaan acara di hadiri oleh Duta Besar Australia, Jacqui De Lacy (AusAID Indonesia), Prof.Dr.Pratikno,M.Soc.Sc (UGM), Anies Rasyid Bawesdan Ph.D (Universitas Paramadina), Dr. Denny Indrayana. Prof. Dewi Fortuna Anwar Ph.D, Prof. Fasli Jalal Ph.D, Edwin Utama, Rizal Sukma, Nicolas Ducote (Buenos Aires, Argentina), Martine Letts (Lowy Institute Australia), Yuna Farhan, dan 50 partisipan perwakilan organisai LSM, perguruan tinggi, dan lembaga riset seluruh Indonesia.

Tanggal 2 Oktober bertepatan dengan hari Batik Nasional diapresiasi oleh para peserta termasuk Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty tampil dengan busana batik. Jadilah ruang ballroom hotel Aryaduta Jakarta menjadi semarak dengan aneka ragam batik Indonesia.

Greg Moriarty menjadi pembicara kunci dan menyampaikan tema ‘Indonesia at the Crossroads’ – Indonesia dipersimpangan jalan. Kondisi Indonesia saat ini adalah waktu yang tepat untuk segera meningkatkan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sehingga memberikan manfaat dan kesempatan kepada semua orang. Masyarakat Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menjawab tantangan ekonomi yang ada sehingga dapat memperkuat kesehatan dan pendidikan yang ada. Namun, kenyataannya Indonesia belum menjadi tempat pilihan bagi investasi khususnya di bidang riset, karena Indonesia masih dalam posisi kritis. Indonesia perlu meningkatkan alokasi dana riset terutama dana pendidikan agar sistem pendidikan menjadi lebih baik dan mampu menjawab tantangan yang ada.

Rektor Universitas Paramadina Anies Rasyid Bawesdan mengungkapkan bahwa dalam pendidikan ada jurang yang cukup dalam antara teori dan implementasi. Sebagai pendiri gerakan Indonesia Mengajar, Anies menggarisbawahi bahwa harus melibatkan masyarakat luas untuk bisa menjangkau masyarakat berbasis pengetahuan. Pendekatan progmatik dimana masyarkat ikut berperan serta dalam hal ini. Indonesia membutuhkan kepemimpinan dan pemimpin harus memiliki karakter yang kuat, bukan sekedar bergelar akademik saja. Pemimpin harus memiliki keberpihakan kepada masyarakat terutama yang masih miskin serta jauh tertinggal dari sisi pendidikan dan kesehatan.

Sesi pertama diskusi dimoderatori oleh Irma Natalia Hutabarat dengan tema ‘Knowledge and Indonesia’s Future Prosperity’.  Pengetahuan dan kemakmuran masa depan Indonesia adalah untuk menyoroti mengapa pengetahuan (berinvestasi dalam pendidikan dan penelitian) adalah penting untuk pembangunan masa depan Indonesia itu. Sesi ini dapat mencakup topik seperti mengapa pengetahuan adalah penting, keadaan saat ini investasi Indonesia dalam penelitian dan sumber daya manusia, penelitian Indonesia dan sumber daya manusia dalam konteks global.

Desi Anwar dari Metro TV menjadi moderator pada sesi kedua dengan tema ‘Democracy and Debate : The Role of  Knowledge’.    Demokrasi dan perdebatan peran pengetahuan adalah untuk memajukan diskusi tentang mengapa khowledge (berinvestasi dalam pendidikan dan penelitian sangat penting bagi masa depan pembangunan Indonesia, peran negara sebagai bagian dari proses pembuatan kebijakan di Indonesia, peran negara di dunia penelitian, mengapa penelitian ini penting dalam pembuatan kebijakan, dan contoh bagaimana pengetahuan telah digunakan untuk menginformasikan pembuatan kebijakan.

Pada sesi acara hiburan ditampilkan atraksi menarik dari komunitas Saung Angklung Udjo. Seluruh peserta turut serta bermain angklung dan ’suprais’ … angklung yang digunakan saat bermain boleh di bawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Hari kedua dan ketiga dilanjutkan dengan workshop bertema ‘The Knowledge Sector : Developing Influential Think Tank at A Glance’. Para penyaji internasional berbagi pengalaman tentang perkembangan pendidikan dan penelitian di negara masing-masing. Hasil diskusi bersama selama tiga hari dituangkan dalam bentuk gambar grafis yang sangat menarik. Selain penyaji internasional, tampil juga teman-teman dari Warsi, Fitra, Smeru, Akatiga, LP3ES, UGM, CSIS, Pattiro, dan Mitra Samya.

Aku, berpose sejenak di depan hasil karya Deni dari Grid. Sebagai salah satu peserta yang diundang AusAID mewakili Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon bersama Nurul Huda

Sesi berbagi di fasilitasi agar muncul ide-ide dari para peserta tentang bagaimana sektor pengetahuan dapat memiliki posisi yang kuat dalam proses pembuatan kebijakan publik. salah satu sesi adalah penampilan masing-masing kelompok dengan desain baju / kostum yang mencerminkan nilai-nilai yang akan diusung seperti kerjasama, keandalan, partisipasi, independen, mandiri, tahan banting, sukarela, konsistensi, stategi unik, riset mumpuni, dukungan masyarakat, saling menguatkan, berjejaring, dan berbasis pengetahuan lokal.

Presentasi Warsi tentang penelitian suku anak dalam di Jambi.

Antonia Mutoro dari IPAR Rwanda berbagi pengalaman kepada para peserta workshop. Aku berkesempatan memberi Antonia hadiah buku yang ku tulis bersama tiga teman-teman peneliti Fahmina Institute berjudul Bukan Kota Wali.

Prof. Arun Mahizhnan dari IPS Singapura menyampaikan pengalamannya dalam bidang penelitian kepada peserta workshop. Arun juga memberikan motivasi agar organisasi penelitian di Indonesia melek teknologi informasi seperti dengan membuat web atau memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, dan lain sebagainya selain tetap menggunakan media utama seperti surat kabar, majalah, atau buku.

Peserta konferensi dan workshop sebelum berpisah menyempatkan diri untuk berpose bersama. ‘Keep smile and see you again’ …

Community Participation-Based Research Training

Standar
Community participation-based research training

“Bu … punya anak gadis di rumah?” Pertanyaan pembuka yang menggelitik dan juga ampuh sebagai pendekatan komunikasi antara peneliti lapangan dengan warga.

Pengalaman nyata ini dialami oleh seorang dosen ISIF (Institut Studi Islam Fahmina) Cirebon yang sedang menjalani tugas sebagai peserta Short Course Partisipatory Action Research (SC PAR) 2012 di Desa Cigugur – Kuningan Jawa Barat. Sarip, SH membuka dialog akrab dengan warga yang menjadi target penelitian memang membutuhkan skill comunication yang khas, unik, dan membumi. Tugas field work untuk mendapatkan data yang diingkan bukanlah sesuatu yang mudah. Fasilitator SC PAR adalah Mahrus El-Mawa, MA dari ISIF Cirebon dan Koordinator fasilitator Ahmad Mahmudi dari Insist Yogyakarta

Demikian juga pengalaman seorang dosen STAIN Samarinda Kalimantan Timur yang mencoba berbagai pendekatan komunikasi agar dapat berakrab-ria dengan warga. Inayah, MA berusaha menguasai beberapa kosa kata bahasa sunda seperti ‘kumaha damang ?’ ’sumuhun’, ‘parantos’ ‘hatur nuhun’, ‘mangga’ sebagai perekat komunikasi. Lain dengan Sarip, SH yang harus ikut terjun ke sawahpun dilakoninya agar bisa berbincang dengan petani tentang permasalahan pengairan di desanya.

Peserta pelatihan diantaranya adalah Inayah, MA (tengah) dan peserta SC PAR 2012 lainnya sedang mempersiapkan presentasi hasil field work

Aku sedang meninjau kegiatan di temani panitia Farida Mahri, Asih Widiyowati, Alifatul Arifiati, dan Alimah.

‘Ini bukan soal buku, ini soal lapangan’, tutur Ahmad Mahmudi berulang kali. Peneliti senior di Insist Yogyakarta yang menemani 25 peserta pelatihan dari PTAI seluruh Indonesia. Hal mendasar yang membedakan penelitian positivistic dengan PAR adalah seorang peneliti harus menggunakan semua inderanya dan life in (hidup bersama warga) di lingkungan yang sedang ditelitinya. Buku digunakan sebagai rerefensi pembanding : sedangkan teori yang sebenarnya adalah praktik / kenyataan yang terjadi di lapangan.

Sekilas  Desa Cigugur – Kuningan

Aku berkesempatan menjadi peninjau kegiatan SC PAR 2012 di sebuah desa di kaki gunung Ciremai. Pusat kegiatan berlangsung di Paseban Tri Panca Tunggal yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Lokasi yang asri, nyaman, sejuk, segar, dan tenang membuat saya juga para peserta betah dan tak bosan mengikuti beragam kegiatan yang padat. Peserta yang berjumlah 25 orang tinggal di rumah-rumah warga. Selama 2,5 bulan mereka melakukan berbagai aktifitas terkait PAR.

Suasana cottage di tepi situ Paseban

Pemandangan indah memberi nuansa tersendiri terutama semangat bagi peserta juga panitia

Pintu utama Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur – Kuningan yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional

Kolam teratai yang dihiasi ornamen cantik di dalamnya terdapat ikan kancra hideung (ikan mas hitam) yang serupa dengan ikan di balong Cigugur, balong dalem Jalaksana, balong Cibulan, balong Linggarjati (semuanya kolam alam di kaki gunung Ciremai)

Lelamah atau aula besar tempat peserta dan panitia berkumpul berbagi hasil temuan lapangan

Desa Cigugur – Kuningan adalah contoh nyata penerapan kerukunan beragama dalam kehidupan bermasyarakat, sejak jaman awal Indonesia merdeka. Hal ini diungkapkan oleh Hj. Tuti Sulastri, SH. MH dosen di Unswagati Cirebon yang juga cucu dari Kuwu Cigugur Bapak Rongkah Sastrasasmita. Lekat dalam ingatannya betapa rukun dan damai kehidupan di desa Cigugur saat ia kanak-kanak (sekitar 60 tahun yang lalu). Warga beragama Islam bertetangga dengan warga beragama Kristen juga warga penganut kepercayaan berdampingan saling bahu membahu dan tolong menolong. Bila ada salah seorang warga mendirikan rumah, maka gotong royong dilaksanakan tanpa melihat agama. Persaudaraan tetap terjaga, terutama saat ada warga yang terkena musibah seperti kematian. Terbukti, di pemakaman warga dekat Balai Desa tidak ada pemisah antara makam Islam dan Kristen.

Hal senada diungkapkan oleh Rama Pangeran Djatikusumah cucu dari Pangeran Madrais yang sekarang menjadi Pengurus Cagar Budaya Nasional mengatakan bahwa warga Cigugur adalah teladan kebhinekaan di Indonesia. Pesannya, ‘Janganlah usik kerukunan kami di sini … Kami telah merasakan damainya hidup berdampingan tanpa ada gesekan akibat perbedaan agama dan kepercayaan.’

Sekilas : Apa Itu Partisipasi?

Pendekatan pembangunan partisipatoris harus mulai dengan orang-orang yang paling mengetahui tentang sistem kehidupan mereka sendiri. Pendekatan ini harus menilai dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka, dan memberikan sarana yang perlu bagi mereka supaya dapat mengembangkan diri. Ini memerlukan perombakan dalam seluruh praktik dan pemikiran, di samping bantuan pembangunan. Ringkasnya diperlukan suatu paradigma baru. (J. Pretty dan Guijt, 1992 : 23)

Mampir membaca artikel menarik lainnya di sini:

Small Retail Store Design and Layout

Kaizen Five Step : 5S

Standar

Kai berarti perubahan dan Zen berarti baik. Kaizen adalah istilah bahasa Jepang terhadap konsep continous incremental improvement. Jadi, Kaizen mengandung pengertian melakukan perubahan agar lebih baik secara terus menerus dan tiada berkesudahan.

Prinsip yang berlaku adalah good enough is never good enough. Masaaki Imai memberikan rencana lima langkah ‘Kaizen five step plan’ yaitu : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke.

Langkah pertama : Seiri (mengatur atau membereskan). Langkah ini bertujuan memisahkan antara yang perlu dan tidak perlu serta membuang atau menyingkirkan yang tidak perlu. Yuk! Cek kembali surat atau dokumen di laci anda. Buka kembali file holder dan tas kerja anda. Juga periksa sistem data file di komputer jinjing dan personal komputer kantor anda. Adakah yang sudah tak perlu ladi disimpan, atau salah penempatan, bahkan perlu anda buang ?

Langkah kedua : Seiton (menyimpan dengan teratur). Periksa dan letakkan dengan benar alat dan material yang harus anda simpan. Tempatkan dengan tepat dan teratur sehingga saat dibutuhkan anda dapat dengan mudah menemukannya. Oya … hal ini berlaku juga untuk lemari pakaian anda. Jika memungkinkan di akhir pekan susun kembali segala peralatan dapur anda. Tak lupa garasi beserta segala pernik kendaraan, tata kembali dengan teratur. Ajak anak anda untuk menyimpan dengan tepat peralatan dan baju sekolahnya.

Langkah ketiga : Seiso (membersihkan). Peliharalah kebersihan tempat kerja, rumah, lingkungan anda sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan efisien.

Langkah keempat : Seiketsu (kebersihan pribadi). Bila lingkungan sudah bersih … tentu kebersihan diri adalah hal utama yang harus anda perhatikan. Di tempat kerja, biasakanlah agar anda terlihat bersih dan rapi sehingga memiliki penampilan yang mencerminkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas kerja. Begitupun anda di rumah tetap harus terlihat bersih dan rapi, bukan ?

Langkah kelima : Shitsuke (disiplin). Nah … langkah ini mencakup ketaatan terhadap prosedur kerja yang baku. tentu hal ini membutuhkan disiplin pribadi. Di tempat kerja, di rumah, maupun di lingkungan tempat anda tinggal, disiplin adalah hal penting yang harus terus dijaga. Sehingga langkah 1-4 dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik secara terus menerus : bukan angin-anginan.

Sistem nilai Kaizen yang dapat anda terapkan di tempat kerja berupa Kaizen Umbrella terdiri dari : (1) fokus pada pelanggan; (2) pengendalian kualitas terpadu; (3) robotik; (4) gugus kendali kualitas; (5) sistem saran; (6) otomatisasi; (7) disiplin di tempat kerja; (8) pemeliharaan produktivitas terpadu; (9) kanban; (10) penyempurnaan kualitas; (11) tepat waktu; (12) tanpa cacat; (13) aktivitas kelompok kecil; (14) hubungan kerja sama karyawan-manajemen; (15) pengembangan produk baru.

Kaizen (改善) merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna “perbaikan berkesinambungan”. Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus.

Dari Kaizen Menjadi Lean Innovation (1)

Baca juga link berikut:

Introduction To TQM

Standar

Total Quality Management

Goetsch dan Davis (1994) membuat definisi mengenai kualitas yaitu : kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

TQM menurut Santosa (1992) merupakan system manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.

TQ approach hanya dapat dicapai dengan memperhatikan karakteristik TQM berikut : (1) Fokus pada pelanggan; (2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas; (3) Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah; (4) Memiliki komitmen jangka panjang; (5) Membutuhkan kerja sama tim; (6) Memperbaiki proses secara berkesinambungan; (7)  Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan; (8) Memberikan kebebasan yang terkendali; (9) Memiliki kesatuan tujuan; (10) Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.

Jepang sebagai Negara industry terkemuka di Asia menemukan strategi-strategi untuk menciptakan revolusi dalam kualitas, beberapa diantaranya : (1) Para manajer tingkat atas secara personal mengambil alih pimpinan revolusi tersebut; (2) Semua level dan fungsi manjalani pelatihan untuk mengelola kualitas; (3) Perbaikan kualitas dilakukan dengan revolusioner dan terus menerus; (4) Tenaga kerja dilibatkan dalam perbaikan kualitas melalui konsep pengendalian kualitas.

Dimensi kualitas dalam produk manufacture / barang industry :

1. Kinerja (performance) karakteristik operasi pokok dari produk inti;

2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (feature) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap;

3. Kehandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai;

4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya;

5. Daya tahan (durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan;

6. Serviceability meliputi kecepatan, kompetisi, kenyamanan, mudah direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan;

7. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera;

8. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.

Zeithaml, Berry, dan Prasuraman (1985) mengidentifikasikan lima kelompok karakteristik yang digunakan oleh pelanggan dalam mengevaluasi kualitas jasa :

1. Bukti langsung (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi;

2. Kehandalan (reliability), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan;

3. Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap;

4. Jaminan (assurance), mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya risiko atau keragu-raguan;

5. Empati (emphaty) meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, dan memahamai kebutuhan para pelanggan.

Sumber: https://valueconsulttraining.com/

Kegiatan TQM disebut penelitian berbasis (Ardestani dan Amirzadeh 2014) yang Elemen TQM menurut ISO 9000:

  1. Manajemen Kepemimpinan
  2. Pendekatan fakta-berbasis untuk pengambilan keputusan
  3. Manajemen karyawan
  4. Pendekatan sistem untuk manajemen
  5. Manajemen provider
  6. Manajemen proses
  7. Orientasi pelanggan
  8. Perbaikan terus-menerus.

Simak juga artikel menarik lainnya di link berikut:

Introduction to International Business

Standar

Bisnis Internasional

Mahasiswa telah mencoba membuka, membaca dan mempelajari beberapa perusahaan multinasional melalui media internet seperti :  (Cocacola, Guess, Nike, KFC, Shell, Apel, Toshiba, Sony, VW, Honda, Seiko, Carrefour, Sogo, Google, FedEx, Nestle, Nokia, Nexian, Samsung, BMW, P&G, Aqua, Hilton Hotel, Citibank, Adidas, Ferrari,dsb).

• Hakikat Bisnis Internasional

Dunia kini menghadapi era globalisasi sebagai akibat makin banyak Negara melaksanakan liberalisasi dan reformasi ekonomi yang ditunjang oleh majunya teknologi komunikasi dan transportasi.

Bentuk kerjasama dan bisnis Internasional yang ada saat ini diantaranya :

1, Kerjasama multilateral yaitu kesepakatan GATT (General Agreement on Tariff and Trade) tanggal 15 April 1994 menghasilkan keputusan penting menyangkut pembentukan WTO ( World Trade Organization) pada tanggal 1 Januari 1995 dan rencana liberalisasi perdagangan. Terkait hal ini, maka dunia usaha pun harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya agar dapat bersaing dengan produk sejenis dan produk substitusi dari seluruh penjuru dunia.

2. Kerjasama regional

(a) Masyarakat Eropa (European Community)

(b) NAFTA (North American Free Trade Area)

(c) APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) didirikan November 1989 dan memiliki 18 negara anggota. Berdasarkan deklarasi Bogor, akan diciptakan perdagangan yang bebas dan terbuka di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2020. Sasaran Negara maju pada tahun 2010 dan Negara berkembang tahun 2020. Indonesia termasuk Negara berkembang, tinggal 10 tahun lagi menghadapi era keterbukaan yang penuh tantangan itu. Siapkah kita ?

(3) Kerjasama pengembangan sub-regional seperti SIJORI antar Negara ASEAN.

Gejala yang mewarnai era bisnis dan perdagangan di masa datang adalah semakin kuatnya blok perdagangan, pudarnya paham marxisme, tergesernya Amerika Serikat sebagai lokomotif ekonomi oleh Jepang dan Cina, berakhirnya perang dingin antara Uni Sovet dan AS, kejatuhan ekonomi di Negara Eropa, tahun 1998 Indonesia dilanda krisis moneter, AS saat ini sedang mengalami guncangan ekonomi / keterpurukan ekonomi akibat banyaknya kredit macet di sektor property dan mulai tumbangnya paham ekonomi kapitalis. Lalu … masa datang system ekonomi seperti apa yang mampu mengusung nilai-nilai kesejahteraan yang sejati, tanpa harus berlaku curang atau dzalim kepada sesame, tanpa harus menindas Negara / bangsa lain : system ekonomi yang adil dan setara / egaliter, penuh tanggung jawab dan mengedepankan etika terutama kejujuran. Adakah ?

• Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional

Faktor yang mendorong bisnis Internasional diantaranya : (a) market driver; (b) cost driver; (c) government driver; (d) competitive driver; (5) faktor lain.

Market driver tergantung pada aspek perilaku konsumen, sturktur saluran distribusi, dan sifat pemasaran dalam industri yang bersangkutan. Contoh : meningkatnya arus wisatawan asing dan perjalanan antar Negara, konsumen dengan gaya hidup yang berubah seperti orang Prancis menyukai McDonald’s made in AS, dan orang AS menyukai shabu-shabu Hoka-hoka Bento made in Jepang.

Cost driver bergantung pada aspek ekonomi dunia bisnis seperti inovasi teknologi yang semakin cepat, kemajuan dalam transportasi, munculnya NIC (newly industrializing countries) dengan kapabilitas yang produktif dan biaya tenaga kerja yang murah misalnya, cina, Taiwan, Vietnam, dan Thailand.

Government driver tergantung pada tindakan pemerintah seperti hambatan tariff, pengurangan hambatan non-tarif, pembentukan blok perdagangan, berkurangnya peranan pemerintah.

Competitive driver tergantung pada tindakan pesaing seperti peningkatan level perdagangan dunia, semakin banyaknya Negara yang menjadi kunci kompetisi seperti Jepang dan Korea, semakin bertambahnya jumlah perusahaan yang dimiliki pihak asing, muncul pesaing baru dalam bidang industry otomotif dan elektronik, tumbuhnya jaringan global, muncul global strategic alliances, dan perusahaan bersifat globally centered.

Faktor lain diantaranya adalah revolusi dalam informasi dan komunikasi, globalisasi pasar-pasar financial, dan penyempurnaan dalam bisnis travel.

(Sumber buku Strategi Pemasaran, Fandy Tjiptono penerbit Andi Yogyakarta)

• Tahap-tahap dan Hambatan Memasuki Bisnis Internasional

1. Perusahaan domestic; yaitu perusahaan yang memfokuskan orientasi dan strategi pada pasar, pemasok, dan pesaing domestic;

2. Perusahaan internasional; yaitu perusahaan yang melayani pasar domestic (nasional) di negaranya sendiri dan pasar nasional di Negara lain.

3. Perusahaan multinasional; yaitu perusahaan yang menjual produknya ke banyak Negara dan memperlakukan setiap Negara sebagai pasar tersendiri; karena setiap Negara di anggap unik sehingga untuk melayaninya diperlukan program pemasaran tersendiri dan independen.

4. Perusahaan global; yaitu perusahaan yang memperlakukan dunia sebagai satu pasar. Orientasi bisnis perusahaan global adalah geosentris, yakni menganggap pasar duni memiliki persamaan dan perbedaan, sehingga memungkinkan memanfaatkan strategi global yang memanfaatkan kesamaan yang ada menanggapi perbedaan yang ada.

Alasan untuk Go Internasional and Go Global secara proaktif :1. Untuk memperoleh manfaat tertentu misalnya menarik investor dari luar negeri; 2. Memiliki produk yang unik dan sumber yang tidak ada di Negara lain; 3. Memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi; 4. Informasi ekslusif tentang pasar internasional misalnya sumber bahan mentah baru; 5. Komitmen manajemen untuk terjun ke arena internasional; 6. Memanfaatkan kemudakah regulasi ekspor yang diberikan pemerintah; 7. Memperoleh skala ekonomis dalam produksi; 8. Meningkatkan citra perusahaan; 9. Memperoleh peluang riset misalnya dengan menguji produk di pasar asing; 10. Mengekspor teknologi ke Negara berkembang; 11. Meningkatkan pengaruh politik perusahaan.

Memahami budaya internasional adalah penting. Kebudayaan memiliki karakteristik utama, yaitu dipelajari (tidak terbawa sejak lahir, seperti anggota tubuh atau sifat genetic). Setiap elemen kebudayaan saling berkaitan dam digunakan bersama-sama oleh kelompok kebudayaan tertentu yang mengakibatkan adanya batasan-batasan tertentu yang membedakannya dari kelompok yang lain. Cateiora 1987 membagi unsur-unsur kebudayaan sebagai berikut : 1. Kebudayaan material terdiri dari teknologi dan perekonomian; 2. Lembaga sosial; 3. Kemanusiaan dan universalitas; 4. Estetika; 5. Bahasa.

Sumber: Markey

Kebudayaan selalu berkembang dan berubah sejalan dengan kompleksitas masalah yang dihadapi oleh manusia yang membutuhkan solusi yang lebih baik. Beberapa informasi yang perlu dimiliki bisnisman internasional dalam rangka melakukan analisis budaya suatu Negara, yaitu : 1. Perkembangan atau sejarah singkat suatu Negara; 2. Kondisi geografis, meliputi lokasi, iklim, topografi, sumberdaya, trasportasi, dan sistem komunikasi; 3. Lembaga kemasyarakatan, meliputi sistem kekeluargaan, pendidikan, system politik, hukum, dan organisasi sosial; 4. Sistem kepercayaan, agama, dan estetika; 5. Kondisi kehidupan, meliputi pakaian, perumahan, kesehatan, kondisi kerja, rekreasi, dll.

Baca juga artikel berikut: