Monthly Archives: Oktober 2015

Kenali Gaya Belajar Anak Agar Asyik Menemaninya

Standar

Seorang anak yang sering sekali mendapat nilai 100 untuk pelajaran matematika ditanya. Apa pelajaran di sekolah yang paling kamu sukai ? Kira-kira menurut pembaca apakah jawaban anak tersebut ?

Ya … Aku mencoba memberi tebakan di status facebook kepada teman-teman. Sebagian besar menjawab pastilah anak itu akan menjawab senang pelajaran matematika. He3 … Ternyata bukan! Apa jawabannya ? Anak itu -Maryam Aliyya Al Kindi, Teteh paling senang pelajaran olahraga.

Aku sebagai ibunya mencoba mengingat-ingat adakah ciri-ciri gaya belajar Teteh yang mencerminkankesukaannya pada pelajaran olahraga, walaupun untuk pelajaran matematika dan bahasa sering sekali mendapat nilai 100. Oh … Benar adanya hasil tes kecerdasan majemuk Teteh ternyata menempatkan kecerdasan kinestetik di urutan pertama, lalu di susul kecerdasan visual, matematik, dan bahasa.

Nah … Gaya belajar Teteh juga ternyata cenderung gabungan kinestetik dan visual. Yuk! Kita kenali gaya belajar anak agar dapat optimal menemani mereka belajar dengan menyenangkan.

Ciri-ciri anak dengan gaya belajar kinestetik adalah : berbicara perlahan, tidak terlalu mudah terganggu dengan keributan. Ia belajar melalui praktek, banyak menggunakan isyarat tubuh dan tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama. Cara menghafal dengan berjalan / bergerak dan melihat, jugamenggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca. Sudah pasti menyukai permainan yang menyibukkan.

Gerakan lentur dan lincah adalah ciri pembelajar kinestetik.
Pembelajar visual akan senang melukis dan bermain dengan warna.

Ciri-ciri anak dengan gaya belajar visual adalah : rapi dan teratur, bicara agak cepat. Ia akan mementingkan penampilan dalam berpakaian. Tidak mudah terganggu oleh keributan. Pasti akan mengingat yang dilihat daripada yang didengar, juga lebih suka membaca daripada dibacakan. Ia adalah pembaca cepat dan tekun, seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata. Dan lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato, lebih suka seni daripada musik. Tandai deh, ia sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat.

Kegiatan di alam bebas dan fotografi sangat disukai pembelajar visual

Ciri-ciri anak dengan gaya belajar auditori adalah : saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri dan  mudah terganggu oleh keributan. Ia mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat. Pastinya akan senang membaca dengan keras dan mendengarkan, menggerakkan bibir mereka ketika membaca. Biasanya ia adalah pembicara yang fasih. Dan merasa kesulitan dalam menulis tetapi hebat dalam bercerita. Satu kelemahannya ia tidak terlalu suka menggambar.

Karena Teteh lebih dominan visual kinestetik, maka aku harus memberikan kesempatan belajar yang menyenangkan baginya. Salah satunya adalah bermain lego. Menyusun ratusan bahkan ribuan balok berwarna-warni sangat disukai Teteh.

Menyusun lego adalah kegiatan asyik untuk pembelajar visual – kinestetik.
Buku dengan banyak gambar bisa dimulai untuk menarik minatnya membacanya
Berkuda melatih keseimbangan.
Bersepeda juga baik untuk daya tahan tubuh.
Renang di pantai pastinya mengasyikkan buat pembelajar kinestetik.
Lincah, gesit, dan selalu senang bergerak

Baca juga artikel berikut:

mengajar dengan keteladanan

Standar

Pada masa sekarang, berbagai teori pendidikan diajarkan. Sekolah-sekolah dengan gencar mempromosikan keunggulannya. Namiun, begitu banyak terjadi kekecewaan di tengah-tengah kita -orangtua menjadi tak habis pikir ? Mengapa anak-anak terkesan tidak lagi memiliki tata perilaku atau kepribadian yang baik. Kata-kata yang keluar dari mulut anak-anak kadang di luar dugaan -sangat kasar. Bahkan tindakannya menjurus kepada kriminal.

Sekali lagi … Tanda tanya ? Muncul di benak orangtua.

Wahai orangtua! Tidakkah kita bercermin di waktu sebelum berangkat keperaduan? Tidakkah kita bermuhasabah dipenghujung malam … Apakah kita telah mengajar dengan keteladan kepada anak-anak kita. Ataukah kita telah begitu saja menyerahkan pendidikan anak-anak kepada sekolah dan kita orangtua cuci tangan -berlepas tanggungjawab.

Contohlah suri tedalan utama kita yaitu Rasulullah Saw. Tak ada satu keutamaan yang dianjurkan kecuali beliau lakukan, bahkan mendahului yang lain dalam mengamalkannya. Sebaliknya,tidak ada kejelekan yang dilarang, kecuali beliau orang yang paling jauh darinya.

Dalam buku Muhammad Saw ‘The Super Teacher’ yang disusun oleh Rahmat Hidayat, dijelaskan contoh keteladanan Nabi Saw. yaitu :

Beliau mengajarkan sedekah, beliau sendiri sangat dermawan; Memaafkan orang-orang yang dzalim (kepada beliau); Mengajarkan tawadhu’ (rendah hati), beliau orang yang tawadhu’; Mengajarkan zuhud, beliau orang yang zuhud terhadap dunia; Ikut serta dalam membangun masjid; Ikut serta dalam menggali parit; Mencabut cincin dari emas dan melarang sahabat memakainya; Membawa cucunya di pundaknya ketika shalat.

Semoga kami bisa menjadi orangtua yang mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Mendidik dan mengajar anak-anak dengan keteladanan. Hanya kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana kami memohonkan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah ini, aamiin …

teteh suka renang

Standar

Kemarin Aku dan Teteh -Maryam Aliyya Al Kindi, mengisi waktu akhir pekan dengan berlatih renang di kolam renang Persada Halim Jakarta Timur. Teteh suka sekali ‘nyemplung’ ke air yang jernih dan tambah senang lagi ketika satu persatu teman-teman lesnya datang. Guru les Teteh sudah siap di kolam dan mengajak anak-anak untuk mulai berlatih.

Alhamdulillah … Sekarang Teteh sudah bisa bolak-balik di kolam dalam. Gaya dada sudah bisa dilakukan dengan lancar. Insya Allah setelah gaya dada, Teteh akan berlatih gaya bebas. Sejak kecil memang Teteh senang main air, he3 … malah kadang kalau tak sempat ke kolam renang, di rumah bak cuci pun di isi air penuh-penuh : lalu Teteh berendam dengan asyiknya.

Renang adalah salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah. Tentu banyak faedah di dalam olahraga ini. Anak-anak semenjak kecil latihlah untuk bisa melakukan olahraga renang sebagai salah satu olahraga yang dapat menjadikan badannya sehat, segar, bugar, dan kecerdasan motoriknya menjadi semakin terasah.

siswa smp it albinaa boarding school lulus un 100%

Standar

Alhamdulillah Mas Muhammad Hafizh Haidar Hanif lulus UN SMP pada tahun 2015 dengan nilai sangat baik. Rata-rata  91,50 (Bahasa Indonesia 90,0 ; Bahasa Inggris 96,0 ; Matematika 92,5 ; dana Ilmu Pengetahuan Alam 87,5). Sebagai orangtua tentu sangat bersyukur dan bangga atas prestasi dan hasil belajar Mas selama menempuh pendidikan di SMP Islam Terpadu Al Binaa Pebayuran Bekasi (Al Binaa Islamic Boarding School). Lebih membanggakan lagi karena Mas memperoleh nilai tersebut dengan menjunjung tinggi kejujuran.

Mas mengerjakan soal secara mandiri dan penuh percaya diri. Tak sedikitpun terbersit keinginan berlaku curang alias mencontek. Pesan kejujuran ini selalu aku sampaikan terus menerus seiring kerja cerdas dan ikhtiar kerasnya mempersiapkan diri agar dapat menyelesaikan pendidikan di SMP dengan baik. Para ustadz dan manajemen sekolah juga mempersiapkan para siswa untuk percaya kepada kemapuan sendiri dan berlaku jujur dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Sekolah tempat Mas belajar juga ternyata tidak melulu berorientasi asal lulus UN. Beberapa pertemuan antara manajemen sekolah yang diwakili kepala sekolah bersama orangtua siswa, sangat ditekankan bahwa pendidikan adalah sebuah proses. Nilai akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Para siswa juga dibimbing agar mampu menjadi manusia cerdas yang berakhlak mulia. Berbagai program disusun agar mereka memiliki keimanan, ketaqwaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelindan tak terpisahkan. Ah … rasanya senang mendengar dan mendapatkan informasi sedemikian. Saat dibanyak tempat nilai adalah satu-satunya tujuan. Lalu kejujuran di abaikan dan dipojokkan di ruang berdebu. Kecuranganpun diambil sebagai jalan pintas agar nampak keberhasilan semu.  Apakah harus begitu ?!

Tentu tidak! Kalau bisa jujur kenapa harus curang ?!

Sebagai informasi tambahan untuk tahun ajaran 2015 ini Hasil Ujian Nasional diterbitkan dalam lembar negara berupa ‘Sertifikat Hasil Ujian Nasional / SHUN’. Di halaman muka ada data siswa dengan nilai ujian yang diperolehnya. Juga ada kategori nilai dan ada kolom rerata nilai UN tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional. Nah … Data yang aku dapatkan di lembar SHUN Mas adalah sebagai berikut :rerata Kabupaten Bekasi Bahasa Indonesia 65,74, Provinsi Jawa Barat 68,03 dan Nasional 71,06; sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris berturut-turut reratanya adalah 53, 69 di tingkat Kabupaten Bekasi, 55,69 Provinsi Jawa Barat dan Nasional 60,01.

Berikutnya adalah mata pelajaran Matematik di tingkat Kabupaten Bekasi rerata sebesar 51,08, Provinsi Jawa Barat 62, 84, dan Nasional 56,28, Terakhir mata pelajaran IPA adalah 54,38 untuk tingkat Kabupaten Bekasi, 55,77 Provinsi Jawa Barat dan 59,88 Nasional.

Melihat data di atas, kesimpulan atas rerata nilai UN SMP Kabupaten Bekasi tinggal dari seluruh mata pelajaran semuanya di abwah nilai rerata tingkat Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Begitu pula dapat dilihat bahwa Provinsi Jawa Barat seluruh mata pelajaran berada di bawah rerata Nasional. Ada apa ini ? … Apakah kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi khususnya dan juga di Provinsi Jawa Barat memang berada di bawah kualitas Nasional ? atau adakah kesimpulan lain ? Mungkin para ahli pendidikan dasar menengah bisa menganalisanya, dan mendapatkan solusi terbaik untuk masa yang akan datang.

Sekali lagi … Prinsipku dalam mendidik anak adalah bahwa proses jauh lebih penting dijalankan dengan sebaik-baiknya. Potensi bakat dan minat anak haruslah berkembang dengan optimal, Bukahkah kecerdasan anak tidak sama rata : masing-masing anak adalah unik. Bukti nyata aku alami bersama Mas. Alhamdulillah … Berkat karunia dan kasih sayang Allah Yang Maha Baik lagi Maha Mulia, terbukti bahwa prestasi adalah sebuah akibat dari sebab kerja cerdas dan ikhtiar keras. Belajar penuh semangat. Doa terus dipanjatkan. Bila nilai didapat dengan kejujuran, rasa syukur sungguh akan terpancar indah. Namun, nilai tinggipun bila didapat dengan kecurangan, rasa apakah yang akan muncul dari lubuk hati terdalam ? Malu! Entahlah … apakah masih ada rasa malu dihadapan Illahi Rabbi Yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar bagi guru, orangtua dan siswa yang melakukan kecurangan ???

Mas bercita-cita menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung : semoga Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana mengabulkannya, aamiin … Sekarang Mas bersekolah di SMA Negeri 14 Jakarta, jurusan MIA.

Kenangan saat belajar di Al Binaa Islamic Boarding School :

mashanif

Mas bersama teman-teman selepas mengikuti workshop jurnalistik.

mashanif1

Mas bersama ustadz dan teman-teman di depan sekolah SMP IT Al Binaa.

mashanif2

Kegiatan lomba ekstrakulikuler diadakan untuk mengembangkan bakat dan minat para siswa. Alhamdulillah … Mas menjadi manajer tim sepakbola kelasnya pun menjadi juara pertama.

mashanif3

Bersama teman-teman sekelas selesai belajar Bahasa Inggris.

mashanif4

Kegiatan penguatan kapasitas kepemimpinan dilaksanakan di Garut. Mas terpilih mewakili sekolah untuk mengajar di sebuah sekolah dasar. Jalan yang ditempuh naik dan turun : benar-benar melatih mental dan ketahanan fisik. Barakallah … Mas bisa melaluinya dengan baik dan tentu saja senang. Kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan pengalaman tak terlupakan.

restoran rumah inggil di kota malang : unik dengan koleksi barang jadul

Standar

Siapa pernah berkunjung ke Kota Malang ? Wah … Belum asyik kalau belum mencicipi kuliner di restoran Rumah Inggil. Aku pada dasarnya sangat suka dengan suasana etnik. Nah … Rumah Inggil memberikan suasana yang ku suka dan menjadikanku betah duduk berlama-lama sambil mengobrol di sini.

Menu yang bervariasi makin membuatku tertarik menelusuri setiap sudut restoran. He3 … Aku ini kan arsitek : bukan ahli kuliner. Jadi yang membuatku tertarik malah pernak-pernik unik koleksi barang jadul. Hayu dinikmati hasil jepretannya. Kalau rasa makanannya mah silahkan dicoba sendiri saja ya …

 

uniknya masjid cut mutia jakarta

Standar

Bila kita shalat di Masjid Cut Mutia Jakarta akan langsung terasa hal unik. Apakah itu ? Ya … Benar! Uniknya adalah arah kiblat di masjid ini tidaklah lurus sesuai dengan arah bangunan. Kira-kira ada kemiringan sekitar 45 derajat ke arah kanan. Mengapa demikian ? Oh … Ternyata dahulu bangunan ini bukanlah sebuah masjid.

Masjid Cut Mutia memiliki gaya arsitektur kolonial. Bangunan dengan dinding tebal dan kolom-kolom besar. Atap pun tidak seperti masjid yang berkubah.

Karpet merah yang begitu empuk membuat suasana masjid semakin nyaman untuk shalat maupun berdzikir. Begitupun dengan pengdingin udara yang membuat jamaah betah berlama-lama berada di dalam masjid. Selain shalat wajib, masjid ini memiliki jadwal kajian agama Islam yang terbuka untuk umum. Para pemateri berkompeten dan materi yang berkualitas dapat meningkatkan pemahaman umat Islam sehingga semakin tinggi keimanannya.

masjid istiqlal : wujud kejayaan islam dan toleransi beragama di indonesia

Standar

Masha Allah … Saat aku mengikuti sebuah acara di Masjid Istiqlal Jakarta Indonesia begitu luarbiasa banyaknya jamaah -umat Islam yang hadir memadati ruangan utama masjid hingga lantai kelima pun penuh. Masjid Istiqlal begitu megah dibangun di masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Keindahan Masjid Istiqlal tidak hanya pada gaya arsitektur dan kecanggihan struktur bangunan. Hal paling berkesan yang aku rasakan ketika berada di Masjid Istiqlal adalah landscape atau tata letak bangunan yang saling berhubungan erat dengan bangunan-bangunan monumental di sekitarnya. Dari sebuah relung di selasar masjid, aku bisa mendapatkan sebuah view – pemandangan indah bangunan gereja Katedral milik umat Kathollik. Di sisi bangunan lain, tampak Monumen Nasional begitu gagah menjulang terlihat jelas.

Di bulan Ramadhan, kami sekeluarga juga sangat senang melakukan itikaf di Masjid Isiqlal. Suasana kesyahduan dan kekhusyukan sangat terasa. Anak-anak pun gembira bisa berbuka bersama di koridor – selasar masjid yang mengelilingi halaman dalam masjid yang begitu luas.

Lain kesempatan, aku berjumpa dengan serombongan warganegara asing -sepertinya bukan muslim sedang berjalan-jalan berkeliling masjid dan didampingi oleh pengurus masjid. Mereka terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari pemandu. Alhamdulillah … terasa damai karena saling menghargai dan saling menghormati antar umat beragama menjadikan bangsa Indonesia kuat dan bermartabat.

semalam di medan : menikmati keindahan masjid raya medan

Standar

Bertandang ke Kota Medan tentu tidak afdol bila tidak mendatangi Masjid Raya Medan. Keindahannya terkenal tidak hanya di dalam negeri, juga hingga mancanegara. Arsitektur perpaduan Timur Tengah dan Indida terasa kental baik di bagian luar masjid maupun di bagian dalam masjid.

Halaman yang luas beralaskan rumput menjadi tempat yang nyaman sebagai tempat shalat berjamaah di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sedangkan bagian dalam masjid yang sejuk, nyaman, dan tentu saja sangat artistik dengan hiasan berbagai ornamen yang bernilai arsitektur tinggi.

 

Masjid Raya Medan dibangun tahun 1906 oleh Sultan Makmun ar-Rasyid Perkasa Alam. Lantai dari ubin dan jendelanya bermotif geometris pada hiasan kacanya. Tiangnya ada yang berbentuk lengkungan yang dihiasi dengan ukiran berbentuk daun dan bunga yang disebut corak Arabesque. Dinding masjid juga berukir. Keindahannya tampak juga pada pintu gerbang dan menaranya yang terpisah dari bangunan induk, mengikuti gaya bangunan menara Mesir.

kisah perempuan penghafal al quran yang inspiratif

Standar

Ketika keluarga kami sangat ingin mampu menghafal Al Quran, dengan hidayah dan karunia Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kami sedikit-sedikit mulai menghafal satu-dua ayat … satu-dua surat pendek. Semangat kami akan menjadi berlipat ketika hadir kisah-kisah inspiratif dari para penghafal Al Quran,

Kisah perempuan penghafal Al Quran yang inspiratif ini sangatlah menyentuh hatiku. Betapa tidak ? … Alma seorang hafidzah adalah mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Kota Cirebon dengan tujuh orang anak. Usia sekitar 35 tahun.  Sehari-hari dia berjualan roti bakar di depan rumahnya yang sederhana untuk menopang ekonomi keluarga . Di sore hari, ia mengabdikan dirinya mengajar mengaji Al Quran untuk anak-anak sekitar rumahnya. Suaminya sendiri pekerja serabutan

Apa yang menjadikan dirinya istimewa, bukanlah soal kesederhanaannya. Tetapi semangatnya untuk belajar yang luar biasa. Dia bertekad menjadi perempuan yang maju, untuk itu dia memutuskan kuliah di jurusan ilmu Al’Qur’an dan Tafsir di ISIF Cirebon.

Perjalanan menuju kampus bukanlah perkara gampang. Dia harus menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer dari desanya di Plumbon ke kampus di Majasem. Berganti angkutan kota dua kali. Belum ditambah lagi, dia harus berjalan kaki dari rumah sampai jalan raya untuk mendapatkan angkutan kota. Kadang anaknya yang terkecilpun harus diajak karena di rumah tak ada yang menjaga.

Alma … Mahasiswa bersahaja dengan segunung semangat. Tak putus asa menjalani hidupnya, berbagai kerumitan, kelelahan perjalanan, juga mengurus anak-anaknya. Tak luput dia adalah penopang ekonomi keluarga. Ketegarannya pun sesring diuji dengan adanya cemoohan tetangga sekitar yang tidak menyakini dia akan berhasil menjalani kuliahnya. Bahkan ada yang mengatakan kuliah  itu tidak bermanfaat bagi orang kecil di kampung apalagi dia perempuan.

Seorang teman dosen Mba Farida Mahri menuliskannya di status Facebook : ‘Suatu kali ini Alma ke kampus dengan membawa anaknya. Dia menyerahkan laporan kegiatan pengabdian masyarakat yang  dilakukannya. Kegiatan selama dua bulan penuh dijalaninya tanpa lelah. Bersepeda ontel ke lokasi pengabdian hampir setiap hari. Kegiatan ini ingin diteruskannya sekaligus menjadi penelitian bagi skirpsinya kelak’.

Aku sungguh malu. Beragam fasilitas aku miliki, namun kadang rasa enggan melingkupi. Bercermin kepada Alma semoga tak ada lagi kata pantang menyerah.

Aku berharap sangat semoga ada Alma-alma yang lain. Perempuan-perempuan tangguh nan gigih yang tak kenal putus asa untuk kemajuan hidupnya serta bermanfaat bagi sesama. Semoga Allah Yang Maha Adil lagi Maha bijaksana selalu memberikan karunia-Nya, aamiin ….

 
Masjid At Takwa Kota Cirebon : salah satu tempat yang memfasilitasi anak-anak yang ingin belajar Al Quran.