Monthly Archives: April 2014

Museum Gula Klaten, Pabriknya Masih Hidup Sejak 1884

Standar

Liburan sekolah tak melulu nonton televisi dan main game online. Salah satu tempat menarik di Klaten Jawa Tengah yang patut dikunjungi adalah Museum Gula Gondang Winagoen. Bisa dikatakan museum hidup loh …  Sebab, pabrik gula di lokasi ini masih beroperasi sebagaimana mestinya dan pengunjung dipersilahkan melihat secara langsung proses pembuatan gula.

Ketiga anakku Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi, Muhammad Hafizh Haidar Hanif, dan Maryam Aliyya Al Kindi bersama sepupu mereka menikmati jalan-jalan asyik di museum gula.

1309860144708652177

13098605551349746873

Perjalanan dari Solo kurang lebih satu jam sampailah kami di pelataran parkir yang sejuk. Sebuah pohon beringin besar menaungi mobil kami sehingga tak kepanasan. Kami langsung berfoto di depan lokomotif yang dipajang persis di depan museum gula. Lalu kami memasuki pabrik gula untuk mengetahui proses pembuatan gula. Wah … ternyata panjang ya … dan butuh waktu agar tebu bisa menjadi gula pasir.

1309860296407783460

Setelah puas menikmati bagian dalam pabrik gula, kami menuju ruang pamer benda-benda peninggalan yang usianya sudah ratusan tahun. Tak lupa kami mampir di toko suvenir dan menikmati teh poci dengan gula ditemani pisang goreng hangat. Mmm … sedapnya …

1309860509358581127

car free day solo

Standar

Wow … di CFD Solo memang beda! Sebagai kota budaya dengan slogan keren ‘Solo the Spririt of  Java’, aku dapat menikmati tarian dan kereta kencana khas solo. Car Free Day Solo yang mengasyikan pernah di tulis oleh kompasianer Niken S (seorang wartawati) dan menginspirasiku untuk membuat jadwal liburan bertepatan dengan minggu terakhir di bulan Juni 2011. Sama seperti di Jakarta. Namun, tentu tak sama dalam rasa dan nuansa.

13098614641047015835

Rumah keluarga di Solo ada di kawasan alun-alun Selatan, tepatnya dekat soto Gading yang terkenal itu loh! Nah … dari sana anak-anak bersama ayahnya bersepeda menuju jalan Slamet Riyadi yang ditutup selama empat jam (dari pukul 06.00 – 10.00 WIB) untuk digunakan para pesepeda dan pejalan kaki.

Udara sejuk mengiringi perjalanan melintasi alun-alun yang terkenal karena ada kandang kebo bule dan kereta jenazah. Pintu gerbang keraton yang megah berwarna biru membuat suasana sepertinya kembali ke masa lalu. (eh … tengok ke kanan deh! dipojokan ada penjual nasi liwet enak dan murah sebungkus hanya Rp. 4.000,-. Duduk lesehan sebentar menikmati sarapan khas Solo agar kuat mengayuh sepeda).

13098618852093870245

Sebuah panggung di buat di Ngarsopuro untuk menampilkan beragam atraksi menarik seperti tarian, drumband anak-anak, dan lagu-lagu.

1309861822546365348

Kami beristirahat di depan Keraton Mangkunegaran. Ada sebuah hotel yang memiliki desain unik dan menarik. Trotoar di sepanjang jalan ini juga sangat lebar, bersih, dan sejuk karena ditanami pohon-pohon besar. Lebih asyik lagi kami bisa duduk santai di kursi yang lingkari batang pohon. Aku dan Kindi berboncengan sepeda menuju pasar antik (sayangnya belum buka). Halamannya yang nyaman digunakan oleh sekelompok ibu-ibu untuk melakukan senam pagi.

13098618431791970857

Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi dan Maryam Aliyya Al Kindi menikmati sepeda ontel di car free day Solo.

Tontonan menarik lainnya adalah tampilnya beragam komunitas seperti pencinta reptil (ada yang bawa ular besar sekali …) ada juga komunitas pencinta anjing dan tentu sepeda ontel. Kembali ke rumah, kami melewati alun-alun Utara dan menikmati indahnya bangunan masjid Agung serta Keraton Kasunanan. Sungguh asyik CFD di Solo, tak terlupakan deh!

 

Uji Nyali di Tawangmangu

Standar

Mau mencoba bergelantungan ala ‘flyingfox’ sambil memandangi indahnya hutan pinus?! Atau bergaya keren di atas ATV sambil menghirup segarnya udara pegunungan. Nah … ikuti juga uji nyali di jembatan tali dan panjat dinding batu sambil mendengar nyanyian burung. Oya … melompatlah setinggi-tingginya di atas trampolin sambil merasakan usapan lembut angin nan sejuk. Boleh juga berkuda sambil menikmati pemandangan sawah dan kebun strawberry sepanjang jalan setapak.

13098740881009421295

Rutinitas pekerjaan di Jakarta sejenak dapat dilupakan. Berganti dengan suasana riang dan gembira. Anak-anak juga dapat bergerak bebas dan lepas. Didukung oleh peralatan outbond yang lengkap dan harga yang terjangkau. Hanif asyik bergelantungan di ‘flyingfox’ sambil berteriak girang … aaahhh … lihatlah! di latar belakang hutan pinus yang rimbun dan hijau menyejukkan mata.

13098742322137344274

Maryam Aliyya Al Kindi suka sekali melompat tinggi di atas trampolin. Mula-mula dia minta dipegangi tangannya, lama-lama keberaniaannya muncul bahkan tampak bangga dan senang dengan berbagai gaya. Melompat … hap! … hap! … Ayo … Kindi, kamu pasti bisa. Aku memberi semangat dan bertepuk tangan saat dia menunjukkan gaya kerennya. Kaos bertuliskan Solo the Spirit of Java yang dikenakan Kindi, aku beli di PGS (masih banyak koleksi kaos yang menarik dan murah loh!)

13098744581495847465

Muhammad Hafizh Haidar Hanif memilih menunggang kuda menuju perkemahan di jalan setapak sambil melihat petani berkebun strawberry. Kabut di langit hutan pinus terlihat eksotik dan menarik. Ada beberapa penjual buah strawberry dan jeruk ‘baby’ pacitan. Coba deh! beli sekotak strawberry segar … dan nikmati manisnya jeruk. Badan menjadi lebih segar loh!

1309874710649327877

Uji nyali di atas seutas tali di hutan Pinus Tawangmangu memiliki sensasi tersendiri. Walau hati deg-degan, Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi terus meniti dengan semangat sampai di ujung dan hoooreee … berhasil! Selamat ya … dilanjutkan memanjat dinding batu … mmm … hebat! Lumayan, aktifitas ini menguras keringat dan tentu saja memompa adrenalin …

1309874934523400612

Bila ingin menginap di Tawangmangu, banyak ditawarkan villa atau hotel salah satunya adalah villa Hanif persis di sebelah lokasi outbond. Ha … ha … ha … Hanif senang dan bangga berfoto di depan villa yang bernama sama dengan dirinya. Ayo! silahkan mampir dan menginap di sini …

13098752471593205544

Tawangmangu Gayatri Outbond adalah tempat yang menjadi pilihan favorit keluarga untuk berlibur.

Membidik Senyum Soeharto Dan Amien Rais

Standar

Wah… sungguh kenangan yang tak terlupakan. Saat mengikuti Raimuna dan Kanira Nasional tahun 1987  Pramuka Penegak Pandega, aku berkesempatan memotret Pak Harto dan Ibu Tien beserta Ka Kwarnas Mashudi. Jarakku dan beliau hanya sekitar satu meter.

13098760401610450292

Usiaku masih tujuhbelas tahun dan hobi memotret telah merasuki jiwaku sejak usia sepuluh tahun. Ayahku memberi kamera Kodak sebagai hadiah ulangtahun. Lalu saat masuk SMA aku mendapat hadiah kamera Fuji yang kubawa kemanapun pergi. Waktu kuliah aku menenteng kamera Nikon. Kemudian era digital datang, aku dibelikan suami kamera Canon (hilang tertinggal di toilet sebuah mal hiiiksss). Tak lama kemudian ada rezeki aku dibelikan lagi oleh suami tercinta (yang sangat mengerti hobi memotretku ini) sebuah kamera Canon. Sungguh … aku lebih suka menenteng kamera daripada HP atau BB.

13098765511488031023

Salah satu hasil jepretanku tahun 1999. Pak Amien dan Ibu Kus dengan anak pertamaku (saat usia tiga tahun) sebelum menunaikan shalat jumat di masjid Teja Suar Cirebon.

Senyum …

Ya … senyum Pak Harto dan Pak Amien di balik lensa kameraku itu membuatku menghormati mereka. Manusia tak ada yang sempurna. Pak Amien salah satu tokoh reformasi (malah disebutkan sebagai lokomotif reformasi) yang berhasil menghentikan era orde baru. Pak Harto adalah presiden terlama Republik Indonesia yang berkuasa selama hampir 32 tahun dan lengser berkat gerakan reformasi.

andai einstein ikut ujian nasional

Standar

Bisa jadi, Einstein mikir cenat-cenut … apalagi kalau diminta memikirkan beragam masalah di negeri zamrud katulistiwa ini.

Dulu … Einstein dianggap anak bodoh oleh gurunya. Beruntung, Einstein dilahirkan oleh ibunda tercinta yang tetap setia mendampingi Einstein dan tetap memberi semangat …  ‘Ayo! Einstein … kamu anak hebat, pintar, dan pasti bisa!’

Saat ini, ada orangtua rela merogoh kantong dalam-dalam (berjuta-juta rupiah) agar nilau ujian nasional anaknya di atas sembilan dengan dikatrol.  Lalu, disebuah sekolah favorit (katanya … he3 … untung aku tidak termasuk yang menganggap favorit) ada kursi yang diperjual belikan bukan didapat karena nilai ujian nasional yang memenuhi ‘passing grade’. Ada lagi … anak-anak yang diajari rumus mencontek masal (he3 … bukannya diajari rumus kejujuran).

Bukankah kejadian itu menunjukkan orangtua (juga guru dan penyelenggara pendidikan) menganggap anak-anak itu bodoh?!  Sehingga tidak percaya kepada kerja cerdas, usaha keras, semangat juang, dan pantang menyerah. Bukankah seharusnya pendidikan dan mendidik itu adalah amanah mencerdaskan bukan membodohi ?!

 

13100521951318085795

Rachmad Aziz Mucharom ayah dari tiga anak ini, bertemu Einstein di Museum Lilin Hongkong. Einstein mikir cenat-cenut … semua masalah di atas tidak ada rumusnya. Ah … beruntunglah Einstein sudah tenang di alam lain dan tidak tahu ada masalah seperti ini di sebuah negeri berlambang burung garuda.

 

kuantar dengan cinta

Standar

Aku selalu mengantar ketiga anakku  dengan cinta saat mereka pertama mereka masuk sekolah barunya.

Pengalaman mendampingi Maryam Aliyya Al Kindi agar merasa nyaman dengan dunia barunya. Sejatinya cinta harus menjadi landasan bagi orangtua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Negara dan bangsa membutuhkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Kecerdasan menjadi bekal dalam memimpin menjadi ‘khalifah’ di muka bumi ini yang bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan dan kehidupan alam semesta. Bukankah manusia telah diciptakan dengan Cahaya Cinta dari Yang Maha Pengasih dan Penyayang? Bukankah Nabi Muhammad SAW menebarkan cinta kepada umatnya agar berakhlak mulia dan mencintai Tuhannya, sesamanya, serta alam semesta tempat hidupnya?

Pandangan tauhid terhadap tugas mencerdaskan anak dengan cinta dimulai ketika Ibu dan Ayah bercita-cita memiliki keturunan. Ibu mengandung selama sembilan bulan kemudian menyusui sampai genap dua tahun. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (qalbu), agar kamu bersyukur‘, (QS. An Nahl 16 : 78). “Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut … (Al Baqarah 2 : 233).

Orangtua sebagai guru, tentu patut memahami proses menjadi cerdas bagi anak-anaknya. Proses itu bernama belajar. Belajar harus memperhatikan kecerdasan yang secara unik dimiliki oleh masing-masing anak. Cara belajar yang tepat menjadikan kecerdasan melejit lebih cepat. Cara belajar yang kurang/tidak tepat justru akan mematikan kecerdasan. Contoh : Balita (0-6 tahun) cara belajar dengan cinta dan kasih sayang; Anak SD (7-13 tahun) berikanlah tanggung jawab; Remaja SMP/SMA (14-19 tahun) kepercayaan adalah hal utama.

Balita dan anak sangat membutuhkan suasana belajar yang menyenangkan. Belajar harus dengan hari gembira. Maka, orangtua (sebagai guru pertama dan utama bagi anak) harus juga menyenangkan. Bukan menjadi ‘monster’ atau ‘hantu’ yang menakutkan bahkan menakuti-nakuti anak. Contoh : “Belajar dong! Nanti bodoh mau jadi apa?”. Atau “Awas nanti Bu guru marah tuh! Kamu kerjakan PR-nya”. Coba kita ganti dengan kalimat positif yang menyenangkan : “De mau jadi anak pintar kan? Bu guru juga Ibu senang loh kalau Ade mau mengerjakan PR” (ingat! sambil senyum yah …). Atau “Yuk! Ibu temani belajar buat besok ulangan. Kaka kan anak shalih …” (sambil luangkan waktu, tidak menyetel TV atau membuat kegaduhan lain).

Mengasuh anak adalah sebuah kesempatan yang berharga dan menyenangkan, dimana kita bisa tumbuh bersama anak-anak kita. Hubungan baik antara kita dengan anak akan terus memotivasi kita agar terus mendorong dan membimbing anak kita menghadapi masa depannya. Dengan membangun komunikasi yang terbuka, kita telah membuat anak kita merasa dia memiliki teman berbagi pikiran dan menanyakan berbagai persoalan yang sulit. Ini penting! Karena kita ingin anak kita tidak lari kepada narkoba, pergaulan bebas, atau perilaku negatif lain akibat dia tidak merasa memiliki orangtua yang menjadi sahabat sejatinya.

Sekolah tempat Kindi belajar menerapkan pendekatan kecerdasan ganda (Multiple Intelegencies / MI) : (1) Linguistik; (2) Matematis-Logis; (3) Ruang-Spasial; (4) Kinestetik-Badani; (5) Musik; (6) Interpersonal; (7) Intrapersonal; (8) Lingkungan-Naturalis; (9) Eksistensial-Spiritual;

Anak dihargai karena memiliki keunikan masing-masing. Semua anak hebat! Dan pasti mampu belajar dengan baik asal guru dan sekolah bisa menyesuaikan dengan gaya belajar masing-masing anak.

Sejarah mencatat betapa cinta ibunda Nabi Ibrahim, AS telah memberikan motovasi bagi Ibrahim kecil. Masa kecil di sebuah gua di tengah hutan mengantarkan Ibrahim menemukan Tuhan yang Maha Pencipta. Tiada satupun yang patut di sembah selain Allah SWT. Ibrahim pun berani menantang resiko berdakwah kepada ayah dan raja Namrud. Itulah cinta Ibu yang mencerdaskan. Begitu pula cinta Asiah istri Firaun yang mendampingi Nabi Musa, AS semasa kecil. Kasih sayangnya menembus batas kesenangan dunia sebagai istri raja. Asiah telah mengantarkan Musa menjadi pemimpin kaumnya dan berani menentang kedzaliman Firaun.

Pentingnya peran ayah dalam proses mencerdaskan anak dengan cinta. Mari belajar pada Ayah para Nabi, Ibrahim AS. Juga kepada teladan umat Rasulullah SAW. Al Quran menggambarkan bagaimana Lukman AS berusaha mencedaskan anaknya dengan penuh cinta : “(Lukman berkata) : ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui. ‘Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). ‘Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkung. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Lukman 31 : 16-18).

Mereka para Nabi dan Rasul, tidak meninggalkan perannya sebagai Ayah, walau menyandang risalah begitu berat menyebarkan tauhid kepada umatnya. Di rumah, mereka adalah ayah yang penuh cinta, hangat, ramah, penyanyang, dan mau bersama-sama Ibu mendidik dan mengasuh anak-anaknya.

Allah SWT berfirman, “(Tuhan) Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.” (Ar Rahman 55 : 1-4). “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al Alaq 96 : 1-5). Firman ini seharusnya memberikan motivasi kuat kepada orangtua agar memfasilitasi anak-anaknya cinta membaca. Al Quran adalah bacaan yang mulia. Bacakanlah setiap hari satu atau beberapa ayat Al Quran kepada anak-anak (bila mereka belum mampu membaca). Bila anak-anak telah mampu membaca, alangkah indahnya bila membaca bersama lalu dibaca pula artinya. Bila telah mampu membaca tafsirnya, maka alangkah menyenangkannya bila anak-anak mampu menjelaskan makna dari Al Quran.

Tentu, membaca buku ilmu pengetahuan lain adalah penting. Yakinlah! membaca adalah membuka jendela dunia dan membuka pintu menuju surga-Nya, amin …

 

selamat jalan anak hebat

Standar

Mataku terasa berkabut siap meruntuhkan buliran airmata. Bibirku tetap kubawa agar menyunggingkan senyum terindah.Hatiku haru berbaur bahagia. Selalu … di hari pertama anak-anak memasuki sekolah rasa itu tetap sama. Peluk hangat dan cium mesra aku berikan sebagai pemberi semangat. Doa dan cinta selalu mengiringi perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.

Jalan ilmu harus kalian tempuh wahai anak hebat! Ikhlaslah dalam menuntut ilmu, niatkanlah selalu untuk melaksanakan perintah  Allah SWT karena Dia memerintahkan hal itu dalam firman-Nya : ‘Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu …’ (QS. Muhammad : 19). Jadikah cinta kepada Illahi Rabbi sebagai landasan kalian menuntut ilmu. Semoga Allah SWT juga mencintai dan merahmati kalian selalu sepanjang waktu.

Selamat jalan anak hebat! Ibu perpesan cintailah Al Quran dan raihlah keutamaan sebagai hamba-Nya yang mampu menghafal dan mengamalkannya. Semoga kalian akan disempurnakan ganjaran dan Allah SWT akan menambahkan dari karunia-Nya. Para malaikat yang mulia akan bersama kalian serta kelak akan mendapatkan derajat yang tinggi di surga-Nya serta dipakaikan mahkota kehormatan dihadapan Allah SWT.

Anakku … Teladan kalian adalah Muhammad SAW, bukan yang lain. ‘Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu ‘Berilah kelapangan dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’. (QS. Al-Mujaadilah : 11). Ketahuilah wahai anakku … Ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan.

Rasulullah SAW bersabda : ‘… Sesungguhnya dunia diberikan untuk empat orang (1) seorang hamba yang Allah berikan ilmu dan harta; kemudian dia bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, dengannya ia menyambungkan silaturahim, dan mengetahui hak Allah di dalamnya. Orang tersebut kedudukannya palling baik (di sisi Allah); (2) seorang hamba yang Allah berikan ilmu namun tidak diberikan harta, dengan niatnya yang jujur ia berkata, ’seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan’. Ia dengan niatnya itu, maka pahala keduanya sama; (3) seorang hamba yang Allah berikan harta namun tidak diberikan ilmu. Lalu ia menggunakan hartanya tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, tidak menyambung silaturahim dengannya, dan tidak mengetahui hak Allah di dalamnya. Kedudukan orang tersebut adalah yang paling jelek (di sisi Allah); (4) seorang hamba yang tidak Allah berikan harta tidak juga ilmu, ia berkata ’seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan (yang ketiga), ia berniat seperti itu dan keduanya sama dalam mendapatkan dosa.’

 

Maryam Aliyya Al Kindi mengisi waktu luang dengan membaca buku.

Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi yang sedang menempuh pendidikan di SMA Insan Cendikia IBS  dan Muhammad Hafizh Haidar Hanif di SMP IT Al Binaa bersama ayahnya ketika sedang berlibur di kawasan wisata alam gunung Kidul Yogyakarta.

Ibu berdoa sepenuh cinta, semoga Allah SWT menjadikan kalian golongan pertama. Kelak kalian menjadi seorang hamba-Nya yang dikaruniai ilmu dan harta, kalian berbuat baik kepada manusia dan diri sendiri dengan ilmu dan hartamu. Semoga Allah SWT mengabulkan permohonanku … amin Ya Rabbal ‘alamin …

 

tanda cinta suami

Standar

Saling memberi hadiah adalah cara untuk saling mencintai. Hadiah tak perlu mahal. Aku paling suka bila diberi hadiah buku. Pun begitu suamiku ternyata paling suka memberi hadiah buku. Klop deh!

Sepulang kantor suamiku membawakan buku berjudul ‘Menuntut Ilmu : Jalan Menuju Surga’ karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Buku ini menjadi teman perjalanan liburanku kemarin ke Solo. Waktu berangkat tak sempat kubaca (karena by plane cuma satu jam). Pulang dari Solo berpuluh halaman kubaca saat naik kereta Argo Lawu (lumayan loh! sembilan jam perjalanan). Begitulah cara suamiku mengungkapkan cintanya. Bila ingin memberi nasihat (apalagi ajakan yang cukup berat dan sulit), dia sering menggunakan media buku sebagai perantara.

Seperti buku ini mengungkapkan pemikiran dan perasaannya serta keinginannya agar aku memperdalam ilmu syar’i. Sebagaimana isi buku yang terlihat di daftar isinya bahwa menuntut ilmu syar’i wajib bagi setiap muslim dan muslimah, juga memudahkan jalan menuju surga dan majelis ilmu adalah taman-taman surga. Ah … bagaimana tak bahagia bila istri diajak suami ke surga ?! Keutamaan ilmu syar’i dan mempelajarinya adalah kesaksian Allah SWT kepada orang-orang yang berilmu, diangkat derajatnya dan orang yang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah SWT.

Ilmu juga adalah nikmat yang paling agung serta kebaikan di dunia dan jalan menuju kebahagiaan. Rasulullah SAW mendoakan orang yang menuntut ilmu dan setara jihad di jalan Allah SWT laksana mujahid. Pahalanya pun mengalir meskipun pemiliknya telah meninggal dunia. Dengan menuntut ilmu, kita akan berfikir yang baik, benar, mendapatkan pemahaman yang benar dan dapat mentadabburi ayat-ayat Allah SWT. Ilmu lebih baik dari harta, ilmu adalah imamnya amal, ilmu adalah obat bagi semua penyakit hati, ilmu lebih dibutuhkan manusia melebihi kebutuhan mereka terhadap makan dan minum, Nabi SAW menyambut orang yang menuntut ilmu syar’i dan para malaikat meletakkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu syar’i.

Buku ini menjelaskan pula kiat-kiat meraih ilmu syar’i yaitu : mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah SWT, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu untuk mendapatkannya, menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah SWT, tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu, mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru, diam ketika pelajaran disampaikan, berusaha memahami ilmu syar’i yang diajarkan, mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan, mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari, dan mendakwahkan ilmu.

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. ‘Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besasr’. (QS. Al Ahzaab : 70-71). ‘Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.’ (QS. Al Baqarah : 152).

Rasulullah SAW bersabda : ‘Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketentraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya. (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no. 2699, Ahmad II/252, Abu Dawud no.3643, At Tirmidzi no. 2646, Ibnu Majah no. 225 dan Ibnu Hibban no.78-mawaarid dari sahabat Abu Hurairah ra.

Selain buku ini, telah banyak hadiah buku dari suami untuk diriku. Tentu aku sangat berterima kasih dan bersyukur Alhamdulillah … semoga Allah SWT mencintai dan menyayangi suamiku di dunia dan di akhirat dan kelak mendapatkan surga-Nya terindah, amin …

tak merokok! keren kok!

Standar

Hari ini aku sedikit kesal dan agak marah. Loh ?! Kok bisa … Iya nih, tadi di halaman sekolah anakku Maryam Aliyya Al Kindi para supir antar jemput asyik mengobrol sambil merokok. Wah … Padahal terpampang jelas ada tulisan kawasan bebas asap rokok dengan nomor undang-undang dan peraturan daerah segala.

Sungguh! Percaya deh … Jika anda merokok hanya karena ingin dianggap keren, sudahi saja. Ah … Mungkin alasan utamanya adalah penghalau jemu. Duh … Coba ya ada kegiatan pengisi waktu untuk mereka hingga tak perlu bosan menunggu.

Bahaya rokok dari segi medis sudah banyak yang membahas. Aku coba saja memberikan gambaran betapa tidak kerennya para perokok.

Pertama : bau! Mmm … bau asap rokok membuatku mual, entah kalau oranglain ?!

Kedua : jorok! Wah … belum pernah melihat perokok bawa asbak kemana-mana, jadi abunya pasti dibuang sembarangan deh. Belum lagi puntungnnya diinjak-injak di lantai.

Ketiga : pelit! Coba saja alihkan dana pembelian rokok semisal Rp.2.000,- / hari, maka setahun terkumpul Rp.730.000,-. Bisa untuk membatu seorang anak SD yang miskin membeli seragam, tas, sepatu, dan buku baru di awal tahun ajaran. Uangnya tidak dibakar-bakar.

Sebenarnya bisa juga perokok terlihat lebih keren bila : bawa asbak atau tong sampah kemanapun dia pergi terutama saat merokok. Lalu, telan saja asapnya jangan dihembuskan kepada oranglain yang tidak mau menghirupnya. Lebih keren lagi kalau setiap membakar satu batang rokok, bakar juga uang seharga rokok itu ?! He3 … Apa tidak sayang yah ?!