Monthly Archives: Februari 2022

Tips Awet Cantik Lahir Batin Ala Mamahku

Standar

Akhir bulan ini komunitas kesayanganku MGN mengajak anggotanya untuk ‘Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog‘  edisi Februari 2022. Tema yang ditentukan adalah ‘Tips’. Hhhmmm … Aku sempet bingung, mau menulis tips apa ya? Kalau tips masak jelas tidak mungkin pake banget, aku tidak hobi masak, malah sering buat makanan gosong ha3 … Tips parenting sudah sering aku tulis di blog. Tips traveling sedang tidak mood karena sedang isoman menemani suami selama 2 pekan yang berakibat beberapa rencana jalan-jalan tertunda padahal ada tanggal merah di akhir bulan Februari dan awal bulan Maret, hiiikssss

Bahagianya bisa kumpul bersama Mamah dengan leluasa saat belum pandemi. Pada bulan Juni tahun 2022 ini mamahku tercinta insyaallah akan memasuki usia 72 tahun, atau 9 windu. Windu adalah istilah untuk selang waktu selama 8 tahun.

Entah mengapa semalam aku kangen sekali sama Mamah, padahal kemarin baru video call. Oya … Aku belum mengabari kalau sempat isoman menemani suamiku yang hasil PCRnya positif sejak 2 pekan lalu. Maksudku agar Mamah tidak khawatir atau sedih. Jadi saat video call Mamah, aku berusaha cerita yang seru dan membuat happy saja … Untunglah aku tidak keceplosan kalau sedang terkurung di rumah ha3 …

Mamah sempat bilang begini, “Teh … Hayu atuh ke Cirebon ada tanggal merah berderet.” Aku bilang, “Insyaallah Mah … Lihat jadwal Teteh dulu ya masuk asrama atau online?” Mamah merayu lagi, “Kita masak balakutak dan hampas kecap pakai petai kesukaan Teteh nih!” Aduuuhhh … Bikin lapar … itu makanan favoritku. https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/10/03/balakutak-hideung-makanan-laut-favorit-keluargaku/

Sebagai obat kangen jadi aku mau menulis artikel yang isinya ‘Rahasia Tips Awet Cantik Ala Mamahku’ … Uuupsss … Rahasia tapi kok diumumkan? Ha3 … Tidak apa-apa deh! Semoga tips ini berguna buat para Mamah Gajah dan mamah lain se-dunia dan jadi amal kebajikan Mamah juga. Sebagai anak sulung, aku berjarak usia 20 tahun dengan Mamah. Jadi sering sih ada yang bilang seperti kakak-adik saja he3 … Aku dan adik bungsu saja jaraknya 14 tahun.

Definisi Cantik

Ada petuah Mamah kepadaku tentang definisi cantik:

Sejatinya kecantikan itu terpancar dari hati. Utamanya dari ketulusan, keikhlasan, kesabaran, dan kesetiaan. Cantik juga terpancar dari sifat semangat menjalani kehidupan, mudah memaafkan, empati pada sesama, dan bakti kepada orangtua.

Tips Awet Cantik

Pertama: Tulus, Ikhlas dan Sabar

Mamah selalu tampak cantik sekali di mataku karena tulus, ikhlas dan sabar dalam mendidik anak-anaknya. Kami 5 bersaudara senantiasa  diberi contoh bagaimana mendidik anak dengan kasih sayang penuh doa-doa terbaik. Aku ingat Mamah akan membaca Al-Qur’an terutama surat Yasin jika aku sedang ujian. Tak lupa surat favorit itu Mamah bacakan ketika anak-anaknya akan menyelesaikan sesuatu urusan. Aku sampaikan juga ajaran Mamah kepada Teteh, kalau mengalami kesulitan berdzikirlah sebisanya. Ingat hanya Allah Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri akan menolong, maka ucapkanlah Ya Hayyu Ya Qayyum berulang-ulang.

Tiga generasi Mamah, aku, dan Teteh, ini kenangan lebaran tahun 2019 di Jakarta.

Kedua: Semangat Menjalani Kehidupan

Qadarullah … Bapa wafat tahun 1998 diusia 58 tahun dan Mamah berusia 48 tahun. Saat itu yang menikah baru aku saja, keempat adikku belum menikah dan masih kuliah. Mamah juga saat itu masih kuliah S1 hukum di Unswagati semester 5. Jadilah Mamah orangtua tunggal hingga sekarang yang sabar, tangguh, semangat, pantang menyerah, dan selalu berprasangka baik kepada Allah Yang Mahamulia lagi Maha Pemberi Karunia. Mamah memilih tidak menikah lagi dan tetap setia kepada Bapa, karena merasa selalu ada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai tempat bergantung dan memohon pertolongan.

Kenanganku bersama Mamah dan Bapa saat lebaran setahun sebelum aku menikah.

Bahagia bercampur haru ketika Mamah diwisuda sebagai sarjana hukum diusia 50 tahun, karena sudah tidak ada Bapa, padahal Beliau yang menyemangati Mamah untuk kuliah lagi diusia 45 tahun. Oya … Mamah punya kisah menarik saat lulus SMA tahun 1969 ternyata sudah dinyatakan lolos di terima di Fakultas Farmasi ITB. Mamah memang punya cita-cita ingin menjadi apoteker. Namun jalan hidup bisa saja berubah, Mamah menikah dengan Bapa yang saat itu sudah menjadi dokter dan berdinas di Kuningan. Mamah tidak jadi kuliah di ITB. Saat aku lolos masuk Teknik Arsitektur ITB tahun 1989 (artinya 20 tahun kemudian sejak Mamah dinyatakan diterima sebagai mahasiswa ITB), Mamah dan Bapa tampak sangat bahagia, paling tidak ada anaknya yang bisa kuliah di kampus impian Mamah.

Mamah wisuda sarjana tahun 2000 dan ditemani lima anaknya.

Mamah melanjutkan kuliah pascasarjana Magister Hukum dan lulus dalam waktu 2 tahun diusia 57 tahun, kemudian menjadi dosen di almamaternya. Barakallah … Inilah yang membuat Mamah awet cantik di mata kami sebagai anak-anaknya, juga di antara teman-teman kuliahnya saat sarjana yang seumuran dengan adikku nomor 4. Malah seringkali semangat belajar Mamah jauh di atas rata-rata mahasiswa yang muda usia itu. Aku tentu saja sangat bersyukur dan terinspirasi dengan sikap Mamah yang tetap semangat menggali ilmu dan mengamalkannya. Mamah adalah dosen favorit para mahasiswa karena memiliki sikap keibuan dan selalu mendorong mahasiswa agar bisa belajar dengan baik. Mamah mengikuti sertifikasi profesi advokat atau pengacara di usia 60 tahun, hingga kini di usia 72 tahun masih menjadi konsultan di sebuah biro hukum yang dimiliki oleh mantan mahasiswanya.
Mamah saat wisuda magister di kampus Unswagati.

Ketiga: Berbakti Kepada Orangtua

Tips lainnya yang membuat Mamah awet cantik adalah selalu berbakti kepada orangtua. Mamah tidak perlu berkata panjang lebar, tapi cukup menunjukkan dengan perilaku dan teladan. Nenekku tinggal di rumah kami sejak Kakek meninggal. Mamah selalu memenuhi segala keperluan Nenek dan memperhatikan dengan sepenuh hati. Mamah itu murah senyum dan pemaaf. Jadi tidak pernah marah atau bermuka masam kepada Nenek.

Mengapa Nenek tinggal di rumah kami? Bukan di rumah anaknya yang lain (kakak atau adik Mamah)? Salah satunya karena Bapa seorang dokter yang punya akses ke rumah sakit dan sejawatnya jika Nenek memerlukan konsultasi kesehatan dan penanganan saat gawat darurat. Saat itu Nenek memang sedang sakit. Aku melihat bagaimana Mamah berbakti kepada orangtuanya dan tentu sangat mengena di hati. Kadang aku sedih belum bisa sepenuhnya berbakti kepada Mamah. Tapi aku juga selalu berdoa agar Mamah tetap sehat hingga akhir hayat.

Mamah dan para cucu kesayangan.

Keempat: Senang Menjalin Silaturahim

Mamah juga memiliki rasa empati yang tinggi kepada kerabat dan sahabat. Suka menolong orang yang kesusahan semampunya dan tidak pernah berkata buruk kepada siapa saja. Mamah senang menyambung silaturahim. Mamah juga sangat sayang kepada semua cucunya. Nah … Ini harus aku pelajari. Bagaimana menjadi mertua dan nenek yang baik. Rasanya tidak pernah ada konflik atau masalah besar di keluarga, karena Mamah pemaaf, bijaksana, dan tepa selira. Mamah memahami bahwa setiap anak itu unik. Punya karakter khas dan tak bisa disamakan. Mamah menerima dan menyayangi tanpa pamrih. Semoga Allah Yang Mahaagung lagi Maha Pemurah senantiasa melimpahkan kasih sayang-Nya kepada Mamah. 

Mamah bersama kakak dan adiknya selalu menjalin silaturahim hingga kini sudah menjadi kakek dan nenek. Usia mereka di atas 70 tahun namun tetap tampak awet muda karena penuh kasih, murah senyum, dan pemaaf.

Kalau mau sehat dan cantik perbanyak silaturahim. Waaahhhh … Pesan ini selalu aku jaga. Bersilaturahim dilakukan Mamah kepada kerabat dan sahabat.

Rumah kami juga sering didatangi famili baik dekat maupun jauh, karena Mamah adalah tuan rumah yang ramah.  

Mamah bersama para sahabatku di sebuah kajian.

Penutup

Selama 50 tahun usiaku dan sepanjang ingatanku tentang Mamah. Tak akan cukup ditulis beribu lembar kertas. Cintanya setinggi langit. Kasihnya seluas jagat raya. Doanya sebanyak bulir pasir pantai. Maafnya sepenuh air di samudra. Darah dan air susu yang tercurah untukku tak akan pernah mampu aku balas. Mamah awet cantik lahir dan batin.

Semoga Allah Yang Mahabaik lagi Maha Penyantun senantiasa menjaga Mamah, memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Hanya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan menghadiahkan surga-Nya terindah untuk Mamah dan Bapa. Berjumpa Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Semoga kelak kami sekeluarga berkumpul di surga-Nya bersama Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaamdan orang-orang shalih.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Disain Masjid Menara Kudus Nan Unik

Standar

Perjalanan panjang menyusuri jalur Gresik – Bojonegoro – Blora – Rembang -Kudus terbayar tuntas sudah. Aku sempat salah alamat ketika akan menuju Masjid Menara Kudus yang keren itu. Di alun-alun kota Kudus ada Masjid Raya ternyata bukan masjid yang ingin aku tuju. Jarak tak lebih dari 2 kilometer namun harus berputar karena jalur searah. Tak lebih dari 15 menit sampailah aku di parkiran masjid. Berjalan kaki 50 meter menuju masjid yang didirikan oleh Sunan Kudus satu dari 9 Wali yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Terlihat megah.

Susunan batu bata merah tampak kokoh.

Di sisi kiri ada makam dan sisi kanan ada masjid lama yang di kelilingi bangunan masjid baru. Pesona menara masjid membuat para peziarah tak henti-hentinya berpose di sekitarnya. Bahkan penjaja foto kilat pun beraksi menawarkan foto langsung jadi dengan harga tak terlalu mahal. Aku terkagum-kagum dengan teknik arsitektur menara yang hanya dilapis semacam semen tipis antar batu batanya. Atap gerbang yang mengarah ke makam pun unik dengan ornamen yang mengadaptasi lengkung-lengkung seperti ujung lunas perahu.

Apakah arsitekturnya terpengaruh budaya pesisir? Bisa jadi! Aku sempatkan shalat tahyatul masjid dan menikmati sejuknya semilir angin di beranda sambil bersender di gerbang dari batu bata merah. Sepertinya itu adalah gerbang utama di masa lalu.

Ada hal menarik adalah kios-kios di sepanjang jalan menuju masjid. Kebanyakan kios itu menjajakan busana muslim seperti baju koko, kopiah, sajadah, dan kaos dengan gambar Masjid Menara Kudus atau Wali Sanga. Sayang masih ada peminta-minta yang sedikit memaksa untuk diberi sedekah. Sejarah perkembangan agama Islam di Indonesia tak lepas dari jasa para Wali yang begitu gigih dan luwes berdakwah. Tanpa gejolak dan tak serta merta menghilangkan budaya masyarakat menjadikan jalan dakwah para Wali berkenan di hati dan diikuti oleh masyarakat dengan suka cita.

Sepertinya kita harus belajar dari para Wali untuk menemukan metode yang menarik, damai, dan memikat agar Islam yang Rahmatan lil ‘alamin benar-benar tercermin dalam akhlak mulia para penganutnya, aamiin …

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Berkunjung ke Balaikota, Kantor Gubernur DKI Jakarta

Standar

Alhamdulillah … Pagi cerah bermandi hangatnya cahaya mentari. Seorang teman memberi pesan ‘Wi … Hari ini Balaikota DKI Jakarta boleh dikunjungi oleh masyarakat umum loh!’. Waaaahhh … Langsung aku jawab ‘Siyaaaapppp meluncur!’

Aku ajak Teteh Maryam Aliyya Al Kindi bergegas memakai kostum jalan-jalan. Celana panjang hitam dan kaos berwarna kuning menjadi pilihan. Kerudung hitam dan sepatu kets warna putih akan membuat nyaman acara hari ini. Kami berdua memilih Transjakarta sebagai alat transportasi. Jadi pastilah nanti harus berjalan kaki dan naik turun tangga, nah sepatu harus nyaman dong.

Teteh berpose di depan pintu utama sebelum memasuki ruangan di bagian dalam.

Ternyata … Tamu tidak masuk lewat pintu ini loh! He3 … Kami diarahkan menuju samping bangunan. Di bagian belakang ada petugas yang memeriksa tamu dan mempersilahkan mengisi buku tamu. Petugasnya ramah dan murah senyum. Oya … Kami juga dihibur oleh pemain musik tradisional Betawi. 

Pemain musik khas Betawi menghibur para tamu dengan lagu-lagu yang gembira seperti Ondel- ondel. Nyok, kite nonton ondel-ondel. Si Jali-jali. Ini dia si jali-jali. Kicir-kicir. Kicir kicir ini lagunya. Keroncong Kemayoran. La la la la la la la laaa. Lenggang Kangkung. Cik Abang. Sirih Kuning. Surilang Jot-Njotan.

Kami menjadi tamu di gedung kuno, yang biasa digunakan Gubernur DKI Jakarta berkantor. Gedung berumur lebih dari 100 tahun ini terawat dengan baik, bersih, dan nyaman terbuka untuk kami warga biasa. Eksterior bangunan mempertahankan gaya kolonial dengan 6 tiang tinggi dan diberi cat warna putih. Pintu dan jendela besar berkisi-kisi khas bangunan tropis yang memanfaatkan udara dan cahaya alami.

Berdasarkan SK Penetapan Gubernur nomor 475 tahun 1993 Tanggal 29 Maret 1993 bangunan ini termasuk jenis cagar budaya yang tentu saja harus dirawat dan dilestarikan. Pada tahun 1850-an hingga 1942, bangunan dibangun sebagai Indische Wonhuis dan menjadi hunian residen Jawa Barat pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada tahun 1949-1954, bangunan ini digunakan sebagai kantor Komisaris Tinggi Belanda pada Pemerintahan Indonesia.

Tangga di dalam bangunan yang menarik dan tampak kokoh menuju lantai 2.
Ruang perantara dengan meja bulat dan kursi antik. Dinding dihiasi dengan foto-foto para Gubernur terdahulu.
Suasananya sejuk loh … bikin betah duduk di sini he3 …

Ruangan yang boleh kami kunjungi adalah ruang transit tamu, ruang tamu, ruang galeri foto gubernur, balariung program DKI, ruang pertemuan, dan ruang balai agung. Di sisi kanan bangunan lama berdiri megah bangunan 24 lantai untuk kantor berbagai bagian pemerintahan.

Balairung yang luas ada tangga unik berlantai marmer menuju ruangan di atas. Sementara pintu ruangan tampak tertutup. Teteh senang bergaya di spot menarik tanpa terganggu pengunjung lain. Ya … Kami memang datang pada jam sepi he3 … Di ruang ini ada podium yang biasa digunakan Bapak Anies Baswedan untuk menyampaikan pidato. Aku sempat juga berpose di podium. Ruang lain yang menarik adalah galeri foto gubernur. Terdapat dua pasang meja kursi antik dan deretan foto gubernur di dinding kiri dan kanan.

Ruangan khusus yang digunakan oleh Gubernur untuk menerima tamu tertentu. Interiornya indah ya …

Ada satu ruangan yang terbuka tapi tidak boleh dimasuki. Sepertinya ini ruangan untuk menerima tamu-tamu khusus. Warna dindingnya di dominasi putih dengan perabot kursi bergaya klasik. Ada dua lemari kayu berkaca lebar untuk menyimpan cinderamata. Di dinding bagian atas terdapat foto Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kami menjadi tamu di sini pada bulan September 2019). Bendera merah putih dan bendera Provinsi DKI Jakarta berada di antara lemari dan kursi utama. Lantai beralaskan karpet motif flora nuansa warna coklat. Lampu kristal tergantung cantik tampak serasi dan membuat ruang ini terlihat berkelas.

Podium yang biasa digunakan oleh Gubernur DKI saat berpidato di Balaikota.
Gedung baru sebagai penunjang kegiatan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Sebelum menempati gedung Balai Kota Medan Merdeka Selatan, pusat pemerintahan kota Jakarta mengalami beberapa kali perpindahan tempat. Ketika Stad Batavia dibentuk pada tahun 1905, dan kemudian berubah menjadi Gemeente Batavia, kantor pemerintahannya bertempat di De Qude Stadhuis, yakni bangunan kuno abad ke-18 di Stadhuisplein (sekarang Taman Fatahillah dan dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta). Akibat perkembangan kota Batavia yang mengarah ke selatan dan berpusat di Weltevreden, kantor Gemeente Batavia menjadi sangat jauh dari pusat kota.

Baca juga artikel menarik lainnya di sini:

Kangen Blusukan di Kota Solo

Standar

Kisah menarik saat aku melakukan silaturahim ke Kota Solo ‘Spirit of Java’. Aku mengunjungi beberapa keluarga yang tinggal di kawasan Kauman Solo. Uniknya kawasan ini sebagian besar terdiri dari lorong-lorong yang hanya muat untuk satu motor berpapasan (tidak bisa dilalui mobil). Ternyata, sungguh asyik berjalan di lorong perkampungannya yang masih menyimpan nuansa kuno. 

Tiba dengan selamat di bandara Adi Soemarmo. Welcome to Solo ‘Spirit of Java’ yang selalu bikin kangen.

Kata blusukan secara etimologi berasal dari bahasa Jawa, dari kata dasar blusuk ‘masuk’ dan akhiran –an (afiks verba) yang berarti ‘masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu’. Dalam bahasa Jawa blusukan merupakan verba, seperti dolanan ‘bermain’, sarungan ‘memakai sarung’, dan oyak-oyakan ‘kejar-kejaran’. Kalau dibandingkan dengan bahasa Indonesia, afiks –an pada umumnya membentuk kata benda dan berarti ‘hasil’ atau yang di-‘, misalnya, arahan ‘hasil mengarahkan atau yang dijadikan arah’, rujukan ‘yang dirujuk’, pimpinan ‘hasil memimpin’, dan suruhan ‘yang disuruh’. Jadi, kata blusukan diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh.

https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/
Gerbang kawasan keraton. Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dibangun pada 1744. Keraton ini dibangun oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) sebagai pengganti Keraton Kartasura yang hancur akibat Geger Pecinan pada 1743.
Keraton Surakarta di pagi hari. Kori Kamandungan dilengkapi Bangsal Kamandungan, tempat petugas Keraton berjaga dan para tamu meminta izin untuk masuk ke dalam Keraton Surakarta.

Pintu gerbang Kori Kamandungan sudah ada sejak masa pemerintahan Pakoe Boewono (PB) II. “Kori Kamandungan dibangun oleh PB II, kemudian disempurnakan oleh PB III pada 1819,” Warna biru melambangkan warna langit dan laut. Langit dan laut memiliki luas tak terhingga, dimaksudkan bahwa Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki pandangan yang luas.

Kamandungan berasal dari kata ke- mandung -an, yang berasal dari kata mina dan andung -an artinya Cadangan. Di luar maupun sebelah dalam pintu terdapat Bangsal Kamandungan, tempat berjaga petugas Jajar Mendung dari golongan Keparak. Di atas pintu terdapat lukisan lambang kerajaan Sri Makuta Raja. Di sebelah muka Bangsal Kamandungan di luar pintu terdapat Bale Rata, tempat berhenti kendaraan tamu. Jika memasuki pintu Kamandungan kita akan melihat satu dua cermin besar di sisi kanan dan kiri.

Makna Simbolis dan Filosofis Lambang Keraton Surakarta. Dasar warna biru muda dan putih. Warna biru dan putih membawa watak menolak perbuatan yang tidak baik. Warna biru muda merupakan simbol angkasa atau langit, merupakan simbol orang yang berwatak luas pandangannya dan juga pemberi maaf. Sumber: http://keraton.perpusnas.go.id/
Asri sekali ya suasananya, bikin betah.

Sambil membayangkan 50 tahun lalu keadaan kehidupan di kawasan ini seperti apa? He3 … Kira-kira saat Ibu Mertua baru saja menikah. Beliau adalah cucu dari Kanjeng Raden Penghulu Tafsir Anom V. Kami punya perkumpulan kerabat dengan nama Bani Tafsir Anom V, disingkat BTA V. Alhamdulillah sampai sekarang senantiasa menjalin silaturahim dengan erat.

Perlahan sambil menyuri lorong yang lengang … nan sepi, aku perhatikan bahan bangunan di lorong-lorong kawasan Kauman masih menggunakan tegel berwarna kuning di terasnya, dinding yang menghadap jalan dengan deretan beberapa pintu dan jendela dengan ventilasi tipis di atasnya. Ada kursi besi yang sengaja ditaruh di lorong ini. Mungkin disediakan untuk duduk pejalan kaki yang lelah saat menyusuri perkampungan Kauman. Beberapa bangunan ada yang telah dialih fungsikan menjadi toko Batik. Nuansa batu kali sebagai ornamen dinding luar masih dipertahankan dan menambah asri suasana. 

Pendopo di rumah kawasan Kauman biasanya digunakan untuk menerima tamu.

Rumah yang dikunjungi memiliki pendopo dengan 4 tiang kayu jati yang tampak kokoh. Lantainya indah sekali dengan motif bunga. Bentuk pendopo ini terbuka di bagian depan sehingga udara dan cahaya leluasa masuk.

Pintu dan jendela besar menjadi ciri khas bangunan di kawasan Kauman.

Mulanya kawasan Kauman diperuntukan bagi keluarga ulama keraton. Letaknya berdampingan dengan Masjid Agung Surakarta. Kawasan Kauman juga dekat dengan pasar batik yang legendaris. Pasar Klewer menjual batik yang produksinya berasal dari Kauman dan Laweyan. Oya … Aku sarankan bila berkeliling kota lebih baik naik becak, tentu lebih asyik loh! Bisa keluar masuk ke perkampungan tanpa menimbulkan polusi udara. 

Kauman tidak lepas dari sejarah perkembangan Keraton Surakarta yang dibangun pada tahun 1744 oleh Susuhan Pakubuwana II. Tampak depan keraton bagian dalam bernuansa warna biru. Bila kita masuk ke halaman dalam akan ada ruangan yang dijadikan museum. Menara bernama Panggung Sanggabuawana berdiri kokoh di sudut kiri halaman. Menjelang shalat maghrib aku mampir ke Masjid Agung Solo yang juga sangat menarik.

Gerbang Masjid Agung Keraton Surakarta. Pintu gerbang masjid terkesan kokoh, bergaya Timur Tengah dengan tiga buah lengkungan. Setiap lengkungan diapit oleh sepasang menara kecil, dengan rongga-rongga kecil yang memahkotai setiap kepala lengkungan. Lengkungan yang berada di tengah adalah lengkungan terbesar.

Masjid Agung Keraton Surakarta dibangun oleh Sunan Pakububowo III pada tahun 1763. Dibangun selama 5 tahun. Kemudian difungsikan sebagai pusat ibadah kaum muslimin dan syiar dakwah Islam di tataran kerajaan. Masjid yang menempati area seluas 19.180 m2 memiliki imam masjid atau penghulu yang diberi gelar Kanjeng Raden Penghulu Tafsir Anom.

Serambi (tratag rambat) Masjid Agung Surakarta, dibangun oleh Paku Buwono VII pada 1850. Serambi masjid dengan tiang-tiang kayu berukir berwarna biru, sepertinya menyesuaikan dengan warna di keraton.

Desain arsitektur masjid ini kaya akan unsur tradisional Jawa, seperti bentuk atapnya bertumpuk tumpang tiga dengan penutup sirap. Tiang-tiang di ruang utama masjid dinamakan soko guru, terbuat dari kayu jati utuh. Gelondongan kayu berbentuk bulat yang besar dan tinggi menjadi tiang utama penyangga bangunan masjid. Interior masjid didominasi warna coklat. Sedangkan tiang-tiang kecil di serambi masjid juga terbuat dari kayu jati. Bentuknya persegi dengan ukiran cantik dan diberi cat warna biru berpadu kuning gading.

Menara masjid dengan lambang PB.X dibangun sekitar tahun 1914.

Menara masjid tinggi menjulang di sisi Utara. Tampak tulisan PB.X yang menandakan masa dibangunnya menara ini.

Bedug ditabuh menjelang adzan dikumandangkan.

Ciri khas masjid tradisional adalah bedug. Ukurannya cukup besar dan suara merdu nyaring terdengar saat ditabuh menjelang adzan. Pertanda waktu shalat wajib segera tiba. 

Interior masjid dengan tiang soko guru dan pencahayaan di malam hari memberikan nuansa yang lebih syahdu. Lampu-lampu kristal tergantung di bagian utama masjid. Menambah syahdu suasana ketika kita melaksanakan ibadah shalat.

Rangka kayu ekspos yang menyangga atap ditopang oleh 4 tiang utama (saka guru) dan 12 tiang tambahan (saka rawa) yang terbuat dari material kayu jati. Tiga buah chandelier yang menjuntai dari langit-langit, berpadu dengan lantai yang berlapis granit, menghadirkan kesan anggun dan elegan bagi masjid. Jamaah laki-laki dan perempuan menempati ruangan terpisah. Muslimah bisa shalat di sisi Selatan dalam ruangan khusus.

Masjid Agung Surakarta selesai dibangun pada tahun 1768 oleh Pakubuwono III, berdiri di atas lahan seluas 19.180 meter persegi, dikelilingi pagar tembok setinggi 3,25 meter. Bangunan utama masjid sendiri berukuran 34,2 x 33,5 meter, mampu menampung 2.000 jemaah.

Kebo Bule di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta.

Oya … Teteh anakku bungsu senang sekali kalau diajak keliling kawasan keraton. Terutama di sisi alun-alun Selatan. Ada kandang kerbau bule loh! Warna tubuh kerbaunya bukan hitam kecoklatan. Melainkan putih kemerahan, seperti albino. Pengunjung boleh memberi makan kerbau dengan kangkung yang dijual oleh pedagang di sekitar lokasi. 

Mampir juga nih di artikel menarik lainnya:

Tanggal Cantik Tahun Ini 22-02-2022

Standar

Alhamdulillah … Hari ini tertulis tanggal cantik 22-02-2022 (22 Februari 2022) bertepatan dengan tanggal 21 Rajab 1443 Hijriyah. Ada apa saja peristiwa pada hari ini yang menurutku penting dituliskan? Bila bercermin pada firman Allah Yang Mahabesar lagi Mahakuasa, tentu pergantian waktu dan segala episode kehidupan yang mengiringinya adalah bukti kasih sayang-Nya kepada kita. Kadang kita saja yang lalai dan belum mampu memperoleh hikmah terbaiknya.

Matahari sebagai penanda waktu.

Semenjak pagi hari ini, aku menyelesaikan berbagai tugas domestik dan tugas luar yang dikerjakan dari rumah karena masih isoman menemani suami dan anak bungsuku, Teteh. Ya … Kami bertiga isoman, walau yang terdekteksi positif hanya suamiku dengan gejala ringan. Bersyukur hari ini genap 10 hari isoman dan semoga hasil tes PCR hari ini negatif. Sehingga besok bisa beraktifitas lagi keluar rumah dengan tetap menjalankan prokes ketat dan selalu berdoa memohon perlindungan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengampun.

“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,” (QS. Asy-Syams 91 : 1). “Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalahan),” (QS. Adh-Dhuha 93 : 1), “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan lalu menyempurnakan (penciptaan-Nya), yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,” (QS. Al-A’la 87 : 1-3). Barakallah atas segala karunia-Mu Ya AAllah Yang Mahamulia lagi Maha Terpuji.

Menggali hikmah dari pergantian waktu, “Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling manasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran,” terdapat di dalam Al-Qur’an surah Al-‘Asr ayat 1-3.

Waktu Shalat dan Adzan

Penanda pergantian waktu yang juga patut kita perhatikan adalah saat adzan dikumandangkan. Benar sekali … Sejatinya saat itu waktu shalat telah tiba dan umat Islam harus memenuhi panggilan Illahi Rabbi untuk ruku dan sujud. Pengalamanku saat menunaikan ibadah haji dan umroh sangatlah berkesan.

Kumandang adzan adalah suara yang dirindukan jutaan jamaah haji maupun umroh di tanah suci. Begitupun Teteh semangat bergegas menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kala langit masih gelap untuk menikmati ruku dan sujud dalam shalat tahajud dilanjutkan shalat subuh dan di akhiri shalat dhuha. Saat berada di tanah air jarang sekali suasana indah seperti ini kecuali di waktu sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan di masjid tempat Teteh ikut itikaf.

Saat adzan dilantunkan segera saja barisan merapat rapi … khusyuk menyimak dan menjawab kalimat demi kalimat yang dahulu Bilal bin Rabah ra, sahabat kesayangan Rasulullah SAW menyuarakannya dengan indah. Bila di tanah air tak pernah menangis saat mendengar adzan, entah mengapa di tanah suci mata ini seringkali tak kuasa menahan jatuhnya buliran air membahasi jilbab dan terisak?

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar … Sungguh Allah Mahabesar lagi Mahatinggi limpahkanlah cahaya-Mu kepada kami agar senantiasa merindu suara adzan dan bergegas bersegera ruku dan sujud kepada-Mu. Aku sangat bersyukur di negeri Indonesia tercinta masih nyaring terdengar suara adzan entahlah di negeri-negeri lain … Semoga saja orang-orang yang tak suka suara adzan diberi hidayah aamiin.

Waktu shalat ditentukan oleh pergerakan matahari. Jadi kita biasa melihat waktu shalat tidak selalu sama bukan? Contohnya jadwal waktu shalat di Bulan Februari 2022 seperti pada link ini: https://www.jadwalsholat.org/

Waktu shalat ditentukan oleh pergerakan matahari.

Nama Bulan Kalender Hijriyah

Berikut daftar nama bulan dalam kalender hijriyah dan artinya,

  1. Muharam (bulan yang disucikan), 30 hari.
  2. Safar (bulan yang dikosongkan), 29 hari.
  3. Rabiul awal (musim semi pertama), 30 hari.
  4. Rabiul akhir (musim semi kedua), 29 hari.
  5. Jumadil ula (musim kering pertama), 30 hari.
  6. Jumadil akhir (musim kering kedua), 29 hari.
  7. Rajab (bulan pujian), 29 hari.
  8. Syakban (bulan pembagian), 30 hari.
  9. Ramadhan (bulan yang sangat panas), 30 hari.
  10. Syawal (bulan berburu), 29 hari.
  11. Zulkaidah (bulan istirahat), 30 hari.
  12. Zulhijjah (bulan haji), 29/30 hari.

Penggunaan bulan Islam dalam kalender hijriyah diterapkan di masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Saat itu sang khalifah telah 2,5 tahun memimpin muslim menggantikan Abu Bakar As Shiddiq. Kalender hijriyah memiliki 12 bulan yang masing-masing berjumlah 29 atau 30 hari. Sehingga jumlah hari dalam satu tahun kalender adalah 354 hari. Penentuan dimulainya sebuah hari dan tanggal pada kalender hijriyah berbeda dengan Kalender Masehi. Pada sistem kalender masehi, sebuah hari dan tanggal dimulai pada pukul 00.00 dini hari waktu setempat. Namun pada sistem kalender hijriyah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut atau ketika memasuki waktu maghrib. Bila kalender masehi dihitung dengan berpatokan pada rotasi matahari, maka kalender hijriyah adalah kalender yang berpatokan pada rotasi bulan mengelilingi bumi.

 Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
QS. At-Taubah 9 : 36
Langit biru berhias awan putih tanda kebesaran dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Bila malam hari langit berhias bintang-bintang dan bulan indah sekali, masyaallah.

Baca juga artikel menarik lainnya di link berikut:

Bersyukur Ketika Sakit Puncak Keimanan Seseorang

Standar

Sungguh Allah Maha Peneliti (Ar-Raqib), kita hanya mampu berusaha seoptimal mungkin Dia-lah Maha Menentukan (Al-Muqtadir) lagi Maha Membukakan (Al-Fattaah). Semoga Allah segera mengangkat segala penyakitnya, diberi kekuatan dan kesabaran, aamiin …

Teringat statusku di Facebook 9 tahun lalu, ketika menemani suami yang harus rawat inap di rumah sakit hingga 20 hari. Subhanallah …

Alhamdulillah …

Setelah hampir tujuh hari observasi, dokter mencari dengan bantuan laboratorium, rontgen, USG, dan CT Scan … Ditemukan penyebab demam tinggi dan rasa nyeri itu ternyata ‘abscess liver

Sakit Adalah Bukti Kasih Sayang Allah

Ucapan doa dari kerabat dan sahabat menguatkanku dan juga memberikan dorongan semangat kepada suami. Rasa syukur senantiasa dipanjatkan walau dalam kesakitan luar biasa. Demam tidak turun dan menggigil serta kehilangan nafsu makan. Teringat kisah doa Nabi Ayyub AS, “Wa idzaa mariddhitu fahuwa yasfiin.” Dan bila aku sakit, maka Dia-lah Penyembuhnya. (Q.S Syu’ara ayat 80). Beliau ridha dengan ketentuan dari Allah Yang Mahamulia lagi Mahabaik, keyakinannya akan limpahan kasih sayang-Nya mampu meredakan rasa sakit dan rasa sedih kehilangan banyak hal (anak dan harta, serta istri yang tidak bersabar menemani Beliau).

Aku pun berusaha untuk menemani suami untuk tetap menjalankan ibadah shalat, membaca Al-Qur’an dan berdzikir.

Dzikir yang dianjurkan dibaca oleh orang yang sedang sakit : ‘Tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah, dan Allah Maha Besar. Tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah semata. Tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah milik-Nyalah kerajaan dan pujian. Tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.

Dianjurkan bagi orang muslim yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit hendaklah mendoakan dia dengan membaca : ‘Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.’ Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wassalaam ketika menjenguk orang sakit berkata : ‘Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, Insya Allah Ta’ala’. Dan membaca doa : ‘Dengan menyebut Nama Allah mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat’.

Alhamdulillah … Semoga senantiasa bersyukur atas nikmat sehat, aamiin …
Barakallah … Bisa berkumpul bersama anak-anak.

Inilah Hikmah Kala Sakit

1. Menjauhkan dari Siksa Neraka

Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam berpesan bahwa sakit dapat menghindarkan kita dari siksa neraka. Sebagaimana sabda Beliau, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dan api neraka.” (HR al-Bazzar). Betapa nikmatnya karunia ini, kita dihindarkan dari siksa neraka yang azabnya tiada terperi.

2. Menghapus Dosa

Setiap saat tentu kita memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukan. Sakit adalah jalan dipenghapusnya dosa kita. Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam bersabda, “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim). Ya Allah … Bila kita paham akan hal ini tentu tiada keluh kesah saat sakit.

3. Sumber Kebaikan

Sakit juga bisa menjadi sumber kebaikan bagi muslim yang bersabar. Hal ini sejalan dengan hadist Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam yang berbunyi, “Sungguh semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapapt kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim). Betapa banyak kebaikan yang hadir bersamaan dengan sakit seperti adanya waktu yang lebih luang untuk muhasabah diri, merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Terpuji, mendapat perhatian dan doa-doa tulus dari kerabat dan sahabat, bisa melihat keadaan orang lain yang lebih susah dari diri kita.

4. Mengingat Allah

Sejatinya setiap hamba itu dekat dan ingat kepada Allah Yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar. Namun ketika sakit sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala sedang membuka jalan agar kita semakin mengingat-Nya. Seperti yang kita tahu, kadang manusia datang kepada Allah Illahi Rabbi hanya saat kesusahan.

Dalam surat Al-An’am ayat 42 jelas telah turun firman-Nya, “Dan sesungguhnya kami telah mengutus (para Rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.”

5. Lebih Optimis dan Berpikir Positif

Berjuang untuk sembuh dan bertahan hidup tentu membutuhkan sikap optimis dan berpikir positif. Sakit dapat membuat kita menjadi optimis dan berpikir positif untuk tetap semangat menjalani hidup. Terbersit niat-niat kebajikan yang akan dilaksanakan ketika sudah sembuh. Seperti semakin rajin silaturahim kepada orangtua, rutin shalat berjamaah di masjid, menolong orang lain yang kesulitan, bekerja lebih giat untuk akhirat, membantu pekerjaan rumah, memperhatikan tumbuh kembang anak, dan banyak lainnya yang mungkin sebelumnya abai dilaksanakan.

Mengasah Akal Sehat dengan Tadabur Ayat Kauniah dan Tafakur Alam

Standar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akal berarti daya pikir (untuk memahami sesuatu dan sebagainya); pikiran; jalan atau cara melakukan sesuatu; daya upaya; ikhtiar. Sedangkan sehat berarti waras; baik dan normal (tentang pikiran). Dengan demikian, secara sederhana, akal sehat bisa diartikan pikiran yang waras.

Kata akal berasal dari bahasa Arab yaitu al-‘aql, dari bentukan kata ‘aqalaya’qilu ‘aqalan, yang bermakna fahima wa tadabbara atau paham/memahami dan menghayati/merenungkan dengan dalam. Akal merupakan kelebihan yang diberikan oleh Allah Yang Mahamulia lagi Maha Terpuji kepada manusia. Al-Qur’an mendorong manusia untuk menggunakan akalnya dengan optimal dan benar.

Dataran Tinggi Dieng.

Bagaimana kita bisa mengasah akal sehat dengan tadabur ayat kauniah dan tafakur alam? Allah Yang Mahacerdas lagi Maha Mengetahui mengajak dalam berbagai ayat Al Qur’an kepada kaum berakal untuk memikirkan hal-hal yang biasa diabaikan orang lain atau hanya dianggap suatu kebetulan dan keajaiban alam. Salah satunya ayat berikut, “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (serasa berkata) : “Ya Tuhan kami … tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”‘ (QS. Ali’Imran : 190-191).“

Situ Patenggang Ciwidey. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5a5b0280dd0fa80919512432/kemping-di-situ-patenggang-ciwidey

Terdapat lebih dari 750 ayat dalam Al-Qur’an menunjukkan agar manusia memikirkan dengan akal sehat berbagai gejala alam sebagai upaya lebih mengenal Allah, sebagaimana tertulis dalam surah Al-Baqarah ayat 164, ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi dan segala jenis hewan, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” Allahuakbar …

Kebun Teh Sidamanik. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/60ffe973152510615268fd43/kebun-teh-sidamanik-dan-air-terjun-bah-biak-yang-memikat

Sesungguhnya semakin kita mengenal ciptaan Allah Yang Mahabesar lagi Mahakuasa akan meningkatkan keimanan. Teteh pernah bertanya, “Nasi siapa yang buat Bu?” Orangtua biasanya menjawab, “Ibu yang membuat nasi.” Namun … alangkah bijak bila kita menjawab, “Nasi berasal dari padi yang ditanam petani. Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan padi, menumbuhkannya, memberinya air hujan agar subur.”

Lebih indah lagi percakapan tersebut bila diiringi ayat ini, “Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu, dan memperkembangbiakan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (QS. Luqman : 10). Masyaaallah …

Selo Gunung Merapi. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/54f4530b745513902b6c8934/misteri-batu-aliens-petualangan-di-kaki-merapi

Aku kerap mengajak Teteh tafakur alam di pantai, laut, sawah, gunung, sungai, danau, hutan, atau peternakan agar akal sehatnya semakin terasah. Fenomena alam apa pun yang terjadi, tentu atas kehendak Illahi Rabbi Yang Maha Menciptakan lagi Mahateliti. Berjalanlah di muka bumi! Perhatikanlah apa yang terjadi!  Perkenalkan semua itu sebagai ciptaan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberikan kita rezeki, bisa bernafas, ada air untuk minum, dan segala tanaman untuk dimakan. Alhamdulillah …

Hutaginjang Danau Toba. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5b87c8ddc112fe794541fcd6/terdampar-dalam-indahnya-danau-toba

Renungkan juga ayat ini, “dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl : 13-14).

Laut Pulau Belitung. https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari/5994526fda56da559978e2e2/cantiknya-belitung
Tantangan MaGaTa.

Dikira Masih ABG Saat Haji (Padahal Emak 2 Anak Loh!)

Standar

Kejadian tak diduga terjadi saat menanti shalat jumat. Kepalaku agak pusing dan badan terasa penat. Jadi aku pijat ’sendiri’ jari dan telapak tanganku sambil sesekali ku usapkan minyak kayu putih. Pijatan ku lanjutkan ke bagian leher dan pundak, lalu perut, dan dada ’dibalik mukena’. Terakhir aku pijat jari kaki, tumit, dan betis. Tahu-tahu pundakku ditepuk seseorang bergamis hitam dan bercadar ‘matanya juga tertutup’. Aku pikir askar. Wah … aku salah apa yah?

Sejenak berpose di pelataran luar Masjidil Haram. Kala itu (tahun 2006/2007) tak boleh perfoto di dalam masjid apalagi di pelataran Ka’bah.

Muslimah itu menepuk-nepuk pundaknya seperti gerakan memijat. Ha3… rupanya dia ingin aku pijat pundaknya. Aih ya ampun … Di Masjidil Haram aku dapat tugas tambahan memijat muslimah ‘antah berantah’ yang tak bicara sedikitpun hanya menggunakan bahasa isyarat. Setelah pundak dia minta aku memijat tangan dan kakinya yang selonjor. Aku dipeluk dan diciumnya … supraise …

Kisah lucu lainnya, suatu kali di masjid sudah penuh sesak. Alhamdulillah tubuhku mungil saja (seukuran anak remaja bagi muslim Turki). Saat ‘celingukan’ dan bingung mau menggelar sajadah aku ditarik dan didudukan di tengah-tengah dua muslimah Turki berukuran big size. Mereka tersenyum dan mengelus kepala dan mencubit gemas daguku. (Iiihhh … Mereka pikir aku ABG nyasar?). Aku balas dengan senyum manis. Selanjutnya obrolan lewat bahasa isyarat dan kata-kata kunci bahasa Arab (lumayan … aku jadi tahu mereka bertanya ‘mana ayah ibu kamu?’ mereka bingung saat kujelaskan bahwa aku berangkat dengan suami ’saja’ dan sudah punya anak dua hah!). Muslimah Turki bilang ’orang Indonesia mudah dikenal karena pakai muken’. Lucu sudah pakai jilbab masih pakai mukena, sebab mereka shalat cukup dengan baju gamis, jilbab, dan kaos kaki saja.

Nah … Kisah ini benar-benar sangat tak terduga. Kejadiannya tiba-tiba saja saat aku sedang bersai dari Shafa ke Marwa. Sekonyong-konyong ada tangan hitam besar menggenggam pergelangan tanganku yang kurus. Muslimah Afrika berpostor hampir duakali lipat dariku. Isyarat matanya mengatakan agar aku mengikutinya ’sambil tetap dalam genggamannya’. Terbayang : anak usia empat-lima tahun yang sedang digandeng ibunya. Itulah aku, wooow … tubuhnya menerobos, berzig-zag, bahkan sesekali memakai jalur kursi roda. Hingga saiku usai. Dilepaskan tanganku. Dia menghilang … entah kemana?

Aku berkenalan dengan ibu guru setengah baya dari Afganistan (dia tak bercadar … jadilah aku tahu hidung mancung, senyum manis, dan mata besarnya : benar-benar  cantik!). Kami sama-sama sedang haid dan duduk dipelataran luar masjid. Dia bisa berbahasa Inggris. Obrolan berkisar pendidikan di negara masing-masing. Senangnya hati ku dapat bersilaturahim dengan sesama muslimah dari berbagai bangsa. Walau terkadang pakai bahasa ‘tarzan’ … he3 …

Pelataran Masjis Nabawi yang selalu menitip rindu kepada setiap jamaah Haji dan Umroh.

Ya sungguh banyak kejadian yang rasanya tak masuk akal. Begitulah … Seperti ketika di pelataran masjid saat hujan gerimis, aku dan suami berbagi tempat dengan muslim Pakistan. Sederhana. Terus tersenyum. Sampai hujan reda. Kami berkenalan dengan supir taksi asal Sudan. Pondokan kami salah satu pelayannya mahasiswa asal Mesir. Di toko sajadah, kami dapat harga diskon karena pemiliknya adalah keturunan Cina-Indonesia. Aku senang berbelanja pernik-pernik diemperan yang penjualnnya muslimah Bosnia ‘putih-cantik’ dan murah senyum.

Di masjid Nabawi aku berkenalan dengan askar muslimah asli Arab Saudi. Dia guru di sekolah dasar dan fasih berbahasa Inggris. Jadi aku sempat berbincang cukup panjang sambil menanti kesempatan masuk ke Raudah. Dia bertanya apa aku masih sekolah? Aku bilang aku sudah lulus kuliah dan bekerja. Apa pekerjaan yang aku sandang? Aku jawab arsitek dan dosen. Mata indahnya terbelalak … heran, he3 … Mungkin hal yang tidak umum di negara Saudi Arabia ini ya … Aku lanjutkan bahwa aku paling senang mendesain masjid. Inspirasiku datang dari indahnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta kekayaan arsitektur Indonesia. Dia bilang Masyaallah … Di Indonesia perempuan diberi kesempatan seluas itu? Ya! jawabku. Menurut dia di negaranya kiprah perempuan masih dibatasi. Ya Allah … Aku bersyukur telah ditakdirkan menjadi muslimah Indonesia.


Hari Pers Nasional, 9 Februari 2022

Standar

Aku bukan jurnalis profesional tapi suka fotografi dan menulis. Suamiku suka fotografi tapi tidak suka menulis. Tahun ini dia mulai suka membuat video dan sudah tayang beberapa di cannel Youtube. Jadilah kami sepasang saling melengkapi Alhamdulillah.

Beberapa artikelku pernah terbit di media massa dalam bentuk cetak seperti koran, majalah, buku, jurnal ilmiah, dan tabloid. Rasanya senang sekali ya … Media massa adalah salah satu sumber belajar penting yang memperkaya ekosistem pendidikan nasional, khususnya di era informasi seperti saat ini. Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). PWI berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta dan menjadi wadah para wartawan untuk memperjuangkan bangsa lewat tulisan. Tahun ini, peringatan HPN 2022 akan diselenggarakan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Fotografi dan menulis adalah salah satu hobiku.
Suamiku hobi fotografi. Seru kalau jalan berdua bisa hunting banyak foto untuk kelengkapan artikelku.

Tulisanku dimuat di Majalah Ummi, foto-foto liputan haji dan liputan wisata Kota Cirebon terbit di Koran Republika, pengalaman parentingku tayang di Majalah NooR plus jadi model covernya. Ada juga opini bidang pendidikan, sosial, dan politik mengisi Koran Radar Cirebon. Aku pernah mendesain busana muslimah dan tayang menghiasi Tabloid Hikmah, juga kisah inspiratifku ditulis di Tabloid Wanita Indonesia dan Tabloid Nova.

Sampul kita dan cover Majalah NooR tahun 2006.

Aku pernah menjadi kontributor utama Buletin Blakasuta NGO Fahmina Institute. Beberapa foto traveling ada terbit di majalah NatGeo Kids dan tulisanku berhasil dimuat Majalah Potret yang terbit di Aceh. Senang sekali aku pernah didaulat menjadi narasumber diskusi online IIDN dengan tema bedah rumah. Sedangkan hasil penelitianku terkait peran perempuan dalam era wikinomic terbit di Jurnal Palastren STAIN Kudus dan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menerbitkan karya ilmiahku tentang ekonomi dan bisnis ritel.

Hasil wawancara Tabloid Wanita Indonesia tahun 2004.

Nah … Hal yang menyenakan adalah aku menjadi anggota blog keroyokan di https://www.kompasiana.com/dewilailypurnamasari dengan lebih dari 740 artikel dan blog pribadi under WordPress.com 570 artikel. Aku menulis buku berjudul Bukan Kota Wali bersama teman di NGO Fahmina Institute dan buku Jejak Kenangan bersama teman perempuan alumni ITB. Barakallah …

Buku Jejak Kenangan terbit tahun 2021.
Artikel tavelingku terbit di Koran Republika tahun 2012.
Suplemen Leisure berisi kiriman artikel dari penulis lepas.
Jejak karyaku yang menembus media massa … Sekarang aku lebih aktif menulis di blog.

Mampir juga yuk! diartikel menarik lainnya:

Kenangan Lebaran di Masa Pandemi 2020

Standar

Edisi kangen Kaka dan Mas. Sudah dua Lebaran tidak kumpul silaturahim di Jakarta, tahun 2020 dan 2021. Semoga tahun 2022 bisa berkumpul berlima ya Allah Yang Mahabaik lagi Maha Pemberi Karunia.

Masyaallah … -gladi resik lebaran sendiri- foto ini ada di story IG Mas. Aku tuh pingin ketawa geli, tapi juga terharu campur sedih.

Teteh DM Mas: “pake gladik resik segala sih mas?”

“iya … nih biar gak grogi”, jawab Mas.

Mas, anakku kedua tertahan di Jatihandap Bandung –home alone– karena ITB baru saja selesai UAS kemarin dan masih ada sepekan lagi masa remedial dan pengumuman IPK. Nah … Hari Kamis siang Kaka, anak sulungku yang ngekos di Jatinangor, mampir ke rumah Mas setelah anter pesanan ayam kampung umbaran ke-7 konsumen dan konsumen ke-8 adalah Mas he3 …

Kaka dan Mas kan hobi masak … jadi mereka ketemuan sambil asyik uplek deh di dapur. Alhamdulillah opor ala Cirebon dan Solo saat mudik pun tersaji untuk buka puasa berdua.

Seneng ya sebagai orangtua punya anak laki-laki yang bisa mandiri kayak gini dan bersabar di saat pandemi covid-19 jauh dari Ibu dan Bapa. Mereka gak bisa mudik lebaran ke Jakarta. Semoga Allah Yang Mahakuasa lagi Maha Penjaga melindungi Kaka dan Mas, aamiin…

Mangga teman-teman di area Bandung Raya yang kangen opor ayam kampung bisa kontak Kaka di The_IR_Store https://www.tokopedia.com/thirstore

Ready everyday ayam kampung 5 rasa tradisional: goreng lengkuas, woku, betutu, kalasan, dan rica-rica juga tersedia.
Homemade ayam kampung umbaran ungkep spesial order ya …
Masaknya praktis banget … Ayam kalasan digoreng 5 menir atau dioven 15 menit saja. Makin sedap karena sudah ada sambelnya apalagi jika disajikan dengan pete dan sayuran rebus waaahhh … Maknyuussss …

Mampir juga yuk! Di artikel menarik lainnya: