Koleksi Buku Langka, Warisan dari Bapa

Standar

Sejak SD aku sudah rajin ke perpustakaan sekolah. Sewaktu SMP dan SMA, aku melebarkan sayap dengan menjadi anggota perpustakaan daerah. Waaaah … Senangnya bisa membaca beragam buku tanpa harus membeli. Maklum kan uang saku terbatas. Bapa juga menyarankan agar aku lebih sering ke perpustakaan terutama saat liburan sekolah.

Me time membaca buku sangat menyenangkan.

Berguru kepada buku. Para penulis buku sejatinya mereka juga guru. Sewaktu sekolah dulu hingga kuliah pascasarjana, aku belajar dari para guru Namun … Banyak juga yang tak diajarkan guru di sekolah dan kampus, justru aku dapatkan dari buku.

Aku punya koleksi buku serial Lima Sekawan lengkap, penulisnya Enid Blyton. Buku Trio Detektif dan komik Tintin favoritku. Aku juga membaca buku tentang para tokoh dunia.  Paling seru kalau membaca buku tentang penjelajahan, wisata, dan tempat-tempat keren di dunia.

Pojok baca dan koleksi buku di rumahku.

Setelah lulus kuliah dan bekerja, aku mulai membeli buku yang aku suka. Koleksinya bervariasi ada ensiklopedi, agama, politik, sosial, budaya, ekonomi, juga novel he3 … Tentu koleksi buku arsitektur dan manajemen banyak aku miliki, karena kuliah S1 di Arsitektur ITB tahun 1989 – 1994. Melanjutkan S2 Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Pemasaran.

Setelah berkeluarga dan punya anak, aku senang membelikan anak-anak buku. Juga mengajak mereka ke Perpustakaan Nasional saat liburan.

Buku biografi para tokoh.
Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, tertanda dibeli Bapa tahun 1985.

Koleksi Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka warisan dari Bapa. Tertanda Bapa membelinya pada tahun 1985. Satu buku langka yang ada di rak adalah buku berjudul Dibawah Bendera Revolusi. Sampul biru dongker dengan tulisan berwarna keemasan. Kertasnya sudah usang menguning. Buku cetakan ketiga ini diterbitkan tahun 1964. Sudah lebih dari 50 tahun ya umur bukunya. Adakah teman pembaca yang punya koleksi buku ini juga?

Dibawah Bendera Revolusi adalah koleksi langka, warisan dari Bapa.

Biasanya bapa akan mengajak aku berdiskusi tentang buku-buku yang sudah dibaca. Nah … Hal ini juga aku coba jalankan dengan anak-anak. Bila mereka selesai membaca sebuah buku akan aku ajak ngobrol tentang isi bukunya.

Koleksi buku agama dan sosial.

Buku dengan judul Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, juga hadiah dari Bapa. Isinya keren. Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW diurutan pertama. Allahu Akbar.

Salah satu buku favorit yang sering aku baca ulang berjudul The Great Story of Muhammad. Ditulis oleh Ahmad Hatta. Buku setebal lebih dari 600 halaman ini berisi kisah syarat hikmah. Referensi lengkap hidup Rasulullah SAW dari sebelum kelahiran hingga detik-detik terakhir sebelum wafat.

Teteh sejak batita sudah senang membaca buku.

Koleksi buku anak-anakku diantaranya Franklin, Stowberry Shortcake, Keluarga Super Irit, KKPK komik dan novel, serial novel Narnia, juga mulai mengoleksi novel Tere Liye. Ada juga novel Laskar Pelangi dan 3 seri lainnya dari Andrea Hirata. Oya buku favorit mereka salah satunya adalah Toto Chan.

Tiga kutu buku sedang asyik membaca.

Menularkan kecintaan membaca buku tidaklah mudah. Aku berusaha memfasilitasi anak-anak dengan buku-buku berkualitas. Kegiatan membaca sangat bermanfaat loh! Jika anak-anak lain menonton televisi atau bermain game di gadget, anakku lebih suka membaca buku. Alhamdulillah.

Toko buku Gramedia Matraman yang nyaman.

Jalan-jalan favorit selain di alam bebas, ya … di toko buku. Toko buku Gramedia di Matraman Jakarta sangat nyaman. Selain koleksi bukunya lengkap, ada cafenya juga. Beberapa buku malah bisa dibaca di sana. Asyik deh!  Kalau lapar dan haus tinggal pesan makanan dan minuman kesukaan.

Inilah sebagian koleksi buku anak-anak.

Novel yang cocok untuk anak.
Totto Chan buku favorit dibaca berulang-ulang.
Novel ini cocok untuk anak perempuan.
Serial Anak karya Tere Liya yang keren banget.
Membaca novel Narnia sebelum menonton filmnya.

Allah SWT berfirman, “(Tuhan) Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.” (Ar Rahman 55 : 1-4). “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al Alaq 96 : 1-5).

Firman ini seharusnya memberikan motivasi kuat kepada orangtua agar memfasilitasi anak-anaknya cinta membaca. Al-Qur’an adalah bacaan yang mulia. Bacakanlah setiap hari satu atau beberapa ayat Al Quran kepada anak-anak (bila mereka belum mampu membaca).

Memahami pengetahuan alam lewat novel Bumi, Bulan, Matahari dan Bintang

Bila anak-anak telah mampu membaca, alangkah indahnya bila membaca bersama lalu dibaca pula artinya. Bila telah mampu membaca tafsirnya, maka alangkah menyenangkannya bila anak-anak mampu menjelaskan makna dari Al-Qur’an. Tentu, membaca buku ilmu pengetahuan lain adalah penting.

Yakinlah! membaca adalah membuka jendela dunia dan membuka pintu menuju surga-Nya, aamiin …

Asyik membaca buku favorit Architecture of Islamic World.
Karya penulis Turki bernama Sibel Eraslan tentang Maryam, Khadijah, Asiyah dan Fatimah.

Selamat hari guru tahun 2020.

Buku-buku yang menginspirasiku.

Semua guru yang telah memberikan ilmunya kepadaku. Tak bisa kusebutkan satu persatu. Semoga Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi Karunia membalas segala kebaikan mereka dengan pahala terindah. Aamiin …

Mampir juga yuk! Artikel menarik lainnya di sini:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s