Monthly Archives: Juni 2016

perintah puasa dan kisah umar

Standar

Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi berfirman dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 183 – 186 : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya, diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendakallah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Alhamdulillah … Kita bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun 1437 H. Semoga kita bisa sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat yang sangat bahagia. Mengapa ? Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Bijaksana melimpahkan tiga keutamaan : (1) Allah Yang Maha Baik lagi Maha Pengampun menjanjikan ampunan tiada batas disaat bertobat kepada-Nya; (2) Mendapatkan malam lailatul qadar; (3) Perintah puasa diawali dengan kata ‘Wahai orang-orang yang beriman!’

Rencanakanlah amalan Ramadhan dengan meningkatkan interaksi dengan Al Quran, memperbanyak sadaqah, dan terus menerus muhasabah diri.

Berkaca kepada kisah anak-anak yang kelaparan di masa Khalifah Umar bin Khatab.

Suatu ketika Khalifah melakukan piket keliling malam untuk mengetahui bagaimana kondisi rakyat yang sesungguhnya. Umar bin Khatab bertemu dengan tenda yang dihuni seorang ibu dan anak-anaknya yang masih kecil. Menangis … Ya … Anak-anak itu menangis karena lapar. Namun di periuk yang di masak ternyata hanya berisi air agar anak-anak bisa tidur. Ibu itu berkata “Allah menjadikan kami saksi atas Umar.” Ibu itu tidak tahun kalau yang datang adalah Umar bin Khatab. “Semoga Allah memberi rahmat kepadamu. Umar tidak mengatahui keadaan kalian.” Ibu itu membalas “Subhanallah, dia diamanahi mengurus kepentingan kami malah melalaikan nasib kami.” Umar bergegas pergi ke Baitul Mal dan kembali ke tenda dengan mamanggul bahan makanan untui ibu dan anak-anaknya. Lalu Umar bin Khatab memasakkan makanan untuk mereka. Anak-anak pun dibangunkan dan makan dengan lahap. Umar bin Khatah tidak meminta bantuan kepada pembantunya, karena sangat paham bahwa ini adalah amanah sebagai khalifah.

Kita pun adalah khalifah di muka bumi ini, maka tirulah perilaku mulia dari Umar bin Khatab. Bukankah setiap jiwa akan memikul apa yang dilakukannya semasa hidup. Kebajikan sebesar biji sawi pun ada perhitungannya … begitupun dengan keburukan yang kita lakukan. Ingatlah selalu Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui …

hikmah di balik musibah

Standar

Pergelangan kakiku terkilir dan lututku memar. Aku terjatuh di depan sebuah kampus tempat tim ID-Kita Kompasiana dan Kementrian Kominfo mengadakan sosialisasi internet sehat dan aman. Agak tertatih aku masuk ke dalam mobil. Entah bagaimana mulanya, kejadian itu sekejab saja. Sebelum kembali ke hotel, rombongan menuju sebuah lokasi bernama ayam ndelik. Duh … Sulit juga aku melafalkan kata ndelik itu. Supir kami, pa Anto yang asli Yogyakarta menjelaskan keunikan tempat makan malam kali ini. Aku tanya apakah ndelik sama dengan mendelik ? Ha3 … Tawa pa Anto terdengar sambil berkata bahwa ndelik ini artinya tersembunyi atau nyempil.

Wah … Aku kira ayamnya waktu disembelih mendelikkan matanya. Ternyata salah! Lokasinya terpencil di sudut perumahan. Seandainya harus mencari sendiri, sepertinya aku menyerah. Mobil masuk ke pekarangan sebuah restoran yang di desain dengan suasana jadul. Bangku dan meja kayu yang alami tanpa cat atau plitur. Ruang pertama ada dua meja besar dengan bangku panjang berdekatan dengan sebuah lemari berisi barang kuno koleksi pemiliknya. Alunan lagu Koes Plus terdengar dari pemutar piringan hitam yang juga lawas. Ada radio tua yang masih berfungsi dengan tombol pemutar untuk mencari frekuensi.

Wuih … Ini era digital, tapi di sini masih memakai alat elektronik era manual. Sungguh luar biasa. Kami menuju ruang di belakang dapur. Di balik ruangan masih berupa tanah luas yang ditanami pepohonan tinggi. Di langit malam terlihat bulan hendak purnama mengintip dari balik awan. Cahaya lembutnya menerobos dedaunan sungguh tampak sangat romantis. Hi3 … Mungkin suatu kali nanti aku akan rayu suami untuk mampir ke tempat ini lagi. Kembali ke kakiku yang terkilir dan memar. Aku berucap istighfar dan innalillahi wa inna ilaihi rojiun untuk ujian dari Allah Yang Maha Adil. Tak lupa aku bersyukur mendapat hikmah dari kejadian ini.

Betapa nikmat atas kaki yang telah dilimpahkan Allah Yang Maha Pemurah. Banyak tempat yang bisa aku datangi. Langkahku ringan saja ketika kakiku tak sakit seperti ini. Namun … Kala sehat seringkali aku lupa bersyukur. Ya … Allah Yang Maha Mulia, ampunilah segala khilafku ini.

nomor3

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ‘(Allah) Yang Maha Pengasih. Yang telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tuntuk (kepada-Nya). Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya), di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.’ (QS. Ar Rahman 55 : 1-12).

Ketika sampai di kamar hotel dan melaksanakan shalat terasa sakitnya lutut saat sujud dan pergelangan kaki linu saat duduk antara dua sujud. Subhanallah … Allah Yang Maha Kuat telah memberikan karunia tak terhingga berupa kesehatan kepadaku selama ini. Sudah seharusnya sebagai rasa syukur, aku berbuat banyak kebajikan kepada sesama. Tak perlu ingin dipuji atau pamrih dari manusia. Hanya kepada Allah Yang Maha Besar sajalah segalanya diserahkan.

Mengenal Kecerdasan Visual-Spasial Pada Anak

Standar

Pemeriksaan Psikologis MIR (Multiple Intelligences Research) diikuti oleh Kindi akhir Mei lalu. Hasilnya adalah poin 4,1 (skala 5) untuk kecerdasan spasial visual. Apakah artinya ? Menurut DR. Howard Gardner komponen inti kecerdasan ini adalah kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendisain. Wah … Benar adanya. Semula aku hanya menduga-duga he3 …

Karena Kaka dan Mas juga cerdas spasial visual lalu aku tebak saja Kindi juga sepertinya begitu. Bagaimana tidak ? Dinding rumah sudah penuh berhias hasil goresan pinsil berupa gambar-gambar sejak Kindi berumur setahun. Ada gambar yang tingginya se-jendela. Ah … Ternyata Kindi memanjat meja untuk menggapai tempat kosong (maklum dinding yang rendah sudah penuh semua hi3 …).

Tanda-tanda lainnya adalah Kindi senang membantuku beberes ruangan. Geser perabot ke sana … lalu minggu berikutnya berubah lagi ke sini … Tak lebih dari sebulan geser lagi … Rumahku memang sering sekali berganti posisi perabot. Kindi juga tak tahan bila sehari saja tak pegang pinsil warna dan menorehkannya di kertas gambar (bekas pun tak masalah yang penting bisa di warnai). Di sekolah Kindi mendapat nilai A untuk pelajaran paint under windows. Gurunya memberi pujian bahwa hasil karya Kindi melebihi teman-teman sekelasnya.

kindiibusentul

Nah … Supraise juga untuk soal memotret. Tak disangka ternyata Kindi punya mata fotografi yang bagus, Ketika aku minta Kindi men-jepret aku yang jadi objeknya, ternyata hasilnya keren! Saat tes Kindi diminta membentuk sesuatu dari plasitin dan hasilnya bagus. Oh … Rupanya dugaanku tak meleset. Dalam tes kali ini juga dikenali kecenderungan gaya belajar Kindi.

Alhamdulillah … Aku jadi tahu kalau Kindi itu senang belajar dengan gambar artinya dengan membayangkan, suka dengan warna juga belajar dengan metafora. Pantas saja waktu di ajak ke museum Kindi senang sekali. Sebab di museum Kindi bisa melihat langsung dengan matanya bentuk-bentuk hewan  maupun beragam benda lainnya.

Kindi akan bergairah bila belajar dilakukan dengan aktivitas, drama, respon tubuh atau membuat kerajinan tangan. Hal ini didukung oleh hasil MIR poin 3,9 untuk kecerdasan kinestetiknya. Wah … Pantas saja Kindi tidak bisa diam lama he3 … Malah senang kalau belajarnya dibumbui dengan acara menari. Kecerdasan linguistik Kindi juga bagus poin 3,5 sama dengan kecerdasan matematisnya. Jadi gaya belajar yang bisa diterapkan adalah membiasakan Kindi belajar dengan cara membaca, menulis, berdebat, berbicara di depan umum, bercerita, dan merekam dengan kaset. Juga didukung dengan belajar angka-angka. komputer, membuat perkiraan, memecahkan masalah atau studi kasus. Senangnya bisa mengetahui hal ini sejak dini.

Sebagai orangtua tentu hal ini sangat berguna untuk menemani Kindi belajar. Selagi masih anak-anak tentu bermain sambil belajar itu lebih asyik. Nah … Kegiatan kreatif yang disarankan adalah mengkoleksi dan memamerkan lukisan serta mendisain sampul buku. Menciptakan olahraga improvisasi dan lomba olahraga bersama keluarga. Membiasakan Kindi untuk suka bercerita, berdiskusi, menulis pesan, membuat buletin keluarga dan menjadi presenter keluarga. Tak lupa mengajak Kindi membuat percobaan ilmiah, menghitung perabot rumah, dan sebagainya. Yuk! Main Bu … Begitulah anak-anak. Main adalah dunianya. Permainan yang disarankan adalah tebak gambar, bongkar pasang, lego, win and lose. Kindi akan bersemangat bila diajak outbond, bersepeda, berenang, dan main rumah-rumahan.

gadis cilik cantik berjilbab

Standar

Anak belajar dari ajakan dan teladan. Bukan dari paksaan apalagi ancaman. Siapa teladan anak yang utama ? Tentu orangtua adalah contoh pertama bagi mereka. Ketika aku ingin mengajakMaryam Aliyya Al Kindi untuk berhijab tentu tidak dimulai dari dalil-dalil Al Quran. Namun, aku berusaha menjadi ibu yang menjalankan perintah Allah Yang Maha Mulia dalam keseharian. Berhijab ketika keluar rumah yang aku lakukan sehari-hari menarik hati Maryam Aliyya Al Kindi.