perintah puasa dan kisah umar

Standar

Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi berfirman dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 183 – 186 : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya, diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendakallah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Alhamdulillah … Kita bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun 1437 H. Semoga kita bisa sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat yang sangat bahagia. Mengapa ? Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Bijaksana melimpahkan tiga keutamaan : (1) Allah Yang Maha Baik lagi Maha Pengampun menjanjikan ampunan tiada batas disaat bertobat kepada-Nya; (2) Mendapatkan malam lailatul qadar; (3) Perintah puasa diawali dengan kata ‘Wahai orang-orang yang beriman!’

Rencanakanlah amalan Ramadhan dengan meningkatkan interaksi dengan Al Quran, memperbanyak sadaqah, dan terus menerus muhasabah diri.

Berkaca kepada kisah anak-anak yang kelaparan di masa Khalifah Umar bin Khatab.

Suatu ketika Khalifah melakukan piket keliling malam untuk mengetahui bagaimana kondisi rakyat yang sesungguhnya. Umar bin Khatab bertemu dengan tenda yang dihuni seorang ibu dan anak-anaknya yang masih kecil. Menangis … Ya … Anak-anak itu menangis karena lapar. Namun di periuk yang di masak ternyata hanya berisi air agar anak-anak bisa tidur. Ibu itu berkata “Allah menjadikan kami saksi atas Umar.” Ibu itu tidak tahun kalau yang datang adalah Umar bin Khatab. “Semoga Allah memberi rahmat kepadamu. Umar tidak mengatahui keadaan kalian.” Ibu itu membalas “Subhanallah, dia diamanahi mengurus kepentingan kami malah melalaikan nasib kami.” Umar bergegas pergi ke Baitul Mal dan kembali ke tenda dengan mamanggul bahan makanan untui ibu dan anak-anaknya. Lalu Umar bin Khatab memasakkan makanan untuk mereka. Anak-anak pun dibangunkan dan makan dengan lahap. Umar bin Khatah tidak meminta bantuan kepada pembantunya, karena sangat paham bahwa ini adalah amanah sebagai khalifah.

Kita pun adalah khalifah di muka bumi ini, maka tirulah perilaku mulia dari Umar bin Khatab. Bukankah setiap jiwa akan memikul apa yang dilakukannya semasa hidup. Kebajikan sebesar biji sawi pun ada perhitungannya … begitupun dengan keburukan yang kita lakukan. Ingatlah selalu Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui …