Dukungan Keluarga untuk Me Time

Standar

“Apa sih pentingnya me time?” tanya seorang suami kepada istrinya yang meminta ijin ‘nyalon’ barang sejenak. Dia ingin melepaskan beban lelah lahir batin mengurus 3 anak dan pekerjaan rumah. Penat mendera bahkan nyaris menghabiskan seluruh energinya.

Episode di atas bukan aku loh! He3 … Peluk virtual dulu buat para mamah yang sedang mengalami kesulitan untuk me time karena tak mendapat dukungan dari keluarga terdekat, terutama suami.

Ya … Tentu lumrah bila para mamah ingin menikmati waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga bisa beraktivitas sendirian (atau bahkan tidak melakukan apa-apa). Para mamah mengatakan me time adalah salah satu cara menjaga kewarasan dengan sejenak benar-benar menikmati aktivitas untuk diri sendiri. Namun kadang hal itu hanya angan-angan belaka. Suami tak mendukung, bahkan merasa aneh dengan keinginan istrinya untuk me time.

Sedikit saran agar me time sukses dan memperoleh dukungan keluarga adalah dengan berkomunikasi dan berkomitmen menjalankannya sebaik mungkin. Sampaikan keingininan kita dalam bahasa ‘aku’. Seperti mengatakan “Aku butuh waktu refresing sendirian saja, agar lebih sehat lahir batin”. Atau “Aku ingin sedikit waktu menjalankan hobi olahraga agar lebih segar dan bugar”. Bisa juga “Aku mau melakukan hal ini agar menjadi lebih gembira dan positif berpikir”. Semoga dengan berkomunikasi, pasangan semakin mengerti dan mendukung me time para mamah.

Aku sederhana saja melakukan me time. Walau ada satu me time spesialku itu adalah menyetir mobil sendirian. Alhamdulillah, suami mendukung jadi tak ada kendala ketika menjalankannya.

Pertama, waktu sepertiga malam, me time terbaik dengan berwudhu, shalat tahajud, berdoa, dan membaca Al Quran. Sendirian di atas sajadah, bermunajat kepada Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi Karunia. Berkeluh kesah dan mengadukan beragam beban rasa kepada-Nya. Berharap pertolongan dan perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan. Berucap syukur atas segala nikmat dan rahmat-Nya. Melangitkan doa-doa terbaik untuk diri dan keluarga. Waktu shalat wajib dan shalat dhuha adalah the best time to me time.

Tempat terbaik me time dan waktu terbaik saat sepertiga malam.

Kedua, membaca buku dan menulis. Termasuk hunting dan shoping buku di toko buku adalah me time kesukaanku.Banyak hikmah dari buku-buku yang dibaca membuat pikiran kembali cerah, jernih, dan fokus.

Buku menjadi teman setia me time.

Ketiga, dipijat. Aku lebih suka dipijat secara pribadi di rumah. Bukan pergi ke salon he3 … Relaksasi otot dan menghirup wangi minyak zaitun bercampur kayu putih, minyak tawon Makasar, atau minyak urut Dayak membuat tenang bahkan sampai tertidur pulas ketika dipijat. Kadang dipijat sambil baca buku atau menonton film. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Seru ya …

Minyak tawon Makasar dan minyak urut Dayak membantu relaksasi otot.

Keempat, olahraga bersepeda atau berenang. Walau saat ini agak sulit melakukan me time ini. Tapi syukurlah sudah beberapa kali aku bisa bersepeda, tentu dengan prokes ketat. Agar tetap terhindar dari virus Covid-19. Berenang baru mencoba sekali ternyata tidak mudah. Kangen juga sih menikmati air sejuk dan mengolah nafas di kolam renang. Badan menjadi segar dan bugar kembali.

Sepedaan itu me time yang kadang sekaligus quality time bersama suami ha3 …

Kelima, melukis. Mudah saja me time dengan aktivitas melukis. Menuangkan warna-warni dengan media kanvas dan cat air, atau kertas dan pinsil warna sama asyiknya.

Keenam, menyetir mobil. Keluar sendirian menyetir mobil ke mana saja aku mau. Biasanya sih pagi hari di akhir pekan. Tampak aneh ya me time seperti ini? Tapi sungguh kegiatan menyetir mobil bisa membuatku sangat bersemangat. Rute favoritku adalah tol Jagorawi dan Bocimi, dari Jakarta hingga putar balik di Bogor atau di Cigombong. Aku juga suka rute Cipularang dari arah Bandung putar balik di Jatiluhur km 84 kembali ke Pasteur. Pemandangannya sangat indah, tapi harus tetap hati-hati dan waspada karena rawan terjadi kecelakaan.

Rute favoritku tol Jagorawi dengan pemandangan gunung Gede dan Pangrango yang sangat indah.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s