Cinta Mewarnai Perjalananku Pada Tahun 2021

Standar

Siapa tak kenal pujangga legendaris William Shakespeare? Tentu tidak asing lagi bagi para Mamah member of Mamah Gajah Ngeblog (MGN) ya … Shakespeare merupakan seorang penyair dan seorang dramawan yang terkenal dari Inggris. Aku coba mengutip bait puisi yang terasa pas dengan Tantangan MGN pada bulan November kali ini.

Senyum ceria berbagi bahagia …

Cinta yang terindah ialah saat kau seduh setetes demi setetes, bukan yang kau reguk sekali tegukan.

William Shakespeare.

Bulan November terasa istimewa karena aku dilahirkan pada bulan ini 51 tahun yang lalu. Setelah melewati gerbang “Golden Age” dan diberikan kesempatan menapak hidup oleh Allah Yang Mahamulia lagi Maha Pemurah, aku patut bersyukur. Menuliskan berbagai hikmah yang aku dapatkan sepanjang tahun 2021 adalah salah satu caraku untuk terus mencintai kehidupan yang telah diberikan oleh Illahi Rabbi Tuhan Pencipta alam semesta dengan segala isinya. Hal ini juga adalah muhasabah diri agar aku senantiasa ingat bahwa mengumpulkan bekal untuk kehidupan sejati setelah dunia ini adalah tugas yang utama dan penting. Hidup di dunia hanya sesaat, sedang kehidupan abadi ada di akhirat kelak.

Mengawali Tahun 2021 dengan Bunga di Bulan Januari

Berangkat dari pengharapan akan masa yang lebih baik, wabah pandemi Covid-19 bisa berakhir, dunia lebih damai dan sehat. Serta manusia senantiasa bahagia menjalani kehidupannya.

Bunga mewakili kebahagiaan. Warna-warni cerah beragam rupa bentuk dari bunga mencerminkan harapan. Harum semerbak mewangi serupa damai dan sehat bagi jasmani dan rohani. Aku mencoba menulis artikel tentang tren busana berbunga-bunga yang layak dipilih untuk tahun 2021.

Artikel pertamaku di awal tahun 2021 tentang bunga dalam link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/01/26/3802/

Dengan warna kita bisa bicara. Warna merah melambangkan tubuh / jasmani manusia. Sedang putih melambangkan rohani / jiwa. Selain itu merah juga berarti berani. Berarti juga energi untuk menghadapi beragam tantangan di masa kini dan berjuang menjadi pemenangnya. Semangat untuk terbebas dari segala bahaya dan kesulitan. Tren 2021 akan menjadikan bunga merah dan putih sebagai lambang perjuangan bersama.

Ayolah … Tunjukan cinta, kasih sayang dan empati kepada sesama, siapapun itu. Jangan karena berbeda lalu terjadilah saling menghina. Membangun dan memajukan bangsa dan negara ini harus bergandeng tangan.  Tidak saling menyakiti dan mendzalimi sesama. Tidak pula arogan atau semena-mena hanya karena sedang berkuasa. 

Jangan Salahkan Hujan Ketika Banjir di Bulan Februari

Senja itu di Pitch 10, pohon pohon besar di hutan yang rapat nampak seperti hamparan karpet hijau. Hutan primer hanya tersisa sekitar 1000-1500-an meter dari kaki tebing, sisanya telah beralih menjadi perkebunan sawit, membentang sejauh penglihatan. Di kejauhan, semburat matahari sore nampak kemerahan di batas-batas punggungan”. 

Kalimat itu ditulis oleh Angga seorang pemanjat tebing yang telah selesai melakukan pembukaan jalur di Tebing Batu Daya pedalaman Kalimantan Barat.

Hujan di kampus ITB yang selalu bikin kangen. Foto ini aku upload dalam artikel Tantangan MGN dan mendapat reward juara keempat, simak kisah lengkapnya di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/03/30/mencintai-yang-terpilih/

Pada bulan Februari aku mendapatkan hikmah bahwa janganlah menyalahkan hujan yang turun ketika banjir datang menerjang. Jika air yang tak ada tempat kembali juga disalahkan, maka untuk apa pejabat bersusah payah datang ke lokasi banjir? Hanya ingin pencitraaan? Hujan turun sudah Sunnatulllah. Air sejatinya harus punya jalan pulang. Bila tak ada jalan pulang karena digeser, digusur, dialihfungsikan, bahkan dirampok tentu air akan mengamuk. Marahnya air karena rumahnya tak lagi tersedia. Air menerjang apa saja yang menghalanginya kembali.

Tengok jutaan hektar tambang batubara menyisakan rusaknya daerah resapan. Pandang hutan yang tak lagi lebat, akibat pepohonan tumbang ditebang tak tergantikan. Jenguk kebun-kebun sawit merambah tanah-tanah gembur tak lagi menahan aliran air. Sibak banyak tempat tak lagi ada akar-akar pohon yang bisa menyerap air. 

Kini mata nanar berurai air mata karena dilanda musibah banjir yang kau katakan terburuk sejak 50 tahun lampau. Luapan air di sungai Barito hanya fenomena permukaan. Coba telaah intinya … Kaji sebab musababnya! Aku berdoa agar masyarakat yang tertimba musibah diberikan kesehatan, kesabaran, dan semangat untuk kembali pulih. Semoga alam kembali diperhatikan dan berhentilah merusaknya. Karena bila rusak, kita juga yang akan merugi.

Cintai dan jagalah alam, niscaya alam akan menjaga dan memberimu kebahagiaan.

Melukis di Bulan Maret Agar Terus Bahagia

Terhitung dari bulan Maret 2020, maka inilah waktu setahun pandemi telah mengubah berbagai sendi kehidupan kita. Waktu kita lebih banyak di rumah saja. Bila tak pandai mengisinya dengan kegiatan positif tentu akan muncul beragam gangguan fisik ataupun psikis.

Nah … Bila ada waktu luang, aku akan mengisinya dengan melukis. Aku senang melukis di dekat jendela. Suasana pagi yang sejuk juga terasa lebih nyaman untuk kegiatan melukis. Apalagi masih ada sisa titik air hujan semalam. Hhhmmm … Wangi tanah dan dedaunan memberikan rasa segar. Matahari pagi yang masuk lewat kisi kaca juga menambah ceria hati. Jadilah lukisan bunga tulip dan kupu-kupu cantik.

Aku menggunakan pinsil warna dan kertas untuk melukis bunga tulip putih ini. Mau lihat lukisanku yang lainnya, sila mampir di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/03/29/melukis-kembali-di-masa-pandemi/

Oya … Ada pengalaman nih saat malas menulis mendera. Aku putuskan untuk melukis. Eeehhh … Kok malah melukis?! He3 … Selain tentunya berdoa -dzikir pagi dan petang, membaca Al-Qur’an, juga ibadah lainnya. Jalani hobi yang dicintai tentu menjadikan hati tenang dan pikiran pun kembali jernih. Alhamdulillah … Agar aku bisa menulis kembali di blog pribadi dan blog keroyokan Kompasiana dengan pikiran jernih dan hati tenang. Aku juga terus semangat menulis untuk komunitas BTA, MaGaTa dengan tantangan satu artikel setiap pekan dan MGN dengan tantangan satu artikel perbulan.

Belajar dari Kartini di Bulan April Tentang Makna Perempuan Berdaya

Pernahkah teman mendapat pertanyaan unik dari anaknya? Seperti anakku bungsu, Teteh bertanya, “Bu … apa sih pekerjaan Ibu?” “He3 … Ada-ada saja nih! Kalau di KTP tertulis ‘Mengurus Rumah Tangga’,” jawabku sambil tersenyum.

Jangan lupa bahagia … Eits … Jangan lupa sarapan juga ya karena kenyataan itu berat Ferguso ha3 … Simak cerita lengkapnya di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/04/23/berdaya-dan-bahagia-sebagai-ibu/

Aku tidak semata bekerja. Namun, aku ingin berkarya, makanya tak terlalu risau dengan gaji, upah, atau imbalan materi. Pengalaman mengajarkan rezeki bisa datang dari mana saja. Termasuk dari tempat yang tidak disangka-sangka. Mencintai tugas dan tanggung jawab kita sebagai perempuan, ibu, anak, anggota masyarakat itu tanda kita menjadi perempuan berdaya.

Sambil leyeh-leyeh santai, aku jelaskan kepadaTeteh, selain mengurus rumah tangga. ibunya ini juga seorang arsitek. Tugasnya merancang bangunan seperti rumah, masjid, atau gedung. Pernah juga mengawasi pembangunan apartemen. Proyek pembangunan itu butuh diawasi. Jadi kadang bekerja hingga larut malam, dalam situasi berdebu, hujan ataupun panas. Bergaul dengan para tukang sekaligus bersama para pemilik modal.

Oya … Aku juga ceritakan pekerjaan sebagai dosen di perguruan tinggi, pernah menjadi Direktur Akademi AP-CIC Cirebon. Selain mengajar, dosen itu harus menulis jurnal dan melakukan pengabdian kepada masyarakat, ikut menjadi peneliti dan sukarelawan di sebuah LSM. juga menjadi narasumber seminar atau sekedar sebagai moderator. Aku pernah aktif di Partai Amanat Nasional dan menjadi caleg DPR RI juga balon Walikota.

Semoga Teteh sebagai perempuan mampu mendapatkan hikmah dari penjelasanku ini. Menjadi perempuan berdaya itu penting. Belajarlah dari Kartini yang berani mendobrak sekat keterbatasan akses perempuan kepada pendidikan. Sejatinya pendidikan adalah pokok pintu utama agar perempuan mampu berdaya dengan bermartabat, bahagia dunia akhirat. Yuk! Semangat ya Teteh …

Merajut Cinta 26 Tahun di Bulan Mei

Berlayar dalam rumahtangga bersama kekasih tercinta selamanya hingga di surga-Nya nanti… aamiin.

Ada saatnya aku tidak bisa berkumpul lengkap sekeluarga. Menulis adalah satu cara pengobat rindu, yuk! simak kisahnya di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/05/20/obat-rindu-bersama-keluarga-tercinta/

Pada bulan Mei 2021 kami telah bersama 26 tahun dalam rahmat dan karunia Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Senantiasa saling mendukung dalam kebajikan agar dicintai Allah Yang Mahacerdas lagi Mahabijaksana. Bermohon hingga kelak selalu bersama disurga-Nya sekeluarga, berkumpul dengan Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam, dan orang-orang shalih. Bahagia itu sederhana saja. Suka duka episode kehidupan berkeluarga pastilah ada, jalani dengan tetap sabar dan syukur.

Oya … Kaka dan Mas lahir di bulan Mei, jadi ini memang salah satu bulan istimewa bagi keluargaku. Berat terasa sebagai keluarga ketika tidak bisa berkumpul bersama dalam momen istimewa. Berkumpul dengan keluarga saat ulangtahun atau saat hari raya merupakan momen yang dirindukan. Sudah dua kali lebaran, keluarga kecilku tidak bisa lengkap berkumpul. Kaka dan Mas di Bandung, sedang Teteh, aku dan suami di Jakarta.

Bersyukur, selepas lebaran ketika keadaan sudah lebih aman, aku sempat berkumpul berlima lengkap di Bandung dan Bogor. Keluargaku senang mengisi waktu liburan dengan silaturahmi sekaligus tafakur alam. Saat berkumpul, kami akan membuka lembaran kebersamaan dari masa ke masa, sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat dan karunia dari Allah Yang Mahabesar lagi Mahaagung. Kebetulan suami senang memotret jadi koleksi fotonya lengkap. Anak-anak senang bila bersama-sama melihat kembali album kenangan keluarga. Alhamdulillah … Berkumpul bersama keluarga tercinta walau sekejap sangatlah membahagiakan.

Bersepeda, Ikhtiarku Menjaga Kesehatan di Bulan Juni

Hari Sepeda Sedunia dirayakan setiap tanggal 3 Juni. Tema pada tahun 2021 adalah keunikan, serbaguna, dan umur panjang, sederhana, berkelanjutan, ekonomis, dan andal. Leszek Sibilski berkebangsaan Polandia-Amerika, Sang Sosiolog yang mencetuskan pertama kali ‘World Bicycle Day‘ pada tahun 2018. Akhirnya resolusi tersebut didukung oleh 193 negara anggota PBB termasuk Indonesia.

Gowes keliling Kota Cirebon bersama suami yang tugasnya merangkap jadi fotografer ha3 … Jelajahi juga artikel yang berisi artikel tentang hobiku bersepeda di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/06/03/hari-sepeda-sedunia-dirayakan-pada-tanggal-3-juni/

Bersyukur aku menikah dengan penyuka gowes juga. Jadi anak-anakku sudah punya sepeda sejak kecil. Mereka bahkan sudah bisa bersepeda roda dua sejak TK. Kegiatan bersepeda menjadi quality time keluarga. Sayangnya … Setelah mereka pesantren dan kuliah jarang sepedaan bareng lagi. Namun aku dan suami berusaha terus bersepeda untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, plus merawat cinta juga dong … Hanya gowes tipis-tipis aja berdua, itu pun sudah bikin aku bahagia.

Siapa sangka bisa menikah dengan seseorang yang punya hobi sama? He3 … Secara kriteria, hobi tidak masuk dalam daftar syarat-syarat calon suami / istri. Ya … Aku dan suami ternyata punya satu hobi yang sudah dijalani sejak masa kecil. main sepeda. Sedari sekolah dasar sudah senang sekali gowes sepeda. Aku kelahiran tahun 1970 dan suami tahun 1969, terpaut setahun saja. Jadi kami ini hobi gowes mulai tahun 80-an (pada usia 10 tahun). Jaman sepeda kebo atau sepeda mini, juga sepeda balap yang rasanya keren banget ketika menggunakannya. 

Jejak Kenangan Perayaan ITB 101 di Bulan Juli

Sejarah Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia berawal pada abad ke-20, ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan de Techniche Hoogeschool te Bandung (TH) pada 3 Juli 1920 di lahan seluas 30 hektar di Bandung. Saat itu hanya terdapat satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap dan hanya satu jurusan yaitu de afdeeling der We gen Waterbouw. Pendirian perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia pertama.

Menginjak tahun 2021 adalah momen refleksi sebagai titik tolak bagi ITB dalam langkah transformasi bangsa Indonesia menuju kemajuan peradaban. Bersama kita juga saling menyemangati dan bahu membahu dalam menghadapi berbagai krisis demi kelangsungan kehidupan generasi mendatang yang lebih baik. Tema yang diusung kali ini adalah The Cradle of Civilization.

Beberapa teman satu angkatanku di Teknik Arsitektur ITB alumni tahun 1989 akan ikut meramaikan acara tersebut. Ada Imelda Rosalin, Stefanini Sumardiman, dan Donna Murdijanto. Senang rasanya mengenang jejak indah kata “Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater” yang terpatri kuat dalam jiwa.

Saat perayaan ITB 100 tahun, aku sempatkan ajak Kaka, Mas, dan Teteh berpose di depan gerbang kampus. Tahun 2021, aku menyimak perayaan ITB 101 tahun secara virtual. Liputan lengkapnya ada di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/07/03/peringatan-101-tahun-itb-menuju-tak-terbatas/

Ada yang masih ingat lirik Hymne dan Mars ITB? Aku tulis di sini ya … Semoga jadi sajian penuh cinta untuk para pembaca.

ITB – Untuk Tuhan, Bangsa , dan Almamater

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater
Bergema di dalam hatiku
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater
Bergema di dalam hatiku
Kucinta rakyatku, kucinta negeriku
Kucinta tanah airku
Kucinta rakyatku, kucinta negeriku
Kucinta tanah airku
Bergerak kita bergerak
Satukan tekad satukan langkah
Hentak kaki kita bergerak
Semangat juang wujudkan cita
Bergerak kita bergerak
Satukan tekad satukan langkah
Hentak kaki kita bergerak
Semangat juang wujudkan cita
Bergerak kita bergerak
Satukan tekad satukan langkah
Hentak kaki kita bergerak
Semangat juang wujudkan cita
Untuk Tuhan… Bangsa… dan Almamater


Hymne ITB

Dengan bangga kami seru namamu
Almamater jaya ITB tercinta
Besar nian sumbangsihmu bagi negri
Bagi cita nan mulia masyarakat sejahtera
O tuhan kami mohon restu dan petunjukMu
Dalam tugas dan bakti pada nusa dan bangsa

Mars ITB

Derapkan langkah tatap ke depan
ITB citra ganesha
Curahkan daya kejarlah cita
Bakti pada negara
Siapkan diri, teguhkan hati
Tegarkan tekad pribadi
Langkah dan karya nyatakan pasti
Dambaan ibu pertiwi
Hai putra bangsa insan persada
Tugas mulia menantimu
Smangat dan tekad kembangkan slalu
Sinar terang pasti datang
Kajilah ilmu dan teknologi
Seni dan budaya bangsa
Kukuhkan sikapmu dan tekadmu mandiri
Capai masa gemilang
Rentangkan sayapmu pancarkan citra
Cerdaskan putra negara
Hantarkan bangsa Indonesia
Adil makmur sejahtera

Anak sulungku, Kaka merasa bersyukur bisa lolos ujian masuk S2 Entrepreneurship di SBM ITB. Sedangkan Mas, anak keduaku di Planologi ITB merasa bersemangat karena terpilih menjadi pengurus di HMP Pangripta Loka. Jadi … Tahun 2021 ini, keluarga kecilku terdiri dari Mamah Gajah, Papah Gajah, dan 2 Anak Gajah he3 … Semoga Teteh bisa juga jadi Anak Gajah berikutnya dengan menggapai cita-citanya menjadi mahasiswa di FSRD ITB.

Tetap Setia Menulis Cermin Semangat Kemerdekaan di Bulan Agustus

Pas lagi gak bisa kemana-mana bisa jadi galau dan bete dong! He3 … Betul sekali itu. Ide menulis jadi mandeg deh! Aku biasanya menghibur diri dengan membaca. Koleksi buku di rumah lumayan beragam. Selain buku-buku untuk referensi mengajar di kampus UCIC, ada juga koleksi novel, buku agama, politik, sejarah, dan ensiklopedia yang bisa menjadi pemantik ide menulis.

Beberapa tahun lalu pernah aku kehilangan gairah menulis. Lalu tak sengaja aku membaca kisah Habibie yang mulai menulis ketika ditinggal istri tercinta, Ainun. Tak lama seorang teman yang berprofesi sebagai wartawan mengontakku untuk share tulisan pengalaman menunaikan ibadah haji. Lalu aku juga dipertemukan dengan kompasianer yang baru sembuh pasca stroke berat, dia seorang arsitek. Terapi terbaik yang dapat mengembalikan memori dan mendorongnya tetap semangat hidup adalah menulis. Masyaallah … Terbit kembali semangat menulisku.

Oya … Kalau ingat perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, maka malulah aku kalau kehilangan semangat dalam menulis. Bukankah menulis itu merekam sejarah, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, dan membuka wawasan banyak orang. Aku berharap artikelku bisa bermanfaat dan memberi inspirasi bagi sesama. Menulis … Inilah jalan perjuanganku …

Buku adalah teman setia penulis. Mengapa tetap setia menulis? Temukan jawabannya di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/08/30/lima-alasan-mengapa-tetap-setia-menulis/

Cinta kepada dunia menulis memberikan hikmah yang besar kepadaku. Tentu untuk bisa menulis dengan baik harus memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang suatu topik. Kegiatan menjelajah sumber tulisan agar mendapatkan data yang valid juga harus terus dilakukan dengan tekun. Walau betapa godaan untuk malas menulis itu sangat banyak. Sungguh bersyukur aku dapat berjumpa komunitas seperti MGN yang terus menebarkan semangat agar terus menulis. Thanks admin MGN, kru website https://mamahgajahngeblog.com/, dan para Mamah ITBMH yang tergabung di MGN atas kebersamaan kita selama ini. Semoga langgeng ya … aamiin.

Berbagi Pengalaman Literasi di Bulan September

Cinta membaca adalah hal penting dalam proses belajar. Bukankah belajar itu harus kita lakukan semenjak dari buaian hingga ajal menjemput. Aku berusaha menerapkan konsep belajar selamanya, belajar dimana saja, belajar kepada siapa saja, belajar dengan cara apa saja. Sejatinya belajar itu terus … terus … terus dan terus. Bisa jadi yang dimaksud adalah kembali belajar agar belajar menjadi lebih bahagia. Ya benar! Bahagia belajar itu sangat penting. Lebih utama dari merdeka belajar yang dicanangkan Mas Menteri he3 …

Mengapa bahagia belajar itu penting? Sungguh patut disadari bahagia itu ada dari dalam diri. Bukan dari luar. Bila para pembelajar sejati sudah merasakan bahagia belajar, mencintai proses belajar, dan menjadikan belajar sebagai suatu kebutuhan, maka tak akan ada keluhan saat melakukan aktifitas belajar. Semenjak dini, aku mencoba menerapkan bahagia belajar kepada ketiga anakku.

Cinta membaca membuka jendela dunia, Teteh saat belajar di Perpusnas Jakarta. Tips agar anak cinta membaca ada di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/09/05/berbagi-pengalaman-3b-baca-buku-bareng-bersama-anak/

Aku berusaha memberikan bahan bacaan sesuai dengan umur dan minat masing-masing. Rumah mungilku ditata sedemikian rupa agar tetap nyaman dengan tambahan ruang baru yang bernama perpustakaan. Mereka bisa membaca di atas karpet perpustakaan, atau di ruang tamu sambil duduk bersila, kadang sambil tengkurap atau telentang di atas ranjang. Di dalam mobil juga ada buku yang dapat dibaca sambil mengisi waktu perjalanan panjang.

Di pangkuanku adalah lokasi favorit bila butuh dibacakan buku atau mendengar cerita, kisah, dongeng, dan lantunan ayat suci (sambil sesekali mata terpejam … Dulu waktu balita malah sampai ketiduran). Khusus saat weekend ada jadwal  untuk 3B (Baca Buku Bareng) 30 menit saja bersama mereka sebagai upaya agar keterikatan –bonding yang kuat antara anak dan orangtua.

Lulus S3 di Bulan Oktober

Innalillahi wa innailaihi rojiun … Alhamdulillah … Subhanallah …

Kalimat thoyibah aku ucapkan saat anakku bungsu, Teteh harus masuk UGD dan disarankan dokter untuk rawat inap di rumah sakit pada akhir bulan Oktober 2021. Hati ini penuh dengan dzikir dan doa kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.

Pengalaman rawat inap di rumah sakit bisa membuat seseorang trauma dan tak ingin atau takut berhubungan dengan segala yang berbau rumah sakit. Namun, tidak begitu dengan Teteh. Usianya belum genap tiga bulan ketika hampir seluruh tubuhnya muncul bercak kemerahan. Dokter UGD memberi diagnosa awal, Teteh terkena virus dan harus dirawat. Setahun kemudian gejala awal demam tinggi hingga diatas 39 derajat Celcius mengantarkan Teteh kembali terbaring di rumah sakit.

Kali ketiga, Teteh mengalami demam tinggi dengan hasil laboratorium lekosit diatas 20.000. Hal itu membuat dokter yang merawatnya harus membiakan kultur untuk mengetahui virus apa gerangan yang menyerang Teteh? Namun pada hari kelima ternyata tidak berkembang, bahkan virusnya malah mati. Teteh pernah juga dioperasi usus buntu dan dijahit kepalanya karena mengalami benturan saat mobilku mengalami kecelakaan di tol.

Teteh saat rawat inap di rumah sakit, kisahnya ada di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/10/25/cek-kembali-makananmu-tidak-hanya-halal-tapi-harus-thoyib-juga/

Aku butuh energi dan kekuatan hati bila berurusan dengan rumah sakit. Namun … Saat aku menjadi seorang ibu, mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus berhubungan dengan rumah sakit. Ternyata Allah Yang Mahabaik lagi Maha Terpuji justru memberiku cara belajar ajaib agar aku memiliki perasaan positif terhadap urusan rumah sakit. Tidak lagi takut atau tegang.

Dia memberiku jalan agar belajar menerima episode saat ditimpakannya sakit kepada Teteh. Aku harus mengantar ke UGD dan menemani di ruang perawatan. Rasanya sungguh Allah Yang Maha Penjaga lagi Mahakuat begitu dekat. Benar adanya bila kita ditimpa suatu musibah atau ujian, maka sangatlah beruntung bila kita semakin dekat kepada-Nya. Ujian sakit mengandung hikmah bahwa kalau mau naik kelas dan semakin dicintai Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang maka harus lulus S3, yaitu sabar, syukur dan semangat.

Barakallah Teteh Usia 14 Tahun di Bulan November

Senangnya bisa kumpul berlima untuk bersyukur atas pencapaian Teteh telah menyetorkan hafalan Al-Qur’an 30 juz sebelum usia 14 tahun. Artikel lengkapnya di link: https://dewilailypurnamasari.wordpress.com/2021/10/08/maryam-my-daughter-has-finished-memorizing-the-holy-quran-30-juz/

Fenomena yang kita saksikan saat ini di tengah masyarakat tentang perlakuannya terhadap Al-Qur’an berbeda sama sekali dengan tujuan diwahyukannya Al-Qur’an. Di dunia Islam secara umum sedikit sekali orang yang mengetahui isi Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an tujuan Allah menurunkan Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam surat Ibrahim ayat ke-52, ‘(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Illah Yang Mahaesa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.’ Atau dengan kata lain mengajak manusia untuk bertafakur.

Dalam Al-Qur’an, manusia diseru untuk merenungi berbagai kejadian dan benda alam, yang dengan jelas memberikan kesaksian akan keberadaan dan keesaan Allah beserta sifat-sifat-Nya. Tanda-tanda kebesaran Allah terdiri atas segala sesuatu di alam semesta ini yang memperlihatkan dan menyampaikan keberadaan Allah. Sungguh, kewajiban kita untuk dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga dengan demikian kita akan mengenal Allah Yang Maha Pencipta lagi Mahaadil. Yang telah menciptakan dirinya dan segala sesuatu yang lainnya, menjadi lebih dekat kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Allah Yang Mahateliti lagi Maha Mengetahui mengajak dalam berbagai ayat Al-Qur’an kepada kaum berakal untuk memikirkan hal-hal yang biasa diabaikan orang atau hanya dianggap suatu kebetulan juga keajaiban alam. ‘Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (serasa berkata) : “Ya Tuhan kami … tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”‘ (QS. Ali’Imran 3:190-191).

Teteh adalah sumber inspirasiku dalam mencintai Al-Qur’an. Semoga keluarga kecilku menjadi bagian dari keluarga besar para pencinta Al-Qur’an yang kelak mendapatkan syafaat dan berkumpul di surga-Nya terindah. Bisa berjumpa dengan Allah Illahi Rabbi, Rasulullah shalallaahu alaihi wassalaam, dan berkumpul dengan orang-orang shalih, aamiin …

‘Dan katakanlah. “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Naml 27:93).

Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog, sila simak info lengkapnya di link: https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-november-pelajaran-hidup-2021/.

16 responses »

  1. Wow banget perjalanan tahun 2021 nya mbak, semoga cinta selalu menyertai juga di tahun-tahun mendatang dengan pelajaran kehidupan yang membuat kita tambah kuat ya mbak.

  2. Teh Dewi memang selalu menginspirasi.

    Aku suka banget bagian ini : Aku tidak semata bekerja. Namun, aku ingin berkarya, makanya tak terlalu risau dengan gaji, upah, atau imbalan materi. Pengalaman mengajarkan rezeki bisa datang dari mana saja. Termasuk dari tempat yang tidak disangka-sangka. Mencintai tugas dan tanggung jawab kita sebagai perempuan, ibu, anak, anggota masyarakat itu tanda kita menjadi perempuan berdaya.

    Setuju banget Teteh, selamat menyambut tahun yang baru, semoga semua senantiasa sehat, tetap semangat dan berkarya.

  3. Teh, baca kisah teteh jadi menginspirasi untuk terus aktif, produktif, dan menjadi perempuan berdaya. Terima kasih teh, dan terus berkarya, ya teh.

  4. Mba Dewi, tulisannya panjang dan lengkap. Masya Allah. Bahkan Mba Dewi juga punya hobby melukis, berkarya di segala bidang.

    Kisah dan pengalaman Mba Dewi memberi saya inspirasi untuk terus mencipta. Makasiiiy Mba Dewi 🙂

  5. Masya Allah cerita Teh Dewi lengkap banget dari bulan ke bulan ❤️. Aku termasuk yang belajar dari kekonsistenan Teh Dewi dalam menulis. Semangat tebar manfaat ya, Teh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s